?????
 ---
 
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161025162411-78-167871/menteri-rini-ratusan-triliun-uang-negara-tak-cukup-buat-bumn/
 
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161025162411-78-167871/menteri-rini-ratusan-triliun-uang-negara-tak-cukup-buat-bumn/

  
 Menteri Rini: Ratusan Triliun Uang Negara Tak Cukup Buat BUMN Yuliyanna Fauzi, 
CNN Indonesia
 Selasa, 25/10/2016 17:24 WIB
 
 Sebarkan:  
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161025162411-78-167871/menteri-rini-ratusan-triliun-uang-negara-tak-cukup-buat-bumn/#
  
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161025162411-78-167871/menteri-rini-ratusan-triliun-uang-negara-tak-cukup-buat-bumn/#
  
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161025162411-78-167871/menteri-rini-ratusan-triliun-uang-negara-tak-cukup-buat-bumn/#
 
 Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan Mantan Menteri Keuangan 
Bambang Brodjonegoro (kiri) sebelum mengikuti Rapat Terbatas terkait 
infrastruktur transportasi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/6).(ANTARA 
FOTO/Puspa Perwitasari)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini 
Soemarno menilai dana ratusan triliunan rupiah yang diambil dari kas negara 
untuk menyuntik perusahaan-perusahaan pelat merah belum cukup untuk 
meningkatkan belanja modal perseroan. 

Karenanya, penggabungan entitas sejenis melalui pembentukan induk perusahaan 
atauholding diharapkan Rini mampu menopang pengeluaran BUMN, terutama yang 
bergerak di sektor konstruksi.  
 

 "Kami harapkan, holding bisa mendorong capital expenditure lebih tinggi 
mengingat kebutuhan anggaran untuk infrastruktur masih besar," ujar Rini di 
Gedung Bina Graha, Istana Kepresidenan, Selasa (25/10).

Rini merinci, terdapat beberapa proyek infrastruktur yang menyedot anggaran 
BUMN cukup besar, antara lain pembangunan Light Rail Transit (LRT), jalur 
kereta api baru, serta proyek bandara dan pelabuhan.

"Kalau ada holding, mulai tahun depan, kita tidak mendapat PMN sehingga holding 
bisa memberi penambahan modal bagi perusahaan melalui holding itu sendiri," 
jelas Rini.

Dengan pembentukan holding BUMN, lanjut Rini, akan terjadi pembagian anggaran 
belanja modal antar-entitas sehingga pemenuhan anggaran setiap perusahaan dapat 
tercukupi mulai tahun depan. 

Namun sebelum holding terbentuk, Rini mengakui BUMN masih bergantung pada 
Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menopang percepatan pembangunan 
infrastruktur yang tengah menjadi fokus Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden 
Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Pemerintah melalui APBN memang memberikan alokasi untuk pembangunan 
konektivitas dan infrastruktur sehingga anggaran naik dua kali lipat tapi itu 
seringkali belum cukup," tambah Rini.

Dalam APBNP 2015, pemerintah mengalokasikan PMN sebesar Rp64,88 triliun untuk 
40 BUMN. Sementara tahun ini, alokasi PMN di APBNP 2016 dianggarkan sebesar Rp 
53,98 triliun untuk 24 BUMN.

Namun, Rini mengaku, PMN yang cair pada tahun lalu hanya sebesar Rp41 triliun. 
Dana itu digunakan untuk menutup kebutuhan belanja modal BUMN yang nilainya 
mencapai Rp219 triliun. Sementara jatah PMN tahun ini, ia mengeluh karena 
sampai saat ini belum bisa dicairkan. 

Kendati demikian, Rini memastikan jatah PMN tahun ini akan digunakan untuk 
mencapai rencana investasi BUMN yang ditargetkan mencapai Rp410 triliun.

Sri Mulyani Tagih BUMN 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 
mengungkapkan, jumlah uang negara yang disedot oleh BUMN dalam dua tahun 
terakhir (2015-2016) mencapai sekitar Rp115 triliun.

Dia berharap, BUMN dapat menggunakan uang negara tersebut dengan semaksimal 
mungkin untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sehingga bisa berkontribusi 
positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,1 persen pada tahun 
ini. 

"Investasi berupa PMN ini harus dan akan menghasilkan. Usai mendapat PMN, BUMN 
diharapkan dapat ekspansi usaha dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi," kata 
Sri Mulyani. 

Menurutnya, pemerintah saat ini tak bisa banyak berharap pada perdagangan 
internasional, terutama ekspor komoditas, di tengah pelemahan ekonomi global. 
Karenanya, pembangunan infrastruktur yang sebagian besar dipercayakan kepada 
BUMN dapat mengompensasi pelemahan ekspor serta dapat mendongkrak konsumsi 
masyarakat dan investasi. (ags)

 

 

Kirim email ke