Soalnya A Hok, ya minta A Hok yang jawab. Kalau tidak jelas, ya minta dijelaskan.
2016-11-20 11:10 GMT+01:00 ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Justru karena Ahok nggak pernah bisa jawab dengan jelas > apa dasar hukum dari peraturan barter / sumbangan / kontribusi > atau apalah namanya itu, maka saya lempar persoalannya di sini. > Siapa tahu Anda atau lainnya bisa bantu Ahok menjawab > pertanyaan DPRD dan KPK itu. > > Pertanyaannya sudah jelas. Keterangan saksi-saksi dari pihak > pengembang, al. Ariesman Widjaja, juga sangat gamblang. > Jawaban Ahok yang ngalor-ngidul terus. Belakangan dia malah > bilang yang penting sumbangan itu diatur dengan *surat perjanjian* > (jawaban ini juga muncul di topik pembangunan masjid megah kemarin). > > Apabolehbuat, barangkali betul cuma presiden (didukung TNI) > yang bisa memberesi ketidakberesan Ahok. > > --- djiekh@... wrote: > > Kan sudah ada peratuannya, pembangunn harus nyumbang dalam bentuk macam2. > Selebihnya tanya saja pada A Hok sendiri dan anggota2 DPRD. > Kalau bertentangan, undang mereka supaya berdebat terbuka, supaya jelas. > > 2016-11-20 8:08 GMT+01:00 ajeg : > > Kalau penggusuran sudah dianggarkan, kira-kira > kenapa Ahok menggusur dan membangun rusunawa > memakai duit pengembang? > > --- djiekh@... wrote: > > Ya, semua kan sudah jauh sebelumnya direncanakan dan dianggarkan dan > disetujui. Lihat saja, apa ada usuL DPRD untuk mengubah sesuatu dan apa > alasannya. Dari pihak A Hok dikatakan, ada kartu sakit, ada kartu sekolah, > ada kartu bantuan orang miskin, ada kartu bus gratis, ada rusun. Kalau mau > meyakinkan A Hok ya, mesti dengan perhitungan pakai angka, dihitung perlu > berapa triljoen untuk pembeayaannya dan tentunya dengan perhitungan > akibatnya kalau itu dilaksanakan. Apa orang2 Jakarta akan setuju tiap kali > terus kebanjiran atau solidaritasnya begitu tinggi o.k. sama2 menderita, > biari saja mereka yang belum dipindah ? > > 2016-11-20 3:09 GMT+01:00 jonathangoeij@... <[email protected]> : > > bisa, dgn persetujuan dprd. > lagipula yg namanya penggusuran tentu direncanakan sebelumnya. > > --- djiekh@... wrote : > > Uang yang tersedia untuk suatu budget tertentu, tidak bisa dipakai untuk > sesuatu di luar budget itu. Apalagi mau dipakai untuk sesuatu yang tidak > pernah dianggarkan. Lha ini justru yang diawasi ketat oleh A Hok laporan > keuangan on-line dari bank. Semua ya harus berdasarkan APBD yang disetujui > bersama dengan DPRD. > > 2016-11-19 22:04 GMT+01:00 jonathangoeij@... : > > APBD DKI saking banyak yg nganggur sampai dipotong menkeu, sebenarnya bisa > kalau dialihkan utk bayar ganti rugi atau kerohiman atau apalah utk para > tergusur tinggal dajukan ke dprd sudah beres. Cuman sayangnya hati para > pemimpin itu tdk utk para proletar. > > --- ajegilelu@... wrote: > > Tanggal 4 Agustus 2016, Jokowi membeberkan 10 propinsi yang > > > pelit menggunakan APBD. Ternyata, DKI paling pelit. > > Ahok pun berkelit. > > “Kita harus lihat itu, (Jokowi) kan cuma ngomong doang, > kita mesti lihat serapan anggarannya. Kalau proyek kan > enggak mungkin bayar orang langsung.” > > Disindir Jokowi Soal Serapan APBD, Ahok Berkelit > <http://ekbis.sindonews.com/read/1128763/33/disindir-jokowi-soal-serapan-apbd-ahok-berkelit-1470306481> > > Disindir Jokowi Soal Serapan APBD, Ahok... > <http://ekbis.sindonews.com/read/1128763/33/disindir-jokowi-soal-serapan-apbd-ahok-berkelit-1470306481> > > > Sebelumnya, April 2015, Ahok menyalahkan Jokowi: > > “Kalau dibilang enggak kerja, Pak Jokowi dong. Kan 10 bulan > Pak Jokowi yang jadi Gubernur, bukan Ahok.” > > Serapan APBD 2014 rendah, Ahok salahkan Jokowi > <https://www.merdeka.com/jakarta/serapan-apbd-2014-rendah-ahok-salahkan-jokowi.html> > > Serapan APBD 2014 rendah, Ahok salahkan... > <https://www.merdeka.com/jakarta/serapan-apbd-2014-rendah-ahok-salahkan-jokowi.html> > > > > >
