Ribut-ribut soal hilangnya dokumen TPF Munir iniberhasil membetot perhatian 
orang dari masalah '65.
Kocaknya lagi, ribut-ribut dokumen hilang ini malah
membelokkan jauh-jauh kasus Munir itu sendiri.
Senang & gampang betul terjebak hangatnya tai ayam.



   --- j.gedearka@... wrote:
http://nasional.kompas.com/read/2016/10/25/18390041/hendardi.kalau.hanya.salinan.dokumen.tpf.munir.di.internet.juga.banyak
 
Hendardi: Kalau Hanya Salinan Dokumen TPF 
 
 
Munir, di Internet Juga Banyak 
  Selasa, 25 Oktober 2016 | 18:39 WIB 176 Shares   KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO 
Direktur Eksekutif Setara Institute Hendardi di Gedung Bina Graha, Kompleks 
Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2015). JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan 
anggota tim pencari fakta (TPF) kasus kematian Munir, Hendardi, menilai 
Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla harus berupaya mencari dokumen kasus Munir 
di lembaga internal pemerintah sendiri. Apalagi, presiden kelima RI Susilo 
Bambang Yudhoyono sudah menyatakan bahwa dokumen itu diserahkan ke lima 
institusi saat ia menerimanya dari anggota TPF pada 2005 lalu. Hendardi 
mengatakan, SBY menerima enam eksemplar. Lima eksemplar diserahkan ke Polri, 
Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara, Kementerian Hukum dan HAM dan 
Sekretariat Kabinet. "Maknanya, Jokowi memerintahkan Jaksa Agung untuk mencari 
dokumen itu untuk mencari di internal lembaga negara, bukan mencari mengais di 
mana mana," kata Hendardi saat ditemui Kompas.com di Kantor Setara Institute, 
Jakarta, Selasa (25/10/2016) sore. Hendardi mengaku tidak setuju dengan usulan 
mantan anggota TPF untuk menyerahkan salinan dokumen yang mereka punya kepada 
Jokowi. Sebab, TPF saat ini sudah bubar dan tak punya kekuatan hukum. Sehingga 
salinan dokumen yang diserahkan juga akan bersifat ilegal. "Kalau hanya salinan 
dokumen, di internet juga sudah banyak tersebar," ujar Hendardi. (Baca juga: 
Mantan Anggota TPF Kasus Munir Nilai SBY Tidak Menjawab Persoalan) Jika 
pemerintah tak juga menemukan dokumen itu di institusi lain, maka Hendardi 
berpendapat bahwa komitmen Jokowi untuk menyelesaikan kasus Munir bisa 
dipertanyakan. "Orang bisa berasumsi pemerintah memang tidak mau membuka kasus 
ini," ucap dia. Dokumen TPF Munir menjadi polemik setelah Komisi Informasi 
Publik memenangkan gugatan Kontras dan meminta pemerintah untuk mengumumkan 
dokumen itu. Namun setelah dicek, dokumen tidak ada di Sekretariat Negara. 
(Baca juga: Polemik Keberadaan Dokumen TPF Munir, Perkara Mudah yang Dibuat 
Susah?) Kompas TV Kemana Hilangnya Dokumen TPF Munir? 

   

Kirim email ke