Indonesia nomor satu di dunia dalam soal menghukum koruptor


Selasa, 25 Oktober 2016 13:13 WIB | 193 Views

http://www.antaranews.com/berita/592139/indonesia-nomor-satu-di-dunia-dalam-soal-menghukum-koruptor

Pewarta: Luqman Hakim



Wakil Presiden Jusuf Kalla. (ANTARA /Fahrul Jayadiputra )



Yogyakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemberantasan 
korupsi selalu diikuti dengan pembenahan sistem agar peristiwa serupa tidak 
terulang. JK juga mengatakan Indonesia adalah nomor satu di dunia dalam urusan 
memberantas korupsi dan menghukum para koruptor.

"Sistem juga harus diperbaiki bukan hanya menghukum orangnya saja," kata JK 
saat menyampaikan pidato kunci pada "Anti Corruption Summit 2016" di 
Yogyakarta, Selasa.

Menurut JK, Indonesia adalah nomor satu di dunia dalam pemberantasan koruspi 
yang hingga kini pun belum ada negara lain di dunia yang mampu mengungguli 
rekor penindakan koruptor di Indonesia.

"Kalau dalam penindakan hukum, Indonesia juara dunia. Tidak ada negara lain 
yang bisa menghukum koruptor seperti di Indonesia," kata JK seraya menunjuk 
statistik pemberantasan korupsi dalam kurun 10 tahun terakhir di mana sudah ada 
9 menteri, 19 gubernur, dua gubernur Bank Indonesia, tiga ketua parpol, serta 
ratusan bupati dan anggota DPRD dipenjara karena kasus korupsi.

"Jadi jangan ada yang bilang kita tidak keras terhadap korupsi," kata JK.

Namun JK menginginkan pemberantasan korupsi perlu diikuti dengan pembenahan 
sistem pada berbagai lini pemerintahan dan lembaga sehingga dapat terus 
disiapkan untuk generasi muda berikutnya.

"Karena korupsi di Indonesia sudah tidak ada batasan lagi, laki-laki perempuan 
kena, agama apa pun bisa kena, rektor sampai ustad kena," kata dia.

Kalla mencontohkan penerapan sistem yang baik seperti dilakukan mantan Perdana 
Menteri Singapura Lee Kuan Yew. Kendati Lee berkuasa penuh dalam 
pemerintahannya, namun kekuasaan itu tidak lantas membuat pemerintahannya 
korup. Dengan penerapan sistem yang bagus, menurut Kalla, Singapura bersih dari 
korupsi.

"Di negara itu juga memberikan hadiah bagi siapa pun yang menolak disogok. Jadi 
sistemnya yang harus diperbaiki," kata dia.

JK juga menginginkan  pemberantasan korupsi diterapkan sambill dengan tetap 
menjunjung tinggi prinsip keadilan. "Saya setuju pembasmian korupsi itu, tetapi 
kami ingin keadilan lebih tinggi. Di atas hukum ada keadilan," kata dia.

Editor: Jafar M Sidik


Kirim email ke