YLKI: Belum Ada Aduan Soal Sarden BercacingReporter:  Chitra ParamaestiEditor:  
Ali Akhmad Noor HidayatJumat, 23 Maret 2018 09:30 WIB 
Ilustrasi sarden. thecoraltriangle.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia 
(YLKI) Tulus Abadi mengatakan belum mendapatkan aduan resmi soal sarden yang 
didapati cacing di dalamnya. “Belum ada,” ucap dia di Meteng, Kamis, 22 Maret 
2018. 

Dia mengatakan konsumen harus lebih selektif dalam memilih produk pangan. 
Apalagi, kata dia jika produk itu impor. Tulus menuturkan konsumen harus 
mengecek izin dari BPOM. Dia berujar, jika sudah memiliki izin, produk tersebut 
bisa dijamin.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), 
Suratmono juga menuturkan sebelum membeli produk makanan, konsumen harus cek 
kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluarsa. Menurutnya jika sudah ada 
izin dari BPOM, prosuk tersebut sudah melewati proses evaluasi. Selain itu, 
BPOM juga melakukan sampling berkala atas produk-produk dengan izin BPOM.

Baca: Warga Temukan Cacing, BPOM Larang Sarden Farmer Jack

Sebelumnya, Masyarakat kembali dihebohkan dengan tersebarnya video di sejumlah 
media sosial. Kali ini video viral soal temuan cacing di produk ikan sarden 
kalengan dengan merek Farmer Jack Mackerel pada Jumat pekan lalu.

Video yang tersebar luas mulai tanggal 16 Maret 2018 lalu di Kecamatan Bukit 
Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, kemudian direspons oleh Balai Besar Pengawas 
Obat dan Makanan Kota Pekanbaru dengan melakukan inspeksi mendadak dan uji 
laboratorium. Hasilnya, sedikitnya ada tiga merek ikan sarden kalengan yang 
positif mengandung cacing. 

Dalam kasus penemuan cacing di Pekanbaru, Riau, Seksi Pemeriksaan BBPOM 
Pekanbaru Rita Ariestya mengatakan cacing yang ditemukan adalah jenis gilig. 
Gilig termasuk cacing parasit yang bisa berkembang biak di tubuh manusia. Lebih 
jauh, Rita menyebutkan ada sejumlah sampel yang telah dikirim ke Jakarta untuk 
ditindaklanjuti oleh BPOM.

Petugas BBPOM Pekanbaru itu juga sudah memeriksa langsung ke gudang distributor 
dan beberapa swalayan di Kota Selatpanjang. Didampingi pegawai Dinas 
Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, setiap sarden merek Farmer 
Jack yang ditemukan langsung diambil. "Pokoknya segera ditarik dari pasar 
semuanya," kata Rita.

Kirim email ke