Chan: Hahaa, ... menarik juga diskusi masalah warga legal, illegal yang 
kenyataan juga terjadi di AS itu. Lalu, sehubungan dengan warga illegal membeli 
rumah bagaimana? Bagaimana pula dengan kerja mereka?

Nesare: kalau ditanya illegal immigrant bisa beli rumah di usa, kebanyakan 
jawabannya negative. Tetapi sebetulnya di usa orang asing pun boleh beli rumah. 
Jadi ini masalah duit dan banyak mortgage program yg tersedia di usa. Ini 
masalah pengetahuan saja. biasanya orang beli rumah ambil mortgage di usa. 
Jarang yg beli rumah tunai. Kenapa? Karena bayar mortgage itu bisa jadi “tax 
saving deductible” artinya mengurangi bayar pajak krn mortgage per bulan itu 
bisa dipakai utk mengurangi penghasilan. Jadi bayar pajaknya berkurang.

Pemberi kredit/mortgage itu hanya perlu TIN/taxpayer idenfication number yg 
diberikan oleh IRS/ditjen pajak. Hanya ini saja. ini utk mengetahui berapa 
pendapatan peminta mortgage. Standard nya ada 30-40% biasanya. Tetapi 
prakteknya ya berlainan. Ini urusan bisnis. Banyak yg ngasih lebih dari itu. 
Terutama dulu sebelum krisis 2008, subprime lending itu menjadi problem salah 
satunya problemnya ya dari ini asalnya. Orang2 illegal ini kalau pulang ke 
amerika latin atau dideportasi balik Indonesia, ya ninggalin masalah jadi 
kredit macet. Belum lagi ekonomi susah, cari kerja susah, ya jatuh berantakan 
real estate di usa.

TIN ini tidak ketahuan residential status seseorang artinya dari TIN ini gak 
ketahuan orang ini legal atau tidak. jadi tidak ada gunanya IRS ngasih data ini 
ke USCIS/imigrasi krn tidak akan ketahuan status illegal atau legal pemilik TIN 
ini. jadi para illegal immigrant ini banyak yg punya TIN dan bayar pajak tanpa 
ketakutan akan ketahuan masalah legalitas mereka.

Selain TIN ini, ada pengecekan credit history oleh pemberi kredit. Ini utk 
menentukan suku bunga mortgagenya. Kalau beresiko tinggi kena bunga yg lebih 
tinggi. Jadi ini aspek bisnisnya. Tergantung lender mau kasih atau tidak. ini 
masalah duit. Sijonathan itu cupatnya disini. Dia pake’ standard 30-40% terus 
lebih dari itu dia bilang tidak mungkin. Dia itu banyak tidak tahunya. Terus 
pake’ logika gimana bayarnya kalau bayar mortgage saja sudah 80%. Mana mungkin 
20% dari pendapatan misalnya hanya $40.000 = $8000/tahun bisa cukup buat hidup. 
Dia tidak mengerti gimana jalannya proses pemberian mortgage itu berjalan. Juga 
harus bayar panjer/down payment. Dulu itu sebelum krisis 2008 DP 0% artinya 
tidak ada DP bisa ambil mortgage. Skrg prakteknya diperketat. Jarang bisa 0% 
DP. Dengan DP ini, lender jadi tenang. Kalau memang orang2 illegal ini 
dideportasi atau tidak bisa bayar, ya di foreclosure artinya DP  nya bisa 
ditahan oleh lender.

 

Ada juga perusahaan yg kasih mortgage ke illegal immigrant di usa walaupun 
sedikit. Misalnya Venta Financial Group offers mortgages to illegal immigrants 
di bbrp states seperti texas, california, cevada florida. Begitu juga Citibank 
ngasih mortgages ke immigrants disetiap states lewat a partnership dgn 
neighborhood assistance corp.

 

Masih banyak yg saya tidak krn memang HAM yg sangat dijunjung dan demokrasi 
dinegara ini bikin pemerintah tidak bisa semena2 thd illegal immigrant.

 

Chan: Saya dengar di Indonesia lain lagi masalahnya. Setelah Jokowi keluarkan 
amnesti pajak terakhir ini, dengan mengejar pembayaran pajak setiap warga, juga 
terjadi masalah dalam jual-beli rumah. Orang ditanyain bukti kekayaan harta 
dari pembayaran pajak yang sudah dilakukan, akan dikejar darimana asal duitnya 
membeli rumah sebegitu mahal? Mesti bayar pajak dahulu! Hehehee, ... Tapi, 
akibatnya, jual-beli rumah juga berkurang banyak. Pengembang perumahan jadi 
berteriak, bahkan bisa terancam bankrut dengan ditindih hutang, ... Kalau sudah 
begitu tentu akan memukul kelancaran perputaran ekonomi nasional? Entah gimana 
Jokowi menemukan jalan pemecahan yang baik, ...

Nesare: bukan “mengejar” pembayaran pajak. Ini yg dimanipulasi oleh sebagian 
orang yg melabel Jokowi sbg gagal dalam program tax amnesty terus sasaran 
diganti ke rakyat miskin. Ini tidak benar. Ini terutama pendapat mereka2 yg 
menganggap dirinya sbg pembela rakyat. Semua rakyat harus bayar pajak. 
Dimanapun begitu. Jalannya negara itu harus dari pajak apalagi dijaman 
kapitalisme seperti sekarang ini. masalah bayar pajak ini tidak pernah selesai. 
Kenapa? Karena semua orang tidak mau bayar pajak. Ini tendensinya. Jarang orang 
itu sadar utk bayar pajak. Jadi harus di enforce. Mulainya dari harus punya 
NPWP. Di usa disebut: taxpayer identification number/TIN. TIN ini urusannya IRS 
dan gak ada urusannya dgn imigrasi maksudnya IRS tidak ngasih tahu imigrasi TIN 
ini. Juga TIN ini tidak mengunjukkan resindetial status: legal atau illegal. 
IRS assign/ngasih TIN itu kesemua pembayar pajak. Dalam kasus illegal immigrant 
ambil mortgage itu bisa saja terjadi kalau dia punya TIN ini. ini bisa terjadi 
sama mereka2 yg illegal dari amerika latin. Orang2 ini walaupun illegal tetapi 
punya political power krn mereka ini terlalu banyak dan sudah beranak pinak di 
usa shg pemerintah usa tidak bisa apa2 apalagi deportasi mereka krn alasan HAM. 
Tetapi perlakuan istimewa ini tidak terjadi utk illegal immigrant dari negara 
lain seperti Indonesia, turki, RRT dll. Ini yg saya tahu dari immigrant lawyer. 
Dulu ditahun 2001/2002 kalau tidak salah, imigrasi usa mengadakan survey thd 
semua imigran. Ini terkait dgn 9/11 attack. Imigrasi bilang gak apa2, ini hanya 
formulis pendataan saja. tetapi ada bbrp orang Indonesia yg tertangkap dan 
dideportasi. Kurang tahu seberapa banyak seluruh usa. Tetapi ada. Mereka2 yg 
tidak tertangkap dan tidak ikut mengisi formulir tempo hari itu masih banyak 
hidup illegal di usa dan orang2 ini setiap saat takut dgn otoritas. Ngomong 
saja hati2 sekali walaupun ngomong sama sesama orang Indonesia saja mereka2 ini 
tidak cerita kesusahan mereka. Contoh yg saya kasih ada orang Indonesia sudah 
beli rumah pake’ mortgage dan baru beli perabot rumah lalu ditinggalin krn 
ketakutan itu memang terjadi di Indianapolis. Pasangan dari bandung dengan 1 
anak cowok. Anaknya tidak sekolah krn orang tuanya was was dan takut. Waktu itu 
anak itu sdh umur 8 tahunan ditahun 2005. Orang2 indonesia disana sendiri tidak 
banyak yg tahu. Konsulat yg tahu pun diam saja tidak bisa apa2. Malahan ada 
orang2 konsulat yg akhirnya setelah tidak kerja dikonsulat lagi juga akhirnya 
illegal krn memilih tinggal di usa krn sakit jantung. Kalau pulang Indonesia ya 
kemungkinan matinya lebih besar.

 

Kaitannya dengan rumah dan ekonomi ya jelas sekali. Rakyat jadi was was krn 
harus ngisi formulir pajak. Tadinya yg punya toko tidak pernah bayar pajak. 
Bayarpun tetapi minim sekali. Jadi orang2 dan perusahaan2 ini was was. Ini yg 
sdg terjadi diindonesia. Selalu perombakan, restrukturisasi bikin was was. Dan 
implikasinya jelas sekali ekonomi akan terganggu. Begitu juga kan pertama kali 
Jokowi dan ahok menang, korupsi dibabat yaitu meeting tidak diperbolehkan 
dihotel2 mewah lagi misalnya. Akibatnya ya hotel sepi. Dulu orang2 kalau 
korupsi ngasih mobil. Mobil sebelum diantar sbg sogokan didandan dulu di toko 
variasi mobil. Setelah pengetatan korupsi dilakukan oleh Jokowi dan ahok, 
dealer mobil sepi. Begitu juga toko variasi mobil sepi. Ini hanya contoh 
sebagian saja impak mau berbenah diri itu.

 

Tetapi apakah harus dilakukan atau tidak? ini kan pertanyaan serius. Yg jawab 
ya harus rakyat Indonesia. Kalau tidak tahan dgn desrupsi/gangguan thd jalannya 
ekonomi ya diamkan saja korupsi berjalan seperti dulu, ekonominya kelihatan 
bagus2 saja jalannya. Kalau memang mau jalannya RI bagus ya harus diberesin 
dari skrg. Gangguan ini kan sama saja dgn pinjaman duit dari luar. Jokowi perlu 
duit jadi harus ngutang dari luar utk pembangunan. Ini konsekwensinya. Kalau 
tidak dari mana duit utk penyelenggaraan pembangunan ini? yg bashing itu kan 
hanya melihat2 secuil2 saja dari permasalahan yg ada. Seperti jonathan dan ajeg 
itu kan sibuknya ngurusin rupiah turun, hutang naik, orang miskin bertambah, 
ekonomi melambat, tetapi sama sekali tidak melihat secara keseluruhan gimana RI 
itu bisa lebih baik.

 

Salam

Nesare

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 8:01 PM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

  

Hahaa, ... menarik juga diskusi masalah warga legal, illegal yang kenyataan 
juga terjadi di AS itu. Lalu, sehubungan dengan warga illegal membeli rumah 
bagaimana? Bagaimana pula dengan kerja mereka?

 

Saya tidak tahu bagaimana peraturan di AS, tapi di HK yang berlaku tidak 
memperkenankan warga illegal, setiap orang baru bisa dapatkan kerja setelah 
bisa dapatkan KTP, jadi, mestinya orang itu kalau illegal masuk ke HK, akan 
kesulitan untuk dapatkan pekerjaan. Seringkali terjadi penangkapan orang 
illegal yang jadi pekerja illegal diproyek bangunan, kuli pengangkut truk, 
gudang dsb., ... bahkan cuci-piring direstoran yang hanya seorang, dua orang 
itu. Banyak diantara mereka asal Pakistan, Bengladesh, dan sekarang terdengar 
dari negara Arab.

 

Jadi, di HK belum terdengar ada berita warga illegal itu bisa beli rumah. HK 
tidak melarang orang asing/bukan KTP HK untuk membeli rumah, hanya saja bagi 
warga asing dikenai pajak pembelian rumah lebih tinggi entah berapa%. Ini 
kebijaksanaan pemerintah HK untuk mengurangi kecepatan orang dari Tiongkok 
daratan ngeborong rumah di HK dan mengakibatkan harga rumah melonjak tinggi 
terlalu cepat. Kebijaksanaan ini jelas merugikan pengembang, usaha perumahan, 
kecepatan jual-beli rumah melambat. Penghasilan Pemerintah dari pemasukan pajak 
pembelian rumah dengan sendirinya 3 tahun terakhir ini menurun, tapi harga 
rumah jadi stabil, atau naik dengan kecepatan lambat saja. Ketentuan Pemerintah 
dibuat memang harus sesuai dengan keadaan konkrit PASAR yang dihadapi, ... 
maunya apa? Memang sebaiknya tidak dilepas liberal berdasarkan prinsip bisnis, 
kalau ada gerak jual-beli dengan kejar keuntungan sebesar-besarnya. Harus 
mempertimbangkan kepentingan warganya sendiri, dan kalau perlu memberi 
tunjangan.

 

Saya dengar di Indonesia lain lagi masalahnya. Setelah Jokowi keluarkan amnesti 
pajak terakhir ini, dengan mengejar pembayaran pajak setiap warga, juga terjadi 
masalah dalam jual-beli rumah. Orang ditanyain bukti kekayaan harta dari 
pembayaran pajak yang sudah dilakukan, akan dikejar darimana asal duitnya 
membeli rumah sebegitu mahal? Mesti bayar pajak dahulu! Hehehee, ... Tapi, 
akibatnya, jual-beli rumah juga berkurang banyak. Pengembang perumahan jadi 
berteriak, bahkan bisa terancam bankrut dengan ditindih hutang, ... Kalau sudah 
begitu tentu akan memukul kelancaran perputaran ekonomi nasional? Entah gimana 
Jokowi menemukan jalan pemecahan yang baik, ...

 

Salam,

ChanCT

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45] 

Sent: Wednesday, November 2, 2016 1:37 AM

To: [email protected] <mailto:[email protected]>  

Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

 

  

Gobloknya minta ampun!

Orang latino yg illegal berani petentang petenteng dinegara ente walaupun 
illegal, koq bisa gak berani beli rumah????

Bisa mikir ndak ente ini?????

Kaya’ gini gampangnya saja gak mudeng????!!!

Ane memang sengaja ndak mau kasih tahu apa hubungannya antara illegal immigrant 
yg demo ini dengan minta mortgage beli rumah. Ehhhh bener ditanyain hehehehehe 
ampun2 bodohnya!!

Setelah para orang2 illegal ini mau beli rumah, koq bisa mortgage company nya 
gak mau kasih?

Aduhhhhh ente ngerti bisnis ndak? Jelas ndak ya! Orang ada duit hanya ndak 
bayar pajak, koq ndak mau dikasih kredit.

Sedangkan bank dinegara ente itu berlebihan duit kas nya krn ndak bisa ngucurin 
kredit makanya ekonomi negara ente tersendat2 jalannya. Ngomong2 ente ngerti 
ndak masalah ekonomi negara sekarang ini apa?

Nih ane kasih sedikit jawabannya: walaupun bunga kredit rendah, kredit yg 
disalurkan gak banyak artinya duit kas di bank banyak dan ini rugi krn bank 
harus bayar bunga ke pemilik uang. Gimana bisa untung, wong duitnya ditangan 
gak dikucurkan sbg kredit! Makanya bunga mau dinaikkan dan sdh dilakukan oleh 
Yellen.

Jelas2 ente ini ndak ngerti!!!!!

Apa salahnya orang bekerja??!! Koq nanya??!!!

Gila apa ya ente ini?

Koq nanya ane salah apa ndak orang kerja?

Tanya sana sama dewa dewi ente!

Oh ya sudah nanya beneran atau hanya tahunya orang2 indonesia yg legal saja??!!

Akh tahunya hanya segitu saja.

Orang Indonesia yg illegal mau berani ngomong sama ente kalau mereka itu 
illegal.

Wong sama2 orang Indonesia saja, mereka2 yg illegal ini ndak berani ngomong 
kalau mereka itu illegal krn takut malahan sama2 orang Indonesia bisa jahatin 
mereka2 ini.

Wahhhh jelas sekali orang Indonesia illegal ini gak mau ngomong sama ente. Wong 
kelakuannya kaya’ gini!!!

Emangnya ngapain illegal dari Indonesia ini ngasih tahu ente? Emangnya ente 
bisa berbuat apa buat mereka? Hehehehehehe sombongnya……

Orang2 illegal asal Indonesia ini tentunya hanya ngomong sama orang2 yg mereka 
percaya!

Ente ndak termasuk lah…. Hehehehehehehe.

Tanya sana sama pendeta atau pastur ente…..biar tahu lebih banyak. Jangan hanya 
tahu Tuhan ente saja!!!!

Nah kasih contoh dikota ente ya. Ya jelas2 ndak takut orang2 itu. Kan sudah ane 
kasih contohnya si  mahoma lopez itu. Demo saja berani koq bisa takut 
digrebek?! Gimana sih ente ini? goblok bener!!!

Coba lihat illegal immigrant dari negara lain ada ndak yg ketakutan!

Coba cek diwebsite USCIS ada deportasi ndak!

Kalau ada, siapa2 yg dideportasi. Kalau ada deportasi ada yg takut ndak?

Goblok dipelihara!!!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 10:59 AM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

  

apa mereka juga bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap 
dikasih?

anda itu kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia sekarang lari 
lagi kearah yg lain.

apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin tidak 
diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak kerja? anda 
ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented sebaiknya 
tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda bigotnya 
kebangetan.

saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak pernah dengar anaknya 
nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak pernah dengar rumahnya yg 
sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut digrebek. anda jelas ngaco saja, 
semua anak disini boleh sekolah tidak perduli status imigrasinya, tidak peduli 
orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga bahkan dikasih breakfast dan 
lunch kalau income orang tuanya masih dalam batasan tertentu.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :




Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant?

Nesare:  wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant yang 
hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada 
tayangan di  <http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/> 
http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/

 <http://thehandthatfeedsfilm.com/> http://thehandthatfeedsfilm.com/

nonton film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya 
“kiri” itu!

Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg illegal 
kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? Karena 
gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn sakit 
bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta  di unionized! TERANG TERANGAN!!! 
Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan pendapatan 
selama demo dll. Akhirnya menang!!!

Ente ini tinggal dimana? Kaya’ gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ 
pahlawan kesiangan bashing RI yg katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan 
tanya sama orang2 indonesia disekitar ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama 
orang Indonesia disekitar ente!!! Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti 
gimana ada orang Indonesia yg sdh beli rumah, beli perabot terus ditinggal 
begitu saja krn takut digrebeg polisi. Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau 
sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba tanya2 dan cari tahu utk membuktikan 
kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!!

Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. 
Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci 
ente??!!!!

Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg agamais??? 
Hehehehehe.

Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral philosofi dan agama itu 
dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau etika kelihatan misalnya 
ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini unethical! Dosa ndak? Ane 
ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda 
lihat W2 atau 1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax 
return? apa anda loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan 
ngarang cerita, itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum?

Tempo doeloe memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal 
yg mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada 
lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali.

"A stated income loan is a mortgage where the lender does not verify the 
borrower's income by looking at their pay stubs, W-2 (employee income) forms, 
income tax returns, or other records. Instead, borrowers are simply asked to 
state their income, and taken at their word."

Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal dari kitab suci, 
seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik jangan 
di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan masih 
banyak lagi yg lain. 

Hanya orang munafik yg berbuat kebaikan sekali saja mungkin dan amat simple 
terus diteriakkan keseluruh penjuru dunia untuk menunjukkan betapa baiknya 
dirinya sambil menepuk dada.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :





“guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya”?

Apanya yg direview? Orang gak bayar pajak!

Gimana reviewnya?

Masa bodoh loan officer mau verify keuangan calon pembeli rumah. Wong datanya 
gak ada. Illegal immigrant kerja dibawah tangan. Kerja di restoran dibayar 
cash, bawa pulang dan disimpan dibawah bantal. Ini yg terjadi banyak sama orang 
Indonesia yg illegal. Nah hebatnya negara ente ini gak kutak katik orang2 
amerika latin yg illegal. Malahan ada yg bayar pajak artinya terang2an declare 
bahwa dia illegal….ehhh gak dideportasi. Tetapi dari negara2 yg gak banyak 
orang yg illegal termasuk orang2 illegal dari Indonesia malahan ditangkap dan 
dideportasi. Moso’ ente gak ngerti masalah ini dinegara ente?!! Sbg seorang 
democrat urus masalah itu! Jangan bashing RI saja bisanya!!!! Ente itu gak 
pernah ngomong positif ttg RI, tahu????!!!!!

“bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak”?

Ya tahulah dari W2 atau 1040 kan bukti ente bayar pajak atau tidak. koq nanya? 
Ente gak pernah bayar pajak ya? Nah ketahuan nih yeah. Bisa2 ente ini juga 
illegal immigrant ya?

Ayat kitab suci dianggap sbg standard etika? Ngaco aja! Agama itu dogma. Etika 
itu masalah moral, philosofi. Sok ngajarin orang lain sedangkan sendirinya gak 
pernah berkacamata melihat dirinya sendiri. emangnya selama ini ente ndak tahu, 
ane ini nelanjangi ente yg sok nya minta ampun. Kaya’ serba tahu semua ttp 
tahunya hanya kulit2nya saja. sudah salah gak pernah terima salah apalagi minta 
maaf. Teriak2 humanis, ttp kelakuan seperti apa. yg paling tepat istilahnya: 
narcissist!

Aneh2 saja orang satu ini, siapa yg pusing ente mau setuju pathway to 
citizenship, setuju masuknya orang timur tengah dll. Itu urusan ente dinegara 
ente. Yg ane pusingin kalau ente sudah ngomong yg enggak2 ttg RI!!!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 7:02 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

ya memang seseorang sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview 
keuangannya, credit history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus 
begitu.

darimana anda tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda 
loan officer-nya yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso 
bayar pajak atau nggak?

pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu orang terus 
di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, koran, dlsb 
merupakan standar etika.

anda sekarang balik seakan saya tahu orang2 yg anda bicarakan itu ilegal, aneh 
banget, justru saya mempertanyakan darimana anda tahu kalau ilegal? sso ilegal 
itu nggak bakalan teriak kasih tahu orang statusnya, kalau mereka percaya anda 
kemudian anda koar2kan jelas menunjukkan betapa munafiknya anda.

saya tidak keberatan dan setuju saja Clinton menambah jumlah pengungsi Siria yg 
masuk ke US, pengungsi2 itu memang sudah sepatutnya ditampung dan diberi jalan 
hidup, saya bukan-nya paranoid seperti anda yg ketakutan adanya teroris yg 
menyusup diantara pengungsi. ketakutan akan teroris itu tidak membenarkan 
mengorbankan para pengungsi.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Susahnya apa omong sama ane? Hehehehehe.

Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus direview keuangan!

Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan ente: Yg anda katakan 
dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. 
Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, credit history 
dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi.

Gimana bisa diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? 
Bayar pajak sudah ndak!!!!

Goblok dipelihara!

Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak ikut2an.

Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala!

Dasar agamais tapi berkedok sok suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe.

Emangnya ente mau ngomong ente sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu?

Kalo sudah tahu orang2 indonesia illegal ini, koq bisa gak tahu gimana 
kehidupan mereka?

Koq bisa gak tahu kalau mereka beli rumah ambil kredit gak usah kasih data 
keuangan yg mrk gak punya krn gak bayar pajak?

Koq tahu ya ane anti pathway to citizenship? Dari mana wangsitnya? Dari dewa 
mana atau dewi mana? Sinterklas atau hantu halowen? Urus sana negara ente! 
Jangan suruh orang lain ngurusin negara ente!!!!! Ngaco aja!!!!

Sono urus orang illegal yg puluhan juta dari amerika latin dan sebentar lagi 
kalau Clinton menang bakalan masuk tu orang2 timur tengah…biar tambah seru saja 
negara ente. Biar kita lihat rame2 gimana Obamacare yg sudah naik premi nya 
bakalan tambah babak belur enggak ditambah pengungsi2 ini. mari kita lihat 
rame2 gimana ekonomi USA nantinya. Kalau US dollar jatuh kita lihat gimana 
reaksinya si jonathan. Lucunya rupiah melemah langsung bashing. Kalau rupiah 
menguat diam saja. hehehehehe. Dasar orang kerdil hanya main data, serang dan 
kabur…..hehehehe.

Jadi persoalan negara ente itu ya dinegara ente saja. Jangan ganggu negara2 
lain termasuk Indonesia ya!!!!!! Indonesia gak pernah ganggu negara ente, jadi 
jangan ganggu RI!!!!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 5:08 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

yg saya katakan "guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga 
co-signor." langsung diartikan guarantor sama dengan co-signor, berbicara dgn 
anda itu susah banget.

anda teriak2 membantu orang tetapi anti memberikan pathway to citizenship itu 
sama saja dgn menikam dari belakang, pura2nya baik tapi orang disuruh jadi 
gelap terus tidak dikasih jalan jadi terang. tidak ada artinya.

"Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, 
seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di 
lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya 
mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah 
diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu 
itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi 
akan membalasnya kepadamu." Matius 6:2-4


---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Guarantor koq bisa sama dengan co signor?

Teori dari mana lagi ini?!!

Orang kasih garansi koq bisa sama dengan pembeli. Itu mah beda dul!!!!!

Yg ane bilang praktis yg berjalan dinegara ente itu adalah co signor.

Apanya yg mau diverifikasi, apa yg mau di review keuangannya? Bayar pajak juga 
enggak!

Duit aja banyak yg dibawa bantal. Kalau gak ngerti, coba tanya2 orang2 
indonesia dikota ente yg illegal.

Bantu orang2 itu. Jangan hanya bisanya teriak2 doank ngomongin pathway to 
citizenship dll!!! Bagi ane teriakan2 ini bak kentut disiang bolong!!!!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 11:50 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

"tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu"

Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa 
juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, 
credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi.

---

Nesare:

Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh 
peminta kredit.

Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% 
krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut 
tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn 
mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn 
loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih.


---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Orang satu ini gobloknya minta ampun dan celakanya dipelihara.

Sudah ditulis sebelumnya yg diomongin adalah pemberian kredit bisa melebihi 
standard yg ditentukan oleh suatu perusahaan.

Ane kasih tahu contoh praktik yg terjadi dinegara ente bahwa banyak pemberian 
kredit ke keluarga yg illegal immigrant melebihi standard DSR yg menjadi 
patokan perusahaan pemberi kredit.

Eh ngelantur kemana2 bilang ane gak suka imigran gelap.

Emangnya ente yg humanis ini pernah nolong illegal immigrant asal Indonesia?

Aduhhhh…kalau ane sudah pernah loh!!!!!!

Ya jelas loan officer gak akan nanya yg ambil kredit lah apakah mereka itu 
illegal atau tidak!!!!

Gobloknya minta ampun!!!!

Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh 
peminta kredit.

Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% 
krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut 
tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn 
mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn 
loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih.

Emangnya sipenerima kredit goblok mau default kalau gak bisa bayar mortgage nya 
itu dari bulan pertama? Ente kan bilang 80% dan hanya tersisa 20% buat makan, 
nonton dan bensin dll. Ini kan asumsi ente yg goblok itu. Ini yg ane bilang 
dari dulu ente itu cupat pikirannya!

Lalu dari pihak pemberi kredit, emangnya mereka ini goblok kalau tidak tahu 
bahwa pasti ada income sampingan diluar si penanda tangan!!!! Moso’ loan 
officer nya mau dipecat krn ngasih kredit macet???!!!

Ente jelas gak ngerti gimana orang ambil mortgage dinegara ente!!!!

Lah gimana mau gaya2 menganalisa apalagi yg di RI….weleh weleh….??!!!!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, October 28, 2016 11:14 AM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

Anda mengedepankan imigran gelap dengan contoh orang Indonesia dan Latino hal 
itu jelas menunjukkan pandangan anda yg bigot, memangnya anda melihat dengan 
mata curiga setiap orang Indonesia dan Latino sebagai imigran gelap? Status 
keimigrasian seseorang itu tidak ditulis didahi kepala yang bisa dibaca semua 
orang, tidak ada ketentuan utk memerisa immigration document waktu seseorang 
mengajukan mortgage bahkan ada UU anti diskriminasi. Seandainya loan officer 
menanyakan status keimigrasian ke orang2 tertentu hanya karena aksen yg berat 
sementara pada orang lain tidak ditanyakan itu sudah terhitung diskriminasi 
karena national origin.

Saya tidak tahu secara tepat kasus DSR 80% yang anda bicarakan, tetapi ada yang 
namanya stated income bagi mereka yang self employed atau usaha sendiri. Apa 
mungkin ini yang anda maksud? Tetapi tetap saja DSR yg diterapkan 43% untuk 
back-end ratio.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Yang ngomong loan officer ngecek dokumen imigrasi itu siapa? Ente ini bisa baca 
ndak?

Ane bilang loan officer memperhitungkan imigran gelap dalam memperhitungkan DSR 
suatu keluarga.

Lah kalau dicek dokumen imigrasinya kan gak boleh dikasih loan nya?

Ente kan bilang DSR 30% - 40%. Ane bilang lebih. Ane kasih contoh kasus imigran 
gelap. Sebetulnya keluarganya hanya punya DSR 80% tapi mortgage loan bisa 
dikasih karena dimasukkan factor imigran gelap ini yg belum tentu bayar pajak 
jadi gak bisa diverifikasi pendapatannya.

Banyak orang Indonesia yang imigran gelap di USA punya rumah dengan cara ini.

Kasihannya kalau mereka curiga ada polisi mau datang, mereka tinggalin saja 
semuanya termasuk perabot rumah yg baru dibeli.

Ini salah satu contohnya. Kalau orang latino lebih seru lagi ceritanya.

Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa eh ditanggapi gak keruan2!

Nesare

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 26, 2016 11:21 AM
To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan

Loan officer sama sekali tidak mengecek immigration documents dan tidak boleh 
men-diskriminasi baik itu race, national origin, sex, sexual orientation, age, 
dlsb. Uraian anda dibawah mencerminkan pandangan bigot nan diskriminatory serta 
pengetahuan yang minim. Yg direview loan officer adalah acceptable proof of 
income. Setelah 2009 saya lihat acceptable proof of income utk individual tax 
return, dan ditambah bank statements utk menunjukkan ada duit bayar down 
payments dan closing cost.

---

Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta 
mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan 
officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain 
dari tempat lain misalnya bapak ibu yg  minta kredit itu illegal tapi tidak 
bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak 
misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak 
ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!!

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Jonathan

(Message over 64 KB, truncated)



Kirim email ke