https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180816141958-32-322774/motif-dan-nyanyian-sakit-hati-mahfud-untuk-
cak-imin-maruf
ANALISIS
Motif dan 'Nyanyian' Sakit Hati Mahfud untuk
Cak Imin-Ma'ruf
*Setyo Aji*, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 07:00 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180816141958-32-322774/motif-dan-nyanyian-sakit-hati-mahfud-untuk-cak-imin-maruf#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180816141958-32-322774/motif-dan-nyanyian-sakit-hati-mahfud-untuk-cak-imin-maruf#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180816141958-32-322774/motif-dan-nyanyian-sakit-hati-mahfud-untuk-cak-imin-maruf#>
Motif dan 'Nyanyian' Sakit Hati Mahfud untuk Cak Imin-Ma'ruf Mahfud MD
dalam buka-bukaannya batal jadi cawapres Jokowi lebih sering menyebut
nama Cak Imin dan Ma'ruf Amin. Ada motivasidi balik 'curhat' Mahfud itu.
(CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konsititusi *Mahfud MD*
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180816121733-32-322733/cak-imin-soal-mahfud-md-saya-pasang-baliho-tidak-dipilih>
membeberkan cerita di balik kisah deklarasi bakal cawapres *Joko Widodo*
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180816121733-32-322733/cak-imin-soal-mahfud-md-saya-pasang-baliho-tidak-dipilih>
pekan lalu. Nama yang terucap dari Jokowi kala itu bukan yang
digadang-gadang dalam beberapa hari terakhir sebelum deklarasi, dalam
hal ini Mahfud MD.
Alih-alih mengumumkan Mahfud, Jokowi justru menyebut nama Ketua Umum
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin. Sontak pengumuman itu mengagetkan banyak pihak
di luar orang-orang berkepentingan dalam koalisi pendukung Jokowi, tak
terkecuali Mahfud sendiri.
Elite-elite dari koalisi berkomentar, sementara beberapa pihak menduga
ada perubahan nama di detik-detik akhir deklarasi, dari Mahfud menjadi
Ma'ruf. Mahfud malam itu juga hanya berkomentar 'seadanya'. Hingga pada
satu kesempatan pada acara ILC TV One, Selasa (14/8) malam, Mahfud
buka-bukaan terkait kegagalan menjadi cawapres Jokowi.
Sejumlah nama diseretnya dalam nyanyiannya malam itu. Di antaranya
Ma'ruf dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar
alias Cak Imin.
Mahfud menyebut bahwa Ma'aruf berperan besar atas tidak terpilihnya dia
sebagai bakal cawapres Jokowi. Ma'aruf, kata Mahfud, yang mendikte Ketua
PBNU Robikin Emhas untuk mengeluarkan pernyataan bahwa NU tak
bertanggung jawab secara moral andai yang dipilih Jokowi bukan kader NU.
"Lalu mereka sepertinya marah-marah membahas, kemudian kiai Ma'ruf
(bilang) 'Kalau itu kita nyatakan kita tak bertanggungjawab secara moral
atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU yang diambil [jadi
cawapres]'. Ini kata Muhaimin," terang Mahfud di acara tersebut.
Kader NU yang dimaksud Robikin tidak termasuk nama Mahfud, karena pada
hari yang sama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj sudah lebih dulu
menyatakan bahwa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bukan kader NU.
Lihat juga:
Mahfud Sebut Ma'ruf Amin Suruh NU Ancam Jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180814222544-32-322345/mahfud-sebut-maruf-amin-suruh-nu-ancam-jokowi/>
Pernyataan Mahfud tersebut masih menimbulkan tanda tanya di benak
publik, terutama motivasi dia membeberkan adanya 'permainan politik' di
balik layar batalnya dia jadi cawapres Jokowi.
Direktur Ekskekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djajadi
Hanan menilai alasan Mahfud membeberkan ke publik adalah suatu bentuk
klarifikasi. Pasalnya selama ini publik hanya menerima pernyataan dari
pihak partai koalisi pendukung Jokowi.
Mahfud setelah deklarasi itu belum memiliki kesempatan berbicara kepada
publik alasan dia tidak terpilih menjadi cawapres. Dia hanya
mengungkapkan itu bagian dari realitas politik yang harus ia terima,
meski mengaku hanya kaget.
"Menurut saya Pak Mahfud hanya menyampaikan apa yang dia ketahui dan dia
alami. Kan selama ini hanya dari pihak partai pendukung Jokowi, dari Pak
Mahfud wajar kalau disampaikan perimbangannya," terang Djajadi saat
dihubungi /CNNIndonesia.com/, Rabu (15/8).
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah
Badrun menilai pernyataan Mahfud sebagai bentuk upaya meluruskan
pernyataan yang tidak konstruktif oleh PBNU dalam proses penentuan cawapres.
Argumen yang dimaksud adalah tudingan PBNU yang menyebut bahwa Mahfud
bukanlah kader NU. Sebagai seorang akademisi yang cukup matang di dunia
perpolitikan, kata Ubed, Mahfud merasa perlu meluruskan argumen tersebut.
"Momentum meluruskan itu ada di kesempatan itu, saya kira lebih karena
argumen yang tidak fair oleh ketua Umum PBNU," terang dia.
Lihat juga:
Mahfud Buka-bukaan Batal Jadi Cawapres Jokowi di Detik Akhir
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180814220243-32-322340/mahfud-buka-bukaan-batal-jadi-cawapres-jokowi-di-detik-akhir/>
*Sakit Hati Mahfud*
Selain klarifikasi, tersirat juga alasan sakit hati dalam pernyataan
Mahfud tersebut. Wajar saja, karena pernyataan Said Aqil itu melukai
perasaan Mahfud yang mengaku sudah sejak sejak lama menjadi bagian dari NU.
"Saya ini kader NU, sekolah saya, kepengurusan saya juga di NU. Kalau
harus ikut pelatihan, saya kira Muhaimin juga bukan kader karena dia
PMII. PMII itu bukan NU. Dia kariernya di PMII. Kalau harus pengurus
ranting, cabang, apa itu, saya kira orang NU di seluruh Indonesia tak
sampai satu juta," tutur Mahfud masih dalam acara ILC.
Ubed menuturkan hal yang paling menyakitkan secara psikologis untuk
Mahfud bukan karena dia tidak terpilih menjadi cawapres, melainkan
karena dia tidak dianggap sebagai bagian dari NU.
Menurut Ubed seandainya Said Aqil tidak menyatakan bahwa Mahfud bukan
bagian dari NU, Mahfud tidak akan mengeluarkan pernyataan demikian.
"Beliau juga menerima tidak jadi cawapres yang jadi masalah beliau tidak
dikaitkan sebagai orang NU," terang Ubed.
Lihat juga:
PKB Sebut Mahfud MD Masih Emosi Gagal Jadi Cawapres Jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180815160959-32-322493/pkb-sebut-mahfud-md-masih-emosi-gagal-jadi-cawapres-jokowi/>
Sementara itu Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Jakarta Syarid
Hidayatullah Adi Prayitno menuturkan Mahfud ingin berpesan kepada publik
bahwa pelabelan seseorang sebagai Nahdiyin bukan semata otoritas dari NU.
"Ini sudah masuk domain politis. NU sudah menjadi bagian dari
kepentingan politik tertentu. Akhirnya orang tahu di level NU ini ada
yang ingin mengincar posisi cawapres," terang Adi.
Motif dan 'Nyanyian' Sakit Hati Mahfud untuk Cak Imin-Ma'rufMuhaimin
Iskandar alias Cak Imin, Ma'ruf Amin, dan Said Aqil Siroj. (CNN
Indonesia/Safir Makki).
Mahfud, kata Adi, tidak nyaman dengan orang-orang yang menggunakan NU
sebagai basis legitimasi untuk menurunkan martabatnya.
Menurut Adi tidak ada motif lain di balik pernyataan terbuka Mahfud.
Urusan batal cawapres bukan menjadi alasan utama Mahfud.
Mahfud sendiri sudah legowo sejak awal karena dia sadar betul namanya
hanya menjadi satu dari sekian nama kandidat cawapres Jokowi.
*Ma'ruf, Cak Imin, dan Peringatan terkait 'Kasus Durian'*
Menurut Adi nama Ma'aruf dan Cak Imin yang kerap kali disebut Mahfud
dalam pernyataannya di ILC tersebut bukan tanpa maksud. Kedua orang
itulah yang berperan besar dalam perubahan keputusan Jokowi dan
koalisinya dalam memilih posisi cawapres pendamping.
Ma'aruf dan Cak Imin adalah dua aktor utama yang berada di lingkaran
terdalam kekuasaan yang dekat Jokowi. Diketahui Ma'aruf selaku Ketum MUI
dan seorang Rais Aam PBNU yang kerap kali dimintai nasihatnya oleh
Jokowi di Istana.
Sementara Cak Imin merupakan Ketua Umum PKB yang kerap kali berhubungan
dengan Jokowi dalam hal pembentukan koalisi untuk maju di Pilpres 2019.
Di sisi lain, Mahfud MD hanyalah ketua Badan Pembinaan Ideologi
Pancasila yang notabene tidak sesering Ma'aruf dan Cak Imin bertemu
dengan Jokowi.
"Kalau sudah berbicara soal PKB dan PBNU ini ada tokoh kuncinya, ada Cak
Imin sebagai ketua umumnya PKB dan Ma'aruf Amin sebagai Rais Aam-nya,"
terang dia.
Selain itu Adi menilai dibawanya nama Ma'aruf dalam pernyataan Mahfud
bertujuan untuk mengingatkan bahwa sosok seorang Rais Aam tidak
selamanya suci dari hasrat politik.
Lihat juga:
Farhat Abbas: Mahfud MD Belokkan Cerita Agar PKB-NU Tak Solid
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180815161039-32-322494/farhat-abbas-mahfud-md-belokkan-cerita-agar-pkb-nu-tak-solid/>
Mahfud ingin menunjukan bahwa Ma'aruf bukan semata seorang pembina umat
tetapi juga sosok yang cukup ambisius terhadap kekuasaan karena disebut
menjadi salah satu aktor di balik drama cawapres Jokowi.
"Kan selama ini yang kita bayangkan Ma'aruf ini adalah seorang yang anti
kekuasaan, penjaga moral. Pengakuan Mahfud ini sekaan menjungkir balikan
kenyataan itu semua," ujar Ubed.
"Pengakuan Mahfud ini memberikan satu fakta bahwa PBNU dan bahkan Rais
Am-nya tidak lepas dsri syahwat politik untuk meraih kekuasaan
seluas-luasnya dengan posisi cawapres itu, " terang Adi.
Sementara itu, Ubed menilai terseretnya nama Cak Imin juga menjadi
semacam peringatan dari Mahfud. Mahfud, kata Ubed, ingin mengingatkan
bahwa semasa Cak Imin menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
terseret dalam pusaran kasus korupsi 'kardus durian'.
"Termasuk juga mengingatkan Cak Imin mengingatkan memang pernah
mengalami beberapa persoalan terkait dengan kardus durian, kasus
korupsi yang kemudian dibantu oleh Mahfud untuk mengatasi persoalan
itu," ujar Ubed.
Diketahui kasus 'kardus durian' merupakan kasus korupsi Percepatan
Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT) di Papua pada
2011. Kasus ini melibatkan pejabat Kemenakertrans yang saat itu dipimpin
oleh Cak Imin. Kasus ini juga melibatkan PT Alam Jaya Papua sebagai
pihak swasta.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika itu melakukan tangkap tangan
pada 25 Agustus 2011 dan meringkus dua anak buah Cak Imin di
Kemenakertrans. Sementara Cak Imin sudah berulang kali diperiksa KPK
sebagai saksi karena dianggap mengetahui kasu tersebut. *(osc)*