Dua Tahun Jokowi Berkuasa, Indonesia Makin Hancur, Gak ada yang bisa 
Dibanggakan! 
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/dua-tahun-jokowi-berkuasa-indonesia-makin-hancur-gak-ada-yang-bisa-dibanggakan.htm#.WA7HmtArLnA

 
 
 
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/dua-tahun-jokowi-berkuasa-indonesia-makin-hancur-gak-ada-yang-bisa-dibanggakan.htm#.WA7HmtArLnA
 
 
 Dua Tahun Jokowi Berkuasa, Indonesia Makin Hancur, G... 
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/dua-tahun-jokowi-berkuasa-indonesia-makin-hancur-gak-ada-yang-bisa-dibanggakan.htm#.WA7HmtArLnA
 Eramuslim.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK 
belum bisa merealisasikan janji kampanyenya untuk membuat rakyat l...
 
 
 
 View on www.eramuslim.com 
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/dua-tahun-jokowi-berkuasa-indonesia-makin-hancur-gak-ada-yang-bisa-dibanggakan.htm#.WA7HmtArLnA
 
 Preview by Yahoo 
 
 
 
 Dua Tahun Jokowi Berkuasa, Indonesia Makin Hancur, Gak ada yang bisa 
Dibanggakan! Redaksi – Senin, 16 Muharram 1438 H / 17 Oktober 2016 16:37 WIB

 

 

 Gak ada yang bisa dibanggain Pak Ne…!

 

 Eramuslim.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK 
belum bisa merealisasikan janji kampanyenya untuk membuat rakyat lebih 
sejahtera, jelang dua tahun pemerintahan Jokowi-JK pada 20 Oktober 2016 
mendatang.
 Menurut Fadli, dari sisi ekonomi masyarakat masih merasakan kesulitan, dimana 
daya beli masyarakat masih rendah dan angka pengangguran masih cukup banyak. 
Maka itu, ia mempertanyakan slogan Jokowi soal kerja dan kerja yang hingga kini 
belum ada hasil.
 “Jarang menemukan kelompok masyarakat yang merasakan ada perbaikan-perbaikan 
di bidang ekonomi. Konstituen merasa kehidupan makin sulit. Harusnya fokus pada 
output kerja, bukan hanya kerja tapi ga ada hasilnya,” kata Fadli di Gedung 
Nusantara III DPR, Jakarta, Senin (17/10/2016).
 Sementara itu untuk dibidang politik, kata Fadli, pemerintahan Jokowi-JK masih 
ingin melakukan satu penguasaan dengan menunjuk beberapa partai politik untuk 
mendukung segala kebijakan pemerintah.
 Padahal, ujar Fadli, hal itu membuat situasi pemerintah tidak berjalan dengan 
baik, karena tak ada kontrol dari DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan.
 “Politik kita relatif kurang sehat karena beberapa parpol dipecah belah, ada 
jejak intervensi pemerintah karena keinginan kekuasaan,” ujarnya
 Sementara untuk dibidang hukum, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini melihat 
hukum di Indonesia semakin tidak jelas. Dimana, praktek hukum sangat tumpul ke 
atas masih terjadi. Ditambah, upaya diskriminasi hukum terjadi dimana-mana 
khususnya untuk masalah kasus korupsi.
 “Korupsi besar terjadi dimana-mana. BPK menyampaikan ada negara tapi tidak 
diusut. Contoh yang dilakukan presiden (Jokowi) di OTT Kemenhub. Menurut saya 
itu peristiwa memalukan, itu kan cukup Polsek saja. Presiden ketinggian,” 
ucapnya.
 Oleh karenanya, Fadli meminta Presiden Joko Widodo berhenti melakukan 
pencitraan yang tidak membuat efek banyak bagi masyarakat. Harusnya, lanjut 
Fadli, Jokowi fokus untuk membangun infrastruktur pertanian dan ekonomi yang 
berbasis pada keberdayaan manusia.
 “Presiden terlalu power oriented, bukan bekerja sesuai apa yang diharapkan 
menjadi realitas. Contoh, Presiden janji akan cetak 2 hektar sawah, itu sudah 
sampai mana? Mau beli Indosat sampe mana? Mau buat pertamina lebih hebat, 
sekarang sampe dimana?,” paparnya.
 Fadli pun menilai, cita-cita Jokowi untuk merealisasikan semangat Bung Karno 
untuk mewujudkan Trisakti, yaitu kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan 
berkepribadian dalam kebudayaan semakin jauh.
 
 “Ketergantungan politik semakin tidak jelas. Belum lagi dalam mengatur 
kabinetnya. Preesiden juga salah milih orang dalam dua kali reshuffle. Orang 
yang sudah diberhentikan diangkat lagi. Ini apa? Ini petruk dadi ratu,” 
pungkasnya.(yk/ts)
 

Kirim email ke