https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-
rupiah-loyo
Senin, 13 Agu 2018 20:25 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Bagus, Kok
Rupiah Loyo?
Eduardo Simorangkir - detikFinance
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#>
Tweet *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#>
Share *0*
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#>
0 Komentar
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#komentar>
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#>
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4164665/pertumbuhan-ekonomi-ri-bagus-kok-rupiah-loyo#komentar>
*Jakarta* - Pertumbuhan ekonomi
<https://www.detik.com/tag/pertumbuhan-ekonomi/?_ga=2.122689933.769074079.1533439082-98299132.1531734597>
Indonesia pada kuartal II-2018 tumbuh sebesar 5,27% /year on year/
(yoy). Angka ini meningkat dibandingkan kuartal II-2017 yang hanya
sebesar 5,01%.
Angka pertumbuhan ekonomi yang cukup mentereng ini ternyata tak cukup
memberi sentimen positif terhadap rupiah. Nilai tukar dolar Amerika
Serikat (AS) kian perkasa dan kini justru telah mencapai angka tertinggi
tahun ini di Rp 14.600-an.
Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartaty menjelaskan, hal ini memang
tak serta merta memberikan respons positif dari investor. Faktor neraca
perdagangan yang masih defisit dan defisit transaksi berjalan dilihat
lebih serius oleh investor sebagai kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
"Kuncinya adalah di faktor fundamental. Kalau faktor defisit dan
/current account/ kita defisit maka itu yang nantinya akan menjawab
bahwa depresiasi nilai tukar rupiah kita apakah /temporary/ atau akan
terus berlanjut ke depannya," kata Enny saat ditemui di kawasan Cikini,
Jakarta, Senin (13/8/2018).
*Baca juga: *Dolar AS Ngamuk ke Rp 14.600, Sri Mulyani Waspada
<https://finance.detik.com/read/2018/08/13/115935/4163638/6/dolar-as-ngamuk-ke-rp-14600-sri-mulyani-waspada>
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,27% sendiri lebih banyak
didominasi sektor konsumtif daripada sektor produktif. Hal ini membuat
target pertumbuhan ekonomi di semester II 2018 diragukan bisa tercapai.
"Nah kalau itu nggak tercapai, maka itu akan jadi referensi /capital
inflow/ yang masuk. Nah /capital inflow/ yang masuk itulah yang jadi
indikator terjadi pelemahan rupiah atau tidak," katanya.
Sementara pendaftaran Capres/Cawapres yang berlangsung baik dinilai tak
cukup kuat memberi sentimen positif yang kuat bagi rupiah. Hal ini bisa
dilihat dari IHSG yang merespons positif pertama kalinya Jokowi menjadi
Presiden 2014 lalu.
"Kita ingat betul 5 tahun lalu, ketika pendeklarasian Jokowi ini juga
rupiah bahkan IHSG langsung dari zona merah ke zona biru. Tetapi
ternyata/honey moon/-nya tidak lama. Kemudian hal yang sama ini bisa
terjadi sekarang, sebaliknya pasar justru merespons negatif. Nah
pertanyaannya adalah sekarang apakah ini temporary atau berlanjut?"
tandasnya.
*Baca juga: *Rupiah Tembus Rp 14.600, Sri Mulyani: Karena Dinamika Turki
<https://finance.detik.com/read/2018/08/13/112851/4163575/6/rupiah-tembus-rp-14600-sri-mulyani-karena-dinamika-turki>
*(eds/fdl)*