Jawabannya: relatif.
Sebab, bertambahnya pengetahuan manusia pasti diikuti pertambahan 
resiko dan konsekuensi. Bukan saja resiko & konsekuensi bagi si manusia 
itu sendiri tetapi juga bagi sekitarnya. Bocah yang pengetahuannya bertambah 
dengan pensil / alat tulis umumnya akan mencoreti dinding dan apa pun 
di dekatnya. Begitu juga orang dewasa yang mengungkapkan pengetahuannya, 
beresiko ditanggapi orang lain. Dengan konsekuensi, belum tentu orang 
lainsependapat dengannya dll, dsb, dst.

Kesadaran tentang adanya resiko serta keberanian menanggung konsekuensiatas 
pengetahuan, ucapan, dan tindakannya, itulah yang membentuk kebijakan 
dan mengembangkan kecerdasan dalam diri seseorang. Punya pengetahuan seluas 
perpustakaan tetapi tidak bersentuhan dengan resiko & konsekuensi maka 
dia ya cuma tumbuh sebagai orang yang pintar semata, tidak sebagai makhluk 
cerdas yang kaya pengalaman. Kepintaran yang melompong dari rasa 
tanggungjawab,baik terhadap dirinya maupun sekelilingnya.


   --- roeslan12@... wrote:  RELEKSI : Agresi militer imperialisme AS terhadap 
Syria, dan ancaman perangnucklir Korea Utara dalam menjawab propokasi militer 
imperialismr AS baru-baru  ini adalah merupakan pencerminan dari 
keteganganbaru, yang muncul sebagai dampak dari adanya benturan-benturan 
kekuasaan yangdahsyat dalam rangka seleksi alamiah survival of  he fittest,yang 
akan menyerempet-nyerempet bahaya, pemusnahan manusia dari bumi, sepertidi 
gelombang ke III*, yaitu era perang dingin, akan terulang kembali dan 
lebihdaksyat, jika manusia tidak menjadi lebih cerdik dan cerdekia, dalam 
kemampuannya untuk turut berpartisipasimengendalikan evolusi kebudayaannya , 
yang tercermin dalam benturan-benturankekuasaan dalam gelombang ke IV sekarang  
ini, yaitu adu kekuatan nucklir-Mutual Assured Destruc(M.A.D), yang baru saja 
kita lampaui, dalam perang dingin,dengan selamat.     Pertanyaannya sekarang; 
Apakah betul manusia dengan ilmu yangbertambah maju itu, mengalami kemajuan 
untuk turut dan mampu berpartisipasimengendalikan emosi kehendaknya yang 
takterbatas?; Dan apakah betul kebijakan dan kreativitas manusia 
bertambah,dengan bertmabahnyailmu pengetahuan dan pengalaman-pengalamannya?, 
sehingga  penyerempetanbahaya yang lebih besar lagi, yang terlalu tinnggi 
resikionya dapatdihindarkan?*Catatan:Gelombang ke1 adalah perang dunia Pertama, 
Gelombang ke II adalah perang Duniake 2, dan gelombang ke III adalah pearang 
dingin, dan gelombang ke IV adalah zamankekuasaan Neolibera yang sudah 
mengelobal)  Roeslan.
Von: Chalik HamidPada Rabu, 12 April 20178:59, j.gedearka menulis: 
https://dunia.tempo.co/read/news/2017/04/12/118865195/korea-utara-tembakkan-nuklir-jika-agresi-
 amerika-berlanjut 
Korea Utara Tembakkan Nuklir Jika Agresi Amerika Berlanjut
 Rabu, 12 April 2017 |11:56 WIB  Amerika Serikatmengirim kapal induk USS Carl 
Vinson (CVN 70) ke Semenanjung Korea ataspermintaan Laksamana Harry Harris, 
kepala Komando Pasifik Amerika Serikat.Permintaan ini disebabkan Korea Utara 
beberapa kali melakukan tes peluncuranrudal balistik, terakhir 5 April 2017. US 
Navy/Tom Tonthat/via Reuters TEMPO.CO,Pyongyang- Korea Utara tidak tinggal diam 
atas pengiriman armada perang, berikut kapalinduk bertenaga nuklir Amerika 
Serikat ke Semenanjung Korea pekan ini.
Menurut laporan media Korea Utara, Selasa, 11 April 2017, militernya 
tidaksegan-segan melakukan serangan nuklir jika agresi AS itu berlanjut.

"Tentara revolusi kami sangat kuat. Kami menyaksikan dari dekat pergerakanmusuh 
dengan mata nuklir kami. Serangan kami tidak hanya terfokus pada basis ASdi 
Korea Selatan dan Pasifik, melainkan juga daratan AS," bunyi pernyataanRodong 
Sinmun,koran resmi Komite Sentral Partai Pekerja Korea.

Baca juga:KoreaUtara Uji Coba Senjata Nuklir Keenam Kalinya April Ini

Pengumuman itu disampaikan saat pembukaan rapat parlemen Korea Utara, Selasa 
11April 2017. Tampak di pertemuan anggota Dewan Rakyat Agung itu pemimpin 
KoreaUtara, Kim Jong-un, yang duduk di kursi tengah.

Pertemuan parlemen itu digelar menjelang perayaan besar di Korea Utara,termasuk 
peringatan 105 tahun hari lahir pemimpin Korea Utara pertama, Kim IlSung, pada 
Sabtu, 15 April 2017. 

Mendiang Kim Il Sung adalah kakek Kim Jong-un dianggap sebagai "PresidenAbadi" 
di Korea Utara.

Baca juga:EksDiplomat Korea Utara: Kim Jong-un Siap Serang Amerika Serikat 
Pakai Nuklir

Ada kekhawatiran Korea Utara bakal melakukan uji coba nuklir pada 
saatmemperingati ulang tahun Kim Il Sung atau tanggal berdirinya 
angkatanbersenjata Korea Utara pada 25 April 2017.

Tes rudal Korea Utara baru-baru ini menunjukkan kemampuan bahwa misilantarbenua 
yang dilengkapi kepala nuklir tersebut memiliki kemampuan menjangkauwilayah 
darat AS.

DEUTSCHE WELLE |CHOIRUL AMINUDDIN

   

Kirim email ke