Memang omongan rizal ramli itu fakta. Saya tergelitik mengomentari omongannya ttg “konglomerat Indonesia jagoan kandang”. Ini fakta.
Tetapi kalau ditelusuri lebih jauh dengan pertanyaan kenapa konglomerat Indonesia itu jagoan kandang dan konglomerat diluar negeri misalnya keiretsu di jepang dan chaebol di korea selatan bisa jadi jagoan dunia, akan lain. Lainnya begini: konglomerat2 di jepang dan korea selatan itu didukung pemerintahnya. Di Indonesia konglomeratnya tidak didukung pemerintah. Mereka kerja sendiri. Bisnis kalau punya duit dan skill serta ide akan mencari untung dengan sendirinya. Begitu juga sudah lama konglomerat2 indonesia itu banyak yang berbisnis diluar negeri terutama singapura. Malahan banyak konglomerat2 itu yg melakukan transaksi bisnis di Indonesia dengan menggunakan perusahaan luar negeri. Mereka menggunakan nama perusahaan asing yg berdomisili di singapura dan masuk lagi utk merger and acquisition di Indonesia. Jelas mereka lebih tahu medan bisnis diindonesia dibandingkan dengan perusahaan2 asing. Sejak orba jatuh kondisi perekonomian Indonesia sudah mulai “jelas” dan “transparan”, makanya lebih banyak perusahaan asing berani masuk. Dulu kalau masuk Indonesia harus minta permisi sama cendana dulu. Sialnya ini masalah kapitalisme karena terlalu banyak asing masuk. Keran liberalism terbuka. Hati2! Selalu ada konskwensi ketika mau memacu pertumbuhan ekonomi. Catatan lain: rizal ramli dari dulu bicaranya begini. Dia sebetulnya tahu celahnya kapitalisme di Indonesia, dia punya resep utk memperbaikinya walaupun belum teruji. Masalahnya utk merubah wajah kapitalisme itu bukan dan tidak segampang membalik tangan saja. Yang saya lihat semua komponen bangsa harus bersatu padu. Ini tantangannya buat NKRI. Jadi bersabarlah. Jangan kesusu. Kalau semuanya harus diselesaikan dalam sekejab, ya gampang sekali donk menjalankan suatu negara itu. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, March 10, 2017 1:05 AM To: Tatiana Lukman <[email protected]>; [email protected]; Lusi D. <[email protected]> Cc: DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>; Yahoogroups <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa menggerakkan dan bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera dalam waktu bersamaa, ... darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itu dalam seketika????? Itulah mimpi nenek dalam tempurung yang sangat TIDAK REALIS dan TIDAK MUNGKIN diwujudkan menjadi kenyataan!!! From: Tatiana Lukman [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] Sent: Friday, March 10, 2017 3:39 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; Lusi D. Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok Kalau memang jujur berpendapat begitu, sudah waktunya turun kebawah, dukung gerakan akar rumput. jangan mulai dari kelas menengah. Mulai dari kelas yang berada di jenjang paling bawah dalam piramid. On Wednesday, March 8, 2017 1:19 PM, "'Lusi D.' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]" <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: Nylekitnya pendapat Rizal ini dimana? Dia kan mengajukan kenyataan kejadiannya secara historis dan mengemukakan pendapat versi dia secara apa adanya. Baiknya yang mengharapkan tidak nylekit kasih argumen balik donk. Misalnya Rizal mengemukakan hasil penilaiannya bahwa "... pemerintah selama ini justru mengakomodir kepentingan konglomerat..." atau "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,...". Bisa diterima nggak alasan yang dikemukakan Rizal itu. Salam Lusi.- Am 08 Mar 2017 02:21:50 +0000 schrieb "[email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]%20[GELORA45]> " <[email protected] <mailto:[email protected]> >: > Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok > https://www.merdeka.com/politik/pesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > Rabu, 8 Maret 2017 06:04Reporter : Yayu Agustini Rahayu > https://www.merdeka.com/reporter/yayu-agustini-rahayu/, Randy Ferdi > Firdaus https://www.merdeka.com/reporter/randy-ferdi-firdaus/ > https://facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > https://twitter.com/share?text=Pesan%20nyelekit%20Rizal%20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan%20Ahok%20%7C%20merdeka.com > > <https://twitter.com/share?text=Pesan%20nyelekit%20Rizal%20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan%20Ahok%20%7C%20merdeka.com&url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html&via=merdekadotcom> > > &url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html&via=merdekadotcom > https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan-nyelekit-rizal-ramli-buat-jokowi-dan-ahok.html > 366 SHARES > > > > Menko Kemaritiman dan Ahok di pulau reklamasi. ©2016 > merdeka.com/muhammad luthfi rahman > > > Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan > Sumber Daya Rizal Ramli kembali buka suara. Dia menyoroti pembangunan > ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). > > Menurut dia, pemerintah selama ini justru mengakomodir kepentingan > konglomerat. Maka tidak heran, banyak usaha bidang ekonomi kelas > kakap yang dikuasai oleh beberapa pengusaha kaya raya saja. > > Rizal yang hanya bertahan satu tahun di kabinet kerja Jokowi ini > menilai, merosotnya perekonomian di Indonesia dikarenakan > pemerintahan yang menganut neoliberalisme. Paham tersebut berdampak > pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan warga miskin. > > "Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business > (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga > yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini, > sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi > langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar," ujar > Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di Hotel > Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3). > > Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang > berfungsi sebagai pegangan. Rizal menyebut bagian tersebut sebagai > golongan menengah yang independen. > > "Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada > 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara > bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi > negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat," > terang Rizal. > > Menurut Rizal, seharusnya golongan alas tersebut yang harus dibantu > oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, pemerintah lebih cenderung > menyokong para pengusaha besar. > > "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh > buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah > harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang menengah > yang independen dan mengubah yang atasnya," ungkap Rizal. > > Golongan atas, atau para pengusaha besar, menurut Rizal, saat ini > hanya jago kandangNah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,. > Artinya, mereka hanya mengeruk keuntungan dari dalam negeri sendiri > tanpa memberi kontribusi yang lebih menguntungkan baik bagi negara, > maupun rakyat kecil dan menengah. > > "Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam > negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri," ujar > Rizal. > > Hal ini, menurut Rizal, sangat bertolak belakang dengan negara maju > di Asia seperti di Korea dan Jepang. Di sana, perusahaan besar > menjadi jago dunia yang artinya aktif mengekspor hasil produksi ke > luar negeri sehingga mereka mengambil untung dari luar dan > mensejahterakan warga di negaranya. > > "Mereka bukan jago kandang, mereka jago dunia. Sedot untung dari luar > negeri, nilai tambah dibawa ke dalam negeri supaya mereka besar di > dunia internasional dan mereka mesti membina yang kecil (di dalam > negeri) dan supaya yang menengah bisa jadi pemasok untuk spare part > misalnya, pemasok untuk komponen sehingga yang menengahnya juga kuat > dan yang kecil akhirnya dikembangkan," terang Rizal. > > Tidak cuma Jokowi yang kena sindir oleh Rizal, Gubernur DKI Jakarta > http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Basuki T Purnama ( Ahok > https://www.merdeka.com/tag/a/ahok/) pun kena serang. Rizal diketahui > memang pernah terlibat perseteruan dengan Ahok saat membahas proyek > reklamasi teluk Jakarta saat masih jadi menteri. Tak selang dari > perseteruan itu, Rizal dicopot. > > "Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama, > terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena > selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, terganggu > dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak," kata Rizal. > > Rizal bahkan mewanti-wanti PKS agar jangan sampai menjadi partai > politik yang mendukungnya. "Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika > mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok," ujar Rizal. > > Rizal juga menyoroti merosotnya pamor beberapa parpol besar setelah > menyatakan dukungannya kepada Ahok. Rizal menjelaskan, partai yang > tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka setelah partai > tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop menjadi 12 persen. > > "Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya > partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta," tandas Rizal. > [rnd] > > > > >
