Yang mana bumbunya ?
Yang mana yang tak benar di artikel tadi ?

On Sun, 21 Oct 2018 at 21:12, ajeg [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Bumbu itu cuma penyedap.
>
> Seperti pada tulisan murkanya James kiriman Anda di bawah.
>
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Apa ini yang istilahnya sekarang adalah digoreng.
>
> Kalau dulu istilahnya dibumbui...........?
>
>
> On Sun, 21 Oct 2018 at 19:13, jonathangoeij@.... <[email protected]>
> wrote:
>
> cerita2 dibawah ada faktanya tetapi diolah sedemikian rupa menjadi dongeng
> konspirasi.
>
> --- ajegilelu@... wrote :
>
> Clinton, seperti halnya Jokowi, kampanyenya signifikan didanai oleh James
> Riady.
>
> Singkatnya, John Huang dan James Riady dicurigai keras sebagai agen
> intelejen militer China yang menyusup ke pemerintahan AS melalui Clinton
>
>
> Begitu kebohongan mobil Esemka terbongkar (bahwa
> ternyata itu cuma modifikasi mobil Cina, Foday) Jokowi
> segera ganti "kendaraan" menuju pilkada DKI 2012
> dengan menunggang kartu sakti. Sampai sekarang tidak
> pernah ada jawaban jelas dari mana dana sang cagub
> bagi-bagi duit dengan kartu ATM sakti tsb, dari mana
> anggaran cetak kartunya saja tidak mau sebut. Sekalipun
> begitu Rakyat tidak bodoh untuk melihat apa yang
> terlihat.
>
> Sama seperti melihat apa yang terjadi di Haiti Rabu kemarin.
> Biarpun media imperialis cuma menyebarkan berita-berita
> demo gantipresidennya saja, toh dunia tahu Jovenel Moise
> adalah presiden boneka kesayangan Bu Menlu Clinton. Tuntutan
> untuk menggantinya bukan sekedar kemarahan karena rezim
> boneka makan macam-macam duit termasuk dana bencana yang
> digalang Venezuela era Chavez, tapi juga merupakan suara
> perlawanan terhadap cengkeraman nekolim di negara tersebut.
>
> Juga tidak aneh kalau dalam situasi seperti itu presiden
> antek nekolim ikut teriak penegakan hukum.
> "No one will escape justice"- JoMoi (Jovenel Moise)
>
> --- jetaimemucho1@... wrote:
>
> Wow, hebat sekali tuh cerita tentang cara-cara bosnya Lippo, yang senior
> dan yang junior, untuk mendapatkan keuntungan maximum dan melikwidasi para
> saingannya untuk mencapai kedudukan monopoli. Kita masih ingat bagaimana
> pengagumnya di milis ini pernah beberapa kali mempostingkan berita tentang
> kecerdasannya, kelihayannya dalam bisnis, kejujurannya, kemurahan hatinya,
> pendeknya bos senior Lippo itu seorang genius yang hebat. Seingat saya,
> sayalah satu-satunya yang menulis komentar ketika itu, sudah tentu  negatif
> terhadap postingan yang memuji bos Lippo setinggi langit itu.
>
> Sekarang, lebih banyak orang yang bikin komentar tentang Lippo dan bosnya,
> karena sudah sedemikian besar dan gawatnya sepak terjang yang merugikan
> para saingannya, negara dan negeri Indonesia. Ceritanya "John" itu
> sebenarnya hanya membelejeti dan membuktikan cara-cara kotor, licik dan
> jahat para konglomerat untuk mencapai profit. Dan sifat ini sebetulnya
> bukan monopoli kaum konglomerat di Indonesia. Di negeri leluhurnya, para
> bilyuner dapat mencapai keberhasilan dalam bisnisnya juga dengan cara-cara
> itu, antara lain koneksi Pemerintah dan di Tkk harus ditambah lagi koneksi
> dengan Partai, jaringan luas dan kuat dan serangan gelap yang bisa membawa
> kematian…. Dll.
>
> Dulu di postingan itu dikesankan bos Lippo sebagai orang yang murah hati.
> Lho murah hati, tapi tidak mau bayar supplier, tidak mau bayar kontraktor,
> sebaliknya, bisa membeli Polisi, DPR, OJK, BPK, Kehakiman, bahkan
> Tentara!!! Uiiih!! Hebat sekali! Belum lagi manipulasi sahamnya.. menipu,
> bikin laporan keuangan palsu…..
>
> Di milis ini juga ada orang yang selalu ingin membantah bahwa Jokowi
> didukung konglomerat. Bencinya setengah mati pada Ahok, karena Ahok juga
> yang mengungkapkan itu. Lha, sekarang “John” cerita juga bagaimana dekatnya
> bos Lippo itu dengan mbak Mega dan Jokowi….Ha…ha.. semakin kelabakan
> mendapatkan argumentasi untuk membela sang presiden idolanya itu.
>
> Ternyata bukan hanya di dalam negeri terjadi skandal dengan Lippo, di luar
> negeri juga…pokoknya tidak ragu-ragu keluarkan angpao yang sangat tebal
> kepada siapa dan kapan saja diperlukan…
>
> Di bawah ini saya tambahkan bahan lama untuk menambah pengetahuan tentang
> sepak terjang Lippo dan bosnya….
> Senin, 24 Maret 2014
> Riady Connection: Sisi Kelam Sosok James Riady Agen Intelijen Militer China
>
> "Singkatnya, John Huang dan James Riady dicurigai keras sebagai agen
> intelejen militer China yang menyusup ke pemerintahan AS melalui Clinton."
> Riady Connection
> Sisi Kelam Sosok James Riady Agen Intelijen Militer China. Tulisan ini
> coba untuk membahas tentang bahaya seorang James Riady, owner Lippo Grup.
> ... Kenapa James Riady ini dikategorikan orang yang sangat berbahaya bagi
> Indonesia?
> Kami akan uraikan dasar dan alasannya. James Riady, anak Muchtar Riady, ex
> Dirut Bank BCA milik Liem Sioe Liong (sudono salim, orang terkaya di
> Indonesia), punya reputasi buruk. Sama seperti ayahnya, Mochtar Riady yang
> dibina oleh Liem Sioe Liong, James Riady dibina Antony Salim (anak tertua
> Liem Sioe Liong).
> James Riady kini mengelola kerajaan bisnisnya Lippo Grup yang diwariskan
> ayahnya. Terdiri berbagai jenis usaha : bank, property, media dll. Lippo
> Grup didirikan Muctar Riady selepas muchtar berhenti sebagai Dirut Bank
> BCA. Lippo Grup kemudian tumbuh berkembang menjadi konglomerasi. Namun,
> berbeda dengan ayahnya, James Riady dalam memimpin Lippo Grup terkenal
> dengan reputasi buruknya. Kriminal. Curang.
> Kerap Langgar hukum. Pelanggaran hukum itu dilakukan James Riady di
> Indonesia dan di AS. Kami sudah pernah membahas beberapa pelanggaran
> hukum oleh James Riady. Diantaranya : James Riady memalsukan laporan
> keuangan Bank Lippo yang menggoncang pasar modal RI dan timbulkan krisis
> kepercayaan investor asing.
> Bank Lippo terlibat penerbitan laporan keuangan ganda yang melanggar UU
> tentang Bank Indonesia Pasal 49 dan diancam 10 tahun penjara. BI dan
> Bapepam Depkeu menyelidiki kasus penggandaan lapkeu Depkeu tersebut untuk
> mengetahui pelanggaran-pelanggaran UU dan kerugian keuangan negara.
> Sesuai Lapkeu per 30 Sept 2002 yang disampaikan ke publik pada 28 Nov 2002
> total aktiva Bank Lippo Rp 24 triliun. Laba bersih Rp 98 miliar. Namun
> dalam laporan ke BEJ pada 27 Des 2002 total aktiva berubah jadi Rp 22.8
> triliun (turun Rp 1,2 triliun) dan rugi Rp1.3 triliun.
> Perbedaan Lapkeu Lippo Bank itu menimbulkan kegemparan. Ditemukan adanya
> penurunan aset yang diambil alih (AYDA) dari Rp 2.4 triliun. Penurunan aset
> yang diambil alih (AYDA) dari Rp 2.4 triliun menjadi Rp. 1.4 triliun.
> Akibatnya Capital Adequacy Ratio (CAR) anjlok. CAR Bank Lippo anjlok dari
> 24.77% menjadi 4.23%.
> Penyebabnya : Manipulasi oleh manajemen Bank Lippo. CAR anjlok disebabkan
> karena agunan yang dijadikan aset berasal dari kelompok Lippo : PT Bukit
> Sentul Tbk, PT Lippo Karawaci Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, PT Lippo
> Securities Tbk, PT Hotel Prapatan Tbk, dan PT Panin Insurance Tbk, dan
> seterusnya. Audit BI terhadap Bank Lippo juga melanggar di pasar modal
> berupa perdagangan memanfaatkan informasi dari orang dalam (insider
> trading).
> Bank Lippo juga melanggar peraturan/ UU terkait penunjukan komisaris
> Independen yang tidak sesuai keputusan BEJ (Bursa Efek Jakarta). Bank Lippo
> juga dinyatakan melanggar AD/RT Perseroaan dan prinsip Good Corporate
> Governance (GCG). Bank Lippo dirampok pemiliknya sendiri. Perilaku
> merampok bank sendiri itu bukan yang pertama dilakukan James Riady.
> Sebelumnya, pada 1990 terjadi di Little Rock, Arkansas, AS.
> Pihak Pemeriksa Bank AS menemukan 900 transaksi wire transfer mencurigakan
> oleh Lippo Bank, Little Rock, Arkansas. Auditor menemukan lebih 900 wire
> transfer senilai $ 7 juta ke rekening di Bank Cina HongKong, yang dimiliki
> oleh Lippo & China Resources. Semua transfer dipesan atas nama palsu dan
> disetujui oleh hanya seorang supervisor. Tidak ada pejabat bank berwenang
> yang mengaku mengetahui.
> Pihak Regulator perbankan AS sudah memberi saran agar bank tersebut
> ditutup, namun James Riady tetap bertahan dengan menambah modal US$ 26
> juta. Roy Tirtadji, managing director grup Lippo mengatakan dalam sebuah
> wawancara bahwa Lippo Bank merugi karena mengabaikan banyak prinsip.
> Belakangan penyidik kongres mengetahui bahwa Bank Lippo (d/h California
> Bank) tersebut tetap dipertahankan karena ada tujuan tersembunyi. Pendirian
> Bank tersebut hanya strategi James Riady untuk bermain di panggung politik
> AS. Menempel Clinton yang terpilih jadi presiden pada 1992.
> Jauh sebelumnya, Mochtar Riady memutuskan beli Bank Stephen Inc pada
> 1970-an, perbankan perumahan yg berbasis di Little Rock, Arkansas. Lalu
> Mochtar juga membeli kepemilikan Worthen Bank dan menjadikan James Riady
> (28 tahun) sebagai Worthen's Co-President. James Riady punya ketertarikan
> khusus pada orang-orang penting di kalangan politisi. James selalu cari
> kesempatan bertemu Gubernur Clinton. Bahkan Ketika Clinton bepergian ke
> Hong Kong (1985) James Riady mengatur pelayaran dari Hong Kong, dinner,
> shopping dan pesta koktail.
> Ketika Bill Clinton terpilih menjadi Presiden pada tahun 1992, ayah James,
> Mochtar Riady terbang ke Little Rock, Arkansas, AS. Mochtar datang khusus
> beri selamat kpd Hillary Clinton yang menerima penghargaan "Arkansan of the
> Year". Dia sumbangkan $50.000 untuk Hilary.
> Pada awal 1993 James Riady menempel ketat Grobmyer, teman karib Clinton.
> James juga ikut menemani Grobmyer beberapa kali ke Gedung Putih. Pejabat
> lain yang ditempel ketat James Riady adalah Pembantu Presiden, Middleton
> yang selalu mengajaknya ketemu Presiden Clinton. Dalam mendekati dan melobi
> Clinton dan pejabat-pejabat tinggi AS, James Riady dibantu John Huang,
> eksekutif Lippo Bank.
> Kemudian Huang berhasil ditempatkan James Riady sebagai pejabat
> tinggi/Deputy Menteri Perdagangan AS. Pada Sept 1995, seusai pertemuan
> khusus James Riady dengan Clinton dan James Riady di Oval Office, White
> House, Huang pindah ke DNC.
> Di DNC atau Komite Nasional Partai Demokrat, Huang punya tugas khusus
> sebagai Fund Raiser alias pengumpul uang sumbangan Partai Demokrat. Dalam
> menanam pengaruhnya ke Clinton dan Gedung Putih, James juga menggandeng
> mantan asisten Presiden Jimmy Carter, Vernon Weaver.
> Sedangkan John Huang mantan eksekutif Lippo Grup tetap berperan sebagai
> tangan kanan James Riady dan disusupkan ke Gedung Putih. Sementara itu,
> ketika Senator Al Gore kunjungi Asia 1989, sudah selalu disertai John Huang
> yang dibayar organisasi Buddha, Fo Kwang Shan.
> Dan pada tahun 1991, sebuah entitas yang dikenal CIA sebagai samaran
> intelejen militer Cina membeli saham di Bank Cina Lippo di HongKong.
> Badan-badan intelijen AS (NSA, CIA dll) sejak awal mengenali China
> Resources Co adalah sebuah entitas samaran intelijen militer Cina. Pada
> Agustus 1992, James Riady terbang dari Indonesia ke Los Angeles untuk ambil
> bagian dalam acara penggalangan dana untuk Clinton. Penyidik FBI
> membuktikan bahwa James Riady sewa limusin berdua dgn Clinton, menyerahkan
> US$ 100.000 dan menjanjikan tambahan US$ 1 juta. Namun, penyidik FBI hanya
> bisa membuktikan sumbangan gelap/illegal Riady dan Huang ke Clinton sebesar
> US$ 700.000 utk kampanye Clinton.
> Sumbangan ilegal James Riady dan John Huang ke Clinton itu diberikan
> melalui para karyawan Grup Lippo dan anak perusahaannya”. Para penyumbang
> ilegal itu mayoritas tidak tinggal di AS. Kasus ini pun meledak. Rakyat dan
> Pemerintah AS bertanya2.
> Apa motifnya? Salah 1 pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik Kongres
> adalah "Mengapa?". Apa yang diharapkan James Riady dengan pendanaan Bill
> Clinton?
> Kongres dan Rakyat AS percaya James Riady/Lippo adalah teknik operasi
> Spionase utama pemerintah Cina, yang sengaja menyuap Presiden Amerika. 
> Tujuannya
> bermacam-macam untuk kepentingan China : Perdagangan, kompromi keamanan AS
> dan mencuri rahasia milter dan teknologi AS. Apalagi Penyidik Kongres AS
> berhasil membongkar jaringan operasi James Riady yang melibatkan lebih dari
> seratus orang, mayoritas Cina. Oleh para penyidik Kongres AS, mereka ini
> dijuluki "jaringan bambu" atau "Operasi Jaringan Bambu". Selama jadi teman
> akrab Clinton, James berhasil mendesak Presiden AS itu utk mengembalikan
> status "paling disukai bangsa" kepada Cina.
> James Riady juga berhasil merayu Clinton untuk melonggarkan sanksi ekonomi
> terhadap Cina, diberlakukan setelah pembantaian Tiananmen Square. Clinton,
> seperti halnya Jokowi, kampanyenya signifikan didanai oleh James Riady.
> Clinton patuh pada James Riady. Penuhi banyak usulnya. Juni 1993, dua
> minggu setelah Cina diberi status "paling disukai bangsa", Riady raih laba
> US$ 163 juta di China Resources (d/h Lippo Bank Hongkong). Laba China
> Resources Ltd itu menaikan harga sahamnya > 50% di atas nilai pasar. Riady
> untung besar untuk kedua kalinya/ berlipat ganda.
> James dengan pengaruhnya, berhasil cegah Clinton yang ingin membatalkan
> serangan FBI pada jemaat fanatik Kristen Daud di Waco Texas, 19/4/93.
> Akibat serangan FBI itu puluhan pria, wanita dan anak-anak tewas dan
> terluka parah.... Clinton dan James menonton tragedi itu di Oval Office
> WhiteHouse. Clinton bahkan punya waktu saat Tragedi Nasional itu terjadi
> dengan memberikan Riady bonus tour melihat-melihat "the Situation Room" di
> Gedung Putih. Peristiwa itu masih jauh dari skandal Lippogate yang
> kemudian menyebabkan Presiden Clinton dijuluki "Presiden AS China Yang
> Pertama".
>
> James dan Keluarga Riady mampu menunjukkan pada dunia tentang hubungan
> istimewanya dengan Presiden Clinton selama KTT APEC 1993 di Seattle,
> Washington. Bahkan Lippo Grup diberi tugas khusus untuk mengorganisir
> pengusaha-pengusaha Indonesia saat kunjungi Little Rock, Arkansas, sebelum
> puncak APEC.
> Ada perjanjian khusus State Arkansas dan RI yang harus ditandatangani saat
> Puncak KTT APEC oleh Presiden Clinton dan Presiden Soeharto. Dan James
> Riady berada di tengah kedua kepala negara itu sebagai saksi sekaligus
> inisiator dan prakarsa perjanjuan Arkansas dan RI. Selama KTT APEC 1993,
> Clinton melakukan pertemuan dengan Presiden Soeharto, bersama-sama dengan
> James Riady, meski diprotes para staf Clinton. Clinton bertemu Suharto lagi
> selama KTT G-7 di Tokyo pada bulan Juli 1993, dan kemudian mengirim catatan
> tulisan tangan untuk James Riady.
> Dalam tulisan tangan itu, Presiden Clinton mengatakan dirinya sungguh
> menikmati pertemuannya dengan Presiden Suharto. Pada KTT APEC pada tahun
> 1994, dimana Indonesia sebagai tuan rumah, Presiden Clinton menghabiskan
> lebih banyak waktu dengan James Riady. Obrolan serius Clinton dan Riady
> berhenti hanya untuk berpose dalam kemeja batik bersama PM Selandia Baru
> Jim Bolger.
>
> Luar biasa Riady ! Pada tahun 1994, Mendag AS Ron Brown kunjungi Cina
> membawa "belum pernah terjadi sebelumnya" US$ 5.5 miliar dari transaksi
> perdagangan. Termasuk didalamnya paket kesepakatan $1 miliar untuk sebuah
> perusahaan Arkansas yang mengelola Bisnis Lippo di PLTU 725 MW di Fujian
> Cina. T April 1994, Clinton terpaksa berhentikan Wakil Jaksa Agung AS, Web
> Hubbell, karena tuduhan penipuan terkait Skandal Rose Lawfirm & Whitewater.
> Hubbell diketahui kolusi dengan James Riady dan John Huang.
> Catatan Gedung Putih mereka bertemu setiap hari dari 21 - 25 Juni 1994.
> Hubbell bertemu Riady pada 23 Juni 94 dan 4 hari kemudian Hubbell terima
> US$ 100.000 dari Riady melalui Bank Cina HongKong. James Riady pura-pura
> menempatkannya dalam List Gaji Grup Lippo Bank, yang oleh lembaga-lembaga
> intelejen AS dicurigai sebagai milik intelijen militer China. Hubbell lalu
> dipenjara dengan tuduhan terima suap dan dugaan bekerja sama dengan Lippo
> yang dicurigai sebagai kedok intelejen militer china. Presiden Clinton
> mengaku tidak mengetahui apapun mengenai pengkhianatan pejabat
> kepercayaannya itu, sampai dia tahu dari berita pers.
> Kurang dari 2 minggu setelah Kasus Hubbell, Presiden Clinton menunjuk John
> Huang sebagai asisten Menteri Perdagangan AS. John Huang pun resmi mundur
> dari grup Lippo dengan menerima bonus US$ 800.000 dari James Riady”.
> Asisten Mendag J Huang kemudian diketahui mengeluarkan izin lolos keamanan
> sementara untuk penjualan ekspor teknologi senjata ke China. Para penyidik
> kongres belakangan mengetahui Huang telah 37 kali menghadiri briefing CIA
> untuk teknologi enkripsi yang diteruskan Huang Ke China. John Huang
> meninggalkan gedung CIA sesaat kemudian dan pergi ke kantor Lippo, dimana
> ia menelpon dan mengefax ke lokasi di luar negeri. Pihak intelijen AS
> kemudian menemukan bahwa Huang telah mengirim informasi rahasia perdagangan
> ke Grup Lippo kantor pusat di Jakarta. Huang diketahui telah melakukan 70
> kali pengiriman dan sepanjang waktu itu, pengaruh China di Washington
> tumbuh sangat pesat.
> Selama tahun 1994 dan 1995, pemerintahan Clinton diperbolehkan AT & T
> untuk menjual sistem komunikasi yang aman untuk tentara Cina. Dalam
> kesepakatan yang dikenal sebagai "Hua Mei" yang kemudian menjadi bumerang
> dramatis bagi AS. Cina mengulang teknologi enkripsi itu. Dan diekspor
> kembali ke Irak untuk digunakan dalam sistem pertahanan udara Irak.
> Presiden Clinton terlibat dalam persetujuan penjualannya. Singkatnya,
> John Huang dan James Riady dicurigai keras sebagai agen intelejen militer
> China yang menyusup ke pemerintahan AS melalui Clinton
>
> On Wednesday, October 17, 2018 5:11 PM, ajeg wrote:
>
> Kurang tahu siapa memusuhi siapa. Yang terlihat di publik kan
> James mendekat saat Joko Widodo tiba-tiba jadi walikota
> paling gemerlap. Lalu merapat waktu Jokowi nyapres. Di DKI
> Jokowi-Ahok kucing-kucingan. Beberapakali bergesekan,
> terutama soal kasus korupsi busway dan pembangunan LRT.
> Jangan lupa, Ahoklah yang mengungkap Jokowi tak mungkin
> jadi presiden tanpa bantuan pengembang.
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Yang kena perkara paling2 direkturnya, sedangkan Mochtar Riyadi dan James
> Ryadinya lolos.
> Mengpa James Ryadi jadi musuh A Hok dan mendukung Sandiago Uno ?
>
> Terbongkar, Ini Penyebab Utama James Riady Murka Sama Ahok & Lebih Memilih
> Sandiaga Uno
>  Monday, April 24, 2017
> <https://www.beraninews.com/2017/04/Terbongka-Ini-Penyebab-Utama-James-Riady-Murka-Sama-Ahok-Lebih-Memilih-Sandiaga-Uno.html>
> BERANINEWS.COM <http://beraninews.com/> -  Sama-sama Cina dan satu Gereja
> walau begitu Ahok tetap melibas usaha James Riady karena merugikan Pemprov
> DKI Dulu k....
>  Sudah Dipenjara, Ahok Masih Saja Dituding Jadi Biang Kerok Munculny
> Perppu Ormas Oleh Mantan Rocker Pendukung Khilafah Ini Saat Orasi Demo
> <https://www.beraninews.com/2017/10/sudah-dipenjara-ahok-masih-saja.html>
>  Kalau Hal Ini Sampai Terjadi, Perppu Ormas Akan Almarhum Dan Nasib HTI
> Akan....
> <https://www.beraninews.com/2017/10/kalau-hal-ini-sampai-terjadi-perppu.html>
>  Tak Terima Anies Baswedan Dilaporkan Polisi Soal Pidato 'Rasis' Pribumi,
> Bareng Emak-emak Pria Ini 'Geruduk' Bareskrim Polri
> <https://www.beraninews.com/2017/10/tak-terima-anies-baswedan-dilaporkan.html>
>  Dulu Habis-habisan Dirapikan Ahok, Setelah Anies Jadi Gubernur Begini
> Penampakan 'Mengenaskan' Baru Tanah Abang
> <https://www.beraninews.com/2017/10/semrawut-lagi-setelah-dulu-habis.html>
>
>
> *BERANINEWS.COM <http://beraninews.com/> - *Sama-sama Cina dan satu
> Gereja walau begitu Ahok tetap melibas usaha James Riady karena merugikan
> Pemprov DKI
>
> Dulu kalo hari Selasa james selalu khotbah di grand chapel uph karawaci
> selagi masih kerja di uph : James Riady (JR) marah besar kpd A Hok....itu
> BENAR !!!.
>
> Selain apartement St.Moritz ybs yang dihajar A Hok ( karena memang salah
> izin nya ), Pluit Village Mall dia juga terpaksa harus JR bongkar
> jalanannya sebagian karena melanggar peruntukan & nyolong tanah Pemda DKI
>
> Saya saksi mata hal ini karena rumah saya di pluit ( selama ini JR selalu
> bayar, sogok gubernur & pejabat2 DKI yang lampau ).
>
> Lippo Mall Kemang juga kena masalah
>
> Kita ingat, Dunia Fantasi Ancol sempat tutup lama bukan?
>
> DF itu punya JR, Lippo & ternyata masa sewa nya sudah lama habis dan
> selama bertahun tahun, Lippo hanya bayar 'uang rokok' saja kepada pejabat
> DKI
>
> JR berpikir bahwa dia dan A Hok kan sama sama China dan bergereja yang
> sama...dia pikir pasti A Hok nya bisa 'memaklumi' & 'kerjasama' ...!!!!.
>
> JR kaget setengah mati saat dia, sebagai konglomerat terkenal ditolak
> mentah mentah oleh seorang pejabat china muda bernama A Hok !
>
> Harus ikut ATURAN resmi, biar kata segereja dan sama2 china !
>
> Hahaha....
>
> Itu la A Hok.....!!.
>
> Sampai akhir nya, papa nya JR yaitu pa Mochtar Riady yang datang menemui A
> Hok minta tolong diberi jalan keluar yang sesuai aturan Pemda DKI namun
> jangan property Lippo juga harus dihancurkan semua...
>
> Demikian cerita jelas nya ini tentangg konglomerat JR kenapa bisa memihak
> Anies Sandi....
>
> Sumber: Dari Tulisan  Lanny Suhendra Galingging Via Akun FB Harry Tannia
> <https://www.facebook.com/harry.tannia.7/posts/321128201638718>
>
> 
>

Kirim email ke