https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-
berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1
Megawati: Setelah Merdeka, Kaum Perempuan
Justru Surut Berpolitik
Reporter:
Ahmad Fikri (Kontributor)
Editor:
Kukuh S. Wibowo
Kamis, 8 Maret 2018 20:53 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#comments>
01001
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1068000/megawati-setelah-merdeka-kaum-perempuan-justru-surut-berpolitik?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dok.TEMPO/Dian Triyuli
Handoko <https://statik.tempo.co/data/2018/01/23/id_678667/678667_720.jpg>
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dok.TEMPO/Dian Triyuli
Handoko
*TEMPO.CO*, *Bandung-*Presiden RI ke-5 Megawati
<https://www.tempo.co/tag/megawati>Sukarnoputri sempat menyinggung
sulitnya partai politik memenuhi kuota 30 persen calon legislatif
perempuan dalam orasi ilmiahnya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Kamis, 8 Maret 2018.
“Untuk memenuhi persyaratan di calon anggota legislatif, selalu saya
mengalami kesulitan. Dan saya juga tahu itu dirasakan oleh pimpinan
partai dengan kuota 30 persen. Memang maksud dan niat untuk memberikan
kuota 30 persen itu sangat baik, tapi pada tataran lapangannya, pada
kenyataannya, sangat sulit," ujar Megawati.
Baca: Megawati Dapat Gelar Doktor Honoris Causa Pertama dari IPDN
<https://nasional.tempo.co/read/1067867/megawati-dapat-gelar-doktor-honoris-causa-pertama-dari-ipdn>
Sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati
mengaku sering menemukan kader perempuan yang awalnya aktif berpolitik,
namun di tengah jalan meminta berhenti. “Saya bertanya kenapa (mundur),
karir politikmu bagus. (Jawabnya) karena suami saya mengatakan harus
memilih antara suami dan karir politik. Saya lalu lemes,” kata Mega.
Menurut Megawati mencari kader perempuan makin sulit. “Ada sebuah
fenomena yang terus berjalan, justru setelah kita merdeka kaum
perempuannya semakin surut di bidang politik. Berbeda dengan ibu-ibu
kita waktu mereka masih ikut berjuang dengan, tentunya bapak-bapak, itu
sangat kelihatan gairah dan elannya untuk berkiprah di bidang politik,”
kata dia.
Simak: Tsamara Amany Jelaskan Soal Cuitan Lawasnya tentang Megawati
<https://nasional.tempo.co/read/1067834/tsamara-amany-jelaskan-soal-cuitan-lawasnya-tentang-megawati>
Megawati meminta surutnya perempuan berpolitik ini perlu diteliti lebih
dalam. Mengapa justru setelah negara punya konstitusi dan memberi hak
berpolitik yang sama antara laki-kali dan perempuan justru dalam
tatarannya makin sulit.
Mega juga sempat terisak ketika menyinggung pemberian gelar Doktor
Honoris Causa oleh kampus yang didirikan oleh Bung Karno itu. Apalagi
gelar tersebut diberikan bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan
Internasional. “Hari ini, tanggal 8 Maret, bertepatan dengan Hari
Perempuan Internasional, yang merupakan peringatan atas pengakuan hak
politik bagi kaum perempuan di dunia,” kata dia.
*AHMAD FIKRI*