Kalau memang demikian kenapa kok "snub" pada kunjungan terakhir sebagai 
presiden dan media bersorak sorai bagaikan menang besar?
 

 ---
 Xi mengatakan, di bawah pemerintahan Barack Obama, hubungan China dan AS 
semakin kuat dengan hasil yang juga positif. Nilai perdagangan dan pertukaran 
antar-penduduk juga mencapai rekor baru.

 ...
 Xi Jinping: Dunia Butuh Hubungan China dan AS yang Stabil 
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20170118085559-134-187082/xi-jinping-dunia-butuh-hubungan-china-dan-as-yang-stabil/
 Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia
 Rabu, 18/01/2017 09:02 WIB
 
 

 
 Xi Jinping mengatakan, di bawah pemerintahan Barack Obama, hubungan China dan 
AS semakin kuat dengan hasil yang juga positif. (Reuters/Jason Redmond)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang pelantikan Donald Trump, Presiden Xi 
Jinping mengatakan bahwa dunia membutuhkan hubungan China dan Amerika Serikat 
yang baik.

"Kepentingan mendasar dari warga kedua negara, dan dunia membutuhkan kerja 
keras China dan Amerika Serikat untuk menciptakan hubungan yang stabil," ujar 
Xi sebagaimana dikutip Reuters.

Pernyataan ini dilontarkan Xi kepada Wakil Presiden AS, Joe Biden, di sela 
Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Selasa (17/1).

Xi mengatakan, di bawah pemerintahan Barack Obama, hubungan China dan AS 
semakin kuat dengan hasil yang juga positif. Nilai perdagangan dan pertukaran 
antar-penduduk juga mencapai rekor baru.

"Dalam 38 tahun setelah dimulainya hubungan diplomasi, hubungan antara kedua 
negara diwarnai angin dan hujan, tapi secara umum terus maju," ucap Xi.
 

 Namun, Xi sama sekali tidak menyinggung Trump yang akan dilantik untuk 
menggantikan Obama pada Jumat (20/1) mendatang.

Sebelumnya, Trump mengatakan akan mempertimbangkan pemberlakuan tarif impor 
barang-barang dari China. 

Menurutnya, perdagangan kedua negara tidak seimbang karena China memberlakukan 
pajak yang sangat tinggi untuk barang AS, berbeda dengan kebijakan Washington 
terhadap produk Beijing.

Trump juga mempertanyakan kepentingan negaranya untuk menghormati prinsip "Satu 
China." Isu ini menjadi perhatian setelah China memprotes Trump karena 
berkomunikasi langsung dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

China khawatir Taiwan mendekati AS untuk mendukung kemerdekaan negaranya dari 
China. Pasalnya, Tsai dikenal sebagai pemimpin yang pro-kemerdekaan.

Beijing pun berulang kali mengingatkan bahwa Taiwan merupakan bagian tak 
terpisahkan dari China sesuai dengan prinsip 'Satu China'.

Namun, Trump menyebut bahwa komunikasi itu terjadi hanya karena Tsai ingin 
mengucapkan selamat atas kemenangan sang taipan real estate itu dalam pemilihan 
umum tahun lalu.

Trump kembali menyulut emosi China ketika ia memberikan komentar dalam 
wawancara dengan Wall Street Journal pada Jumat pekan lalu.

Ketika ditanya komentarnya mengenai prinsip 'Satu China' terkait masalah 
Taiwan, Trump berkata, "Semuanya sedang dalam proses negosiasi, termasuk Satu 
China."

Menanggapi komentar Trump ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu 
Kang, menuturkan, "Prinsip 'Satu China' merupakan dasar politik hubungan 
China-AS dan itu tidak dapat ditawar-tawar." (has)

 

 

Kirim email ke