Inilah Hasil Survei Debat Pilkada Semalam

Liputan613 Apr 2017, 16:25 WIB
Tampil Memukau, Ahok Mendapatkan Apresiasi Positif dari Netizen

Liputan6.com, Jakarta Menjelang hari pencoblosan pada Pilgub DKI Jakarta 2017 
putaran kedua, yang akan berlangsung pada 19 April 2017, acara Debat Pilkada 
DKI Jakarta putaran kedua digelar. Acara itu menjadi debat pamungkas bagi para 
pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya 
berhasil lolos pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama.Berdasarkan hasil 
pantauan PoliticaWave di media sosial, pada debat terakhir ini pasangan nomor 
urut tiga Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno berhasil unggul tipis 
dari aspek jumlah percakapan netizen sebesar 51 persen, sedangkan bagi pasangan 
petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat meraih jumlah 
percakapan netizen sebesar 49 persen.“Namun pasangan Ahok-Djarot lebih mendapat 
apresiasi netizen dalam bentuk sentimen positif sebesar 64 persen dan 36 persen 
negatif, sementara pasangan Anies-Sandi mendapat respon positif sebesar 59 
persen dan 41 persen negatif,” ujar Pendiri PoliticaWave, Yose Rizal.  Ada hal 
yang berbeda pada debat Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran kedua kali ini jika 
dibandingkan dengan acara debat sebelumnya, dengan dihadirkannya kalangan 
publik untuk bertanya langsung kepada para paslon. Perwakilan publik tersebut 
diambil dari perwakilan-perwakilan komunitas yang ada di wilayah DKI Jakarta, 
antara lain komunitas rusun dan permukiman, komunitas usaha mikro kecil 
menengah (UMKM), komunitas nelayan dan komunitas transportasi.Dihadirkannya 
komunitas-komunitas tersebut guna menyampaikan pertanyaan langsung yang 
berkaitan dengan kondisi di lapangan. Oleh karenanya, debat kali ini diharapkan 
mampu menarik simpati para calon pemilih. Tapi, menurut Yose, hasil debat belum 
sesuai dengan harapan.Ia menilai, debat terakhir Pilkada DKI ini masih kurang 
membahas isu-isu baru yang muncul, dan setiap paslon, dinilai Yose, ,masih 
kurang dinamis dalam mengemas visi-misi dan program kerjanya.“Program 
masing-masing paslon juga tidak terbahas dengan sempurna. Isu Reklamasi, DP nol 
persen, OK OCE dan penggusuran masih mendominasi pembahasan isu debat,” ucap 
Yose.PoliticaWave juga merekam percakapan netizen pada setiap segmen. Berikut 
statistik dari setiap segmen Debat. Segmen pertama mengenai transparansi 
belanja APBD dan hubungan antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan 
APBD, Ahok-Djarot unggul dari aspek jumlah percakapan dengan persentase 64,6 
persen, sedangkan pasangan Anies-Sandi hanya memperoleh 35,4 persen.Pada segmen 
tersebut, Ahok-Djarot mendapat 64 persen sentimen positif dan 36 persen 
sentimen negatif dari netizen. Sementara Anies-Sandi mendapat 57 persen 
sentimen positif dan 43 persen sentimen negatif.Segmen kedua debat membahas 
persoalan kesehatan di Jakarta. Pemprov DKI lebih fokus pada upaya kuratif 
dibanding upaya preventif, dan juga membahas soal usaha mikro kecil menengah 
(UMKM). Di segmen itu, Anies-Sandi ternyata unggul dari aspek jumlah percakapan 
netizen dengan perolehan 50,14 persen.Sedangkan pasangan Ahok-Djarot mendapat 
49,86 persen. Ahok-Djarot mendapat 73 persen sentimen positif dan 27 persen 
sentimen negatif. Sementara Anies-Sandi mendapat 61 persen sentimen positif dan 
39 persen sentimen negatif.Segmen ketiga yang membahas soal masalah 
transportasi dan juga keberpihakan pemerintah terhadap nelayan terkait 
reklamasi, Ahok-Djarot unggul dalam aspek jumlah percakapan dengan 52,77 
persen, sedangkan Anies-Sandi 47,23 persen. Ahok-Djarot mendapat 74 persen 
sentimen positif dan 26 persen sentimen negatif. Sementara Anies-Sandi mendapat 
64 persen sentimen positif dan 36 persen sentimen negatif.Selain itu, segmen 
keempat debat membahas permasalahan harga pangan menjelang hari besar. 
Anies-Sandi lebih unggul di segmen ini dalam aspek jumlah percakapan dengan 
54,22 persen, sedangkan Ahok-Djarot mendapat 45,78 persen.Namun Ahok-Djarot 
mendapat apresiasi lebih dengan 66 persen sentimen positif dan 34 persen 
sentimen negatif. Sementara Anies-Sandi mendapat 61 persen sentimen positif dan 
39 persen sentimen negatif.Segmen kelima mengenai tingginya anak putus sekolah 
dan program DP nol persen milik Anies-Sandi, Ahok-Djarot kalah dalam jumlah 
percakapan dengan persentase 45,55 persen, sedangkan Anies-Sandi unggul dengan 
54,45 persen. Ahok-Djarot mendapat 53 persen sentimen positif dan 47 persen 
sentimen negatif. Anies-Sandi mendapat 56 persen sentimen positif dan 44 persen 
sentimen negatif.Memasuki segmen penutup pada debat yang membahas soal strategi 
masing-masing paslon dalam meredakan ketegangan pascapilkada. Anies-Sandi 
unggul dalam jumlah percakapan dengan 56,64 persen, sedangkan Ahok-Djarot 43,36 
persen. Namun di segmen ini Ahok-Djarot maupun Anies-Sandi mendapat persentase 
sentimen positif dan negatif yang sama, masing-masing 52 persen dan 48 
persen.(*)

Kirim email ke