Pada Jumat, 10 Maret 2017 19:30, "kh djie [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     Bung Chan,Kalau golongan teratas maju, sebagian dari golongan tengah bisa 
perlahan ikut maju , dapat bagian kerja jalankan order.Tetapi golongan terbawah 
di pedesaan praktis tidak berubah, karena airnya tidak sampai menetes ke bawah, 
sudah habis diserap di tengah.Jadi pedesaan harus khusus dibuat maju. Jokowi, 
Sri Mulyani sudah memicarakan tentang hal ini. Tunggu kapan ini dilaksanakan.KH
2017-03-10 9:59 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

     Yang pasti nenek yang satu ini sudah TIDAk ADA KEKUATAN masih saja main 
hantamkromo, semua dihajar jadi MUSUH yang harus dibasmi, dari renegad remo 
sampai kapitalis. Bagaimana bisa menang kan revolusi dan wujudkan impian 
indahnya jadi kenyataan kalau begitu? Kecuali dalam mimpi saja!!! Hehehee, ... 
Gimana anda mau sejahterakan rakyat banyak yang MISKIN kalau tidak ada uang??? 
Beli kolor saja tidak bisa! Lalu? Ngerampok, merampas kekayaan kapitalis 
saja??? Bagaimana anda mau kembangkan usaha-RAKYAT kalau tidak ada yang 
tanamkan modal disitu? Menjilat kapitalis dan konglomerat? Tentu saja tidak 
usah menjilat! Cukup TARIK-lah mereka-mereka dikalangan kapitalis itu untuk 
ikut serta membantu mengentaskan kemiskinan, itu yang saya lihat dijalankan di 
Tiongkok dalam usaha membantu perkampungan miskin berubah menjadi kampung 
makmur bermunculan dimana-mana! Itulah KENYATAAN yang terjadi, sekalipun anda 
tuduh renegad remo, tapi PKT BERHASIL sekalipun tetap menggunakan kapitalis, 
konglomerat ikut serta mengentaskan kemiskinan! Lalu, dimana peran pemerintah? 
Pemerintah jadi bisa lebih menitik beratkan pada pembangunan infrastruktur, 
dari meneruskan kembangkan jaringan KA-Cepat, jalan2 tol sampai memindahkan 
jalur sungai, menaikkan aliran sungai keatas pegunungan, membangun 
pembangkit-listrik didaerah terbelakang dsb. dsb nya. Karena masalah utama 
untuk bangkitkan kampung terbelakang menjadi maju, yaa terutama masalah air dan 
listrik, jalan-raya, KA untuk mencapai dan mendekatkan hubungan tukar-menukar 
hasil produksi diperlancar, ... Itu yang TERJADI sekarang ini di Tiongkok! 
Salam,ChanCT  From: Tatiana Lukman Sent: Friday, March 10, 2017 4:01 PMTo: 
[email protected] ; Lusi D. ; Chan CT Cc: DISKUSI FORUM HLD ; 
Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan 
Ahok Bolak balik logika orang remo, renegad dan pendukung setia kapitalisme 
adalah uang!!! Titik tolaknya, tanpa uang tidak akan ada gerakan!!! Kalau Lenin 
bilang tanpa teori revolusioner tidak akan ada gerakan revolusioner. Sedangkan 
fokus pendukung kapitalisme UANG!! MAKANYA HARUS MENJILAT KEPADA KAUM 
KONGLOMERAT!!!

On Friday, March 10, 2017 7:04 AM, "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:


  Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa menggerakkan dan 
bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera dalam waktu bersamaa, ... 
darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk 
itu dalam seketika????? Itulah mimpi nenek dalam tempurung yang sangat TIDAK 
REALIS dan TIDAK MUNGKIN diwujudkan menjadi kenyataan!!!  From: Tatiana Lukman 
[email protected] [GELORA45] Sent: Friday, March 10, 2017 3:39 AMTo: 
[email protected] ; Lusi D. Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Yahoogroups Subject: 
Re: [GELORA45] Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok   Kalau memang 
jujur berpendapat begitu, sudah waktunya turun kebawah, dukung gerakan akar 
rumput. jangan mulai dari kelas menengah. Mulai dari kelas yang berada di 
jenjang paling bawah dalam piramid.

On Wednesday, March 8, 2017 1:19 PM, "'Lusi D.' [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:


  Nylekitnya pendapat Rizal ini dimana? Dia kan mengajukan kenyataan
kejadiannya secara historis dan mengemukakan pendapat versi dia secara
apa adanya.

Baiknya yang mengharapkan tidak nylekit kasih argumen balik donk.
Misalnya Rizal mengemukakan hasil penilaiannya bahwa "... pemerintah
selama ini justru mengakomodir kepentingan konglomerat..." atau "Nah
struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,...".

Bisa diterima nggak alasan yang dikemukakan Rizal itu.

Salam
Lusi.-

Am 08 Mar 2017 02:21:50 +0000
schrieb "[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:

> Pesan nyelekit Rizal Ramli buat Jokowi dan Ahok
> https://www.merdeka.com/ politik/pesan-nyelekit-rizal- 
> ramli-buat-jokowi-dan-ahok. html
> Rabu, 8 Maret 2017 06:04Reporter : Yayu Agustini Rahayu
> https://www.merdeka.com/ reporter/yayu-agustini-rahayu/ , Randy Ferdi
> Firdaus https://www.merdeka.com/ reporter/randy-ferdi-firdaus/
> https://facebook.com/sharer. php?u=http%3A%2F%2Fwww. 
> merdeka.com%2Fpolitik%2Fpesan- nyelekit-rizal-ramli-buat- jokowi-dan-ahok.html
> https://twitter.com/share? text=Pesan%20nyelekit%20Rizal% 
> 20Ramli%20buat%20Jokowi%20dan% 20Ahok%20%7C%20merdeka.com& 
> url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka. com%2Fpolitik%2Fpesan- 
> nyelekit-rizal-ramli-buat- jokowi-dan-ahok.html&via= merdekadotcom
> https://plus.google.com/share? url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka. 
> com%2Fpolitik%2Fpesan- nyelekit-rizal-ramli-buat- jokowi-dan-ahok.html
> 366 SHARES
> 
> 
> 
> Menko Kemaritiman dan Ahok di pulau reklamasi. ©2016
> merdeka.com/muhammad luthfi rahman
> 
> 
> Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan
> Sumber Daya Rizal Ramli kembali buka suara. Dia menyoroti pembangunan
> ekonomi Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
> 
> Menurut dia, pemerintah selama ini justru mengakomodir kepentingan
> konglomerat. Maka tidak heran, banyak usaha bidang ekonomi kelas
> kakap yang dikuasai oleh beberapa pengusaha kaya raya saja.
> 
> Rizal yang hanya bertahan satu tahun di kabinet kerja Jokowi ini
> menilai, merosotnya perekonomian di Indonesia dikarenakan
> pemerintahan yang menganut neoliberalisme. Paham tersebut berdampak
> pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan warga miskin.
> 
> "Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business
> (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga
> yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini,
> sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi
> langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar," ujar
> Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di Hotel
> Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3).
> 
> Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang
> berfungsi sebagai pegangan. Rizal menyebut bagian tersebut sebagai
> golongan menengah yang independen.
> 
> "Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada
> 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara
> bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi
> negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat,"
> terang Rizal.
> 
> Menurut Rizal, seharusnya golongan alas tersebut yang harus dibantu
> oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, pemerintah lebih cenderung
> menyokong para pengusaha besar.
> 
> "Nah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme, sehingga aneh
> buat saya, PKS yang mewakili umat yang mewakili golongan menengah
> harusnya berjuang untuk yang di bawah ini. Memperbesar yang menengah
> yang independen dan mengubah yang atasnya," ungkap Rizal.
> 
> Golongan atas, atau para pengusaha besar, menurut Rizal, saat ini
> hanya jago kandangNah struktur inilah hasil daripada neoliberalisme,.
> Artinya, mereka hanya mengeruk keuntungan dari dalam negeri sendiri
> tanpa memberi kontribusi yang lebih menguntungkan baik bagi negara,
> maupun rakyat kecil dan menengah.
> 
> "Kebanyakan mereka mengambil untung dari yang di bawah di dalam
> negeri, kalau udah dapat uang ia kirim uang ke luar negeri," ujar
> Rizal.
> 
> Hal ini, menurut Rizal, sangat bertolak belakang dengan negara maju
> di Asia seperti di Korea dan Jepang. Di sana, perusahaan besar
> menjadi jago dunia yang artinya aktif mengekspor hasil produksi ke
> luar negeri sehingga mereka mengambil untung dari luar dan
> mensejahterakan warga di negaranya.
> 
> "Mereka bukan jago kandang, mereka jago dunia. Sedot untung dari luar
> negeri, nilai tambah dibawa ke dalam negeri supaya mereka besar di
> dunia internasional dan mereka mesti membina yang kecil (di dalam
> negeri) dan supaya yang menengah bisa jadi pemasok untuk spare part
> misalnya, pemasok untuk komponen sehingga yang menengahnya juga kuat
> dan yang kecil akhirnya dikembangkan," terang Rizal.
> 
> Tidak cuma Jokowi yang kena sindir oleh Rizal, Gubernur DKI Jakarta
> http://www.merdeka.com/tag/j/ jakarta/ Basuki T Purnama ( Ahok
> https://www.merdeka.com/tag/a/ ahok/) pun kena serang. Rizal diketahui
> memang pernah terlibat perseteruan dengan Ahok saat membahas proyek
> reklamasi teluk Jakarta saat masih jadi menteri. Tak selang dari
> perseteruan itu, Rizal dicopot.
> 
> "Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama,
> terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena
> selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, terganggu
> dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak," kata Rizal.
> 
> Rizal bahkan mewanti-wanti PKS agar jangan sampai menjadi partai
> politik yang mendukungnya. "Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika
> mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok," ujar Rizal.
> 
> Rizal juga menyoroti merosotnya pamor beberapa parpol besar setelah
> menyatakan dukungannya kepada Ahok. Rizal menjelaskan, partai yang
> tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka setelah partai
> tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop menjadi 12 persen.
> 
> "Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya
> partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta," tandas Rizal.
> [rnd]
> 
> 
> 
> 
> 





   

  #yiv2256289675 #yiv2256289675 -- #yiv2256289675ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-mkp #yiv2256289675hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mkp #yiv2256289675ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mkp .yiv2256289675ad 
{padding:0 0;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mkp .yiv2256289675ad p 
{margin:0;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mkp .yiv2256289675ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-sponsor 
#yiv2256289675ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-sponsor #yiv2256289675ygrp-lc #yiv2256289675hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-sponsor #yiv2256289675ygrp-lc .yiv2256289675ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2256289675 #yiv2256289675actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2256289675
 #yiv2256289675activity span {font-weight:700;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv2256289675 #yiv2256289675activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2256289675 #yiv2256289675activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv2256289675 #yiv2256289675activity span 
.yiv2256289675underline {text-decoration:underline;}#yiv2256289675 
.yiv2256289675attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv2256289675 .yiv2256289675attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv2256289675 .yiv2256289675attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2256289675 .yiv2256289675attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2256289675 .yiv2256289675attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv2256289675 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv2256289675 .yiv2256289675bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2256289675 
.yiv2256289675bold a {text-decoration:none;}#yiv2256289675 dd.yiv2256289675last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2256289675 dd.yiv2256289675last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2256289675 
dd.yiv2256289675last p span.yiv2256289675yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv2256289675 div.yiv2256289675attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv2256289675 div.yiv2256289675attach-table 
{width:400px;}#yiv2256289675 div.yiv2256289675file-title a, #yiv2256289675 
div.yiv2256289675file-title a:active, #yiv2256289675 
div.yiv2256289675file-title a:hover, #yiv2256289675 div.yiv2256289675file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2256289675 div.yiv2256289675photo-title a, 
#yiv2256289675 div.yiv2256289675photo-title a:active, #yiv2256289675 
div.yiv2256289675photo-title a:hover, #yiv2256289675 
div.yiv2256289675photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2256289675 
div#yiv2256289675ygrp-mlmsg #yiv2256289675ygrp-msg p a 
span.yiv2256289675yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2256289675 
.yiv2256289675green {color:#628c2a;}#yiv2256289675 .yiv2256289675MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv2256289675 o {font-size:0;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675photos div {float:left;width:72px;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2256289675
 #yiv2256289675reco-category {font-size:77%;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675reco-desc {font-size:77%;}#yiv2256289675 .yiv2256289675replbq 
{margin:4px;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-mlmsg select, #yiv2256289675 input, #yiv2256289675 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-mlmsg pre, #yiv2256289675 code {font:115% 
monospace;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-mlmsg #yiv2256289675logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-msg 
p#yiv2256289675attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-reco #yiv2256289675reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-sponsor 
#yiv2256289675ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-sponsor #yiv2256289675ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-sponsor #yiv2256289675ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv2256289675 #yiv2256289675ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2256289675 
#yiv2256289675ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv2256289675 

   

Kirim email ke