From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, December 7, 2017 9:25 AM

  










Disebut Bernutrisi Tinggi, Sebergizi Apa Sih Keong Sawah?



RESA EKA AYU SARTIKA
Kompas.com - 06/12/2017, 11:16 WIB













Olahan keong sawah khas Purwokerto.(TRIBUNJATENG/KHOIRUL MUZAKKI)





KOMPAS.com - Keong sawah adalah salah satu hewan yang sangat umum di Indonesia. 
Di beberapa daerah, keong sawah sudah sering disulap menjadi makanan yang lezat.



Sayangnya, masih banyak orang yang meragukan kandungan nutrisi dan gizi dari 
hewan air satu ini.



Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Science, 
Toxicology, and Food Technology pada Januari 2013 menyebutkan bahwa keong sawah 
sebenarnya memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang tinggi. Bahkan, kandungan 
kalsiumnya lebih darisusu.



Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Agriculture, 
Makurdi, Nigeria tersebut menyebutkan bahwa di Afrika Barat dan Eropa, berbagai 
jenis siput sudah banyak diko nsumsi, meski pada umumnya yang dikonsumsi adalah 
bekicot.



Baca juga: Penyakit Langka Demam Keong Masih Menghantui Warga Poso



Selain itu, keong sawah (Pila ampullacea) juga banyak dikonsumsi, terut ama 
oleh warga di Afrika Barat dan Asia.



Para peneliti kemudian meneliti kandungan nutrisi yang lebih lengkap pada hewan 
tersebut dengan memisahkan daging dari cangkangnya.



Selanjutnya, daging tersebut didehidrasi dalam oven bersuhu 60 derajat celcius 
selama 24 jam. Hasilnya kemudian digiling hingga menjadi bubuk. Bubuk inilah 
yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan kandungan nutrisi dan gizi keong 
sawah.



Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa keong sawah memiliki kandungan 
air 76 ,32 persen. Presentase kandungan air ini berbeda dengan beberapa temuan 
sebelumnya. "Variasi ini bisa disebabkan oleh efek lingkungan," tulis 
penelitian tersebut.



Sedangkan protein yang dimiliki mencapai 10,40 persen. "Lebih rendah daripada 
ikan air tawar dan siput tanah raksasa (Archchatina maginat)," sambungnya.



Baca juga: Terinspirasi Siput, Peneliti Ciptakan Lem Super untuk Organ Tubuh



Penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa asam amino dalam protein siput 
dapat digunakan untuk melengkapi sereal sumber protein yang membuat (orang) 
kekurangan lisin lebih baik.



Selain protein, keong sawah juga mengandung serat kasar sekitar 0,01 persen. 
"Serat kasar rendah P ampullacea atau keong sawah disebabkan oleh aktivitas 
berenang keong dalam air yang lebih berat daripada merangkak di darat," ungkap 
temuan tersebut.



Lalu, jumlah lipid keong sawah hanya 0,09 persen, lebih rendah dibandingkan 
dengan hewan lainnya. Ini membuktikan bahwa penggunaan keong sawah ampuh untuk 
pengobatan hipertensi.



Tak hanya itu, kandungan mineral pada keong sawah juga bisa dibilang tinggi, 
apalagi jika dibandingkan dengan siput darat.



Mineral yang terkandung dalam keong sawah di antaranya adalah fosfor 60,52 mg, 
kalsium 129,18 mg, potasium 71, 13 mg, zat besi 10,90 mg, sodium 0,04 mg, 
magnesium 31,19 mg, dan zinc 1,31 mg. Semuanya dalam skala per 100 gram.



Baca juga: Pijatan Keong-keong Ini Bikin Kinclong Wajah Anda



Menariknya, kandungan kalsium dalam keong sawah ini lebih tinggi jika 
dibandingkan kalsium dalam daging sapi, telur, bahkan susu.



Kandungan potasiumnya juga telah terbukti baik untuk keseimbangan cairan se rta 
regulasi konduksi impuls saraf, detak jantung, dan metebolisme sel.

Keong sawah juga mengandung zat besi yang tinggi dan dipercaya membantu 
pembentukan darah merah. "Unsur ini penting untuk pembentukan darah merah, dan 
karena zat besi (dalam keong sawah) bersifat akuatik maka bisa direkomendasikan 
untuk wanita hamil dan anak-anak," tulis laporan tersebut.




Dengan kata lain, ini membuktikan bahwa keong sawah merupakan sumber mineral 
yang baik. Para peneliti pun menyarankan untuk memasukkan keong sawah sebagai 
makan an yang kita konsumsi.




Kirim email ke