https://nasional.tempo.co/read/1070525/hormati-nyepi-masjid-di-jepara-tak-gunakan-pengeras-suara
Hormati Nyepi, Masjid di Jepara Tak Gunakan
Pengeras Suara
Reporter:
Antara
Editor:
Widiarsi Agustina
Sabtu, 17 Maret 2018 09:55 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1070525/hormati-nyepi-masjid-di-jepara-tak-gunakan-pengeras-suara#comments>
50008
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1070525/hormati-nyepi-masjid-di-jepara-tak-gunakan-pengeras-suara#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1070525/hormati-nyepi-masjid-di-jepara-tak-gunakan-pengeras-suara#font-increase>
#
#
Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago
<https://statik.tempo.co/data/2018/01/02/id_673607/673607_720.jpg>
Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago
*TEMPO.CO*, *JEPARA* -- Masjid di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji,
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tidak menggunakan pengeras suara dalam
mengumandangkan azan demi menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan
perayaan Mecaru atau Tawur Agung, Jumat 16 Maret 2018.
Perayaan Mecaru di Pura Puser Bumi desa setempat merupakan rangkaian
ritual sebelum memasuki Hari Raya Nyepi
<https://www.tempo.co/tag/hari-raya-nyepi>yang jatuh pada hari Sabtu 17
Maret 2018.
Kemadi, Marbut Masjid At Taqwa Desa Plajan di Jepara, mengaku
pelaksanaan Jumatan memang tidak menggunakan pengeras suara.
BACA:Umat Hindu Mulai Jalani Catur Brata Nyepi
<https://nasional.tempo.co/read/1070523/umat-hindu-mulai-jalani-catur-brata-nyepi>
Sebelum pelaksanaan salat jumat, katanya, sering terdengar lantunan ayat
suci Alquran karena hari itu 16 Maret 2018 bersamaan dengan perayaan
Mecaru dari umat Hindu, pengeras suara tidak digunakan.
Penghormatan terhadap umat Hindu, menurut Kemadi, tidak hanya di Masjid
At Taqwa yang kebetulan berdekatan dengan Pura Puser Bumi, melainkan
masjid maupun musala lain di Desa Plajan juga melakukan hal serupa.
Dengan tidak menggunakan pengeras suara saat azan, katanya, bertujuan
agar tidak mengganggu pelaksanaan nyepi.
Selain itu, seluruh masyarakat yang ada di Desa Plajan juga diimbau agar
menjaga situasi wilayah tetap kondusif dan tidak muncul suara gaduh,
termasuk tidak menghidupkan suara musik atau menggeber kendaraan bermotor.
BACA: Nyepi, Telkom Hentikan Layanan Internet IndiHome di Bali
<https://bisnis.tempo.co/read/1070284/nyepi-telkom-hentikan-layanan-internet-indihome-di-bali>
Penghormatan terhadap umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras
suara, katanya, dilakukan hingga Minggu 18 Maret 2018 dini hari karena
pada saat itu umat Hindu yang ada di lingkungan tersebut sedang
menjalankan Caturbrata Penyepian.
Umat Hindu, lanjut dia, ketika umat Islam menggelar perayaan Lebaran
juga memberikan penghormatan dengan menjaga tempat peribadatan.
Sebelumnya, kata dia, Pemerintah Desa Plajan juga memberikan imbauan
untuk menghormati Hari Raya Nyepi.
Tanpa ada imbauan sekalipun, katanya, warga sudah mengetahui langkah
yang harus diambil saat umat Hindu merayakan Nyepi."Warga juga tetap
ronda untuk menjaga keamanan selama Nyepi," ujarnya.
Jumlah tempat ibadah di Desa Plajan, meliputi 14 masjid, 40 musala,
empat pura, dan satu gereja.
Sementara jumlah pemeluk Agama Islam sekitar 7.515 orang, Hindu sebanyak
435 orang, Kristen sebanyak 55 orang dan Budha empat orang.
Pelaksanaan Mecaru dimulai sejak Jumat 16 Maret 2018 pukul 09.00 WIB
yang dipusatkan di Pura Puser Bumi dan dihadiri umat Hindu dari berbagai
daerah di Jepara.
Ketua Panitia Mecaru Ngarbiyanto mengungkapkan peserta upacara mecaru
sekitar 500 umat Hindu se-Kabupaten Jepara.
Adapun tujuan mecaru, yakni untuk membersihkan sekaligus mempersiapkan
diri menjelang Perayaan Nyepi. <https://www.tempo.co/tag/hari-raya-nyepi>
Ritual yang dilakukan, yakni membersihkan buana agung dan buana alit
atau sebagai simbol membersihkan semesta dan diri para jemaat sebagai
manusia.