Korupsi e-KTP

Hmmm... KPK Sudah Pegang Info Peran Papa Novanto


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Hmmm... KPK Sudah Pegang Info Peran Papa Novanto
 By JPNN JPNN.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadwal ulang 
pemeriksaan atas Ketua DPR Setya  |   |

  |

  |

 

Rabu, 04 Januari 2017 — 20:50 WIBSetya Novanto. FOTO: Dok. JPNN.comJPNN.Com - 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadwal ulang pemeriksaan atas Ketua 
DPR Setya Novanto. Sedianya ketua umum Partai Golkar itu diperiksa sebagai 
saksi kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hari ini 
(4/1).Namun, Novanto tak bisa hadir dan meminta penjadwalan ulang. Mantan 
bendahara umum Golkar itu mengaku masih di Amerika Serikat dalam rangka liburan 
bersama keluarga.Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penyidik telah 
menjadwal ulang pemeriksaan atas Novanto pada Selasa (10/1) pekan depan. "Kami 
akan lakukan pemanggilan kembali," ujarnya.Mantan peneliti di Indonesia 
Corruption Watch (ICW) itu menambahkan, penyidik KPK sangat membutuhkan 
keterangan Novanto. Fokus penyidik ada pada pembahasan anggaran e-KTP, serta 
pertemuan antara Novanto dengan pihak-pihak lain untuk membahas soal 
e-KTP.Menurut Febri, keterangan Novanto sangat dibutuhkan penyidik sesuai 
porsinya ketika pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR. Selain itu, penyidik 
juga akan mengkonfirmasi ihwal pertemuan yang dilakukan Novanto dengan pihak 
tertentu soal e-KTP. "Ada informasi yang diterima penyidik dari saksi yang lain 
dari perkara yang didalami, termasuk pertemuan yang disampaikan tadi masih 
perlu dikonfirmasi kepada saksi," katanya. Hanya saja Febri belum memerinci 
pihak-pihak yang bertemu Novanto untuk membahas e-KTP. Sebab, penyidik KPK juga 
masih menggali informasi lain."Belum bisa kami sampaikan pada saat ini karena 
info detail di penyidikan. Yang jelas KPK membutuhkan klarifikasi dan informasi 
terkait pertemuan," ujar Febri. Apakah dua tersangka kasus e-KTP, Irman dan 
Sugiharto menyebut peran Novanto? Febri menjawab diplomatis."Info berkembang 
ketika saksi dan tersangka diperiksa. Karena itu butuh dikonfirmasi ke saksi 
lain," ujarnya seraya berharap agar Novanto hadir memenuhi panggilan KPK pada 
pekan depan.Nama Novanto kerap disebut dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun ini. 
Ketika proyek ini terjadi, Novanto menjabat ketua fraksi Golkar di DPR. Adalah 
mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin yang menyeret keterlibatan 
Novanto. Nazar menyebut politikus yang pernah terseret kasus Papa Minta Saham 
itu sebagai pemberi perintah untuk mengatur proyek e-KTP hingga soal pembagian 
fee kepada berbagai pihak. Dalam proyek itu, ada lima perusahaan BUMN dan 
swasta yang tergabung dalam sebuah konsorsium dan menjadi kontraktor e-KTP. 
Yakni PT LEN Industri, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia 
(Perum Peruri), PT Sucofindo, PT Quadra Solution dan PT Sandipala Arthapura. 
Direktur Utama (Dirut) PT Sandipala, Paulus Thanos bahkan pernah mengakui bahwa 
Novanto merupakan otak dalam korupsi proyek e-KTP. Namun, Novanto sudah 
membantah tudingan-tudingan miring itu.(boy/jpnn)



Kirim email ke