Li Keqiang, Dari Buruh Pedesaan Jadi Orang Nomor Dua di China
Natalia Santi, CNN Indonesia | Senin, 07/05/2018 07:12 WIB
Menampik tawaran sang ayah untuk dibina dalam partai, Perdana Menteri China Li
Keqiang menapaki karier sejak dari bawah. (REUTERS/Jason Lee)Jakarta, CNN
Indonesia -- Karier Perdana Menteri China Li Keqiang sangat berwarna. Menapaki
kariernya dari tingkat terbawah. menjadi Mulai dari buruh di pedesaan di masa
Revolusi Kebudayaan, hingga menjadi orang nomor dua di pemerintahan China.
Pria berusia 62 tahun tersebut dikenal sebagai orang dekat mantan Presiden Hu
Jintao sejak masih di organisasi kepemudaan Partai Komunis China.
Putra pejabat lokal dari Provinsi Anhui itu dikabarkan menolak tawaran sang
ayah untuk membantunya berkarier. Dia memilih kuliah ilmu hukum di universitas
bergengsi Peking University Beijing setelah beberapa saat di komune.
Baru pada 1976 dia bergabung dengan Partai Komunis China. Dia pun langsung
terlibat dalam politik mahasiswa sebagai Ketua Federasi Mahasiswa Universitas
sejak 1978 hingga 1982.
Setelah lulus, perlahan dia menapaki tangga kepemimpinan partai. Politisi
berpendidikan hukum itu pun menyelesaikan gelar doktor-nya di bidang ekonomi..
PILIHAN REDAKSI
a.. China Pasang Rudal di Kepulauan Spratly Laut China Selatan
b.. Bertemu PM China, Jokowi Ingin Kurangi Defisit Perdagangan
c.. PM China Dijadwalkan Bertemu Jokowi di Istana Hari Ini
Dia bergabung dengan liga pemuda partai di era 1980-an. Saat itu, mantan
Presiden China Hu Jintao bertanggung jawab atas organisasi tersebut.
Dia terpilih menjadi Deputi Sekretaris Partai Provinsi Henan pada 1998, dan
menjadi Sekretaris Partai di Provinsi Liaoning pada 2004.
Li menjadi gubernur termuda saat ditunjuk untuk memimpin Provinsi Henan. Masa
kepemimpinanya diwarnai berbagai masalah. Mulai dari kebakaran hingga
penyebaran HIV melalui kantong-kantong darah yang terkontaminasi virus.
Namun, Li dianggap sukses mendongkrak perekonomian Henan. Dia memukau banyak
orang dengan upaya merevitalisasi Liaoning, provinsi industri yang menderita
akibat reformasi China.
Kini, pria kelahiran 1955 di Provinsi Anhui tersebut menjadi Perdana Menteri
China. Kongres Rakyat Nasional ke-12 pada 15 Maret 2013 memilihnya sebagai
Perdana Menteri China. Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal Partai, Xi
Jinping terpilih sebagai Presiden.
Li memiliki reputasi sebagai politisi yang bersahabat. Beberapa pengamat
menyatakan pemahaman Li atas reformasi ekonomi diperlukan China. Meski begitu
dia dianggap sebagai pemimpin yang pasif.
"Dibandingkan Xi Jinping, Li Keqiang lebih hati-hati," kata Bo Zhiyue, peneliti
Institut Asia Timur di Universitas Nasional Singapura, seperti dilaporkan BBC.
"Mereka punya gaya berbeda."
Tidak banyak yang diketahui dari kehidupan pribadi Li. Media setemapt menyebut
dia menikah dengan Cheng Hong, seorang dosen di Beijing. Mereka memiliki
seorang anak yang berpendidikan di Amerika Serikat.
(nat)