Dari pada menduga duga, tanya saja pada A Hok dan DPRD, jadi bisa tahu ada
pelanggaran2 apa tidak. Kalau ada pelanggaran masa DPRD nya diam saja.

2016-11-21 3:40 GMT+01:00 ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Perselisihan antara presiden dan gubernur soal anggaran
> tidak bisa dipandang sebagai persoalan Ahok seorang.
> Karena itu menarik juga ketika Anda betot persoalannya
> ke awal yang memberi kesan penggusuran sudah direncanakan
> dan dianggarkan:
> "Ya, semua kan sudah jauh sebelumnya direncanakan
> dan dianggarkan dan disetujui."
>
> Harapannya, dari sana bisa ditelusuri apa yang seharusnya
> dilakukan Ahok sebagai koreksi, sekurangnya sebagai
> pelajaran buat kita semua.
>
> Bisa dimengerti kalau jarak membuat Anda jadi bias. Apalagi
> Ahok begitu licin berkelit sehingga tampak seolah semua
> salahnya pihak lain (Jokowi; Susi; Rizal; DPRD; BPK; KPK;
> pejabat pemda; pengembang; media; masyarakat dll dst),
> bukan salahnya Ahok.
>
> Sebetulnya dengan mengikuti perkembangan masalah, orang
> akan melihat bahwa bara dalam sekam antara presiden dan
> gubernur jelas bukan persoalan Ahok seorang. Karena itu,
> jangan sampai persoalan Ahok pribadi sebagai tukang ribut
> tapi berkelit melulu menjadi masalah nasional.
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Soalnya A Hok, ya minta A Hok yang jawab.
> Kalau tidak jelas, ya minta dijelaskan.
>
> 2016-11-20 11:10 GMT+01:00 ajeg :
>
> Justru karena Ahok nggak pernah bisa jawab dengan jelas
> apa dasar hukum dari peraturan barter / sumbangan / kontribusi
> atau apalah namanya itu, maka saya lempar persoalannya di sini.
> Siapa tahu Anda atau lainnya bisa bantu Ahok menjawab
> pertanyaan DPRD dan KPK itu.
>
> Pertanyaannya sudah jelas. Keterangan saksi-saksi dari pihak
> pengembang, al. Ariesman Widjaja, juga sangat gamblang.
> Jawaban Ahok yang ngalor-ngidul terus. Belakangan dia malah
> bilang yang penting sumbangan itu diatur dengan *surat perjanjian*
> (jawaban ini juga muncul di topik pembangunan masjid megah kemarin).
>
> Apabolehbuat, barangkali betul cuma presiden (didukung TNI)
> yang bisa memberesi ketidakberesan Ahok.
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Kan sudah ada peratuannya, pembangunn harus nyumbang dalam bentuk macam2.
> Selebihnya tanya saja pada A Hok sendiri dan anggota2 DPRD.
> Kalau bertentangan, undang mereka supaya berdebat terbuka, supaya jelas.
>
> 2016-11-20 8:08 GMT+01:00 ajeg :
>
> Kalau penggusuran sudah dianggarkan, kira-kira
> kenapa Ahok menggusur dan membangun rusunawa
> memakai duit pengembang?
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Ya, semua kan sudah jauh sebelumnya direncanakan dan dianggarkan dan
> disetujui. Lihat saja, apa ada usuL DPRD untuk mengubah sesuatu dan apa
> alasannya. Dari pihak A Hok dikatakan, ada kartu sakit, ada kartu sekolah,
> ada kartu bantuan orang miskin, ada kartu bus gratis, ada rusun. Kalau mau
> meyakinkan A Hok ya, mesti dengan perhitungan pakai angka, dihitung perlu
> berapa triljoen untuk pembeayaannya dan tentunya dengan perhitungan
> akibatnya kalau itu dilaksanakan. Apa orang2 Jakarta akan setuju tiap kali
> terus kebanjiran atau solidaritasnya begitu tinggi o.k. sama2 menderita,
> biari saja mereka yang belum dipindah ?
>
> 2016-11-20 3:09 GMT+01:00 jonathangoeij@... <[email protected]> :
>
> bisa, dgn persetujuan dprd.
> lagipula yg namanya penggusuran tentu direncanakan sebelumnya.
>
> --- djiekh@... wrote :
>
> Uang yang tersedia untuk suatu budget tertentu, tidak bisa dipakai untuk
> sesuatu di luar budget itu. Apalagi mau dipakai untuk sesuatu yang tidak
> pernah dianggarkan. Lha ini justru yang diawasi ketat oleh A Hok laporan
> keuangan on-line dari bank. Semua ya harus berdasarkan APBD yang disetujui
> bersama dengan DPRD.
>
> 2016-11-19 22:04 GMT+01:00 jonathangoeij@... :
>
> APBD DKI saking banyak yg nganggur sampai dipotong menkeu, sebenarnya bisa
> kalau dialihkan utk bayar ganti rugi atau kerohiman atau apalah utk para
> tergusur tinggal dajukan ke dprd sudah beres. Cuman sayangnya hati para
> pemimpin itu tdk utk para proletar.
>
> --- ajegilelu@... wrote:
>
> Tanggal 4 Agustus 2016, Jokowi membeberkan 10 propinsi yang
> pelit menggunakan APBD. Ternyata, DKI paling pelit.
>
> Ahok pun berkelit.
>
> “Kita harus lihat itu, (Jokowi) kan cuma ngomong doang,
> kita mesti lihat serapan anggarannya. Kalau proyek kan
> enggak mungkin bayar orang langsung.”
>
> Disindir Jokowi Soal Serapan APBD, Ahok Berkelit
> <http://ekbis.sindonews.com/read/1128763/33/disindir-jokowi-soal-serapan-apbd-ahok-berkelit-1470306481>
>
>
>
> Disindir Jokowi Soal Serapan APBD, Ahok...
>
> <http://ekbis.sindonews.com/read/1128763/33/disindir-jokowi-soal-serapan-apbd-ahok-berkelit-1470306481>
>
> <http://ekbis.sindonews.com/read/1128763/33/disindir-jokowi-soal-serapan-apbd-ahok-berkelit-1470306481>
>
>
> Sebelumnya, April 2015, Ahok menyalahkan Jokowi:
>
> “Kalau dibilang enggak kerja, Pak Jokowi dong. Kan 10 bulan
> Pak Jokowi yang jadi Gubernur, bukan Ahok.”
>
> Serapan APBD 2014 rendah, Ahok salahkan Jokowi
> <https://www.merdeka.com/jakarta/serapan-apbd-2014-rendah-ahok-salahkan-jokowi.html>
>
> Serapan APBD 2014 rendah, Ahok salahkan...
>
> <https://www.merdeka.com/jakarta/serapan-apbd-2014-rendah-ahok-salahkan-jokowi.html>
>
>
>
> .
>
>
>
> 
>

Kirim email ke