Orang membayar US$27.000 atau Rp360 juta untuk bekerja di luar negeri 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-38044774 23 November 2016
Orang membayar US$27.000 atau Rp360 juta untuk bekerja di luar negeri - BBC 
Indonesia http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-38044774#share-tools 
 
 http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-38044774#share-tools 
 
 Orang membayar US$27.000 atau Rp360 juta untuk beker... 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-38044774#share-tools Mari bertemu 
pengelana digital yang membayar uang dalam jumlah besar untuk menjadi bagian 
dari kelompok pekerja nomaden yang teroganisir.
 
 
 
 View on www.bbc.com http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-38044774#share-tools 
 Preview by Yahoo 
 
 
  

 Mari bertemu pengelana digital yang membayar uang dalam jumlah besar untuk 
menjadi bagian dari kelompok pekerja pengelana yang teroganisir, seperti 
dilaporkan Mark Johanson.
 Kate Smith bekerja dari jam 9 sampai 5 di sebuah perusahaan iklan selama tiga 
tahun ketika suatu hari dia menyadari," Apakah kehidupan saya 50 tahun ke depan 
akan seperti ini?"
 " Apakah kehidupan saya 50 tahun ke depan akan seperti ini?" Kate Smith, 
Pengelana digital
 Meskipun dia menikmati pekerjaannya, warga Kanada berumur 28 tahun ini ingin 
melihat dunia. Sehingga dia bersiap-siap berhenti menjadi manajer projek di 
Toronto agar dapat berjalan-jalan, sementara merencanakan langkah selanjutnya.
 Dia kemudian mengenal Remote Year yang mengumpulkan 75 orang profesional untuk 
dikirim ke tiga benua selama setahun, satu kota untuk satu waktu tertentu, 
sambil bekerja sebagai pengelana digital.
 Mengapa kita tetap masuk kerja meskipun sakit? 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-37888132 Ada alasan mengapa makan pagi 
dianggap penentu keberhasilan http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-37888417 
Program perjalanan jangka panjang dilakukan tanpa perlu berhenti dari tempat 
kerja atau kehilangan gaji.
 Bagi Smith, pemikiran berjalan-jalan dengan kelompok sesama profesional yang 
juga ingin mengenal kebudayaan dan pemikiran baru sangat menarik, terutama 
karena orang lain yang akan mengatur bagian logistiknya.
 Harga yang mahalImage copyrightKATE SMITHImage captionKate Smith menghabiskan 
tahun 2015 mengelilingi dunia sebagai bagian dari program nomad digital Rp360 
juta. Tentu saja, adanya orang yang menangani rincian kehidupan nomadik mahal 
harganya.
 Smith adalah satu dari 25.000 orang yang melamar untuk menjadi bagian Remote 
Year 2015. Ketika diterima, dia terbang ke Portugal, bagian dari 12 tempat yang 
akan dikunjungi, dan menemukan pekerjaan jarak jauh sebagai konsultan marketing 
digital.
 Dia mengatakan gajinya sama dengan pekerjaan sebelumnya, tetapi biaya Remote 
Year adalah Rp360 juta.
 "Ini mahal harganya," dia mengakui. "Tetapi yang membuat program ini menarik 
bagi saya, dan apa yang saya paling merasa kehilangan karena sekarang setelah 
saya sendirian, adalah kebersamaan kelompok."
 "Kebanyakan dari mereka adalah pekerja korporasi yang memperlakukannya sebagai 
cuti selama setahun" Pieter Levels, Nomad List
 Kajian MBO Partners tahun 2014, menemukan 22% dari pekerja independen yang 
perusahaan konsultan ini teliti melaporkan kurang dari 10% pemasukan mereka 
berasal dari daerah setempat.
 Dan dengan semakin meningkatnya orang yang bekerja dari jarak jauh, baik 
sebagai pegawai atau pekerja paruh waktu, hal ini diperkirakan akan meningkat. 
Tahun lalu, Bridge Street, sebuah perusahaan penelitian menemukan sebagian 
pekerja terikat pada lokasi, 75% lebih berkeinginan menjadi pengelana digital.
 Pemikiran pengalaman nomad digital terbukti populer dan memicu berbagai 
program seperti Wifi Tribe, WeRoam dan CoWorkTheWorld, yang semuanya memiliki 
proses pemilihan ketat, termasuk lamaran yang panjang dan sejumlah wawancara, 
untuk menciptakan rasa ekslusif dan bantuan bagi para calon pengelana digital 
agar dapat membebaskan diri dari ruang kantor tradisional.
Image copyrightREMOTE YEARImage captionPeserta program pengelana digital 
menikmati kebersamaan perjalanan berkelompok. Biaya yang dibayar Smith termasuk 
US$5.000 atau Rp66 juta di depan dan US$2.000 atau Rp26 juta untuk 11 bulan 
pertama guna membiayai acara pengembangan diri para profesional bulanan, tempat 
tinggal pribagi dan tempat kerja bersama dengan akses Internet dan perjalanan 
ke 12 tempat tujuan.
 Para peserta pindah ke kota baru setiap bulan, terutama karena pembatasan visa 
wisatawan selama 30 hari. Smith mengatakan dirinya mendapatkan cukup pemasukan 
untuk menutupi biaya, tetapi dana Rp360 juta cukup membebani dan membatasi 
keinginannya melihat sebanyak mungkin tempat di tiap lokasi.
 Jenis baru Warga Belanda, Pieter Levels, pendiri Nomad List, jaringan sosial 
pengelana digital yang menghubungkan para pengelana lewat chats, forum dan 
meet-up di dunia. Dia mengatakan berbagai "suku" nomaden dapat bergabung dan 
menjadi topik populer di berbagai forum.
 "Saya pikir membayar Rp26 juta per bulan bagi perjalanan kelompok sangatlah 
berbeda dengan nomad digital yang kita saksikan sampai sekarang yang menikmati 
kesendirian, petualangan acak dan kesunyian perjalanan," jelasnya.
 "Kebanyakan dari mereka adalah pekerja korporasi yang memperlakukannya sebagai 
cuti selama setahun."
 Levels mengatakan mengatur perjalanan, tempat kerja dan tempat tinggal 
sendiri, sementara sendirian dalam waktu yang lama, dapat menjadi pengalaman 
yang menantang. Program ini menghapus batasan, termasuk perencanaan perjalanan 
yang rumit dan keterasingan sosial.
Image copyrightRMEOTE YEARImage captionPeserta program perjalanan Remote Year 
mengunjungi 12 tempat di dunia untuk bekerja. "Ini bukanlah apa yang Anda 
biasanya pandang sebagai pengelana digital dengan gaya hidup freelance atau 
fleksibel," Greg Caplan, pendiri Remote Year menjelaskan. "Ini adalah orang 
yang menemukan cara melakukannya di keadaannya saat ini."
 Peserta Remote Year berasal dari 40 negara berbeda dan sebagian besar di 
kelompok umur 25 sampai 35 tahun, meskipun rentangannya adalah 22 sampai 65 
tahun.
 Dan meskipun pengelana digital biasanya bekerja di dunia teknologi, Caplan 
mengatakan sebagian profesional di Remote Year bekerja di bidang pemasaran. Ada 
juga konsultan, wartawan dan pengacara.
 Remote Year dan WeRoam memiliki program rekanan perusahaan yang ditujukan 
kepada bagian personalia yang mencari keuntungan bagi pegawainya.
 Belajar di luar negeri Jennifer Deal, ilmuwan peneliti senior di Center for 
Creative Leadership, San Diego dan penulis buku What Millennials Want from 
Work, menyamakan pekerjaan seperti Remote Year dan WrRoam dengan belajar di 
luar negeri.
 "Beberapa tahun lalu jika ingin belajar di luar negeri Anda harus mengurusnya 
sendiri, tetapi sekarang sebagian besar universitas menggabungkannya ke dalam 
sekolah," jelasnya. Program kerja jarak jauh ini memberikan layanan yang sama 
bagi para profesional. "Mirip bekerja di luar negeri selama setahun tetapi Anda 
telah selesai bersekolah dan mendapatkan gaji."
 "Mirip bekerja di luar negeri selama setahun tetapi Anda telah selesai 
bersekolah dan mendapatkan gaji" Jennifer Deal, Penulis
 Deal juga berpikir hal ini masuk akal, bahwa skema kerja-perjalanan 
terorganisir akan menarik perhatian Millennials, terutama yang tidak memiliki 
keluarga dan bekerja pada profesi yang menunjang bekerja jarak jauh. "Ini 
sesuai dengan keinginan mereka melakukan pekerjaan yang diinginkan di tempat 
yang mereka inginkan," katanya.
 Sikap selalu siap bekerja punya sejumlah kelebihan 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-37888978 Telanjang bersama di sauna, 
'bentuk pergaulan' di beberapa negara 
http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-37817726 Bagi Smith, hal terpenting 
melakukan perjalanan dengan Remote Year adalah membuka dirinya untuk cara hidup 
yang tidak dipahami sebelumnya. Dia mengatakan dirinya tidak akan bekerja di 
kantor lagi.
 Tetapi ini bukan berarti Smith akan melakukan untuk kedua kalinya. Dia 
menyamakannya dengan universitas.
 "Ini adalah tahun terbaik dalam kehidupan saya dan saya banyak belajar tentang 
diri saya tetapi Anda tidak akan kembali dan melakukannya lagi," katanya.
 Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di The people who pay $27,000 
to work abroad 
http://www.bbc.com/capital/story/20161110-the-people-who-pay-27000-to-work-abroad
 di BBC Capital http://www.bbc.com/capital.


 
 
 

 

Kirim email ke