Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant?

Nesare:  wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant yang 
hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada 
tayangan di http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/

http://thehandthatfeedsfilm.com/

nonton film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya 
“kiri” itu!

Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg illegal 
kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? Karena 
gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn sakit 
bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta  di unionized! TERANG TERANGAN!!! 
Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan pendapatan 
selama demo dll. Akhirnya menang!!!

 

Ente ini tinggal dimana? Kaya’ gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ 
pahlawan kesiangan bashing RI yg katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan 
tanya sama orang2 indonesia disekitar ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama 
orang Indonesia disekitar ente!!! Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti 
gimana ada orang Indonesia yg sdh beli rumah, beli perabot terus ditinggal 
begitu saja krn takut digrebeg polisi. Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau 
sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba tanya2 dan cari tahu utk membuktikan 
kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!!

 

Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. 
Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci 
ente??!!!!

 

Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg agamais??? 
Hehehehehe.

 

Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral philosofi dan agama itu 
dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau etika kelihatan misalnya 
ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini unethical! Dosa ndak? Ane 
ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente!

 

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

  

Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda 
lihat W2 atau 1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax 
return? apa anda loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan 
ngarang cerita, itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum?

 

Tempo doeloe memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal 
yg mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada 
lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali.

 

"A stated income loan is a mortgage where the lender does not verify the 
borrower's income by looking at their pay stubs, W-2 (employee income) forms, 
income tax returns, or other records. Instead, borrowers are simply asked to 
state their income, and taken at their word."

 

Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal dari kitab suci, 
seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik jangan 
di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan masih 
banyak lagi yg lain. 

 

Hanya orang munafik yg berbuat kebaikan sekali saja mungkin dan amat simple 
terus diteriakkan keseluruh penjuru dunia untuk menunjukkan betapa baiknya 
dirinya sambil menepuk dada.

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :



“guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya”?

Apanya yg direview? Orang gak bayar pajak!

Gimana reviewnya?

Masa bodoh loan officer mau verify keuangan calon pembeli rumah. Wong datanya 
gak ada. Illegal immigrant kerja dibawah tangan. Kerja di restoran dibayar 
cash, bawa pulang dan disimpan dibawah bantal. Ini yg terjadi banyak sama orang 
Indonesia yg illegal. Nah hebatnya negara ente ini gak kutak katik orang2 
amerika latin yg illegal. Malahan ada yg bayar pajak artinya terang2an declare 
bahwa dia illegal….ehhh gak dideportasi. Tetapi dari negara2 yg gak banyak 
orang yg illegal termasuk orang2 illegal dari Indonesia malahan ditangkap dan 
dideportasi. Moso’ ente gak ngerti masalah ini dinegara ente?!! Sbg seorang 
democrat urus masalah itu! Jangan bashing RI saja bisanya!!!! Ente itu gak 
pernah ngomong positif ttg RI, tahu????!!!!!

 

“bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak”?

Ya tahulah dari W2 atau 1040 kan bukti ente bayar pajak atau tidak. koq nanya? 
Ente gak pernah bayar pajak ya? Nah ketahuan nih yeah. Bisa2 ente ini juga 
illegal immigrant ya?

 

Ayat kitab suci dianggap sbg standard etika? Ngaco aja! Agama itu dogma. Etika 
itu masalah moral, philosofi. Sok ngajarin orang lain sedangkan sendirinya gak 
pernah berkacamata melihat dirinya sendiri. emangnya selama ini ente ndak tahu, 
ane ini nelanjangi ente yg sok nya minta ampun. Kaya’ serba tahu semua ttp 
tahunya hanya kulit2nya saja. sudah salah gak pernah terima salah apalagi minta 
maaf. Teriak2 humanis, ttp kelakuan seperti apa. yg paling tepat istilahnya: 
narcissist!

 

Aneh2 saja orang satu ini, siapa yg pusing ente mau setuju pathway to 
citizenship, setuju masuknya orang timur tengah dll. Itu urusan ente dinegara 
ente. Yg ane pusingin kalau ente sudah ngomong yg enggak2 ttg RI!!!

 

Nesare

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 7:02 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

 

ya memang seseorang sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview 
keuangannya, credit history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus 
begitu.

 

darimana anda tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda 
loan officer-nya yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso 
bayar pajak atau nggak?

 

pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu orang terus 
di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, koran, dlsb 
merupakan standar etika.

 

anda sekarang balik seakan saya tahu orang2 yg anda bicarakan itu ilegal, aneh 
banget, justru saya mempertanyakan darimana anda tahu kalau ilegal? sso ilegal 
itu nggak bakalan teriak kasih tahu orang statusnya, kalau mereka percaya anda 
kemudian anda koar2kan jelas menunjukkan betapa munafiknya anda.

 

saya tidak keberatan dan setuju saja Clinton menambah jumlah pengungsi Siria yg 
masuk ke US, pengungsi2 itu memang sudah sepatutnya ditampung dan diberi jalan 
hidup, saya bukan-nya paranoid seperti anda yg ketakutan adanya teroris yg 
menyusup diantara pengungsi. ketakutan akan teroris itu tidak membenarkan 
mengorbankan para pengungsi.

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Susahnya apa omong sama ane? Hehehehehe.

Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus direview keuangan!

Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan ente: Yg anda katakan 
dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. 
Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, credit history 
dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi.

 

Gimana bisa diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? 
Bayar pajak sudah ndak!!!!

Goblok dipelihara!

 

Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak ikut2an.

Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala!

Dasar agamais tapi berkedok sok suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe.

 

Emangnya ente mau ngomong ente sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu?

Kalo sudah tahu orang2 indonesia illegal ini, koq bisa gak tahu gimana 
kehidupan mereka?

Koq bisa gak tahu kalau mereka beli rumah ambil kredit gak usah kasih data 
keuangan yg mrk gak punya krn gak bayar pajak?

 

Koq tahu ya ane anti pathway to citizenship? Dari mana wangsitnya? Dari dewa 
mana atau dewi mana? Sinterklas atau hantu halowen? Urus sana negara ente! 
Jangan suruh orang lain ngurusin negara ente!!!!! Ngaco aja!!!!

Sono urus orang illegal yg puluhan juta dari amerika latin dan sebentar lagi 
kalau Clinton menang bakalan masuk tu orang2 timur tengah…biar tambah seru saja 
negara ente. Biar kita lihat rame2 gimana Obamacare yg sudah naik premi nya 
bakalan tambah babak belur enggak ditambah pengungsi2 ini. mari kita lihat 
rame2 gimana ekonomi USA nantinya. Kalau US dollar jatuh kita lihat gimana 
reaksinya si jonathan. Lucunya rupiah melemah langsung bashing. Kalau rupiah 
menguat diam saja. hehehehehe. Dasar orang kerdil hanya main data, serang dan 
kabur…..hehehehe.

 

Jadi persoalan negara ente itu ya dinegara ente saja. Jangan ganggu negara2 
lain termasuk Indonesia ya!!!!!! Indonesia gak pernah ganggu negara ente, jadi 
jangan ganggu RI!!!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 5:08 PM
To:  <mailto:[email protected]> [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

 

yg saya katakan "guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga 
co-signor." langsung diartikan guarantor sama dengan co-signor, berbicara dgn 
anda itu susah banget.

 

anda teriak2 membantu orang tetapi anti memberikan pathway to citizenship itu 
sama saja dgn menikam dari belakang, pura2nya baik tapi orang disuruh jadi 
gelap terus tidak dikasih jalan jadi terang. tidak ada artinya.

 

"Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, 
seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di 
lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya 
mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah 
diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu 
itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi 
akan membalasnya kepadamu." Matius 6:2-4


---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Guarantor koq bisa sama dengan co signor?

Teori dari mana lagi ini?!!

Orang kasih garansi koq bisa sama dengan pembeli. Itu mah beda dul!!!!!

 

Yg ane bilang praktis yg berjalan dinegara ente itu adalah co signor.

Apanya yg mau diverifikasi, apa yg mau di review keuangannya? Bayar pajak juga 
enggak!

Duit aja banyak yg dibawa bantal. Kalau gak ngerti, coba tanya2 orang2 
indonesia dikota ente yg illegal.

Bantu orang2 itu. Jangan hanya bisanya teriak2 doank ngomongin pathway to 
citizenship dll!!! Bagi ane teriakan2 ini bak kentut disiang bolong!!!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 11:50 AM
To:  <mailto:[email protected]> [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

"tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu"

 

Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa 
juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, 
credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi.

 

---

Nesare:

Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh 
peminta kredit.

Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% 
krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut 
tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn 
mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn 
loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih.


---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Orang satu ini gobloknya minta ampun dan celakanya dipelihara.

Sudah ditulis sebelumnya yg diomongin adalah pemberian kredit bisa melebihi 
standard yg ditentukan oleh suatu perusahaan.

Ane kasih tahu contoh praktik yg terjadi dinegara ente bahwa banyak pemberian 
kredit ke keluarga yg illegal immigrant melebihi standard DSR yg menjadi 
patokan perusahaan pemberi kredit.

Eh ngelantur kemana2 bilang ane gak suka imigran gelap.

Emangnya ente yg humanis ini pernah nolong illegal immigrant asal Indonesia?

Aduhhhh…kalau ane sudah pernah loh!!!!!!

 

Ya jelas loan officer gak akan nanya yg ambil kredit lah apakah mereka itu 
illegal atau tidak!!!!

Gobloknya minta ampun!!!!

 

Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh 
peminta kredit.

Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% 
krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut 
tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn 
mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn 
loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih.

 

Emangnya sipenerima kredit goblok mau default kalau gak bisa bayar mortgage nya 
itu dari bulan pertama? Ente kan bilang 80% dan hanya tersisa 20% buat makan, 
nonton dan bensin dll. Ini kan asumsi ente yg goblok itu. Ini yg ane bilang 
dari dulu ente itu cupat pikirannya!

 

Lalu dari pihak pemberi kredit, emangnya mereka ini goblok kalau tidak tahu 
bahwa pasti ada income sampingan diluar si penanda tangan!!!! Moso’ loan 
officer nya mau dipecat krn ngasih kredit macet???!!!

 

Ente jelas gak ngerti gimana orang ambil mortgage dinegara ente!!!!

Lah gimana mau gaya2 menganalisa apalagi yg di RI….weleh weleh….??!!!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, October 28, 2016 11:14 AM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

 

Anda mengedepankan imigran gelap dengan contoh orang Indonesia dan Latino hal 
itu jelas menunjukkan pandangan anda yg bigot, memangnya anda melihat dengan 
mata curiga setiap orang Indonesia dan Latino sebagai imigran gelap? Status 
keimigrasian seseorang itu tidak ditulis didahi kepala yang bisa dibaca semua 
orang, tidak ada ketentuan utk memerisa immigration document waktu seseorang 
mengajukan mortgage bahkan ada UU anti diskriminasi. Seandainya loan officer 
menanyakan status keimigrasian ke orang2 tertentu hanya karena aksen yg berat 
sementara pada orang lain tidak ditanyakan itu sudah terhitung diskriminasi 
karena national origin.

 

Saya tidak tahu secara tepat kasus DSR 80% yang anda bicarakan, tetapi ada yang 
namanya stated income bagi mereka yang self employed atau usaha sendiri. Apa 
mungkin ini yang anda maksud? Tetapi tetap saja DSR yg diterapkan 43% untuk 
back-end ratio.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Yang ngomong loan officer ngecek dokumen imigrasi itu siapa? Ente ini bisa baca 
ndak?

Ane bilang loan officer memperhitungkan imigran gelap dalam memperhitungkan DSR 
suatu keluarga.

Lah kalau dicek dokumen imigrasinya kan gak boleh dikasih loan nya?

Ente kan bilang DSR 30% - 40%. Ane bilang lebih. Ane kasih contoh kasus imigran 
gelap. Sebetulnya keluarganya hanya punya DSR 80% tapi mortgage loan bisa 
dikasih karena dimasukkan factor imigran gelap ini yg belum tentu bayar pajak 
jadi gak bisa diverifikasi pendapatannya.

Banyak orang Indonesia yang imigran gelap di USA punya rumah dengan cara ini.

Kasihannya kalau mereka curiga ada polisi mau datang, mereka tinggalin saja 
semuanya termasuk perabot rumah yg baru dibeli.

Ini salah satu contohnya. Kalau orang latino lebih seru lagi ceritanya.

 

Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa eh ditanggapi gak keruan2!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 26, 2016 11:21 AM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

Loan officer sama sekali tidak mengecek immigration documents dan tidak boleh 
men-diskriminasi baik itu race, national origin, sex, sexual orientation, age, 
dlsb. Uraian anda dibawah mencerminkan pandangan bigot nan diskriminatory serta 
pengetahuan yang minim. Yg direview loan officer adalah acceptable proof of 
income. Setelah 2009 saya lihat acceptable proof of income utk individual tax 
return, dan ditambah bank statements utk menunjukkan ada duit bayar down 
payments dan closing cost.

 

---

Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta 
mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan 
officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain 
dari tempat lain misalnya bapak ibu yg  minta kredit itu illegal tapi tidak 
bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak 
misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak 
ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!!

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Jonathan: saya baru saja check FHA requirements, DSR yg diminta 31% utk 
front-end dan 43% back-end. sementara yg non FHA biasanya mensyaratkan lebih 
berat antara 28%-36% front and back-end respectively. 

 

Nesare: Ya silahkan cek apa saja. ngapain ane bingung.

Negara ente, Bolivia, Indonesia, Nigeria, yaman, afganistan berlainan cara 
ambil kredit.

Apa yang ente mau katakan dgn FHA requirements itu?

 

Jonathan: dalam pemberian loan tidak ada persyaratan ataupun pengecekan 
immigration document. apakah anda bigot thd undocumented immigrant? posisi saya 
setuju atas dibukanya path to citizenship. apa posisi anda?

 

Nesare: orang mabuk dan gila ya kaya’ gini ini. Ane ngomong illegal immigrant 
termasuk undocumented immigrant bisa digunakan sbg factor dalam menentukan DSR 
artinya DSR yg diterima oleh kreditur bisa lebih tinggi, eh jebulnya ente 
bilang ane anti illegal immigrant. Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa, 
ente nangkepnya apa. makanya gak nyambung2 dan ane kerap kali goblok2in ente ya 
karena ini.

Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta 
mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan 
officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain 
dari tempat lain misalnya bapak ibu yg  minta kredit itu illegal tapi tidak 
bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak 
misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak 
ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!!

 

 <https://gist.github.com/heiswayi/dca25e79011bc26d2b32> 
https://gist.github.com/heiswayi/dca25e79011bc26d2b32

ini di Malaysia bisa sampai 62.56%

 

Koq tanya2 ane posisinya apa? emangnya kalau ane pro kenapa? Kalau anti kenapa? 
Sok2an lagi ya?!!! Kalau semua imigran masuk negara ente bisa tenggelam tu 
negara ente dan kalau gak ada rumah tinggal, ente sudah tahu belum pemerintah 
bisa menggusur imigran ini? emangnya ente mau jadi sinterklas? Kalau mau, ayo 
sekarang kerja! Bagi2 duit engkong lu!!!

 

Ini melenceng sedikit krn hanya mau ngingetin orang pinter satu ini:

Tempo hari bilang GDP growth Indonesia minus sudah didiamkan ya?!!!! Sampai ane 
gak mau kasih datanya lagi saking ente itu gobloknya! Ente tahu ndak Indonesia 
itu hanya sekali minus GDP growthnya sejak merdeka? Tahu kenapa alasannya? Di 
tahun 1964 krn dihajar sama negara ente!!!!

 

Jonathan: tentang Indonesia saya nggak tahulah, mungkin anda benar DSR nggak 
dilihat atau nggak diambil pusing.

Nesare: ya jelas diindonesia ente gak ngerti. Wong dinegara ente sendiri, ente 
gak ngerti. Tahunya hanya sikit sikit saja.

 

Pesan sponsor: don’t ever call someone a bigot unless you know its meaning. If 
not and you still do it, means you resort to two tried-and-true tactics 
available to someone on the losing side of an argument: first is to silently 
abandon various critiqued claims, and pretend that you never made them; second 
is to redefine a key concept – entirely distorting it if necessary – such that 
one’s original claims are legitimated. You have done both of them.

 

 

Hehehehe

Nesare

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected] [ 
<mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 PM
To:  <mailto:[email protected]> [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

 

 

saya baru saja check FHA requirements, DSR yg diminta 31% utk front-end dan 43% 
back-end. sementara yg non FHA biasanya mensyaratkan lebih berat antara 28%-36% 
front and back-end respectively. 

 

dalam pemberian loan tidak ada persyaratan ataupun pengecekan i

(Message over 64 KB, truncated)



Kirim email ke