Cerita siswi Malaysia yang ditawari delapan universitas terbaik Amerika


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Cerita siswi Malaysia yang ditawari delapan universitas terbaik Amerika - B...
 Prestasi Cassandra tidak terlepas dari esai yang ditulisnya terkait 
perjuangannya dan sang Ibu saat belajar baha...  |   |

  |

  |

 

   
   - 13 April 2017
   
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoCASSANDRA HSIAO"Di rumah kami, ada keindahan dalam cara kami 
berkomunikasi satu sama lain. Bahasa kami bercampur baur, kadang berantakan. 
Tapi tetap, inilah rumah kami."Pernyataan itulah yang membuat gadis 17 tahun, 
Cassandra Hsiao, dilirik oleh banyak universitas Amerika Serikat dan dunia.   
   - George Saa, pemuda Papua dengan prestasi 'sangat spesial'
   - Berkenalan dengan 'Parto', guru gamelan di Inggris yang selalu rindu Solo
Remaja kelahiran Malaysia yang kini tinggal di California itu menuliskan 
tentang pengalamannya belajar bahasa Inggris di keluarga yang notabene adalah 
imigran di Amerika.Surat itu membuatnya mendapat surat undangan kuliah dari 
delapan universitas Ivy League (papan atas) di Amerika, termasuk Harvard, 
Princeton dan Yale. Dia belum mengambil keputusan kampus mana yang dipilihnya, 
tetapi menyatakan bahwa dia akan mengunjungi beberapa di antara kampus itu 
dalam waktu dekat.Image captionSelain kampus Ivy League, Cassandra juga 
diterima di universitas lain seperti New York University dan Stanford 
University."Identitas dan keinginan untuk diterima di sebuah lingkungan adalah 
perjuangan yang dialami semua orang, setiap hari. Saya ingin membagi cerita 
kehidupan saya di rumah, dan hubungan saya dengan ibu," katanya kepada BBC 
News.Dari ayah seorang Taiwan dan ibu orang Malaysia, Cassandra lahir di Johor, 
Malaysia. Keluarganya pindah ke Amerika Serikat saat dia berusia lima 
tahun."Saya kangen Malaysia dan sering teringat tanah kelahiran saya itu. Saat 
balita saya sering diajak bermain layang-layang dan pergi ke pasar. Bahasa masa 
kecil saya adalah campuran bahasa Cina, Malaysia dan Inggris," tutur Cassandra 
mengenang saat kecilnya.Namun, belajar bahasa asing di negara yang asing pula 
ternyata tidak segampang yang dibayangkan. Dalam esainya, Cassandra 
menceritakan pengalaman "memalukan" yang menimpa ibunya di sekolah. Dia 
ditertawai teman sekelasnya karena sang guru mengkritisi PR bahasa Inggris yang 
dibuatnya dengan dibantu Ibu.Hak atas fotoCASSANDRA HSIAOImage captionCassandra 
dan ibunya berjuang belajar bahasa Inggris di Amerika Serikat.Seorang temannya 
yang baik hati membelanya. "Dia membela saya yang 'lemah' dan melawan mereka 
yang mempermalukan saya dan ibu," tulis Cassandra.Tapi tantangannya tidak 
berhenti di sana. "Ibu meminta saya mengajarkannya bahasa Inggris yang tepat, 
supaya orang-orang di toko Target tidak menertawakan caranya berbicara. 
Pengalaman ini sama sekali tidak mudah untuk dilalui.""Ada rasa bersalah saat 
saya mengajarkan ibu bahasa Inggris. Kadang, kalau tidak terlalu penting, saya 
biarkan dia salah untuk membesarkan hatinya.""Saya percaya tulisan ini mewakili 
prinsip yang saya pegang teguh di dalam hati: bersuara bagi mereka yang tak 
memiliki suara, meskipun saat saya masih belum menemukan suara untuk saya 
sendiri," tutur Cassandra.Kerja keras itu berbalas nilai-nilai Cassandra yang 
memukau. Ibunya tentu bangga."Saya menangis bersama Cassandra saat kami membuka 
surat-surat penerimaan dari kampus yang dia daftar. Dia memperlihatkan 
kedewasaan dan kebijakan, tidak hanya dari sisi akademis tetapi juga 
hubungannya dengan orang lain," ceritanya.Hak atas fotoCASSANDRA HSIAOImage 
captionCassandra pernah mewawancara sejumlah selebritis saat menjadi jurnalis 
muda di sekolahnya.Cassandra pun menuturkan kekaguman dan kecintaannya pada 
sang ibu. "Ibu adalah panutan saya. Dia membuat saya tetap rendah hati dan 
menginspirasi saya untuk tidak hanya bermimpi tetapi juga berusaha untuk meraih 
mimpi itu. Saya mengagumi hasratnya dalam menjalani hidup dan 
kejujurannya."Berita Cassandra diterima di universitas top sudah menyebar luas 
di internet. Banyak netizen yang mengucapkan selamat padanya."Diterima di 
delapan kampus Ivy League adalah prestasi yang membanggakan. Setelah membaca 
esaimu, saya tidak bisa membayangkan orang lain yang lebih pantas mendapatkan 
tawaran luar biasa itu," tulis Leon Burke di Facebook."Wah, esai yang sangat 
indah dan otentik. Saya suka bagaimana dia mencintai pengalamannya dan dirinya 
sendiri," cuit Arden Cho.Sementara netizen lain memuji kemampuan Cassandra 
membuat tulisan yang dapat dengan gampang dirasakan orang lain."Kamu adalah 
penutur cerita yang berbakat, dan saya suka caramu menjahit cerita dan 
membuatnya tetap nyata. Saya berharap di kampus manapun yang akhirnya nanti 
kamu pilih, kamu tetap bisa mengembangkan bakat dan terus bekerja keras."   
   - Murid-murid SD di pedalaman Kalimantan 'sangat senang' dengan bantuan 
Presiden Jokowi
   - Pakai tas kresek pergi ke sekolah, siswa-siswa di pedalaman Kalimantan 
Barat minta tas kepada Presiden Jokowi
Dari Singapura, pengguna media sosial Cynthia Low menyebut bahwa Cassandra 
"telah meraih banyak hal di usia muda.""Kita kerap melihat banyak orang 
seusianya yang terkenal karena hal-hal yang dangkal. Di zaman Kardashian 
seperti ini, senang sekali melihat orang yang dibicarakan karena kerja keras 
yang dilakukannya. Selamat!"Lalu apa pendapat Cassandra tentang kritik-kritik 
yang bermunculaan terkait anak-anak muda di generasinya?"Sebuah kehormatan 
menjadi bagian dari generasi ini. Tidak pernah ada zaman, selain sekarang, di 
mana anak muda menyadari bahwa suaranya perlu didengar," katanya."Teman-teman 
saya bersuara tentang hal yang mereka yakini dan tidak takut terhadap berbagai 
gertakan. Inilah ciri masa depan dan masa depan ini cerah."

Kirim email ke