From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, March 18, 2018 2:34 AM
  



https://nasional.tempo.co/read/1070525/hormati-nyepi-masjid-di-jepara-tak-gunakan-pengeras-suara


Hormati Nyepi, 
Masjid di Jepara Tak Gunakan Pengeras Suara 
Reporter: 
Antara
Editor: 
Widiarsi Agustina
Sabtu, 17 Maret 2018 09:55 WIB 
 
Ilustrasi pengeras suara masjid. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

TEMPO.CO, JEPARA -- Masjid di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten 
Jepara, Jawa Tengah, tidak menggunakan pengeras suara dalam mengumandangkan 
azan demi menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan perayaan Mecaru atau 
Tawur Agung, Jumat 16 Maret 2018.

Perayaan Mecaru di Pura Puser Bumi desa setempat merupakan rangkaian ritual 
sebelum memasuki Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hari Sabtu 17 Maret 2018.

Kemadi, Marbut Masjid At Taqwa Desa Plajan di Jepara, mengaku pelaksanaan 
Jumatan memang tidak menggunakan pengeras suara.

BACA:Umat Hindu Mulai Jalani Catur Brata Nyepi

Sebelum pelaksanaan salat jumat, katanya, sering terdengar lantunan ayat suci 
Alquran karena hari itu 16 Maret 2018 bersamaan dengan perayaan Mecaru dari 
umat Hindu, pengeras suara tidak digunakan.

Penghormatan terhadap umat Hindu, menurut Kemadi, tidak hanya di Masjid At 
Taqwa yang kebetulan berdekatan dengan Pura Puser Bumi, melainkan masjid maupun 
musala lain di Desa Plajan juga melakukan hal serupa.

Dengan tidak menggunakan pengeras suara saat azan, katanya, bertujuan agar 
tidak mengganggu pelaksanaan nyepi.

Selain itu, seluruh masyarakat yang ada di Desa Plajan juga diimbau agar 
menjaga situasi wilayah tetap kondusif dan tidak muncul suara gaduh, termasuk 
tidak menghidupkan suara musik atau menggeber kendaraan bermotor.

BACA: Nyepi, Telkom Hentikan Layanan Internet IndiHome di Bali

Penghormatan terhadap umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara, 
katanya, dilakukan hingga Minggu 18 Maret 2018 dini hari karena pada saat itu 
umat Hindu yang ada di lingkungan tersebut sedang menjalankan Caturbrata 
Penyepian.

Umat Hindu, lanjut dia, ketika umat Islam menggelar perayaan Lebaran juga 
memberikan penghormatan dengan menjaga tempat peribadatan.

Sebelumnya, kata dia, Pemerintah Desa Plajan juga memberikan imbauan untuk 
menghormati Hari Raya Nyepi.

Tanpa ada imbauan sekalipun, katanya, warga sudah mengetahui langkah yang harus 
diambil saat umat Hindu merayakan Nyepi."Warga juga tetap ronda untuk menjaga 
keamanan selama Nyepi," ujarnya.

Jumlah tempat ibadah di Desa Plajan, meliputi 14 masjid, 40 musala, empat pura, 
dan satu gereja.

Sementara jumlah pemeluk Agama Islam sekitar 7.515 orang, Hindu sebanyak 435 
orang, Kristen sebanyak 55 orang dan Budha empat orang.

Pelaksanaan Mecaru dimulai sejak Jumat 16 Maret 2018 pukul 09.00 WIB yang 
dipusatkan di Pura Puser Bumi dan dihadiri umat Hindu dari berbagai daerah di 
Jepara.

Ketua Panitia Mecaru Ngarbiyanto mengungkapkan peserta upacara mecaru sekitar 
500 umat Hindu se-Kabupaten Jepara.

Adapun tujuan mecaru, yakni untuk membersihkan sekaligus mempersiapkan diri 
menjelang Perayaan Nyepi.

Ritual yang dilakukan, yakni membersihkan buana agung dan buana alit atau 
sebagai simbol membersihkan semesta dan diri para jemaat sebagai manusia.








Kirim email ke