Suatu proyek akan dijalankan apabila dari segi analisis prroyeknya break event 
point, dimana ada keuntungan minim 51 %.
Kecuali ada hal-hal yang dibilang pak hamid ada korupsi, kontraktor lari, 
kesalahan teknologi dll.
Sesuai yang pernah saya bilang sebelumnya, dalam ilmu ekonomi sebelum memulai 
suatu bisnis harus ada survey dan analisa secara mendetail.
Analisanya tidak cukup 1 bulan 2 bulan, kalau proyek nilainya triliunan perlu 
waktu 4-5 tahun di survey.
Misalnya kalau membangun jembatan diatas laut perlu biaya misalnya 10 triliun, 
yang disurvey jumlah kendaraan yang lewat per minggu kemudian per bulan lalu 
pertahun dll
Kemudian survey kecepatan angin disekitar jembatan lalu tinggi jembatan 
disesuaikan dengan kapal yang lewat.
Bila mana perlu survey tiket masuk lewat jembatan tersebut yang disesuaikan 
dengan dkemampuan masyarakat. Baru bisa menghitung berapa tahun lunas utang 
bank yang dipinjam untuk modal yang dikeluarkan untuk membiayai proyek tersebut.
Selama saya ikut kursus bisnis, memang ribet untuk memulai suatu proyek, belum 
lagi menghitung jumlah asuransi proyek tersebut baik saat membangun maupun 
setelah jalan, serta menghitung kerugian jika ada bencana dan musibah dll


From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, March 10, 2017 2:17 PM
To: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Yahoo! 
Inc.; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD; Sudar Prawira
Subject: [**EXTERNAL**] Trs: [GELORA45] Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek 
Diprediksi, Mangkrak [1 Attachment]



Pada Kamis, 9 Maret 2017 12:52, "[email protected] 
[GELORA45]<mailto:[email protected]%20[GELORA45]>" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis:


Jangan khawatir. Suatu proyek itu gak akan mangkrek dari segi financing.
Suatu proyek bisa gagal itu karena masalah lain misalnya: teknologinya salah, 
ada korupsi, pemilik kabur, ditutup pemerintah dll.

Kalau hanya masalah financing ya gak akan bikin suatu proyek gagal. Financing 
itu bisa dicari dari berbagai sumber. Jadi tenang saja karena suatu proyek bisa 
diperjual belikan. Inilah bisnis.

Bukan itu sebetulnya maksud faisal basri. Itu frustrasinya saja melihat 
kerjanya Jokowi yg “ugal2an”.
Saya bisa mengerti frustrasinya faisal basri ini, tetapi saya juga bisa 
mengerti maunya Jokowi.

Kalau faisal basri disuruh jadi menteri, ya pasti dia mau. Apa yang akan 
dikerjakannya? Ya ngikutin bosnyalah: Jokowi.

Jadi sekali lagi frustrasinya faisal basri itu hanya sekedar dari kutak katik 
angka ekonomi saja.
NKRI itu jalan bukan hanya dari ekonomi saja.

Kalau mau hitung2an, NKRI ini gak akan merdeka 1945 dulu itu. Kenapa? Karena 
semuanya tidak siap. bukan angka2 ekonomi saja yg tidak siap, semua aspek 
kehidupan tidak siap merdeka. Hanya saja rakyat Indonesia ada 1: niat utk hidup 
bersama. Ini tujuannya bernegara. Makanya soekarno hatta memproklamasikan 
kemerdekaan NKRI.

Mana ada duit dulu waktu bikin HI dan gelora bung karno? Gak ada! Jadi juga kan?

Nah sekarang sudah merdeka, koq takut bikin infrastruktur? Jangan takut. Harus 
didukung. Yang penting bener dan jujur!
Kalau korupsi jangan. Ini yg bikin kacau NKRI selama ini. lihat proyek2 
mangkrak seperti hambalang. Ini bukan karena duit/financing atau gak ada 
teknologi utk  membangun. Ini karena korupsi yg bikin hambalang mangkrak.

Nesare


From: [email protected]<mailto:[email protected]> 
[mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, March 8, 2017 7:50 PM
To: '[email protected]' 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>; 'j.gedearka' 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Subject: [GELORA45] Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek Diprediksi, Mangkrak


Menurut saya ini bukan proyek ngaco, tapi proyek ini katanya menyumbang 
pertumbuhan ekonomi dan menekan inflansi.
Karena sebelumnya inflasi tinggi dan jika ada gejolak dunia maka rupiah anjlok 
dan pertumbuhan ekonomi turun.
Jangankan gejolak di dunia saat lebaran saja inflasi sangat tinggi dan 
barang-barang menjadi sangat mahal.
Begitu juga tol laut sangat membantu menjaga keseimbangan harga sembako

From: [email protected]<mailto:[email protected]> 
[mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, March 09, 2017 4:59 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]>; 
[email protected]<mailto:[email protected]>; 
[email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek 
Diprediksi, Mangkrak [1 Attachment]





http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/204000626/faisal.basri.proyek.lrt.jabodebek.diprediksi.mangkrak
Faisal Basri: Proyek LRT Jabodebek Diprediksi
Mangkrak
Rabu, 8 Maret 2017 | 20:40 WIB

  *
  *
  *
  *
  *
474
Shares
[cid:[email protected]]Hilda B Alexander/Kompas.com Perkembangan 
pembangunan LRT Jabodebek Tahap I trase Cibubur-Cawang, Kamis (9/2/2017).
Terkait

  *   Ini Kekhawatiran Faisal Basri Soal "Holding" 
Migas<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/08/183640826/ini.kekhawatiran.faisal.basri.soal.holding.migas>
  *   Faisal Basri: Kalau Mau Benahi Disharmoni Sosial, Urusi "Bottom 
Forty"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/07/215316326/faisal.basri.kalau.mau.benahi.disharmoni.sosial.urusi.bottom.forty.>
  *   Faisal Basri Desak Audit Anggaran Subsidi Sektor 
Pertanian<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/12/05/153342426/faisal.basri.desak.audit.anggaran.subsidi.sektor.pertanian>
  *   Faisal Basri: Importir Jangan Dibebani Kewajiban Serap Garam 
Rakyat<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/26/165537726/faisal.basri.importir.jangan.dibebani.kewajiban.serap.garam.rakyat>
  *   Faisal Basri: Pak Boediono Mengajarkan Kita bahwa Tidak Ada Jalan 
Pintas... 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/15/192513126/faisal.basri.pak.boediono.mengajarkan.kita.bahwa.tidak.ada.jalan.pintas.>
  *   Faisal Basri Kritik Cara Pandang Menteri BUMN soal Harga 
Gas<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/09/06/130318026/faisal.basri.kritik.cara.pandang.menteri.bumn.soal.harga.gas>
  *   Faisal Basri: Tak Perlu "Holding" Migas, Cukup PGN Ambil Alih Pertagas 
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/19/143000526/Faisal.Basri.Tak.Perlu.Holding.Migas.Cukup.PGN.Ambil.Alih.Pertagas.>
  *   Faisal Basri: Kasus Arcandra Jadi Pembelajaran Berharga Presiden 
Jokowi<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/08/15/213528026/faisal.basri.kasus.arcandra.jadi.pembelajaran.berharga.presiden.jokowi>
  *   Ini Rencana Pemerintah untuk Percepat Pembangunan LRT 
Jabodetabek<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/27/193940426/ini.rencana.pemerintah.untuk.percepat.pembangunan.lrt.jabodetabek>
  *   Skema Pembiayaan LRT Akan Diputuskan Bulan 
Depan<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/11/093013426/skema.pembiayaan.lrt.akan.diputuskan.bulan.depan>
  *   Danai Proyek LRT, Adhi Karya Bakal Terbitkan Obligasi Rp 2 
Triliun<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/210435826/danai.proyek.lrt.adhi.karya.bakal.terbitkan.obligasi.rp.2.triliun>
  *   Menhub Berharap Separuh Penumpang Bogor-Jakarta Beralih Gunakan 
LRT<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/204205326/menhub.berharap.separuh.penumpang.bogor-jakarta.beralih.gunakan.lrt>
  *   Menhub Optimistis Proyek LRT Tahap I Rampung Pertengahan 
2018<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/08/203311926/menhub.optimistis.proyek.lrt.tahap.i.rampung.pertengahan.2018>
JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek kereta cepat ringan atau Light Rapid Transit 
(LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>) Jakarta, 
Bogor<http://indeks.kompas.com/tag/bogor>, 
Depok<http://indeks.kompas.com/tag/depok>, 
Bekasi<http://indeks.kompas.com/tag/bekasi> (Jabodebek) diperkirakan bakal 
mangkrak.
Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, kepastian pembiayaan 
proyek menjadi faktor utama yang berpotensi membuat proyek 
LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> Jabodebek ini tak akan 
selesai.
Menurut Faisal Basri, proyek ini bagaikan 'kawin kontrak' yang sangat 
dipaksakan. Proyek ini sendiri ditaksir menelan dana sebesar Rp 23,3 triliun.
PT Adhikarya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Kereta Api 
Indonesia<http://indeks.kompas.com/tag/pt.kereta.api.indonesia> (Persero) harus 
mencari pendanaan sendiri setelah ADHI mendapatkan Penyertaan Modal Negara yang 
sangat terbatas.
"Kalau KAI disuruh cari utangan sendiri, enggak mungkin bisa. Dia PSO," kata 
Faisal Basri, Selasa malam (7/3/2017).
Sementara itu, kemampuan berutang ADHI menurut sumber Faisal Basri sebenarnya 
masih cukup longgar, hingga Rp 18 triliun. Akan tetapi, jika kekurangan dana 
sebesar Rp 17,6 triliun semua ditanggung ADHI, maka proyek ADHI yang lain tidak 
bakal kebagian.
"Kalau diserap untuk LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit> 
semua, proyek yang lain akan terlunta-lunta," ucap mantan Ketua Tim Reformasi 
Tata Kelola Migas itu.
Skenario lain, KAI yang belakangan juga ditunjuk tidak hanya sebagai operator 
tetapi juga investor, kalaupun mau disuntik APBN, kemungkinan akan ada 
penolakan dari DPR. Dalam APBN 2017, tidak ada anggaran yang dicadangkan untuk 
suntikan ke KAI.
"Makanya rencananya Rp 4 triliun akan disisipkan di APBN-P 2017. Masalahnya 
kalau ADHI disuntik lagi lewat KAI ini, DPR enggak bakal setuju," kata Faisal 
Basri dengan nada yakin.
Akhirnya, menurut Faisal Basri, pemerintah mengerahkan seluruh bank-bank pelat 
merah untuk keroyokan memberikan pinjaman untuk proyek 
LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>.
(Baca: Kemenhub: Kontrak Proyek LRT untuk Perkuat Penugasan Adhi 
Karya<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/02/10/194243426/kemenhub.kontrak.proyek.lrt.untuk.perkuat.penugasan.adhi.karya>)
Masalah lagi, kata dia, karena bank pemerintah untuk proyek pemerintah, maka 
bunganya harus rendah.
"Jadi distorsinya kemana-mana. Karena bunganya harus rendah maka keuntungan 
bank-bank ini akan tertekan," imbuh Faisal Basri.
Tol Trans Sumatera
Selain LRT<http://indeks.kompas.com/tag/.light.rail.transit>, dia juga menilai 
beberapa proyek infrastruktur yang masuk dalam pipeline pemerintah sebenarnya 
kurang prioritas. Faisal Basri menyebut diantaranya, jalan tol trans Sumatera 
sepanjang 2.000 kilometer (khusus untuk ruas-ruas tidak komersial), kereta api 
trans Sulawesi, tol laut khusus ternak, dan kereta cepat Jakarta-Bandung.
Pemerintahan pun diminta benar-benar memilih mana proyek yang prioritas dan 
tidak menghambur-hamburkan anggaran.
(Baca: Faisal Basri: Kebijakan Ekonomi Pemerintah 
"Ugal-ugalan"<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/03/08/073300526/faisal.basri.kebijakan.ekonomi.pemerintah.ugal-ugalan.>)
"Jadi saya bilang, ini APBN kayaknya konservatif. Tetapi, masih ngaco. Makanya 
satu-satunya jalan adalah sunat proyek infrastruktur yang 'ngaco'," kata dia.
"Saya enggak anti infrastruktur. Tetapi yang 'ngaco', yang enggak perlu 
hilangkan," pungkas Faisal Basri.
(Baca: Faisal Basri: Pemerintah Sanggup Sediakan Lahan untuk Jalan Tol, tetapi 
Susah untuk Tambak Garam 
Rakyat...<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2016/09/26/174052526/faisal.basri.pemerintah.sanggup.sediakan.lahan.untuk.jalan.tol.tetapi.susah.untuk.tambak.garam.rakyat.>)
Penulis

: Estu Suryowati

Editor

: Aprillia Ika

TAG:

  *   LRT<http://indeks.kompas.com/tag/LRT>
  *   Faisal Basri<http://indeks.kompas.com/tag/Faisal.Basri>







Kirim email ke