----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: Tatiana Lukman 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto 
<[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Harry Singgih 
<[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Gol 
<[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar Sitompul 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
Ronggo A. <[email protected]>; Billy Gunadi <[email protected]>; Oman 
Romana <[email protected]>; Harsono Sutedjo <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Sie Tik Tan <[email protected]>; Sahala 
Silalahi <[email protected]>; Tjoa <[email protected]>; Andreas Sungkono 
<[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>; Nunu Nugroho 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 29 Januari 2018 04.28.26 GMT+1Judul: Re: 
[GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois 
Universitas Peking
     

Heheee, ... ini nenek jadi seperti anjing galak yang bisanya menggongong dan 
sudah atidak lagi mampu menggigit! Bisanya hanya memaki REMO, anti-Lenin, 
Anti-Mao, ... dengan kutipan-kutipan saja, tanpa bisa menjelaskan dan 
membuktikan perjuangan pemikiran dalam melihat situasi objektif masyarakat 
ketika itu yang terjadi. Bukankah setiap perbedaan pikiran yang terjadi itu 
dasarnya atau hakekatnya adalah perbedaan dalam menilai/melihat kekutan musuh 
dan kekuatan diri sendiri? Begitulah orang HARUS menjawab pertanyaan tepatkah 
dimulai Revolusi Sosialis? Sekalipun sebelumnya tentu harus ada kesepakatan 
lebih dahulu apa dan bagaimana Revolusi Sosialis itu. Dan, ... hendaknya kita 
bisa berpikir dengan KEPALA DINGIN yang jernih, TIDAK asal tuduh dan maki lawan 
pendapat adalah anti-Lenin, anti-Mao dsb., ...! Tak guna itu semua, karena 
KEBENARAN tetap harus dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan siapa yang mengatakan! 
Itulah sikap saya, ...! Ketua Mao sejak awal sudah TEGAS mengatakan untuk 
masyarakat Tiongkok yang masih 1/2 jajahan, 1/2 feodal, dan masih sangat 
terbelakang dan miskin, dengan berani menyatakan BELUM BISA melancarkan 
Revolusi Sosialis, masih ndalam tingkat Revolusi Borjuasi Nasional dan karena 
sekarang dibawah pimpinan PKT jadi Revolusi Demokrasi Baru. Dan, ... ingat, 
karena ketika itu pimpinan PKT banyak dipengaruhi Komintern yg menentukan, 
pemikiran GEMILANG ketua Mao ini baru berhasil dimenangkan didalam Partai 
Komunis Tiongkok ditahun 1945. Sejak itulah daerah basis-revolusioner yang 
dibentuk tidak lagi dinamakan daerah basis negara Sovyet, tapi daerah bais 
revolusioner dan negara yang dibentuk dan diproklamasikan pada 1 Oktober 1949, 
bukan Negara Sovyet tapi Republik Rakyat Tiongkok yang masih memperkenankan 
kapitalis hidup dan berkembang! Saya yakin begitu juga sebenarnya pertentangan 
perbedaan pendapat yang terjadi antara Bolsyewiek dan Mensyewiek, ... perbedaan 
dalam menilai situasi dan menemukan jalan keluar pemecahannya saja! Orang boleh 
saja menuduh hakekat perbedaan pembelaan klas, tapi dalam kenyataan kedua belah 
pihak berjuang dengan pemikirannya yang tentu masing-masing anggap paling benar 
untuk memperbaiki kehidupan klas Buruh/Pekerja. Diawal 50 tahun dengan 
kemenangan Rev. Oktober Lenin menunjukkan KEUNGGULAN, hanya saja sayang 
akhirnya harus diakui akibat dari KESALAHAN yg terjadi USSR terjungkel dengan 
sendirinya, dengan sangat tragis PKUS dicampakkan Rakyat! Sebaliknya kelompok 
Mensyewiek yang jalankan Sosial-Demokrat itu masih bertahan sampai sekarang, 
dan dengan kekurangan/kesalahan yang ada, dalam batas-batas tertentu tetap bisa 
dikatakan yang berhasil meningkatkan kesejahteraan Buruh/Pekerja di Eropah 
barat-utara! Kehidupan rakyat yang jauh lebih makmur ketimbang negara-negara 
yang dinamakan sosialis dimasa Lenin-Stalin itu, ... Tapi itulah menurut saya, 
setiap pemikiran ada salah juga ada benarnya, tidak bisa dimutlakkan 
Lenin/Bolsyewiek BENAR seluruhnya dan tidak ada salahnya, sebaliknya Mensyewiek 
salah sepenuhnya! Dalam kenyataan baik Lenin, Stalin, Mao maupun Deng dengan 
segala kegenialan yang ada, TETAP adalah manusia-manusia NORMAL yang bisa 
berbuat KESALAHAN! BUKAN DEWA2 yang tidak bisa berbuat KESALAHAN dan boleh 
dikritik! Atau kalau mengkritik dituduh anti-Lenin, anti-Stalin dan anti-Mao, 
...  Berbicara masalah hak-milik, ... kapan dan sebatas mana hak-milik 
perseorangan harus dibasmi menurut ajaran komunis? Sebagaimana dalam Manifes 
Komunis yang bisa dinyatakan dengan tandas dalam satu kalimat: “TUJUAN KOMUNIS 
membasmi Hak-milik Perseorangan!”, banyak diperbincangkan di Tiongkok dengan 
berbagai penafsiran. Sebenarnya apa yang dimaksudkan Marx hak-milik 
perseorangan dalam Manifes Komunis itu? Apakah bisa dan mungkin hak-milik 
perseorangan dibasmi begitu saja??? Jelas masalah hak-milik atas sumberdaya 
produksi yang menentukan perbedaan Sosialisme dan Kapitalisme, khususnya 
hak-milik atas TANAH! Begitu perjuangan selama lebih 150 tahun ini, berkutat 
pada masalah hak-milik atas TANAH dan kekayaan bumi-alam.. Lalu bagaimjana 
dengan kapital? Dimana salahnya kapital jadi milik perseorangan dan kenapa 
harus dibasmi dan dirampas jadi milik negara? Disinilah menurut saya kesalahan 
Lenin yg kemudian segera dikoreksi ditahun 1921 dengan NEP, kembali 
memperkenankan kapitalis hidup/berkembang, dengan jalankan prinsip kapitalisme 
Negara. Dimana Negara Sovyet yang telah berkuasa mengendalikan pertumbuhan 
kapitalis. Hanya saja sayang, Stalin segera mengembalikan basmi kapitalis 
perseorangan tidak lama setelah Lenin meninggal. Dan ternyata KESALAHAN ini 
diikuti Mao yg terburu nafsu berkeinginan membawa masyarakat Tiongkok memasuki 
sosialis ditahun 1956, mulai membasmi kapitalis perseorangan dan membentuk 
komune-rakyat didesa-desa. Kesalahan inilah yang oleh Deng dikoreksi ditahun 
1980, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang dgn kebijakan Reformasi 
dan Keterbukaan. Dan, sekalipun juga terjadi kesalahan-kesalahan, kebablasan 
disana sini, namun kenyataan yang bisa kita saksikan bersama, dalam waktu 30 
tahun lebih pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok sangat dahsyat, ... Artinya, 
RRT dengan kembali memperkenankan kapitalis perseorangan tumbuh/berkembang, 
disamping itu TETAP mempertahankan BUMN sebagai yg utama dan menentukan ekonomi 
nasional, juga mengembangkan hak-milik kolektif tumbuh berkembang lebih baik, 
khususnya didesa-desa, .... bukankah ini membuktikan hak milik KAPITAL 
perseorangan tidak seharusnya dibasmi, setidaknya ditingkat perjuangan dimana 
kita baru memasuki tahap pertama Revolusi Sosialis. Kalau itu hendak dikatakan 
revolusi, karena dalam kenyataan yang dijalankan hanyalah reformasi saja. 
Memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, ... Dan, sekarang RRT menjadi 
ancaman terbesar bagi AS, begitu akhirnya Trump harus dgn tegas mengambil 
posisi “MENDAHULUKAN” AS melindungi kapitalis domestik yg nyaris kalah saing 
dengan Tiongkok! Salam,ChanCT     From: Tatiana Lukman Sent: Sunday, January 
28, 2018 9:19 PMTo: Chan CT ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; 
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; 
Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman 
Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; 
Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: Re: [temu_eropa] 
Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois 
Universitas Peking Ha..ha ngatain orang lain dalam tempurung. Padahal justru 
dirinya sendirilah yang terus terkungkung dalam pengkhianatan revisionis 
Tiongkok. Bayangkan, masih berkoar-koar belum tiba waktunya untuk revolusi 
sosialis. Sedangkan Lenin tahun 1917 sudah berhasil menang dengan revolusi 
sosialisnya!! Stalin dan Mao juga sudah membuktikan keberhasilan dan keunggulan 
sistim sosialisme. Jadi si remo Chan ini ingin mundur ke jaman feodalisme 
Eropa!!! Sikap remo Chan PERSIS seperti orang-orang sosdem-revisionis eropa 
barat, yang menganggap ketika itu di Rusia belum ada syarat untuk revolusi 
sosialis. Simak sendiri kata-kata Lenin di bawah:Infinitely stereotyped, for 
instance, is the argument they learned by rote during the development of 
West-European Social-Democracy, namely, that we are not yet ripe for socialism, 
but as certain "learned" gentleman among them put it, the objective economic 
premises for socialism do not exist in our country. Does it not occur to any of 
them to ask: what about the people that found itself in a revolutionary 
situation such as that created during the first imperialist war? Might it not, 
influenced by the hopelessness of its situation, fling itself into a struggle 
that would offer it at least some chance of securing conditions for the further 
development of civilization that were somewhat unusual?"The development of the 
productive forces of Russia has not yet attained the level that makes socialism 
possible." All the heroes of the Second International, including, of course, 
Sukhanov, beat the drums about this proposition. They keep harping on this 
incontrovertible proposition in a thousand different keys, and think that it is 
decisive criterion of our revolution.  Cukup dengan kata-kata Lenin ini untuk 
menunjukkan SEKALI LAGI watak revisionis, pengkhianat sosialisme dari si Chan. 
Bukan saja si Chan anti-Mao (walaupun dia tidak mau mengakuinya, tapi semua 
pandangan yang ditulis di internet ini sudah lebih dari cukup membuktikan sifat 
anti-Maonya), tapi juga anti-Lenin. Ya dimana salahnya saya bilang dia anti 
Lenin, wong sudah berkali-kali dia bilang Lenin dan juga Mao terburu-buru 
membabat kaum kapitalis!!!Pertanyaan saya belum pernah dijawab. Kalau dia 
anggap Lenin terburu-buru membabat kaum kapitalis, lalu revolusi Oktober itu 
revolusi apa? Dan apa bedanya dengan revolusi borjuis 1789 Perancis!??? 
Memang dasar otak udang si chan ini. Mao bersalaman dengan Nixon dianggap 
seolah-olah Mao lupa akan watak kelas kaum imperialis!!! gobloknya si Chan ini. 
Waktu perang melawan Jepang, Mao juga berfront dengan Chiang kai shek!! apakah 
itu berarti Mao melupakan watak kelas rezim chiang kai shek!!! Chan ngomong 
soal "perubahan sikap kapitalis/imperialis"... Ha...ha... ha itulah yang 
dikatakan Khrustjov, gembong remo Soviet!! Uh , dasar remo, di semua 
pernyataannya dan tulisan selalu tercermin KESAMAAN PANDANGAN DAN IDEOLOGINYA 
DENGAN REMO SOVIET DAN REMO TIONGKOK!!!
Udah sana, peluklah imperailisme AS dan wakilnya, si Trump itu, kawan 
seideologi kamu!!! 

On Sunday, January 28, 2018 2:01 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:


Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU 
melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia sekarang 
ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan menjadikan 
kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia sekarang ini, 
dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat KAPITALIS, .... Bersatu 
dan BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN dari segi-segi yang 
bertentangan, dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan itulah sebab, Ketua Mao 
sendiri bisa menerima kehadiran dan bersalaman dengan Pres. Nixon di Beijing 
tahun 1972 itu. Artinya, bentuk perjuangan yang dijalankan juga berubah 
sebagaimana perubahan sikap kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak 
mesti selalu diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi, 
tapi BERUBAH menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk 
merebut KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan, 
... itulah yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan 
KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga 
dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL 
mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan melemah 
bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang terpojok bahkan 
Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS sendiri, makin terdesak 
oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau TIDAK BERANI melihat 
kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai propaganda HITAM pihak barat 
bahkan Falungong saja!  Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta 
petani miskin di DESA-DESA terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana 
warga desa menjadi PEMILIK desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL 
perseorangan mereka dalam KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok sekarang 
menjalankan sistem TIDAK membasmi kapital perseorangan seperti sebelumnya, 
sebaliknya TETAP mempertahankan kapital perseorangan itu didalam KAPITAL DESA! 
Kapital koperasi-desa itu merupakan gabungan dari kapital-perseorangan warga 
desa itu sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN dengan mendapatkan BONUS dari 
keuntungan produksi yang didapatkan! Pemikiran demikian inilah yang menurut 
saya lebih TEPAT ketimbang MEMBASMI kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa 
juga dikatakan disinilah KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik 
kolektif itu merupakan gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik 
perseorangan dibasmi, ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu? 
Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk mereka 
sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI sendirilah 
menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan hasil kerja keras 
mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg didapat untuk meningkatkan 
kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa itulah yang mengurusi dan 
menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan setiap warga desa, ... Itulah yg 
terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha macam ini bukan soal mudah, sangat 
BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada resort Partai Komunis yang kuat didesa itu, 
harus ada kader-kader yang bisa berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat, 
bisa mengorganisasi masa tani dalam pembagian kerja produksi dengan 
sebaik-baiknya dan mengerti teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang 
dijalankan, .... Jadi, nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan 
sarjana muda bersedia turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan 
kemiskinan, mendorong kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa 
menyumbangkan sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan 
didesa-desa terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini 
pemerintah Tk mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan 
modal membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA 
membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang masih 
tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan Xi berani 
bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai ditahun 2020 
nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ... Salam,ChanCT  From: Tatiana 
Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, January 28, 2018 3:19 
AMTo: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; 
Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; 
[email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo 
; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; 
GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan 
terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking   Sudah 
tentu orang remo pro-kapitalis seperti kamu tidak akan mengerti apa yang 
diperjuangan kaum Maois di Tiongkok!!! Buat kalian penghisapan dan penindasan 
adalah hal yang NORMAL dan harus DITERIMA!!   Kesenjangan yang begitu menganga 
besar antara para bilyuner dan kaum buruh dan tani yang ada di jenjang paling 
bawah piramid sosial adalah kenyataan yang bersifat "kriminal"!!! Oxfam saya, 
yang bukan orang-orang komunis, dapat merasakan "horror" nya kesenjangan yang 
begitu jahat!!  Di negara-negara welfare Eropa Barat yang penghisapannya begitu 
"lembut" saja, tetap ada orang-orang dan kaum pemuda dan organisasi komunis dan 
Maois  yang berjuang untuk Sosialisme... Karena mereka mengerti kemakmuran 
material yang mereka nikmati berasal dari penghisapan dan penindasan terutama 
rakyat negeri Dunia Ketiga dan juga rakyatnya sendiri. Memang tidak ada orang 
kelaparan, tapi banyak sekali kaum pemuda yang bekerja sekarang, mereka bekerja 
dengan gajih jauh lebih rendah dan yang penting lagi mereka hidup dengan 
INSECURITY. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana orang Tkk dulu di jaman 
Mao , walaupun secara material masih belum kecukupan seluruhnya, tapi mereka 
hidup dengan SECURITY, mereka merasa 'AMAN", mereka tahu tidak akan 
diperlakukan secara sewenang-wenang, tidak akan dipukuli atau disiksa. Yang 
paling penting mereka tahu para pemimpin komunisnya yang bersama Mao bekerja 
sepenuhnya buat kepentingan mereka. Mereka merasa dilindungi negara!! Orang 
remo seperti kamu tidak mengerti arti hidup dengan 'security', bekerja sepenuh 
hati untuk tanah air sosialis, orang rela mengorbankan dirinya untuk 
sosialisme. Tapi orang remo seperti kamu, memandangnya sama seperti 
penghisapan!!! Bayangin!! Kamu sudah tidak mampu membedakan kerja keras 
membangun sosailisme dengan TERPAKSA KERJA KERAS untuk hidup di kapitalisme!!! 
Orang hanya bisa menggeleng-geleng kepala saja, ketika membaca pendapatmu yang 
menyamakan kerja keras di sosailisme jaman Mao dengan kerja keras di 
kapitalisme!!! 

On Saturday, January 27, 2018 3:56 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:


  Lalu, ... APA yg sedang DIPERJUANGKAN tokoh dibilang Maois, Zhang Yunfan 
dengan ngumpukan massa demonstrasi ini sampai ditangkap dan PANTAS dibela???   
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, January 
27, 2018 3:36 AMTo: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; 
Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; 
[email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo 
; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; 
GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang 
pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking   Sayang beritanya dalam bahasa 
Spanyol. Pada pokoknya memberitakan tentang surat dari sebuah grup intelektual  
yang mengutuk persekusi terhadap pengikut Maoisme di Tkk dan menuntut 
dibebaskannya seorang tamatan Universitas Peking (Beida, universitas di mana 
bung Burhan belajar ekonomi politik dan Marxisme ) Maois, Zhang Yunfan, umur 24 
tahun. Zhang dituduh "mengumpulkan orang-orang untuk mengganggu ketertiban 
umum". Masih mau berkaok-kaok pimpinan PKT dan RRT revisionis-kapitalis 
menghormati Mao dan mengikuti ajarannya???? Potret dan patungnya masih belum 
ditum bangkan, tapi sudah sejak lama dikhianati ajaran dan karya besarnya yang 
dibangun bersama rakyat Tkk, yaitu Sosialisme tanpa embel-embel!!! Qian Liqun 
(ahli kritik sastra dan kebudayaan post-Mao dan mantan prof. di Univ. Peking), 
Kong qingdong, juga mengajar di universitas dan Fan Jinggang, pendiri toko buku 
Wuyou, termasuk yang menandatangani surat tsb.Lambat laun kelas buruh akan 
meningkatkan kesadarannya.... Dan saya yakin seyakin-yakinnya, begitu kelas 
buruh mencengkam senjata ideologinya, yaitu fikiran Mao Tsedong/Maoisme, semua 
kaum kapitalis komprador dan birokrat dan pengkhianat revisionis akan mereka 
hancurkan!!!! Itu adalah hukum perkembangan masyarakat!!! Dalam hal ini Mao dan 
guru-guru M-L tidak pernah salah!!!! Dimana ada penghisapan dan penindasan, di 
situ pasti timbul perlawanan!!! Tak ada pengorbanan yang sia-sia!!  
25 DE ENERO DE 2018

Denuncian la detención de un líder estudiantil maoísta de la Universidad de 
Pekín por las autoridades chinas.
Una carta de un grupo de universitarios e intelectuales de la Universidad de 
Pekin denuncia la persecución del maoísmo en China y pide la liberación del 
estudiante maoísta, Zhang Yunfan. 

El graduado de la Universidad de Pekín, Zhang Yunfan, de 24 años, fue arrestado 
en una sesión de lectura maoísta el pasado 15 de noviembre, como se explica en 
la carta publicada en el periódicoSouth China Morning Post. 

El líder estudiantil fue acusado de "reunir a una multitud para alterar el 
orden público", después de expresar su opinión sobre "ciertos acontecimientos 
históricos", según la explicación de las autoridades, agregando que había sido 
encerrado en un lugar no especificado y que permanecerá detenido durante seis 
meses. Los citados "acontecimietnos" se refieren a la galopante precarización 
de las condiciones del proletariado chino frente al creciente aumento de los 
beneficios de los, también crecientes en número, capitalistas chinos.

Uno de los signatarios de la carta es Qian Liqun, un experto en crítica 
literaria y cultural post-Mao, y un profesor jubilado de la Universidad de 
Pekín.. Otros de los intelectuales maoístas firmantes son Kong Qingdong, quien 
también enseña en la universidad, y Fan Jinggang, el fundador de la librería 
Wuyou, muy popular entre los maoístas chinos. 

Se sabe que Zhang, como muestran algunas fuentes de internet, lidero a un grupo 
de estudiantes de la Universidad de Pekín en una visita al lugar de nacimiento 
de Mao Zedong, y que allí rindieron homenaje al fundador de la República 
Popular China, y se sospecha que esto pudo desencadenar su arresto.

Un testimonio, que hizo declaraciones bajo condición de anonimato por temor a 
represalias, contó que a Zhang le preocupaban mucho las malas condiciones de 
los trabajadores inmigrantes en China y que en el pasado se había ofrecido 
voluntario para enseñar a niños en áreas desfavorecidas. Parece estar vinculado 
a movimientos maoistas.

|  |
| Zhang Yunfan, líder estudiantil maoista
   |


Uno de los movimientos maoistas más conocidos en Occidente es el Partido 
Comunista Maoísta de China- Se trata de un partido comunista clandestino 
antirrevisionista de la República Popular de China que sigue el 
marxismo-leninismo-maoísmo . El PCMCh buscaba sustituir al " bloque gobernante 
revisionista dentro del Partido Comunista Chino " (PCCh), cuyas reformas desde 
la muerte de Mao han "restaurado las condiciones sociales capitalistas ". 
Siguiendo este objetivo, PCMCh pretende iniciar una "segunda revolución 
socialista " para restablecer la dictadura del proletariado. 

El PCMCh fue fundado el 28 de noviembre de 2008 y ha reunido miembros y 
seguidores, en un estado no confirmado, que se extiende por miles en las 
tierras rurales de China, entre los trabajadores y campesinos descontentos con 
la precarización de las condiciones laborales y el auge de las grandes empresas 
capitalistas en el país, creciendo el porcentaje de medios de producción en 
manos privadas año a año. 

Surgió desde dentro del propio PCCh. En 2007, diecisiete miembros del PCCh, 
desde oficiales retirados, oficiales militares y académicos, emitieron una 
carta pública al PCCh instando al final de las reformas procapitalistas y para 
volver al " Pensamiento Mao Zedong ". Esto se convirtió en una conmoción 
significativa para las mentes de la clase obrera china, ya que mostraba que el 
creciente descontento dentro del PCCh no era solo por los que vivían en las 
calles y tierras rurales de China, sino también por aquellos que habían 
trabajado estrechamente con los del PCCh.  Finalmente, el PCMCh, debido a las 
persecuciones, no se desarrolló como partido, aunque movimientos maoístas 
similares se extienden por China conforme el capitalismo se va desarrollando en 
el país y empeoran las condiciones sociales y laborales de los trabajadores y 
campesinos.
 Los maoístas critican el actual sistema económico y político de China, que 
traiciona la visión de Mao Zedong y de la clase obrera china de una economía 
socialista. También denuncian las reformas proclives a la economía de mercado 
del país, causante de una creciente brecha de riqueza y de una creciente 
corrupción.
El apoyo al movimiento maoísta ha crecido en los últimos años y, como 
resultado, sus reuniones son vigiladas de cerca por las autoridades. Sin 
embargo, la persecución del maoísmo en China no puede hacerse tan abiertamente 
como el gobierno y sus , porque, en contra de la élite del PCCh y de la 
creciente burguesía china (recordemos que hoy China es el segundo país en 
número de multimillonarios), un gran número de trabajadores y campesinos se 
sigue considerando maoista y rechazan las reformas hacia el capitalismo de la 
aburguesada dirigencia comunista dirigida por Deng Xiaoping y Xi Jimping.

Tal y como se afirma en el artículo de B.N. Turner, Capital financiero en 
China, "Todo este desarrollo del capitalismo chino, hoy primera potencia 
mundial también financiera, se ha desarrollado desde que Den Xiaoping y sus 
acólitos, a los que ya Mao había desenmascarado como los “defensores del camino 
capitalista”, lanzaron la “buena nueva” de que “hacerse rico es glorioso”, 
comenzando a llenarse el Partido de los seguidores de lo que se conoce como 
xiahai (que se podría traducir como “zambullirse en el mar de la empresa 
privada“), también conocidos como “capitalistas rojos“". Recordamos también que 
recientemente un grupo de estudiantes chinos en Berlín denunciaban, en una 
entrevista traducida por este blog y Victoria de los Oprimidos y Explotados, 
que " En China hay una enorme explotación y un gran desarrollo del capitalismo 
/ imperialismo. Pocos chinos saben que una gran cantidad de capital chino está 
en el extranjero. Hay muchas protestas y huelgas. Las masas a menudo luchan 
espontáneamente y sin un liderazgo claro contra los capitalistas. Los 
verdaderos comunistas participan junto a ellos en su esfuerzo. Muchos 
capitalistas no llaman a la policía, sino que llaman a la mafia, simplemente 
porque es más barato. Existe una alta tasa de personas sin hogar; muchos 
duermen en estaciones de ferrocarril o edificios vacíos (...) Sin embargo, no 
podemos ni debemos ser demasiado abiertos con muchas de nuestras posiciones... 
La represión hoy es enorme en China. Tenemos reuniones de formación de forma 
clandestina y además, organizamos una escuela nocturna para trabajadores 
universitarios y empleados".
Dalam wawancara dengan sebuah grup siswa Tiongkok di Berlin, mereka 
mengemukakanDi Tiongkok  penghisapan terjadi besar-besaran dan kapitalisme / 
imperialisme berkembang pesat. Hanya sedikit orang Tkk yang tahu banyak modal 
Tkk ditanam di luar negeri. Terjadi banyak protes dan pemogokan. Massa sering 
berjuang secara spontan melawan kaum kapitalis  tanpa pimpinan yang jelas. Kaum 
komunis sejati ikut serta dalam perjuangan mereka. Banyak kapitalis tidak 
memanggil polisi, tapi memanggil mafia, karena lebih murah. Banyak sekali orang 
yang tak punya tempat tinggal ; banyak tidur di stasiun kereta api atau 
bangunan kosong (...) Namun, kita tidak bisa dan tidak boleh terlalu membuka 
posisi kita. Penindasan dewasa ini sangat besar di Tiongkok. Kami mengadakan 
pertemuan pelatihan di bawah tanah dan kami juga menyelenggarakan sekolah malam 
untuk para pekerja universitas dan pegawai ".
Las diferencias, pues, son cada vez menos entra la República Popular China y 
los países tradicionalmente capitalistas, situación que sufren cada vez más los 
trabajadores y campesinos y los defensores del socialismo y de un Partido 
Comunista al servicio de la clase obrera y no al del mercado




    

Kirim email ke