*Dalam konflik antara Qatar dan Arab Saudia, rezim NKRI melarang
penerbangan pesawat terbang sipil Qatar masuk ke wilayah Indonesia.
Sekarang sambut Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani. *


*Timur Tengah letaknya sebelah Barat atau Timur? Kalau melihat ke arah
shalat itu ke mana ke Timur atau Barat. Lagi pula tiap tahun ratusan ribu
orang berangkat untuk melakukan ibadah suci ke Timurr atau Barat. Di Arab
Saudia itu letak di Timur atau di Barat? Timur Tengah itu diseblah Barat
atau Timur? Apakah tidak lebih baik Jokowi bilang terus terang mau
bergabung atau menjadi bahagian dari negeri-negeri Arab?*


https://bisnis.tempo.co/read/1034829/dekati-timur-tengah-jokowi-kita-terlalu-lama-melihat-ke-barat



Dekati Timur Tengah, Jokowi: Kita Terlalu Lama Melihat ke Barat

Reporter:
Iil Askar Monza (Kontributor)

Editor:
Yudono Yanuar

Sabtu, 18 November 2017 06:23 WIB



   -

   [image: Dekati Timur Tengah, Jokowi: Kita Terlalu Lama Melihat ke Barat]
   
<https://bisnis.tempo.co/read/1034829/dekati-timur-tengah-jokowi-kita-terlalu-lama-melihat-ke-barat>

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Emir Qatar Syekh Tamim
bin Hamad Al Thani di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. Presiden
Jokowi mengenakan busana khas Betawi saat menyambut Emir Qatar Syekh Tamim
yang berkunjung selama dua hari ke Indonesia. TEMPO/Subekti.

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Medan *- Presiden  Joko Widodo
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> mengatakan, saat ini Indonesia harus siap
dengan berbagai macam perubahan yang terjadi secara global. Dalam
menghadapinya, Indonesia perlu mitra-mitra baru untuk mengatasi perubahan
global yang sangat cepat tersebut, di antaranya dengan negara-negara Timur
Tengah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan kata sambutan dalam
Pembukaan Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)
ke-10.
"Kita sudah terlalu lama melihat ke Barat, Eropa, Amerika atau Jepang.
Karenanya setelah pelantikan pada 2014 lalu, saya pergi ke Timur Tengah",
ujar Jokowi pada Jumat, 17 November 2017.

*Baca juga: *Jokowi: Sudah Saya Payungi, Investasi Raja Salman Hanya Sedikit
<https://bisnis.tempo.co/read/1034822/%20https:/bisnis.tempo.co/read/865757/jokowi-sudah-saya-payungi-investasi-raja-salman-hanya-sedikit>

Jokowi menjelaskan tujuannya mengunjungi negara-negara Timur Tengah seperti
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran dan Qatar adalah untuk keseimbangan
posisi hubungan Indonesia dengan negara-negara tersebut. Dan sambutan para
kepala negara di masing-masing negara tersebut juga sebenarnya sangat baik.

Terbukti dengan  pola penyambutan yang dilakukan para kepala negara setiap
negara. Di Arab Saudi misalnya, Jokowi langsung disambut Raja Arab Saudi,
Salman bin Abdulaziz Al Saud di depan pintu pesawat Kepresidenan sesaat
setelah dirinya tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Bahkan di Uni Emirat Arab, Jokowi menceritakan tidak hanya dijemput di
depan pintu pesawat, tapi juga disetiri langsung oleh PM Uni Emirat Arab,
Syekh Muhammad bin Rashid Al-Maktoum.

"Disetiri sampai kecepatan 200 km/jam waktu itu. Ditanya beliau, saya takut
atau tidak. Saya jawab tidak, padahal saya sudah mikir dia (Syekh Muhammad)
bisa bawa mobil atau tidak ya?", cerita Jokowi mengisahkan perjalanannya.

Dari kunjungan-kunjungan yang dilakukannya, akhirnya Jokowi mendapat
jawaban kenapa negara dari Timur Tengah tidak berinvestasi di Indonesia.
Tidak lain yaitu tidak pernahnya Indonesia mempromosikan apa saja yang bisa
menjadi lahan investasi kepada negara-negara tersebut.

Karena itu ke depan, Pemerintah Indonesia akan terus menjalin komunikasi
dengan negara-negara Arab agar hubungan dengan Indonesia semakin baik.
"Seperti dengan Arab Saudi, sebelum Raja Salman mendarat tempo hari, 47
tahun raja Arab tidak pernah mengunjungi Indonesia. Jadi ini coba kita jaga
agar investasi bisa masuk dan menguntungkan masyarakat Indonesia", ujar  Joko
Widodo  <https://www.tempo.co/tag/jokowi>.

Xxxxxxx


Yudono Yanuar

Jumat, 17 November 2017 22:07 WIB



   -

   [image: Di KAHMI, Jokowi Cerita Sambutan Raja Salman dan Investasi Qatar]
   
<https://bisnis.tempo.co/read/1034822/di-kahmi-jokowi-cerita-sambutan-raja-salman-dan-investasi-qatar>

Presiden Jokowi menyambut kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di
Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 1 Maret 2017. Foto Istimewa/Biro Pers
Istana Kepresidenan.

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Presiden Joko Widodo
<https://www.tempo.co/tag/jokowi>menilai bangsa Indonesia perlu menciptakan
keseimbangan kebijakan politik luar negeri agar tidak selalu "berkiblat" ke
barat dan Amerika Serikat. Cara itu juga perlu dilakukan dalam menarik
investor luar negeri.

Hal itu diucapkan Presiden Jokowi ketika membuka Munas Korps Alumni
Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-10 di Medan, Jumat, 17 November 2017.
Presiden mengatakan, selama ini Indonesia terlalu lama berkiblat ke barat
sehingga melupakan adanya potensi mitra baru.

*Baca juga: *Jokowi: Sudah Saya Payungi, Investasi Raja Salman Hanya Sedikit
<https://bisnis.tempo.co/read/1034822/%20https:/bisnis.tempo.co/read/865757/jokowi-sudah-saya-payungi-investasi-raja-salman-hanya-sedikit>

Karena itu, setelah dilantik sebagai Presiden RI pada tahun 2014, mantan
Gubernur DKI Jakarta itu berkeliling ke Timur Tengah seperti ke Arab Saudi,
Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Upaya untuk menciptakan keseimbangan dalam kebijakan politik luar negeri
tersebut mendapatkan respon yang sangat positif dari pemimpin Timur Tengah.

Ia mencontohkan kesediaan pemimpin Arab Saudi Raja Salman yang langsung
menjemputnya ke tangga pesawat ketika melakukan lawatan ke negara tersebut.

"Saat ke Arab Saudi, saya kaget karena Raja Salman menjemput langsung di
pesawat. Risikonya, ketika beliau datang, saya jemput di tangga pesawat
juga," katanya.

Demikian juga dengan sikap Pemimpin Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed yang
menjemput dan membawa Presiden Joko Widodo menaiki mobil pribadi yang
dikemudikan langsung pemimpin negara Timur Tengah itu.

Meski sikap yang ditunjukkan Sheikh Mohammed tersebut menyebabkan Pasukan
Pengamanan Presiden (Paspampres) kelabakan, namun Presiden Joko Widodo
mengaku senang atas keakraban yang ditunjukkan.

"Dijemput Sheikh Mohammed, lalu dibawa masuk mobil sehingga membuat
Paspampres kelabakan. Saya senang seperti itu karena urusannya pribadi,
bukan hanya kenegaraan," katanya.

Menurut Presiden, sikap politik luar negeri secara terbuka yang ditunjukkan
pemerintah Indonesia juga menarik simpati pemimpin Qatar.

Namun sayangnya, pemerintah Qatar belum banyak mengetahui peluang investasi
di Indonesia sehingga belum mau menanamkan modalnya di Tanah Air.

urzal.

*ANTARA*Karena itu, dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo akan
memerintahkan sejumlah menteri ke Qatar untuk menjajaki peluang investasi
dan kerja sama ekonomi.

"Selama ini, kita tidak mendekati mereka, padahal mereka potensi investasi
yang sangat baik," kata Jokowi  <https://www.tempo.co/tag/jokowi>di hadapan
sejumlah tokoh seperti Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman
Sapta Odang, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakil ketua KPK La Ode
Syarif, serta sejumlah alumni HMI seperti Akbar Tanjung, MS Kaban, Anies
Baswedan, Ade Komaruddin, dan Fadly N

Kirim email ke