Presiden Trump sudah umumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271 5 jam lalu

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-42251271
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42251271#share-tools




 
 Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionDalam pernyataan pers di Gedung Putih, 
Presiden Trump juga mengatakan Israel memiliki hak untuk menentukan ibu 
kotanya. Presiden Donald Trump sudah mengumumkan pemindahan kedutaan besar 
Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel, walau 
sejak awal ditentang oleh sejumlah pihak.
 Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (06/12), Presiden Trump mengatakan 
'sudah saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel'.
 "Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi 
parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung," tuturnya.
 Kasus Yerusalem: Palestina tetap bekukan hubungan dengan Israel 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40724446 Memahami peta konflik 
Israel-Palestina http://www.bbc.co.uk/academy/id/articles/art20160118113826185 
Dia juga menambahkan Israel memiliki hak untuk menentukan ibu kotanya dan 
penundaan penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel selama ini tidak membawa 
apapun dalam mencapai perdamaian.
 Menurut Trump, Amerika Serikat tetap berkomitmen pada solusi dua negara dalam 
penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Hak atas fotoREUTERSImage captionAmerika Serikat merupakan sekutu erat Israel. 
Pemerintah Indonesia sebelum pengumuman di Gedung Putih ini sudah mengingatkan 
bahwa keputusan pemindahan kedutaan besar itu akan memperburuk konflik 
Palestina-Israel.
 "Jelas posisi Pemerintah Indonesia sependapat mendukung Palestina agar Amerika 
Serikat tak memindahkan kantor kedutaannya (dari Tel Aviv) ke Jerusalem," kata 
Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Rabu (06/12).
Hak atas fotoREUTERSImage captionRabbi Yahudi di Indonesia, Benjamin Meijer 
Verbrugge, menilai sudah tepat bagi Donald Trump untuk mengakui Jerusalem 
sebagai ibu kota Israel. Trump berencana mengumumkan pengakuan Yerusalem 
sebagai ibu kota Israel dalam pidatonya. Ia diperkirakan akan memerintahkan 
Kementerian Luar Negeri untuk bersiap memindahkan kedutaan ke Yerusalem.
 Menurut Kalla, rencana Trump itu akan memperumit konstelasi konflik di Timur 
Tengah. "Karena sumber banyak keruwetan itu konflik Palestina-Israel. Akan 
lebih memperburuk," kata Kalla.
 Trump jadi presiden AS, Israel siap bangun permukiman di Yerusalem Timur 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38714533 Ketika PM Israel 'marah besar' dan 
panggil dubes Amerika Serikat http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38436145 
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan hal yang sama. 
"Rencana tersebut akan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina," kata 
Retno.
Image captionMasjid al-Aqsa di Yerusalem. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda 
Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai sikap Trump mempertegas posisi 
Amerika dalam konflik Israel dan Palestina.
 "Ini menjelaskan kepada dunia bahwa Amerika tidak dalam posisi bisa 
menyelesaikan konflik Israel Palestina karena dia adalah bagian dari konflik 
itu sendiri," kata Dahnil.
 Menurut Dahnil, umat Islam dapat mengambil pelajaran berharga dari sikap 
Amerika tersebut. "Mereka justru produsen dari konflik, sikap Trump mempertegas 
itu," ujarnya.
 Dahnil mendorong pemerintah Indonesia untuk terus menyuarakan penolakan 
terhadap rencana Trump tersebut. Apalagi terkait posisi Indonesia dalam 
organisasi negara-negara Islam OKI.
 "Tindakan Amerika itu mencederai prinsip perdamaian dunia ... Indonesia harus 
bersikap tegas di forum-forum internasional, dan menggalang dukungan dari 
negara-negara lain," kata Dahnil.
 Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama besar: Kristiani, Islam, dan 
Yahudi. Di kota ini terdapat situs-situs suci bagi ketiga agama tersebut. 
Antara lain Tembok Ratapan (Yahudi), Gereja Makam Kudus (Kristen), dan Masjid 
al-Aqsa (Islam).
 Yahudi setuju Yerusalem jadi ibu kota Israel
 Rencana Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan 
kedutaan AS ke sana dianggap tepat oleh rabbi Yahudi di Indonesia, Benjamin 
Meijer Verbrugge.
 "Karena pusat pemerintahan Kerajaan Daud di situ (Yerusalem). Bukti 
kerajaannya masih ada. Memang sudah garisnya begitu. Tidak ada urusan mau ada 
Amerika atau tidak ada," kata Rabbi Ben, panggilannya.
Hak atas fotoHEIDI LEVINE/AFP/GETTY IMAGESImage captionPresiden Donald Trump 
ketika mengunjungi Yerusalem, 22 Mei 2017 Menurut Rabbi Ben, ada bukti sejarah 
keberadaan Kerajaan Daud, berupa reruntuhan dan kuburan Raja Daud di Yerusalem. 
"Jadi wajar dari sisi kitab suci, jelas bahwa tanah perjanjian itu adalah milik 
bani Israel," kata dia.
 Ide untuk memindahkan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, tambah Rabbi 
Ben, sejatinya sudah sejak lama. Cuma selama ini belum sempat terealisasi.
 "Mungkin ada maksud administratif yang lebih memudahkan. Tidak tahu apa 
kepentingan Israel dan Amerika memindahkannya. Mereka tahu yang lebih baik," 
ujar Rabbi Ben.
 Mengapa Yerusalem menjadi kota suci? 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/04/140418_majalahlain_yerusalem 
Istilah-istilah yang tepat untuk memberitakan konflik Israel-Palestina 
http://www.bbc.co.uk/academy/id/articles/art20160118113826185 Rencana Trump 
pindahkan kedutaan AS ke Jerusalem 'provokatif' 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38637197 Sementara itu Monique Rijkers dari 
Hadassah of Indonesia, organisasi yang bergerak di bidang edukasi isu-isu 
Yahudi dan Israel, mengatakan sejatinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah 
sesuai dengan sejarah. "Dulu ibu kota kerajaan sekarang (seharusnya) jadi ibu 
kota negara," katanya.
Hak atas fotoREUTERSImage captionWarga Palestina melalui pos pemeriksaan. 
Menurut Monique, apa yang dilakukan Trump soal pemindahan kedutaannya hanyalah 
pengakuan administratif.
 "Selama ini kami mengenal Yerusalem ibu kota Israel. Cuma negara-negara lain 
menempatkan pemerintahannya di Tel Aviv," kata Monique.
 Meski Yerusalem menjadi ibu kota Israel, kata Rabbi Ben, itu tidak akan 
mengubah wajah Israel yang demokratik. "Semua agama berdoa di situ. Parade gay 
di Yerusalem juga tidak ada masalah," ujar Rabbi Ben.
 Menurut Rabbi Ben, tidak ada yang dilukai dengan dijadikannya Yerusalem 
sebagai ibu kota Israel.
 "Kehidupan berjalan biasa. Setiap hari orang Palestina bebas beraktivitas 
meski harus melewati beberapa check point (pos pemeriksaan)," pungkasnya.
 Suara KWIHak atas fotoGALI TIBBON/AFP/GETTY IMAGESImage captionUmat Katolik 
merayakan Minggu Palma di Gereja Makam Kudus, Yerusalem. Ketua Presidium 
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo mengatakan 
pemindahan ibu kota merupakan hal politik. Tidak menyangkut dengan keimanan.
 "Bagi umat apa pun, Yerusalem tetap akan jadi kota suci karena sebagai 
lambang. Iman Katolik tidak akan berubah siapa pun yang menguasai Yerusalem," 
kata Suharyo.
 Umat Katolik, lanjut Suharyo, akan tetap menjalankan ibadah maupun ziarah ke 
Yerusalem karena kepercayaannya. Terutama banyak kisah-kisah dalam kitab suci 
yang terjadi di sana.
 "Dalam iman Katolik, Yerusalem adalah lambang damai sejahtera yang bukan 
sekedar (kepentingan) politik, tapi damai sejahtera sejati yang utuh," kata 
Suharyo.

 

Kirim email ke