Itulah salah satu tuntutan perjuangan buruh migran yang terorganisasi dalam
ATKI, IMA, PILAR dan lainnya sekarang. Mereka menuntut pengakuan bahwa mereka
adalah PEKERJA, bukan SLAVE dan bukan BARANG DAGANGAN!!
On Friday, April 20, 2018 8:52 PM, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Saya sepakat, yg diutarakan Menaker itu misleading. Mungkin persis seperti
si Chan
Sewaktu ngomong TKI biasanya persepsi yg didapat babu kacung dan kuli, ini juga
mungkin yg dimaksud Menteri Danif itu. Suatu hal yang memperhatinkan.
Bisakah diwaktu yang tidak terlalu lama TKI berganti dengan "expatriate
Indonesia" atau tenaga ahli/professional dari Indonesia.
---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
Persis seperti si Chan, dan memang sering sekali tercermin persamaan pandangan
antara mereka yang mendukung Tiongkok kapitalis dengan para pejabat pemerintah
Indonesia, ya karena sama-sama membela MODAL ASING!! Coba pertimbangkan
kalimat ini: "Pada saat saya menyatakan jumlah TKA dari china dibanding TKI di
China lebih besar TKI di China, orang marah. Padahal itu faktanya. Misal TKI di
China 81 ribu, sementara TKI di Hongkong 153 ribu, di Macau 16 ribu, Taiwan
saja 200 ribu," tutur Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri di Menara
Kadin, Jakarta, Rabu (21/12/2016)", maka bisa disimpulkan bahwaTKI mengerjakan
pekerjaan yang penduduk Tiongkoknya sendiri tidak mau mengerjakannya, yaitu
Pembantu Rumah Tangga!!! Dan ini adalah juga yang dialami oleh para pekerja
asing Maroko dan Turki ketika mereka diundang untuk bekerja di Belanda, karena
Belanda kekurangan tenang kerja dalam pembangunan!!! Mereka sama sekali tidak
mengambil pekerjaan penduduk aslinya!!! Sedangkan situasi pekerja Tiongkok yang
bekerja di Indonesia 180 derajat berbeda!!!! Kedudukan sosial dan material
mereka lebih tinggi dari pada buruh Indonesia!!!!! Seperti pernah saya
postingkan dulu, banyak orang Tiongkok yang menjadi mandor!!! Dan diantara
mereka yang masuk gelap terdapat orang-orang yang punya modal untuk bikin
usaha. Ini persis seperti keadaan di satu daerah Laos yang dikuasai Tiongkok!!
Orang Tiongkok yang datang ke situ adalah mereka yang punya modal, karena tidak
bisa bersaing dengan pengusaha yang lebih besar di Shanghai atau Shenzhen,
akhirnya bangkrut , maka mereka mencari tempat yang masih belum keras
persaingannya untuk mendapatkan akumulasi modalnya. Jadi mereka datang bukan
sebagai kuli atau pekerja bawahan, seperti TKI di HK, Macau atau Taiwan... Nah,
siapa yang berpihak kepada kepentingan nasional dan rakyat pekerja Indonesia,
pasti akan bisa melihat dan mengakui kenyataan ini.
On Friday, April 20, 2018 4:11 AM, "kh djie djiekh@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
https://economy.okezone.com/read/2016/12/21/320/1572422/tki-di-china-lebih-besar-dibandingkan-jumlah-pekerja-china-di-ri
TKI di China Lebih Besar Dibandingkan Jumlah Pekerja China di RI
Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 21 Desember 2016 17:23 WIBMenteri Tenaga Kerja
Hanif Dhakiri (Foto: Okezone)JAKARTA - Tenaga kerja asing (TKA) asal China
hingga saat ini telah mencapai 21 ribu tenaga kerja yang bekerja pada berbagai
sektor. Besarnya jumlah tenaga kerja ini pun menjadi salah satu sorotan
masyarakat di Indonesia..
Hanya saja, jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Indonesia ternyata jauh
lebih besar dibandingkan jumlah TKA China di Indonesia. Untuk daratan China
saja, terdapat sekira 81 ribu TKI asal Indonesia. Angka ini belum termasuk
jumlah TKI pada daerah yurisdiksi China lainnya.BERITA TERKAIT+
- Catat! Kadin China Keluhkan Pekerjanya Selalu Dituding Tenaga Kerja Ilegal
- Investasi China Makin Besar, Risikonya Tenaga Kerja Ilegal Bertambah
- Menaker: Tenaga Kerja Asing Asal China Tak Perlu Dikhawatirkan
"Pada saat saya menyatakan jumlah TKA dari china dibanding TKI di China lebih
besar TKI di China, orang marah. Padahal itu faktanya. Misal TKI di China 81
ribu, sementara TKI di Hongkong 153 ribu, di Macau 16 ribu, Taiwan saja 200
ribu," tutur Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri di Menara Kadin,
Jakarta, Rabu (21/12/2016).Menaker pun meminta agar isu ini tidak
dibesar-besarkan. Pasalnya, hal ini mampu memberikan sentimen negatif bagi
tenaga kerja Indonesia. Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang karena
pemerintah akan terus mengawal isu TKA ilegal pada berbagai daerah di
Indonesia."Jadi ini harus dipahami secara rasional. Jangan sampai isu TKA ini
dibawa-bawa ke mana-mana sehingga membangun sentimen-sentimen yang tidak sehat
bagi demokrasi kita maupun untuk persatuan bangsa," pungkasnya.
#yiv3717483788 #yiv3717483788 -- #yiv3717483788ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-mkp #yiv3717483788hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mkp #yiv3717483788ads
{margin-bottom:10px;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mkp .yiv3717483788ad
{padding:0 0;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mkp .yiv3717483788ad p
{margin:0;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mkp .yiv3717483788ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-sponsor
#yiv3717483788ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-sponsor #yiv3717483788ygrp-lc #yiv3717483788hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-sponsor #yiv3717483788ygrp-lc .yiv3717483788ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3717483788 #yiv3717483788actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3717483788
#yiv3717483788activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3717483788
#yiv3717483788activity span {font-weight:700;}#yiv3717483788
#yiv3717483788activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv3717483788 #yiv3717483788activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3717483788 #yiv3717483788activity span
span {color:#ff7900;}#yiv3717483788 #yiv3717483788activity span
.yiv3717483788underline {text-decoration:underline;}#yiv3717483788
.yiv3717483788attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv3717483788 .yiv3717483788attach div a
{text-decoration:none;}#yiv3717483788 .yiv3717483788attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3717483788 .yiv3717483788attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3717483788 .yiv3717483788attach label a
{text-decoration:none;}#yiv3717483788 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv3717483788 .yiv3717483788bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3717483788
.yiv3717483788bold a {text-decoration:none;}#yiv3717483788 dd.yiv3717483788last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3717483788 dd.yiv3717483788last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3717483788
dd.yiv3717483788last p span.yiv3717483788yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv3717483788 div.yiv3717483788attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv3717483788 div.yiv3717483788attach-table
{width:400px;}#yiv3717483788 div.yiv3717483788file-title a, #yiv3717483788
div.yiv3717483788file-title a:active, #yiv3717483788
div.yiv3717483788file-title a:hover, #yiv3717483788 div.yiv3717483788file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3717483788 div.yiv3717483788photo-title a,
#yiv3717483788 div.yiv3717483788photo-title a:active, #yiv3717483788
div.yiv3717483788photo-title a:hover, #yiv3717483788
div.yiv3717483788photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3717483788
div#yiv3717483788ygrp-mlmsg #yiv3717483788ygrp-msg p a
span.yiv3717483788yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3717483788
.yiv3717483788green {color:#628c2a;}#yiv3717483788 .yiv3717483788MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv3717483788 o {font-size:0;}#yiv3717483788
#yiv3717483788photos div {float:left;width:72px;}#yiv3717483788
#yiv3717483788photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3717483788
#yiv3717483788photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3717483788
#yiv3717483788reco-category {font-size:77%;}#yiv3717483788
#yiv3717483788reco-desc {font-size:77%;}#yiv3717483788 .yiv3717483788replbq
{margin:4px;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-mlmsg select, #yiv3717483788 input, #yiv3717483788 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-mlmsg pre, #yiv3717483788 code {font:115%
monospace;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-mlmsg #yiv3717483788logo
{padding-bottom:10px;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-msg
p#yiv3717483788attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-reco #yiv3717483788reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-sponsor
#yiv3717483788ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-sponsor #yiv3717483788ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-sponsor #yiv3717483788ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv3717483788 #yiv3717483788ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3717483788
#yiv3717483788ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv3717483788