30-1-2018: Indonesiancrude palm oil export surges
22-1-2018: IndonesiaDec crude palm oil exports to fall slightly --- ilmesengero@... wrote: http://www.beritasatu.com/ekonomi/483625-joko-supriyono-terus-bekerja-sama-dengan-pemerintah-majukan-kelapa-sawit.html Pimpin Gapki 2018-2023, Joko Supriyono: Terus Bekerja Sama denganPemerintah Majukan Kelapa Sawit Joko Supriyono kembali pimpin Gapki. - L Gora Kunjana / GOR Jumat, 16 Maret 2018 | 23:07 WIB Jakarta - Joko Supriyono menegaskan bahwa Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) akan terus bekerja sama dengan pemerintah dalam memajukan sektor kelapa sawit nasional. Kerja sama atau partnership dengan pemerintah semakin perlu dilakukan mengingat tujuan dan tantangan ke depan. Penegasan tersebut dikemukakan Joko Supriyono usai terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Gapki untuk periode 2018-2023 dalam Munas X Gapki di Jakarta, Jumat malam (16/3). “Partnership dengan pemerintah perlu dilakukan untuk mengamankan dan mengembangkan pasar ekspor kelapa sawit. Pasar ekspor perlu terus diperluas, perlu didiversifikasi, dan juga sangat penting adalah meminimalkan berbagai hambatan perdagangan yang bakal mengganggu kinerja sawit Indonesia,” katanya. Joko menambahkan bahwa ketika berbicara perluasan pasar dan penanganan hambatan pasar maka tidak bisa hanya dengan B to B tapi harus G to G. Maka kerja sama dengan pemerintah perlu diperkuat untuk masa-masa ke depan. Mengenai program-program spesifik Gapki yang sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sawit nasional, Joko mengatakan hal itu bakal menjadi komitmen perusahaan anggota Gapki, di samping komitmen untuk membantu perkebunan rakyat. “Peningkatan produktivitas perusahaan dan peningkatan produktivitas kebun rakyat itu agregatnya adalah produktivitas nasional. Kedua hal itu yang perlu menjadi prioritas kerja lima tahun ke depan,” katanya. Wajah kelapa sawit Terkait dengan kampanye negatif, Joko mengatakan bahwa kampanye negatif tersebut selalu mempunyai latar belakang kepentingan. Karena itu, dengan nada mengimbau, Joko meminta kepada para pegiat kampanye negatif untuk melihat data dan fakta di lapangan secara lebih komprehensif. “Ada kasus kecil yang kemudian dibesar-besarkan. Sebuah kasus kecil selalu digeneralisir seolah-olah menggambarkan wajah kelapa sawit yang sesungguhnya. Itu tidak fair,” katanya. Menurut Joko, kasus selalu ada di mana saja karena tidak ada yang sempurna di duinia. Yang penting kasus selalu diselesaikan. Maka kampanye antisawit sebenarnya tidak perlu terlalu dipikirkan. "Saya lebih condong untuk mengajak masyarakat, publik atau media bahwa kita musti bisa melihat, membandingkan, memilah-milah mana informasi yang benar dan mana yang hoax," tandasnya. (*) Sumber: BeritaSatu.com
