Peringati Hari Perempuan Internasional, LIPI Angkat "Perempuan dalam Transformasi Iptek" 07 Mar 2018 Tanggal 8Maret 2018 merupakan hari penting bagi para perempuan di dunia ini.. Tanggal inidiperingati sebagai Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day). Perayaanglobal untuk pencapaian para perempuan sedunia dalam berbagai bidang ini telahdimulai sejak 1977. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memaknaiperingatan hari tersebut dalam kaitannya dengan peran perempuan dalam duniariset dan ilmu pengetahuan. Untuk mengupas lebih jauh tentang peranperempuan dalam riset, LIPI menggelar Diskusi Publik Peringatan Hari PerempuanInternasional 2018 “Perempuan dalam Transformasi Iptek” di Media Center LIPIpada Kamis, 8 Maret 2018. Jakarta, 8Maret 2018. LIPI terusmendorong para perempuan menjadi agen perubahan bagi dunia ilmu pengetahuan danriset di Indonesia. Saat ini terdapat 779 peneliti perempuan yang tersebar di50 satuan kerja LIPI di seluruh Indonesia. “Pada dasarnya, LIPI mendukung paraperempuan peneliti agar memiliki kinerja optimal dengan dukungan dari sistemdan manajemen LIPI. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi agar merekadapat diakui dalam jejaring komunitas ilmiah internasional dan menjadi agenperubahan dunia,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Prof. Dr. EnnySudarmonowati.. Terkaitdengan Diskusi Publik Peringatan Hari Perempuan Internasional, diskusi kali inimenghadirkan tiga peneliti berprestasi LIPI. Ketiganya adalah Siti NurulAisyiyah Jenie, peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, yang juga penerima L’ORÉAL– UNESCO For Women in Science National Fellowship Awards 2017 kategori MaterialSciences; Yuliati Herbani, peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI,yang juga penerima L’ORÉAL – UNESCO For Women in Science National FellowshipAwards 2017 kategori Engineering Sciences; dan Sri Rahayu,peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, yang telah mempublikasikandua spesies baru, (Hoya undulata SRahayu & Rodda dan Hoyarintzii Rodda, Simmonsson & Srahayu), dan tiga paten/PVT (PVT Aeschynanthus"Soedjana Kassan", PVT Aeschynanthus"Mahligai", dan PVT Hoya "Kusnoto"). Salah satupembicara diskusi publik, Yuliati Herbani, menuturkan bahwa peran perempuanpeneliti saat ini sudah baik dibandingkan dengan sebelumnya. “Apresiasipemerintah dan masyarakat Indonesia maupun dunia bagi perempuan penelitisemakin lama semakin meningkat, khususnya ketersediaan porsi-porsi khusus dalamhal pendanaan riset dan beasiswa,” katanya. Hal inicukup memotivasi bagi perempuan peneliti yang sudah ada untuk terus berkaryamengimbangi dominasi kaum pria. Selain itu, juga mendorong kaum perempuan padaumumnya untuk bercita-cita menjadi peneliti. Lalu, apresiasi terhadap penelitiperempuan dirasakan pula berdampak pada perubahan iklim kerja peneliti, dimanapeneliti perempuan diberi ruang dan kesempatan seluas-luasnya untuk menjadipemimpin dalam suatu kegiatan riset. MenurutYuliati, porsi dan apresiasi luas dari berbagai kalangan inilah yang kiranyamemungkinkan jenjang karir peneliti tidak lagi menjadi momok bagi perempuan.Sebagai contoh, saat ini di Pusat Penelitian Fisika sudah ada tiga orangperempuan peneliti dari delapan orang peneliti yang telah mencapai jenjangPeneliti Utama. “Ini merupakan satu indikator bahwa perempuan peneliti jugadapat mencapai jenjang karir tertinggi dengan bersaing secara profesionaldengan kaum pria dalam memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia,” tutupnya. Keterangan Lebih Lanjut: · Prof. Dr.Enny Sudarmonowati (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI)· DwieIrmawaty Gultom (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI) Sumber: BKHH Penulis: pwd Editor: dig
Siaran pers ini disiapkan oleh HumasLIPI
