Menurut artikel di bawah, bukan white cats and black cats, tetapi yellow
cats and black cats,
yang sering dikatakan orang daerah Sezhuan ( tempat kelahirannya Deng ).
Ini sering diucapkan
jendral mata satu Liu Bocheng, yang Deng jadi komisaris politiknya :
https://gaodawei.wordpress.com/2017/07/07/what-deng-
really-said-yellow-cats-black-cats-not-white-cats-black-cats/
Liu Bocheng :  https://en.wikipedia.org/wiki/Liu_Bocheng


2018-01-31 7:53 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Bung Chan, setuju, cuma membuang waktu saja berdebat tentang teori ini
> teori itu. Yang penting adalah hasilnya bagaimana? Harus ada buktinya
> negara mana yg. telah berhasil dan telah menggunakan teori/idiologi yg.
> mana? Teori cuma basi-basi saja kalau hasilnya tidak ada atau hasilnya
> adalah nol besar. Betul yg. dikatakan dan dipraktekan oleh si "jenius" Deng
> Xiaoping: tidak masalah apa kucing itu putih atau hitam asal bisa menangkap
> tikus. Percuma saja kucing berwarna putih atau abu2 kalau tidak bisa
> menangkap tikus.
>
> Salam,
> BH Jo
>
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Sudahlah, tak da guna kita teruskan pertengkaran dari teori ke teori lagi,
> ... CUKUP kita sabar saja melihat dan saksikan sendiri bagaimana kenyataan
> yang terjadi di Tiongkok saja, khusus mencapai target yg telah ditetapkan
> Kongres-18 PKT dan dipertegas dalam Kongres-19 yg baru lalu itu, nanti
> 2020, tinggal 2 tahun kedepan, di Tiongkok TIDAK ADA LAGI KEMISKINAN!
> Sekarang ini, atau konkritnya ditahun 2017 yl. dinyatakan masih 30 juta
> rakyatnya yang tersisa hidup dalam garis kemiskinan. Jadi, nanti 2020
> Tiongkok memasuki masyarakat sedikit MAKMUR, seorangpun tidak boleh
> tertinggal dalam kemiskinan! Bukankah tujuan perjuangan KOMUNIS itu
> membebaskan umat manusia dari penderitaan dan kemiskinan!?
>
> Tentu tujuan KOMUNIS juga menghapuskan PENGHISAPAN manusia atas manusia,
> ... yang menjadi masalah bagaimana dan kapan bisa dilaksanakan! Yang PASTI
> tidak bisa main GEMPUR saja! Tidak bisa menyalahi HUKUM perkembangan
> masyarakat itu sendiri! Kalau saja dikatakan masyarakat sosialis adalah
> kelanjutan masyarakat *kapitalis tingkat tinggi*, tentu tidak mungkin
> dicapai dalam masyarakat masih peralihan dari feodal ke kapitalis, dimana
> masyarakat masih sangat miskin dan tenaga produktif masih sangat
> terbelakang! Artinya, baik di Rusia masa 1917 maupun Tiongkok tahun 1956,
> BELUM mencapai masyarakat kapitalis tingkat tinggi, tidak mungkin memasuki
> masyarakat sosialis! Itulah sebab Ketua Mao diawal mula perjuangannya
> menentang dilaksanakan Rev. Sosialis di Tiongkok yang masih sangat miskin
> dan kapitalis baru mulai tumbuh itu.
>
> Kenyataan yang terjadi, dengan jalan revolusi membasmi kapitalis untuk
> mewujudkan tiada penghisapan manusia atas manusia lagi, akhirnya MERUSAK
> sistim perkembangan masyarakat itu sendiri. Begitu kapitalis-kapitalis
> dibasmi dan diganti PEJABAT-PEJABAT kader komunis, dipihak lain kehidupan
> BURUH juga terjadi perubahan, ... tidak lagi dalam kehidupan pemeran
> kapitalis, tapi didorong bekerja atas KESADARAN klas buruh. Ternyata,
> KESADARAN manusia dalam masyarakat itu terjadi dalam kehidupan sehari-hari
> yang dialami dan dalam perjuangan kerjanya itu sendiri. Bukan terutama
> hasil propaganda apalagi dengan dicekoki dan dengan menindas, menangkapi
> orang-orang yang berbeda pendapat saja. Disinilah terjadi kasalahan Stalin
> dan Mao setelah BERHASIL merebut kekuasaan dan usaha merubah kesadaran
> manusia normal yang egoistis menjadi kesadaran komunis dengan mencekoki
> bahkan memaksakan orang berkesadaran sosialis, ... terjadi tidak sedikit
> pelanggaran HAM, mengakibatkan tidak sedikit pejabat, kader bahkan orang
> kecil yang tidak berdosa jatuh korban dengan tuduhan segala macam “KANAN”,
> “Anti-Partai”, “Anti-Sosialis” “Penempuh Jalan Kapitalis” dsb. dsb. , ....
> dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja utk mencuci otak! Kesadaran dengan
> dicekoki yang bersandar pada paksaan, kekerasan begitu dalam kenyataan
> tidak merubah mental manusia sesusungguhnya! Buktinya, begitu dihianati
> Gobarchove dan bahkan PKUS dibubarkan Jeltsin, kader-kader PKUS yg
> berkesadaran Bolsyewiek itu TIDAK berkemampuan melawan dan meneruskan
> perjuangan dengan bangkitkan rakyat Sovyet yg selama masa Lenin-Stalin
> dicecoki kesadaran Leninisme itu, ...
>
> Saya melihat yang dijalankan Tiongkok lebih 30 tahun terakhir ini, ...
> dengan memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, kembali
> memperkenankan kapitalis hidup, tumbuh dan berkembang. Artinya, Tiongkok
> lebih dahulu berusaha melepaskan diri dari kemiskinan, lebih dahulu
> mengejar tingkat kemakmuran masyarakat. Jadi mengambil cara terbalik, bukan
> melorot kapitalis yang sudah kaya, apalagi membasmi kapitalis, tapi
> mengangkat buruh/tani yang miskin ketaraf hidup yang lebih baik,
> meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas lebih didahulu. Caranya?
>
> Dijalankan dengan proses perlahan-lahan, sesuai perkembangan masyarakat
> yang ada, dengan reformasi dan berangsur-angsur memperluas demokrasi.
> Setelah kekuasaan ditangan rakyat tentu tidak harus jalankan REVOLUSI
> dengan perubahan radikal lagi! Yang diutamakan bisa meningkatkan
> kesejahteraan 1,3M rakyat Tiongkok! Jadi, TIDAK benar dikatakan BURUH di
> Tiongkok diperas bekerja lebih 8 jam/hari dengan tidak ada jaminan sosial
> yang memadai. MAYORITAS MUTLAK Buruh Tiongkok sekarang ini merasakan
> kehidupan jauh lebih baik, jauh lebih makmur ketimbang kehidupan mereka
> ditahun sebelum 1978! Kehidupan mayoritas mutlak buruh-tani di TIongkok
> sudah jauh, jauh lebih sejahtera ketimbang sebelum tahun 1978! Bukan saja
> hidup berkecukupan, sebagian besar sudah bisa bertamasya keberbagai objek
> tamasya dalam negeri bahkan TIDAK SEDIKIT yang sudah bisa bertamasya
> keluarnegeri! Ketentuan UU Perburuhan di TIongkok sudah cukup bagus dalam
> membela kepentingan buruh/pekerja nya. Sudah tentu, disana-sini bisa saja
> ada kapitalis-kapitalis nakal yang melanggar dan melakukan penghisapan
> berlebih yang tidak manusiawi saja. Tentu semua ini bisa terjadi karena
> perbaikan masih dalam proses dan belum menjadi KESADARAN masyarakat.
> Pejabat dan kader PKT nya juga masih saja ada yang korup, bejad moral dsb..
> Itulah kenyataan kwalitas manusia dalam masyarakat yang harus dihadapi dan
> menemukan cara mengatasinya dengan baik. Jangan terbalik saja dalam
> menilai, NILA yang setitik itu jadi rusak susu sebelangga!
> Lalu bagaimana petani didesa-desa?
>
> Saya pernah memperhatikan mengapa yang diangkat DESA-TELADAN keberhasilan
> melepaskan diri dari kemiskinan menjadi deesa makmur adalah Desa Xiao Gang
> di An Hui, bukan desa Hua Xi yang jauh lebih dahulu makmur? Mungkin, didesa
> Xiao Gang inilah yang dianggap terjadi proses pengenalan keharusan
> KERJA-KOLEKTIF dengan mendirikan koperasi-desa secara alamiah, yang
> dipelopori 18 petani di Da Gang itu, sebagaimana seruan Ketua Mao diawal
> tahun 1950! Dan BERHASIL dengan baik meningkatkan produksi dan
> kesejahteraan warga desa Xiao Gang. Bagi yang mengerti bhs. Th, bisa lebih
> lanjut mengikuti di :
> http://china.chinadaily.com.cn/2018-01/16/content_35517167.htm
> [image: image][image: image]
> Saya ambilkan saja foto pintu-gerbang desa Xiao Gang dan AULA untuk
> menerima pendatang saling-belajar dalam usaha memperkenalkan pengalaman
> desa Xiao Gang menjadi makmur! Desa terbelakang dan sangat miskin berhasil
> menjadi makmur begini, salah satu cara yang diambil, menjadikan setiap
> petani warga desa *PEMILIK SAHAM* desa, tergabung dalam SAHAM
> Koperasi-desa yang mereka bentuk itu! Jadi bukan mengambil cara menghapusw
> hak milik kapital perseorangan, sebaliknya justru menjadikan setiap petani
> desa adalah pemilik kapital desa, setiap tahun mendapatkan BONUS dari
> keuntungan produksi yang didapatkan tahun itu! Hanya saja saya b elum tahu
> bagaimana rinci pembagian bonus di desa Xiao Gang ini.
>
> Tapi itulah kenyataan yang terjadi di Tiongkok dalam usaha mengentaskan
> kemiskinan yang masih tertinggal. Tidak harus semua dijalankan dengan cara
> yang sama, karena memang setiap desa miskin ada masalahnya sendiri dan ada
> kondisi yang mengakibatkan dan berbeda-beda, ... Tapi, dari kisah-kisah
> pengalaman desa-desa melepaskan diri dari kemiskinan yang bisa saya ikuti,
> semua mengambil cara merubah PETANI-DESA menjadi PEMILIK SAHAM Desa!
>
> Jadi jalan yang ditempuh Tiongkok, hakmilik perseorangan atas SD produksi
> sepenuhnya dihapus menjadi MILIK NEGARA, tapi belum menghapus hak milik
> perseorangan sebagaimana seruan “Manifes Komunis” yang seharusnya menjadi
> tujuan komunis, tapi justru merubah setiap warga menjadi
> kapitalis-kapitalis, pemilik KAPITAL, pemilik saham desa! Yang pasti jalan
> sosialis adalah jalan BARU yang masih ditempuh dengan meraba-raba, adalah
> satu usaha dimana setiap bangsa harus berani menemukan jalannya sendiri,
> sesuai dengan kondisi masyarakat nya, ... TIDAK ADA seorangpun didunia ini
> yang bisa menujukkan jalan yg dianggap paling BENAR yang harus diikuti.
> TIDAK ADA! Lalu, kapan dilaksanakan penghapousan hak milik perseorangan
> itu, kapan penghisapan manusia atas manusia dihapuskan total??? Barangkali
> masih sangat jauh, biarlah proses menempuh jalan sosialis *tingkat
> pertama* yang sedang dijalankan di Tiongkok ini dahulu. Yaitu satu usaha
> melepaskan diri dari kemiskinan dahulu, usaha mewujudkan 1,3 M rakyatnya
> sedikit makmur. Lepaskan PENDERITAAAN KEMISKINAN yang sudah berkepanjangan
> diderita rakyat banyak bisa diakhiri dahulu! Target PKT lebih lanjut, baru
> nanti 2049, yaitu 100 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok mencapai
> masyarakat adil dan makmur dalam arti sesungguhnya. Menjadi satu negara
> makmur dan kuat!
>
> Hanya saja sayang seribu sayang, kita semua sudah tidak lagi bisa ikut
> menyaksikan sendiri KEBERHASILAN rakyat Tiongkok mewujudkan impian Tiongkok
> mereka, ...! Untuk membuktikan dalam praaktek KEBENARAN jalan sosislime
> bercirikan Tiongkok yang ditempuh sekarang ini, ...
>
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
>
> *From:* Tatiana Lukman
> *Sent:* Tuesday, January 30, 2018 3:10 AM
> *To:* [email protected] ; [email protected] ; DISKUSI
> FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja
> ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; indo1@... ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman
> Romana ; Harsono Sutedjo ; danar@... ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ;
> Tjoa ; Andreas Sungkono ; Nunu Nugroho ; Chan CT
> *Subject:* Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin
> mahasiswa maois Universitas Peking
>
> Si remo Chan ini betul-betul sombong dan goblok!! Karena dirinya sendiri
> tidak pernah bisa mengajukan kutipan Mao ataupun guru-guru besar Marxis
> lainnya untuk mendukung dan membenarkan pendapatnya yang lahir dari pikiran
> subjektifnya sendiri yang sudah mengkhianati Sosialisme, maka dia hina dan
> menuduh seenak perutnya sendiri orang yang justru dapat menampilkan ajaran
> guru-guru besar Marxis yang memperlihatkan dan membelejeti pikirannya yang
> remo dan anti-Marxis itu.
>
> Saya membantah pendapatnya dengan mengajukan kutipan Mao atau Lenin.
> Karena dia sendiri tidak bisa membantah ajaran yang ada dalam kutipan itu,
> maka satu-satunya cara adalah menghina kutipan-kutipan. Padahal
> kutipan-kutipan dan karya para guru Marxis itu adalah analisa dan
> penyimpulan dari penelitian dan studi mereka terhadap keadaan kongkrit
> masyarakat (ekonomi, politik dan sosial) ketika itu. Dan si Chan jubir kaum
> remo Tkk ini betul-betul BUTA dan KURANG AJAR menuduh Lenin seolah-olah apa
> yang diajarkan itu TIDAK DIBUKTIKAN DALAM PRAKTEK!!! Lho coba toh, sudah
> demikian dalamnya kebodohan dan penghinaannya terhadap Lenin!!  Jadi
> revolusi Oktober itu apa, kalau bukan penerapan dari teorinya Lenin tentang
> Rusia bahwa ketika itu sudah waktunya dilancarkan pemberontakan untuk
> membangun sosialisme???? Dengan Revolusi Oktober Lenin membuktikan
> kesalahan orang-orang sosdem/revisionis Eropa Barat yang dia kritik dalam
> kutipan tersebut!!! Si Remo ini tak sepatahpun omong tentang Revolusi
> Oktober!!!
>
> Kemudian bagaimana dengan Sosialisme yang dibangun rakyat Soviet di bawah
> pimpinan Stalin?? Itu bukan praktek dan pembuktian dari teori Leninis bahwa
> sosialisme dapat dibangun di satu negeri???  Kalau bukan sosialisme, lalu
> sistim apa yang dibangun Stalin itu? JAWAB INI!!!
>
> Dengan mengatakan bahwa perkembangan masyarakat sekarang belum siap untuk
> revolusi sosialisme berarti si Chan menghapus semua praktek pembangunan
> sosialisme di Soviet Uni dan Tkk dibawah Mao!! Apa artinya ini kalau bukan
> sikap dan pandangan reaksioner anti sosialis, anti-Mao dan anti-Lenin!!
> Mencak-mencak tiak mengakui sikap yang anti Mao dan anti Lenin, tapi sama
> sekali tidak ada argumentasinya untuk membantah apa yang dikatakan Lenin.
>
> Kutipan dan tulisan para guru Marxis itu juga merupakan bimbingan
> orang-orang progresif dan komunis yang masih terus berjuang untuk
> sosialisme!! Nah, supaya orang semakin melihat bagaimana oportunisnya
> orang-orang remo dan pengkhianat seperti Chan, perhatikan apa yang saya
> katakan di bawah ini. Sekarang Chan menghina dan meremehkan kutipan Lenin,
> karena tidak berdaya melawan argumentasi Lenin tentang Rusia ketika itu
> yang sudah siap untuk melancarkan revolusi sosialis. Tapi, tahun lalu, Tkk
> remo (untuk menyelubungi terus pengkhianatannya terhadap Lenin dan
> lipservice) ikut-ikut memperingati 100 tahun Revolusi Oktober dan
> menerbitkan beberapa karya Lenin. Nah, anjing jaga Remo Tkk, si Chan,
> ikut-ikut juga menulis dan memuiji  karya Lenin. Waktu itu saya tantang,
> nah sudah diterbitkan lagi karya Lenin, baca dan pelajarilah!!! Diam seribu
> bahasa!! Mana mau si Chan baca dan mempelajari karya Lenin. Di samping
> malas untuk baca karya Lenin, si Chan tidak mau baca karena di situ dia
> akan menemukan banyak sekali ajaran Lenin yang bertentangan dengan pikiran
> revisionisnya!!!
>
> Sebetulnya perdebatan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dan otak
> si Chan yang sudah bulukan dan karatan dengan revisionisme tidak mengalami
> kemajuan apapun.
>
> Nih, saya tampilkan kembali perdebatan itu
>
>
>
> Setelah teori diadu dengan teori, menurut saya benar-tidak TEORI itu tetap
> harus di BUKTIKAN dalam PRAKTEK! Tidak hanya karena apa yang dijalankan
> Deng dan RRT sekarang ini berbeda dengan yang ditunjukkan Marx, Lenin, lalu
> boleh saja dinyatakan sudah menempuh jalan KAPITALISME bahkan IMPERIALISME!
> TIDAK! Saya kembali pada beberapa PERTANYAAN yang pernah saya ajukan
> sebelumnya dan menurut saya patut dicermati lebih lanjut. Karena apa yang
> diajukan Bung Sie Tik, dalam catatan dibawah, sepenuhnya juga BENAR disaat
> revolusi Sosialisme dijalankan, dimana klas kapitalis dijadikan musuh yang
> harus dimusnahkan! Sedang sekarang, tingkat perjuangan yang sedang
> dihadapi klas proletariat sedunia sekarang ini, belum sampai ketingkat
> revolusi sosialisme, BELUM TIBA saatnya melancarkan revolusi sosialisme
> dan bisa menjadikan klas kapitalis menjadi musuh yang HARUS DIBASMI! TIDAK
> ADA satu NEGARA pun didunia ini yang sudah bisa dan mempunyai syarat
> melancarkan revolusi sosialisme itu! Mengapa?
>
> Jelas teori harus dibuktikan oleh praktek. Dalam jawaban yang saya kirim
> kemarin saya jelaskan mengapa saya melihat Tkk dibawa KEMBALI KE
> KAPITALISME  melalui reform-reformnya Deng. PRAKTEK juga memperlihatkan
> bagaimana Deng membongkar dulu sistim ekonomi yang sudah dibangun oleh Mao.
> Tanpa menghapus undang-undang dan peraturan perburuhan yang sudah dibuat
> pemerintahan jaman Mao, tidak bisa Deng memasukkan undang-undang yang
> sepenuhnya merugikan kaum buruh dan menguntungkan kaum majikan. Betul tidak
> bahwa sekarang buruh Tkk bekerja lebih dari 8 jam sehari, 6 sampai 7 hari
> seminggu tanpa tunjangan social apa-apa, tidak ada lagi hak untuk mogok,
> status pekerja tetap digantikan dengan sistim kontrak di mana buruh dapat
> dengan begitu saja dipecat oleh majikan, upah sering ditangguhkan bahkan
> tidak dibayar? Semua ini adalah hasil reform perburuhan kapitalis Deng!!!
>
> Jadi kalau saya katakan Tkk menempuh jalan kapitalisme, itu bukannya tanpa
> alasan, tanpa berdasar kepada kenyataan dan fakta. Dan bukan hanya karena
> ia berbeda dengan yang ditunjukkan Marx, Lenin dan Mao, tapi DALAM
> KENYATAAN DAN PRAKTEK YANG KELIHATAN DI DEPAN MATA KITA DENGAN JELAS, DI
> TKK KITA BERHADAPAN DENGAN KAPITALISME  BRUTAL!!!  KAUM KAPITALIS TKK DAN
> ASING MELAKUKAN PENGHISAPAN DAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN (NILAI LEBIH) DARI
> TENAGA KERJA BURUH. Apa namanya sebuah masyarakat yang berdasarkan pada
> penghisapan manusia atas manusia??? Bukan kapitalisme? Modal Tkk yang sudah
> membeli property dan perusahaan di AS dan Eropa, Australia,  multibilyuner
> yang terus dilahirkan, apakah itu hasil dari Sosialisme, bukan Kapitalisme?
>
> Profesor Wertheim juga menyatakan dengan gamblang bahwa ide mendorong
> sebagain orang untuk jadi kaya sama dengan mengundang kapitalisme masuk
> dari pintu depan!!! Apakah ia mengatakan itu dengan seenak perutnya
> sendiri, tanpa penelitian dan pengetahuan yang membuatnya mampu untuk
> membedakan Sosialisme dari Kapitalisme?
>
> Masalahnya adalah Anda dan Suar Suroso sudah mem-buat teori sendiri, yaitu
> dalam membangun sosialisme, penghisapan itu diperlukan. Sedangkan guru-guru
> tentang sosialisme memberi pengertian bahwa Sosialisme adalah satu sistim
> yang bertujuan akhirnya menghapus peng-hisapan.
>
> Di satu pihak, anda membenarkan Tan Sie Tik tentang revolusi sosialis yang
> harus memusnahkan kelas kapitalis. Di lain pihak anda bilang tidak ada
> satupun negeri di dunia ini yang sudah punya syarat untuk melancarkan
> revolusi sosialis.
>
> Lenin dulu juga harus menghadapi kaum Revisionis-Sosdem dari Internasional
> Kedua yang mengatakan Rusia belum ada syarat untuk melancarkan revolusi
> sosialis. Lenin secara teori dan juga dalam praktek telah membuktikan
> salahnya kaum Revisionis dan Sosdem.
>
> Simak kata-kata Lenin:
>
> 16 Januari, 1923, dalam “Our Revolution”, Lenin menulis:
> “Infinitely stereotyped, is the argument they learned by rote during the
> development of *West-European Social-Democracy,* namely, that *we are not
> yet ripe for socialism,* but as certain "learned" gentleman among them
> put it, *the objective economic premises for socialism do not exist in
> our country*. Does it not occur to any of them to ask: *what about the
> people that found itself in a revolutionary situation such as that created
> during the first imperialist war? Might it not, influenced by the
> hopelessness of its situation, fling itself into a struggle that would
> offer it at least some chance of securing conditions for the further
> development of civilization that were somewhat unusual? *
>
> "If a definite level of culture is required for the building of socialism
> (although nobody can say just what that definite 'level of culture' is), *why
> cannot we begin by first achieving the prerequisites for the definite level
> of culture in a revolutionary way, and then on the basis of the workers'
> and peasants' government and the Soviet system, proceed to overtake the
> other nations? . .*
>
> Lenin sudah menjawab/membantah pernyataan anda itu pada abad yang lalu.
> Lenin menentang orang-orang revisionis dan sosdem yang menganggap di Rusia
> tidak ada syarat-syarat ekonomi untuk Sosialisme, bahwa kondisinya belum
> matang untuk Sosialisme. Lenin bicara soal situasi yang tercipta sebagai
> akibat dari perang imperialis (PD Pertama) dan menghimbau kaum proletar
> sertai partainya untuk tidak mendukung Perang imperialis, tapi mengubah
> perang itu menjadi perang dalam negeri melawan kaum borjuasi di negerinya
> masing-masing dan merebut kekuasaan. Tapi politik ini  ditolak oleh
> Internasional Kedua yang sudah merosot menjadi revisionis dan bersedia
> berkolaborasi dengan kaum borjuasi negerinya masing-masing.
>
> Rusia ketika itu adalah negeri kapitalis dengan keterbelakangan ekonomi
> dan teknologi dan dengan penduduk mayoritasnya kaum tani yang masih hidup
> dalam hubungan produksi pra-kapitalis. Itulah yang membuat kaum
> sosdem/revisionis menganggap belum matang syaratnya untuk Sosialisme.
>
> Karena memang hanya Leninlah yang mampu melihat tentang perkembangan tak
> seimbang dan tak merata dari kapitalisme yang juga sudah berkembang dan
> mencapai tingkat tertinggi, yaitu imperialisme. Salah satu ciri dari
> imperialism adalah semakin meningkatnya kontradiksi antara kekuatan
> imperialis yang berusaha untuk membagi kembali dunia guna mendapatkan
> daerah pengaruh, dan SDA serta pasar bagi modal dan barang dagangannya.
> Gejala itu terus kita lihat dengan gamblang sampai sekarang.
>
> Kondisi internasional inilah yang memungkinkan rakyat revolusioner  di
> bawah pimpinan partai kelas buruh untuk menjebol di tempat-tempat di mana
> mata rantai imperialis paling lemah. Timbullah teori yang terkenal itu:
> mata rantai terlemah.
>
> Jadi “teori” yang anda ciptakan, bahwa Sosialisme baru bisa dilancarkan
> kalau masyarakat/rakyat sudah kaya, adalah absurd dan tidak pernah
> dibuktikan dalam PRAKTEK.
>
>
> On Monday, January 29, 2018 4:28 AM, "'Chan CT' SADAR@... [GELORA45]" <
> [email protected]> wrote:
>
>
>
> Heheee, ... ini nenek jadi seperti anjing galak yang bisanya menggongong
> dan sudah atidak lagi mampu menggigit! Bisanya hanya memaki REMO,
> anti-Lenin, Anti-Mao, ... dengan kutipan-kutipan saja, tanpa bisa
> menjelaskan dan membuktikan perjuangan pemikiran dalam melihat situasi
> objektif masyarakat ketika itu yang terjadi. Bukankah setiap perbedaan
> pikiran yang terjadi itu dasarnya atau hakekatnya adalah perbedaan dalam
> menilai/melihat kekutan musuh dan kekuatan diri sendiri? Begitulah orang
> HARUS menjawab pertanyaan tepatkah dimulai Revolusi Sosialis? Sekalipun
> sebelumnya tentu harus ada kesepakatan lebih dahulu apa dan bagaimana
> Revolusi Sosialis itu. Dan, ... hendaknya kita bisa berpikir dengan KEPALA
> DINGIN yang jernih, TIDAK asal tuduh dan maki lawan pendapat adalah
> anti-Lenin, anti-Mao dsb., ...! Tak guna itu semua, karena KEBENARAN tetap
> harus dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan siapa yang mengatakan! Itulah sikap
> saya, ...!
>
> Ketua Mao sejak awal sudah TEGAS mengatakan untuk masyarakat Tiongkok yang
> masih 1/2 jajahan, 1/2 feodal, dan masih sangat terbelakang dan miskin,
> dengan berani menyatakan BELUM BISA melancarkan Revolusi Sosialis, masih
> ndalam tingkat Revolusi Borjuasi Nasional dan karena sekarang dibawah
> pimpinan PKT jadi Revolusi Demokrasi Baru. Dan, ... ingat, karena ketika
> itu pimpinan PKT banyak dipengaruhi Komintern yg menentukan, pemikiran
> GEMILANG ketua Mao ini baru berhasil dimenangkan didalam Partai Komunis
> Tiongkok ditahun 1945. Sejak itulah daerah basis-revolusioner yang dibentuk
> tidak lagi dinamakan daerah basis negara Sovyet, tapi daerah bais
> revolusioner dan negara yang dibentuk dan diproklamasikan pada 1 Oktober
> 1949, bukan Negara Sovyet tapi Republik Rakyat Tiongkok yang *masih
> memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang!*
>
> Saya yakin begitu juga sebenarnya pertentangan perbedaan pendapat yang
> terjadi antara Bolsyewiek dan Mensyewiek, ... perbedaan dalam menilai
> situasi dan menemukan jalan keluar pemecahannya saja! Orang boleh saja
> menuduh hakekat perbedaan pembelaan klas, tapi dalam kenyataan kedua belah
> pihak berjuang dengan pemikirannya yang tentu masing-masing anggap paling
> benar untuk memperbaiki kehidupan klas Buruh/Pekerja. Diawal 50 tahun
> dengan kemenangan Rev. Oktober Lenin menunjukkan KEUNGGULAN, hanya saja
> sayang akhirnya harus diakui akibat dari KESALAHAN yg terjadi USSR
> terjungkel dengan sendirinya, dengan sangat tragis PKUS dicampakkan Rakyat!
> Sebaliknya kelompok Mensyewiek yang jalankan Sosial-Demokrat itu masih
> bertahan sampai sekarang, dan dengan kekurangan/kesalahan yang ada, dalam
> batas-batas tertentu tetap bisa dikatakan yang berhasil meningkatkan
> kesejahteraan Buruh/Pekerja di Eropah barat-utara! Kehidupan rakyat yang
> jauh lebih makmur ketimbang negara-negara yang dinamakan sosialis dimasa
> Lenin-Stalin itu, ...
>
> Tapi itulah menurut saya, setiap pemikiran ada salah juga ada benarnya,
> tidak bisa dimutlakkan Lenin/Bolsyewiek BENAR seluruhnya dan tidak ada
> salahnya, sebaliknya Mensyewiek salah sepenuhnya! Dalam kenyataan baik
> Lenin, Stalin, Mao maupun Deng dengan segala kegenialan yang ada, TETAP
> adalah manusia-manusia NORMAL yang bisa berbuat KESALAHAN! BUKAN DEWA2 yang
> tidak bisa berbuat KESALAHAN dan boleh dikritik! Atau kalau mengkritik
> dituduh anti-Lenin, anti-Stalin dan anti-Mao, ...
>
> Berbicara masalah hak-milik, ... kapan dan sebatas mana hak-milik
> perseorangan harus dibasmi menurut ajaran komunis? Sebagaimana dalam
> Manifes Komunis yang bisa dinyatakan dengan tandas dalam satu kalimat:
> “TUJUAN KOMUNIS membasmi Hak-milik Perseorangan!”, banyak diperbincangkan
> di Tiongkok dengan berbagai penafsiran. Sebenarnya apa yang dimaksudkan
> Marx hak-milik perseorangan dalam Manifes Komunis itu? Apakah bisa dan
> mungkin hak-milik perseorangan dibasmi begitu saja???
>
> Jelas masalah hak-milik atas *sumberdaya produksi* yang menentukan
> perbedaan Sosialisme dan Kapitalisme, khususnya hak-milik atas TANAH!
> Begitu perjuangan selama lebih 150 tahun ini, berkutat pada masalah
> hak-milik atas TANAH dan kekayaan bumi-alam. Lalu bagaimjana dengan
> kapital? Dimana salahnya kapital jadi milik perseorangan dan kenapa harus
> dibasmi dan dirampas jadi milik negara? Disinilah menurut saya kesalahan
> Lenin yg kemudian segera dikoreksi ditahun 1921 dengan NEP, kembali
> memperkenankan kapitalis hidup/berkembang, dengan jalankan prinsip
> kapitalisme Negara. Dimana Negara Sovyet yang telah berkuasa mengendalikan
> pertumbuhan kapitalis. Hanya saja sayang, Stalin segera mengembalikan basmi
> kapitalis perseorangan tidak lama setelah Lenin meninggal. Dan ternyata
> KESALAHAN ini diikuti Mao yg terburu nafsu berkeinginan membawa masyarakat
> Tiongkok memasuki sosialis ditahun 1956, mulai membasmi kapitalis
> perseorangan dan membentuk komune-rakyat didesa-desa.
>
> Kesalahan inilah yang oleh Deng dikoreksi ditahun 1980, kembali
> memperkenankan kapitalis hidup/berkembang dgn kebijakan Reformasi dan
> Keterbukaan. Dan, sekalipun juga terjadi kesalahan-kesalahan, kebablasan
> disana sini, namun kenyataan yang bisa kita saksikan bersama, dalam waktu
> 30 tahun lebih pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok sangat dahsyat, ...
> Artinya, RRT dengan kembali memperkenankan kapitalis perseorangan
> tumbuh/berkembang, disamping itu TETAP mempertahankan BUMN sebagai yg utama
> dan menentukan ekonomi nasional, juga mengembangkan hak-milik kolektif
> tumbuh berkembang lebih baik, khususnya didesa-desa, ... bukankah ini
> membuktikan hak milik KAPITAL perseorangan tidak seharusnya dibasmi,
> setidaknya ditingkat perjuangan dimana kita baru memasuki tahap pertama
> Revolusi Sosialis. Kalau itu hendak dikatakan revolusi, karena dalam
> kenyataan yang dijalankan hanyalah reformasi saja. Memperkenankan sementara
> orang kaya lebih dahulu, ... Dan, sekarang RRT menjadi ancaman terbesar
> bagi AS, begitu akhirnya Trump harus dgn tegas mengambil posisi
> “MENDAHULUKAN” AS melindungi kapitalis domestik yg nyaris kalah saing
> dengan Tiongkok!
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
>
>
>
> *From:* Tatiana Lukman
> *Sent:* Sunday, January 28, 2018 9:19 PM
> *To:* Chan CT ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat
> Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar
> Sitompul ; indo1@... ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono
> Sutedjo ; danar@... ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas
> Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho
> *Subject:* Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan
> seorang pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking
>
> Ha..ha ngatain orang lain dalam tempurung. Padahal justru dirinya
> sendirilah yang terus terkungkung dalam pengkhianatan revisionis Tiongkok..
> Bayangkan, masih berkoar-koar belum tiba waktunya untuk revolusi sosialis..
> Sedangkan Lenin tahun 1917 sudah berhasil menang dengan revolusi
> sosialisnya!! Stalin dan Mao juga sudah membuktikan keberhasilan dan
> keunggulan sistim sosialisme. Jadi si remo Chan ini ingin mundur ke jaman
> feodalisme Eropa!!! Sikap remo Chan PERSIS seperti orang-orang
> sosdem-revisionis eropa barat, yang menganggap ketika itu di Rusia belum
> ada syarat untuk revolusi sosialis. Simak sendiri kata-kata Lenin di bawah:
> Infinitely stereotyped, for instance, is the argument they learned by rote
> during the development of West-European Social-Democracy, namely*, that
> we are not yet ripe for socialism, but as certain "learned" gentleman among
> them put it, the objective economic premises for socialism do not exist in
> our country.* Does it not occur to any of them to ask: what about the
> people that found itself in a revolutionary situation such as that created
> during the first imperialist war? Might it not, influenced by the
> hopelessness of its situation, fling itself into a struggle that would
> offer it at least some chance of securing conditions for the further
> development of civilization that were somewhat unusual?
> *"The development of the productive forces of Russia has not yet attained
> the level that makes socialism possible."* All the heroes of the Second
> International, including, of course, Sukhanov, beat the drums about this
> proposition. They keep harping on this incontrovertible proposition in a
> thousand different keys, and think that it is decisive criterion of our
> revolution.
>
>
> Cukup dengan kata-kata Lenin ini untuk menunjukkan SEKALI LAGI watak
> revisionis, pengkhianat sosialisme dari si Chan. Bukan saja si Chan
> anti-Mao (walaupun dia tidak mau mengakuinya, tapi semua pandangan yang
> ditulis di internet ini sudah lebih dari cukup membuktikan sifat
> anti-Maonya), tapi juga anti-Lenin. Ya dimana salahnya saya bilang dia anti
> Lenin, wong sudah berkali-kali dia bilang Lenin dan juga Mao terburu-buru
> membabat kaum kapitalis!!!Pertanyaan saya belum pernah dijawab. Kalau dia
> anggap Lenin terburu-buru membabat kaum kapitalis, lalu revolusi Oktober
> itu revolusi apa? Dan apa bedanya dengan revolusi borjuis 1789 Perancis!???
>
> Memang dasar otak udang si chan ini. Mao bersalaman dengan Nixon dianggap
> seolah-olah Mao lupa akan watak kelas kaum imperialis!!! gobloknya si Chan
> ini. Waktu perang melawan Jepang, Mao juga berfront dengan Chiang kai
> shek!! apakah itu berarti Mao melupakan watak kelas rezim chiang kai
> shek!!! Chan ngomong soal "perubahan sikap kapitalis/imperialis"...
> Ha...ha... ha itulah yang dikatakan Khrustjov, gembong remo Soviet!! Uh ,
> dasar remo, di semua pernyataannya dan tulisan selalu tercermin KESAMAAN
> PANDANGAN DAN IDEOLOGINYA DENGAN REMO SOVIET DAN REMO TIONGKOK!!!
>
> Udah sana, peluklah imperailisme AS dan wakilnya, si Trump itu, kawan
> seideologi kamu!!!
>
>
> On Sunday, January 28, 2018 2:01 AM, Chan CT <sadar@...> wrote:
>
>
> Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU
> melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia
> sekarang ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan
> menjadikan kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia
> sekarang ini, dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat
> KAPITALIS, .... Bersatu dan BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN
> dari segi-segi yang bertentangan, dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan
> itulah sebab, Ketua Mao sendiri bisa menerima kehadiran dan bersalaman
> dengan Pres. Nixon di Beijing tahun 1972 itu. Artinya, bentuk perjuangan
> yang dijalankan juga berubah sebagaimana perubahan sikap
> kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak mesti selalu
> diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi, tapi BERUBAH
> menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk merebut
> KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan, ...
> itulah yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan
> KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga
> dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL
> mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan
> melemah bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang
> terpojok bahkan Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS
> sendiri, makin terdesak oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau
> TIDAK BERANI melihat kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai
> propaganda HITAM pihak barat bahkan Falungong saja!
>
> Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta petani miskin di
> DESA-DESA terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana warga desa
> menjadi PEMILIK desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL
> perseorangan mereka dalam KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok
> sekarang menjalankan sistem TIDAK membasmi kapital perseorangan seperti
> sebelumnya, sebaliknya TETAP mempertahankan kapital perseorangan itu
> didalam KAPITAL DESA! Kapital koperasi-desa itu merupakan gabungan dari
> kapital-perseorangan warga desa itu sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN
> dengan mendapatkan BONUS dari keuntungan produksi yang didapatkan!
> Pemikiran demikian inilah yang menurut saya lebih TEPAT ketimbang MEMBASMI
> kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa juga dikatakan disinilah
> KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik kolektif itu merupakan
> gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik perseorangan dibasmi,
> ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu?
>
> Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk
> mereka sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI
> sendirilah menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan
> hasil kerja keras mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg
> didapat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa
> itulah yang mengurusi dan menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan
> setiap warga desa, ... Itulah yg terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha
> macam ini bukan soal mudah, sangat BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada
> resort Partai Komunis yang kuat didesa itu, harus ada kader-kader yang bisa
> berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat, bisa mengorganisasi masa
> tani dalam pembagian kerja produksi dengan sebaik-baiknya dan mengerti
> teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang dijalankan, .... Jadi,
> nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan sarjana muda bersedia
> turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan kemiskinan, mendorong
> kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa menyumbangkan
> sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan didesa-desa
> terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini pemerintah Tk
> mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan modal
> membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA
> membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang
> masih tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan
> Xi berani bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai
> ditahun 2020 nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ...
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* Tatiana Lukman jetaimemucho1@... [GELORA45]
> *Sent:* Sunday, January 28, 2018 3:19 AM
> *To:* [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat
> Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar
> Sitompul ; indo1@... ; Ronggo A. ;
> (Message over 64 KB, truncated)
>
> 
>

Kirim email ke