----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 19 Maret 2018 00.39.45 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Fw: [GELORA45] Kirab Budaya Tionghoa Banyuwangi Diikuti 
Kelenteng se-Jawa Bali
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, March 19, 
2018 2:59 AM  


 

https://travel.tempo.co/read/1070781/kirab-budaya-tionghoa-banyuwangi-diikuti-kelenteng-se-jawa-bali

Kirab Budaya Tionghoa Banyuwangi Diikuti 


Kelenteng se-Jawa Bali 
Reporter: 
David Priyasidarta (Kontributor)
Editor: 
Tulus Wijanarko
Minggu, 18 Maret 2018 12:57 WIB   
Kirab Budaya Tionghoa dalam rangkaian Festival Imlek di Banyuwangi, Sabtu 17 
Maret 2018. Acara ini diikuti 19 klenteng se-Jawa Bali dan Lombok. Tempo/David 
Priyasidharta
 
TEMPO.CO, Banyuwangi - Sebanyak 19 kelenteng mengikuti Kirab Budaya Tionghoa 
dalam rangkaian Festival Imlek di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu sore, 17 Maret 
2018. Kirab ini diikuti klenteng se-Jawa Bali dan Lombok.

Peserta kirab menampilkan arak-arakan barongsai, liong barongsai, dan Kim Sing, 
yang diberangkatkan dari pelataran Klenteng Hoo Tong Bio. Bupati Banyuwangi 
Abdullah Azwar Anas melepas atraksi kirab budaya tersebut.

Anas mengapresiasi warga Tionghoa Banyuwangi yang menginisiasi event ini. 
"Festival di Banyuwangi ini bisa sebagai alat untuk mendorong solidaritas, 
kebudayaan, toleransi, tradisi, dan inklusivisme," katanya.

Prasetyo, 42 tahun, warga Tionghoa asal Surabaya, mengaku sudah berada di 
kelenteng sejak pagi. "Sebenarnya sering lihat arak-arakan Kim Sing semacam 
ini. Tapi di Banyuwangi ini beda, lebih menarik karena dikemas dalam festival," 
ujarnya,

Salah satu peserta kirab, Hendi Kang Prabowo dari Kelenteng Po Hwa Kong, 
Lombok, juga tampak bersemangat. "Saya merasa senang bisa terlibat di salah 
satu event Banyuwangi Festival. Apalagi barongsai ditampilkan bareng dengan 
barong khas Banyuwangi, ini menarik sekali," ucapnya.

Kirab Budaya Tionghoa ini diikuti ribuan warga Tionghoa dari berbagai daerah. 
Mereka berkumpul merayakan peringatan ke-234 Hari Kebesaran Yang Mulia Kongco 
Tan Hu Cinjin.

Ketua Komda Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Jawa Timur Go Se Kian menjelaskan, 
kirab ini bisa dilihat sebagai upacara tolak bala dan meminta keselamatan bagi 
semua warga Banyuwangi. "Hari ini kita melakukan kirab Kim Sing keliling kota 
untuk mengusir hawa-hawa negatif agar seluruh umat dan warga Banyuwangi sehat 
sejahtera," tuturnya.

Pemimpin umat di TITD Jawa Timur ini juga berterima kasih kepada Pemerintah 
Kabupaten Banyuwangi karena telah menjadikan tradisi kirab budaya sebagai salah 
satu agenda Banyuwangi Festival. "Dengan difestivalkannya kirab budaya ini, 
kami merasa tersanjung. Ungkapan ini tidak hanya datang dari warga Tionghoa 
Banyuwangi, tapi dari seluruh umat Hoo Tong Bio, yang hari ini hadir 
memeriahkan festival. Terima kasih, Banyuwangi," katanya

DAVID PRIYASIDHARTA





    

Kirim email ke