http://internasional.kompas.com/read/2017/03/09/12500021/rusia.diduga.telah.membangun. <http://internasional.kompas.com/read/2017/03/09/12500021/rusia.diduga.telah.membangun.pangkalan.rudal.penjelajah>

pangkalan.rudal.penjelajah <http://internasional.kompas.com/read/2017/03/09/12500021/rusia.diduga.telah.membangun.pangkalan.rudal.penjelajah>.


   Rusia Diduga Telah Membangun Pangkalan Rudal


   Penjelajah

Kamis, 9 Maret 2017 | 12:50 WIB

 *


 *



 *




 * 
<http://internasional.kompas.com/read/2017/03/09/12500021/rusia.diduga.telah.membangun.pangkalan.rudal.penjelajah.#komentar>
 * 
<http://internasional.kompas.com/read/2017/03/09/12500021/rusia.diduga.telah.membangun.pangkalan.rudal.penjelajah.#>

137
Shares
Wikimedia.org Sebuah rudal darat-ke-udara jarak menengah Pantsir-S1 buatan Rusia dan sistem senjata artileri anti-pesawat.

*WASHINGTON DC <http://indeks.kompas.com/tag/WASHINGTON.DC>, KOMPAS.com -* Amerika Serikat <http://indeks.kompas.com/tag/amerika.serikat> (AS) secara terbuka menuduh Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> telah membangun pangkalan rudal penjelajah dan melanggar perjanjian pengawasan senjata nuklir yang telah berlaku sejak 30 tahun lalu.

Di sisi lain, seperti dilaporkan /Reuters/, Kementerian Luar Negeri <http://indeks.kompas.com/tag/kementerian.luar.negeri> Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> menegaskan, penempatan sistem pertahanan rudal canggih (THAAD) AS di Korea Selatan (Korsel) adalah membawa situasi di Semenanjung Korea ke jalan buntu.

Wakil Ketua Kepala-kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Paul Selva, mengukuhkan, kepada Kongres AS bahwa penempatan rudal itu melanggar “semangat dan tujuan” Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah pada 1987.

Keterangan Jenderal Selva kepada Komisi Angkatan Bersenjata DPR itu adalah konfirmasi terbuka pertama atas laporan-laporan yang muncul bulan lalu bahwa Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> secara rahasia telah menempatkan rudal-rudal penjelajah itu. Tidak disebutkan di mana pangkalan itu dibangun.

Menurut Selva, penempatan rudal-rudal itu merupakan “risiko bagi sebagian besar fasilitas AS di Eropa.”

Pejabat AS itu mengatakan, tindakan ini adalah usaha Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> untuk mengancam aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Pemerintahan AS massa Presiden Barack Obama <http://indeks.kompas.com/tag/barack.obama> mengatakan, rudal-rudal penjelajah jenis SSC-8 itu telah diuji coba pada tahun 2014, dan melanggar perjanjian AS-Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> tentang penggunaan rudal jarak menengah yang ditempatkan di darat.

Pelanggaran itu pertama kalinya disampaikan kepada Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> pada 2013 oleh Wakil Sekretaris Jenderal NATO, Rose Gottemoeller, yang waktu itu adalah pejabat Departemen Luar Neger AS urusan pengawasan senjata nuklir dalam pemerintahan Obama.

Pemerintah Rusia <http://indeks.kompas.com/tag/rusia> membantah telah melanggar perjanjian itu dan balik menuduh bahwa AS-lah yang melakukan pelanggaran.

Editor : Pascal S Bin Saju Sumber: VOA/Reuters <http://www.voaindonesia.com;%20www.reuters.com>,






Kirim email ke