Momentumnya sudah lewat, tapi untuk si Chan yang ngotot membela kaum remo 
Tiongkok.
Siapa yang harus keluar dari tempurungnya???? Lihat, Chan , bagaimana rakyat 
Argentina menuntut WTO (OMC dalam bahasa Spanyol) keluar dari ARGENTINA....




                                                   Usir WTO dari Argentina!

Di Argentina, negeri tempat lahirnya “guerrilleroheroico” Che Guavara, Desember 
adalah bulan terjadinya banyak protes dandemonstrasi rakyat berbagai sektor 
melawan kebijakan berbagai lembagaimperialis dan juga kebijakan pemerintah 
Argentina sendiri.  Pesta Natal dan Tahun Baru  dirayakan secara umum dan luas 
sehinggakebutuhan rakyat pada bulan Desember jauh lebih besar dari pada 
bulan-bulan sebelumnya. Tapi kebijakanPemerintah justru tidak meme-nuhi 
kebutuhan itu. Begitulah kata kawan-kawanArgentina.


Dari tanggal 10 sampai dengan 13 Desember 2017,Argentina menjadi tuan rumah KTT 
ke-11 Organi-sasi Perdagangan Dunia (WTO). Negeri-negeriindustri maju dan 
korporasi transnasionalnya  menggunakan WTO untuk meraih peraturan baruguna 
mencapai kesepakatan perdagangan bebas lainnya. Tujuannya sudah tentuuntuk 
lebih memperluas dan memperkuat hak dan wewenang perusahaan 
transnasional,mengintensifkan perampasan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya 
manusia (SDM)dunia guna mencegah krisis over-produksi sistem kapitalisme 
monopoli globalyang berikut.


Kenyataan dengan jelas membuktikan bahwa keberadaanWTO selama 22 tahun telah 
menye-babkan kehancuran mata pencaharian ratusan jutapetani dan nelayan miskin 
di negeri-negeri Asia, Afrika dan Amerika Latin.Berbagai macam organisasi massa 
dan lembaga di dunia   yangsadar bawah WTO adalah alat kaum imperialis telah 
dan akan terus dengan aktifberjuang me-lawan dan menuntut dibubarkannya WTO. 
Sebagaimana juga lembagaimperialis lainnya seperti Bank Dunia dan Dana Moneter 
Internasional, WTOadalah musuh rakyat sedunia.


Ketika WTO menyelenggarakan KTT ke-9 di Bali, Desember2013, berbagai ormas 
progresif na-sional dan internasional mengadakan People’sGlobal Camp Against 
WTO (Kemah Rakyat Sedu-nia). Argentina tidak ketinggalan!KTT ke-11 WTO 
dinyatakan ‘non-grata’ oleh banyak ormas dan lembaga nasional daninterrnasional 
yang berkumpul di Buenos Aires sejak tanggal 8 De-sember.


Seminar Anti-Imperialis Revolusioner Ketiga diselenggarakanoleh Liga 
Internasional Perjuangan Rakyat Chapter Argentina dari tanggal 8sampai dengan 
10 Desember. Tema pokok dibagi dalam 5 blok besar. Blok pertamatentang HAM, 
penindasan dan persekusi terhadap perjuangan rakyat dan masyarakatadat dan 
tahanan politik. Salah satu subtema penting dalam blok ini adalahperjuangan 
Bangsa Mapuche yang selama tiga abad membela haknya untuk hidupdalam sistim 
sosial, politik, budaya dan kepercayaan komunitas kolektifnyamelawan, pertama, 
Imperium Inca, kemudian penjajah kolonial Spanyol dan dewasa ini,Negara 
Argentina dan Chili. Wilayah bangsa Mapuche menjadi terpisah olehterbentuknya 
Chili dan Argentina selama pen-jajahan kolonial Spanyol. 


Tema pokok dalam blok kedua adalah Imperialisme dankaum reaksi di Amerika Latin 
dan perlawanan rakyat. Dalam blok ini seorangkawan dari Venezuela menjelaskan 
keadaan politik dan ekonomi aktuil dinegerinya Hugo Chavez dan sambutan Jose 
Maria Sison sebagai Ketua ILPS. 


Kesehatan dan Lingkungan menjadi tema blok ketigadengan tiga pembicara dari 
Argentina dan satu dari Filipina. 


Tema pokok blok keempat adalah krisis imperialismeyang dibagi dalam empat 
subtema. Subte-ma pertama adalah pemerintahan Trump,perang agresi dan 
kemungkinan perang antar-impe-rialis. Subtema kedua diisioleh wakil dan jubir 
Republik Demokratis Rakyat Korea yang turut serta melaluiSkype di mana 
dijelaskan situasi serta perlawanan rakyat Korea terhadapintimi-dasi dan 
ancaman perang serta blokade dan sanksi ekonomi kaum imperialisguna mencekik 
dan menghapus RDRK dari muka bumi. Subtema ketiga adalahkonfrontasi di Timur 
Tengah dengan perang agresi, perlawanan rakyat dankompetisi antara kekuatan 
imperialis yang dijelaskan oleh seorang profesor,wartawan dan ahli dalam 
masalah Timur Tengah dari Chili. Subtema keempat adalahstrategi perlawanan 
rakyat Palestina melawan Zionisme yang diurai-kan olehseorang peneliti dan 
penulis blog dari Uruguay.


Blok terakhir berhubungan dengan peringatan seratustahun Revolusi Oktober 
Bolshevik. Tema “Warisan Revolusi Oktober danhubungannya dengan Trotskisme dan 
Revisionisme Modern” merupakan makalah yangdiajukan oleh wakil dari Indonesia 
dan Venezuela.


Seminar Anti-Imperialis Revolusioner Ketiga ditutuphari minggu, 10 Desember, 
dengan pawai besar melawan WTO. Jam dua siang ribuanpeserta aksi dari berbagai 
organisasi massa dan partai politik berangkat dariObelisco, sebuah monumen 
sejarah yang dibangun tahun 1936 dan dianggap sebagaiikon kota Buenos Aires. 
Pawai menyusuri Avenida 9 de Julio, jalan raya palinglebar di dunia.. Bendera 
dan panji berbagai organisasi berkibar ditiup angincukup kencang sehingga panas 
matahari terasa berkurang. Ditengah-tengah tambur  yang ramai ditabuh, 
slogan-slogan anti-WTO,anti-kapitalisme dan anti-imperialisme diteriakkan. 
Semua orang, laki-laki danperempuan, tua dan muda dan anak-anak jalan dengan 
penuh semangat. Tak terasasampailah kami pada barisan polisi dan tentara 
bersenjata lengkap, siapmenghadang jalan maju pawai. Di belakang mereka 
terlihat kendaraan militerberwarna hitam yang pasti tak akan ragu-ragu bergerak 
jika pawai bermaksud majumenerobos halangan yang dipasang alat keke-rasan 
Negara.


Pawai terus maju sampai berhadap-hadapan denganbarisan polisi dan tentara. 
Lagu-lagu revolusioner dinyanyikan, slogan-sloganditeriakkan dan tambur terus 
ditabuh. Tiba-tiba terdengar aba-aba. Berhentislogan, nyanyian dan tambur.  
Para wakildari berbagai organisasi massa dan serikat buruh mulai berpidato. 
Semuamengutuk keberadaan WTO sebagai alat korporasi multi-nasional dan 
kaumimperialis yang telah dan akan terus menyengsarakan rakyat jika rakyat 
ti-dakberjuang menuntut pembubarannya.


Sementara itu di Plaza del Congreso, sebuah lapangandi depan gedung Parlemen, 
berbagai macam ormas dan lembaga menyelenggarakanFestival dengan panggung 
budaya melawan WTO. Setelah ikut pawai besar, kamisempat turut serta dalam 
Festival. Sebuah grup musik menyanyikan lagu-lagurevolusioner. Las Madres de la 
Plaza de Mayo (Ibu-ibu Lapangan Mei) juga hadirdan mengucapkan pidato yang 
mendorong semangat untuk terus melanjutkan per-juangansampai kemenangan 
tercapai.


Dari tanggal 11 sampai dengan 13 Desember, sebagaibagian dari “Seminggu Aksi 
Global Melawan WTO” yang sudah dimulai tanggal 7Desember, diselenggarakan KTT 
Rakyat dengan tema:”Usir WTO—Bangun Kedaulatan”di Fakultas Ilmu Sosial, 
Universitas Buenos Aires. Ber-bagai macam forum,seminar, debat dan diskusi 
serta loka karya digelar dengan tema , antara lain  “Hak dan Kedaulatan Vs 
Perdagangan Bebas,Utang dan Kekuasaan Korporasi”, “Interna-sionalisme dan 
Solidaritas di BenuaAmerika Kita, Lawan Kapitalisme”, “Kedaulatan dalam 
Pen-didikan”, “Kedaulatandalam Sanitasi, Dampak Neoliberalisme pada Kesehatan”, 
“Perdagangan Bebas danMega-Korporasi, Implikasi Agribisnis pada HAM dan 
Kedaulatan Pangan”, “Senjatayang Membunuh Rakyat Palestina dan Menindas Rakyat 
Argentina adalah Zionismedan WTO”, “Imperialisme dan Militerisme”.


Tanggal 12 Desember, mulai jam 6 sore, rakyat kembaliturun ke jalan. Pawai 
berangkat dari Plaza del Congreso. Manifestasi hari itujauh lebih besar dari 
pada yang sudah diorganisasi tanggal 10 desember. Pawai menyusurijalan raya 
Callao menuju Obelisco. Setelah berjalan kurang lebih dua jamsampailah pawai di 
Obelisco. Para peserta aksi berkebangsaan asing tidakdiijinkan terus ikut 
pawai, demi menjaga keselamatan.  Para warga asing diminta untuk belok ke 
kanandan jalan menyusuri jalan raya 9 de Julio menjauhi Obelisco.. 
Tiba-tibaterdengar suara berisik kendaraan polisi dan tentara yang mondar 
mandir dandiselingi bunyi tembakan. Penindasan alat kekerasan Negara  dimulai.


Perundingan KTT WTO berakhir 13 Desember tanpa dokumendeklarasi umum karena 
gagal mengatasi perbedaan pendapat yang membawanya kejalan buntu.


Sebelum KTT WTO, rakyat Argentina sudah mulai turun kejalan untuk menentang 
reformasi tenaga kerja dan pensiun yang diajukan olehpresiden Macri, boneka 
kaum burjuasi besar Ar-gentina dan imperialisme AS.  Reformasi tenaga kerja 
berarti jam kerjadiperpanjang, kontribusi majikan untuk pensiun para pekerjanya 
berkurang,mempermudah majikan untuk memecat pekerjanya tanpa pesangon. Dengan 
kata lainmenghapus hasil perjuangan kelas pekerja Argen-tina yang telah dicapai 
dalamperiode sejarah sebelumnya.


29 November yang lalu di seluruh Argentina sudahdimulai protes dan manifestasi 
menentang reformasi tenaga kerja dan pensiun.Selesai dengan manifestasi 
menentang WTO, rakyat Argen-tina meneruskan perlawanannyamenentang rencana 
reformasi pemerintah neoliberal Macri.


14 Desember, pagi hari berbagai macam organisasi politikdan sosial serta 
konfederasi sindikal  turun ke jalan dan menjadi bagian dari  pawai raksasa 
menuju gedung Parlemen  untukmenga-wal perdebatan parlementer yang sedang 
berlangsung . Namun kekuatanpolisi dan tentara menghalangi para peserta aksi 
untuk mendekati  Parlemen. Maka terjadilah dorong mendorongantara para 
demonstran dan tentara serta polisi yang berusaha  membubarkan konsentrasi 
ribuan manusia disekeliling Parlemen dengan paksa dan kekerasan. Polisi dan 
tentara mulai memukul,menyemprot air dan gas air mata dan menembak. 


Tekanan massa rakyat membuat Parlemen menunda keputusan tentang reformasi 
tenaga kerja danpensiun. Penundaan sementara ini telah membuat pimpinan CGT 
(konfederasiterbesar di Argentina) membatalkan pemogokan yang rencananya akan 
dilaksanakan16 Desember.  Peng-khianatan pimpinan CGTkepada kelas pekerja lebih 
lanjut tercermin dengan kesediaannya untuk menerimareformasi tenaga kerja dan 
pensiun. Sikap pimpinan birokrat  CGT ini sama sekali tidak mengejutkan 
karenasesuai dengan sifat kelas dan keberpihakannya.


Namun terdapat konfederasisindikal yang lebih militan yang menyatakan pemogokan 
kereta api dan metroselama 24 jam, dimulai 18 desember, jam 12 siang sampai 
keesokan harinya. 


 
18 Desember, rakyat  turun lagi ke jalan walaupun sudah terjadipenindasan 
ketika mereka menggelar pawai dan mengepung Parlemen. Polisi dantentara kembali 
mengerahkan segala alat kekerasannya, mobil penyemprot air dangas air mata, 
pasukan dengan anjing-anjingnya yang sudah dilatih untuk menerkamdan melukai 
peserta aksi. Pemukulan, penembakan dan penangkapan terjadi bahkanterhadap 
orang-orang yang hanya kebetulan saja berada di sekitar daerah di manaterjadi 
“pertempuran” yang berlangsung selama lima jam. Seorang pemudi dalamperjalanan 
pulang dari tempat kerjanya ditangkap, dipukul dan dipaksa naik kedalam mobil 
polisi. Kira-kira 45 orang ditangkap.


19 Desember, setelah bersidangselama 17 jam dan 12 jam perdebatan, Parlemen 
dengan 128 suara menerimareformasi tenaga kerja dan pensiun menjadi 
undang-undang. 116 suara meno-lakdan 2 abstein.


 
Hari depan yang lebih baik dancerah bagi kelas pekerja memang sangat sulit 
dapat diperjuangkan di Parlemensebuah pemerintahan yang anti-rakyat. Akhirnya 
rakyat akan sadar jalan tepat manayang harus diambil guna membela hak dan 
kepentingannya. (Tatiana Lukman)


Lihat  video ini Chan!!! Rakyat Argentina menentang WTO!!!! WTO musuh rakyat!!!!
Manifestación en Buenos Aires contra la OMC - parte 1/2 - YouTube

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Manifestación en Buenos Aires contra la OMC - parte 1/2 - YouTube
   |   |

  |

  |

 

Incidentes en la marcha contra la OMC

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Incidentes en la marcha contra la OMC
   |   |

  |

  |

 





Yang kepalanya ditutup dengan duk putih adalah ketua dari "Las Abuelas de la 
Plaza de Mayo" . Nenek-nenek, tapi semangat tetap tinggi menentang 
Imperialisme!!! Hanya si remo chan yang menjajakan kolaborasi dengan 
imperialisme dan semua lembaga internasionalnya!!Dan disebelah kirinya adalah 
Adolfo Perez Esquivel, pemenang hadiah Nobel 1980, juga hadir dalam manifestasi 
menentang WTO  dan G20.Lihat semua ini Chan!!! Ini hanya contoh kecil bagaimana 
rakyat membenci dan melawan lembaga-lembaganya imperialis!! Tiongkok menjadi 
bagian dari lembaga internasional tersebut, maka Tkk juga menjadi bagian dari 
musuh rakyat sedunia!!! Ajukan argumentasi untuk membantah ini!!! 

Kirim email ke