Sebelum Ada Kampung Susun, 
Warga Bukit Duri Akan Bangun "Shelter"
STANLY RAVEL

Kompas.com - 20/11/2017, 13:50 WIB


Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi di Balai Kota DKI Jakarta, 
Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (13/11/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi, 
mengatakan pihaknya akan membangun rumah singgah sementara atau shelter untuk 
warga korban gusuran normalisasi sungai Ciliwung di Bukit Duri, Jakarta Selatan.

"Sekarang ini kami sedang mencoba untuk membangun shelter-shelteruntuk tempat 
warga tinggal sementara," kata Sandyawan kepada Kompas.com, Senin (20/11/2017).

Menurut Sandyawan, pembangunan shelter segera dilakukan mengingat banyak warga 
yang sudah menderita karena harus menanggung biaya sewa kontrakan.

"Akibat gusuran itu bukan hanya mereka kehilangan tempat tinggal, tapi juga 
mata pencaharian, dampaknya untuk bayar kontrakan saja sampai setengah mati," 
ujar Sandyawan.

Sandyawan mengatakan, dalam pertemuan dengan Gubernur DKI pada pekan ini, 
pembangunan shelter akan menjadi salah satu topik pembicaraan selain rencana 
Kampung Susun.

Baca juga : Warga Bukit Duri Kembali Akan Temui Anies-Sandi Bahas Kampung Susun

Untuk lokasi shelter, Sandawan mengajukkan beberapa ruas lahan kosong di 
pinggiran kaki yang memang seharusnya tidak kena gusuran.

"Sedikit yang akan disepakati mungkin membangun shelter dulu untuk sementara. 
Kita manfaatkan lahan di pinggiran kali dan jalan yang sudah dibeton yang 
memang harusnya itu tidak kena gusuran," kata Sandyawan.

"Karena permanen, kami mengusulkan modelnya knock down seperti lego jadi bisa 
bongkar pasang. Dalam pembangunan kami minta warga dilibatkan dan harapannya 
selesai dan siap huni sebelum akhir tahun 2017," kata Sandyawan.

Kirim email ke