Yang mana bumbunya ? Yang mana yang tak benar di artikel tadi ? On Sun, 21 Oct 2018 at 21:12, ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote:
> > > Bumbu itu cuma penyedap. > > Seperti pada tulisan murkanya James kiriman Anda di bawah. > > > --- djiekh@... wrote: > > Apa ini yang istilahnya sekarang adalah digoreng. > > Kalau dulu istilahnya dibumbui...........? > > > On Sun, 21 Oct 2018 at 19:13, jonathangoeij@.... <[email protected]> > wrote: > > cerita2 dibawah ada faktanya tetapi diolah sedemikian rupa menjadi dongeng > konspirasi. > > --- ajegilelu@... wrote : > > Clinton, seperti halnya Jokowi, kampanyenya signifikan didanai oleh James > Riady. > > Singkatnya, John Huang dan James Riady dicurigai keras sebagai agen > intelejen militer China yang menyusup ke pemerintahan AS melalui Clinton > > > Begitu kebohongan mobil Esemka terbongkar (bahwa > ternyata itu cuma modifikasi mobil Cina, Foday) Jokowi > segera ganti "kendaraan" menuju pilkada DKI 2012 > dengan menunggang kartu sakti. Sampai sekarang tidak > pernah ada jawaban jelas dari mana dana sang cagub > bagi-bagi duit dengan kartu ATM sakti tsb, dari mana > anggaran cetak kartunya saja tidak mau sebut. Sekalipun > begitu Rakyat tidak bodoh untuk melihat apa yang > terlihat. > > Sama seperti melihat apa yang terjadi di Haiti Rabu kemarin. > Biarpun media imperialis cuma menyebarkan berita-berita > demo gantipresidennya saja, toh dunia tahu Jovenel Moise > adalah presiden boneka kesayangan Bu Menlu Clinton. Tuntutan > untuk menggantinya bukan sekedar kemarahan karena rezim > boneka makan macam-macam duit termasuk dana bencana yang > digalang Venezuela era Chavez, tapi juga merupakan suara > perlawanan terhadap cengkeraman nekolim di negara tersebut. > > Juga tidak aneh kalau dalam situasi seperti itu presiden > antek nekolim ikut teriak penegakan hukum. > "No one will escape justice"- JoMoi (Jovenel Moise) > > --- jetaimemucho1@... wrote: > > Wow, hebat sekali tuh cerita tentang cara-cara bosnya Lippo, yang senior > dan yang junior, untuk mendapatkan keuntungan maximum dan melikwidasi para > saingannya untuk mencapai kedudukan monopoli. Kita masih ingat bagaimana > pengagumnya di milis ini pernah beberapa kali mempostingkan berita tentang > kecerdasannya, kelihayannya dalam bisnis, kejujurannya, kemurahan hatinya, > pendeknya bos senior Lippo itu seorang genius yang hebat. Seingat saya, > sayalah satu-satunya yang menulis komentar ketika itu, sudah tentu negatif > terhadap postingan yang memuji bos Lippo setinggi langit itu. > > Sekarang, lebih banyak orang yang bikin komentar tentang Lippo dan bosnya, > karena sudah sedemikian besar dan gawatnya sepak terjang yang merugikan > para saingannya, negara dan negeri Indonesia. Ceritanya "John" itu > sebenarnya hanya membelejeti dan membuktikan cara-cara kotor, licik dan > jahat para konglomerat untuk mencapai profit. Dan sifat ini sebetulnya > bukan monopoli kaum konglomerat di Indonesia. Di negeri leluhurnya, para > bilyuner dapat mencapai keberhasilan dalam bisnisnya juga dengan cara-cara > itu, antara lain koneksi Pemerintah dan di Tkk harus ditambah lagi koneksi > dengan Partai, jaringan luas dan kuat dan serangan gelap yang bisa membawa > kematian…. Dll. > > Dulu di postingan itu dikesankan bos Lippo sebagai orang yang murah hati. > Lho murah hati, tapi tidak mau bayar supplier, tidak mau bayar kontraktor, > sebaliknya, bisa membeli Polisi, DPR, OJK, BPK, Kehakiman, bahkan > Tentara!!! Uiiih!! Hebat sekali! Belum lagi manipulasi sahamnya.. menipu, > bikin laporan keuangan palsu….. > > Di milis ini juga ada orang yang selalu ingin membantah bahwa Jokowi > didukung konglomerat. Bencinya setengah mati pada Ahok, karena Ahok juga > yang mengungkapkan itu. Lha, sekarang “John” cerita juga bagaimana dekatnya > bos Lippo itu dengan mbak Mega dan Jokowi….Ha…ha.. semakin kelabakan > mendapatkan argumentasi untuk membela sang presiden idolanya itu. > > Ternyata bukan hanya di dalam negeri terjadi skandal dengan Lippo, di luar > negeri juga…pokoknya tidak ragu-ragu keluarkan angpao yang sangat tebal > kepada siapa dan kapan saja diperlukan… > > Di bawah ini saya tambahkan bahan lama untuk menambah pengetahuan tentang > sepak terjang Lippo dan bosnya…. > Senin, 24 Maret 2014 > Riady Connection: Sisi Kelam Sosok James Riady Agen Intelijen Militer China > > "Singkatnya, John Huang dan James Riady dicurigai keras sebagai agen > intelejen militer China yang menyusup ke pemerintahan AS melalui Clinton." > Riady Connection > Sisi Kelam Sosok James Riady Agen Intelijen Militer China. Tulisan ini > coba untuk membahas tentang bahaya seorang James Riady, owner Lippo Grup. > ... Kenapa James Riady ini dikategorikan orang yang sangat berbahaya bagi > Indonesia? > Kami akan uraikan dasar dan alasannya. James Riady, anak Muchtar Riady, ex > Dirut Bank BCA milik Liem Sioe Liong (sudono salim, orang terkaya di > Indonesia), punya reputasi buruk. Sama seperti ayahnya, Mochtar Riady yang > dibina oleh Liem Sioe Liong, James Riady dibina Antony Salim (anak tertua > Liem Sioe Liong). > James Riady kini mengelola kerajaan bisnisnya Lippo Grup yang diwariskan > ayahnya. Terdiri berbagai jenis usaha : bank, property, media dll. Lippo > Grup didirikan Muctar Riady selepas muchtar berhenti sebagai Dirut Bank > BCA. Lippo Grup kemudian tumbuh berkembang menjadi konglomerasi. Namun, > berbeda dengan ayahnya, James Riady dalam memimpin Lippo Grup terkenal > dengan reputasi buruknya. Kriminal. Curang. > Kerap Langgar hukum. Pelanggaran hukum itu dilakukan James Riady di > Indonesia dan di AS. Kami sudah pernah membahas beberapa pelanggaran > hukum oleh James Riady. Diantaranya : James Riady memalsukan laporan > keuangan Bank Lippo yang menggoncang pasar modal RI dan timbulkan krisis > kepercayaan investor asing. > Bank Lippo terlibat penerbitan laporan keuangan ganda yang melanggar UU > tentang Bank Indonesia Pasal 49 dan diancam 10 tahun penjara. BI dan > Bapepam Depkeu menyelidiki kasus penggandaan lapkeu Depkeu tersebut untuk > mengetahui pelanggaran-pelanggaran UU dan kerugian keuangan negara. > Sesuai Lapkeu per 30 Sept 2002 yang disampaikan ke publik pada 28 Nov 2002 > total aktiva Bank Lippo Rp 24 triliun. Laba bersih Rp 98 miliar. Namun > dalam laporan ke BEJ pada 27 Des 2002 total aktiva berubah jadi Rp 22.8 > triliun (turun Rp 1,2 triliun) dan rugi Rp1.3 triliun. > Perbedaan Lapkeu Lippo Bank itu menimbulkan kegemparan. Ditemukan adanya > penurunan aset yang diambil alih (AYDA) dari Rp 2.4 triliun. Penurunan aset > yang diambil alih (AYDA) dari Rp 2.4 triliun menjadi Rp. 1.4 triliun. > Akibatnya Capital Adequacy Ratio (CAR) anjlok. CAR Bank Lippo anjlok dari > 24.77% menjadi 4.23%. > Penyebabnya : Manipulasi oleh manajemen Bank Lippo. CAR anjlok disebabkan > karena agunan yang dijadikan aset berasal dari kelompok Lippo : PT Bukit > Sentul Tbk, PT Lippo Karawaci Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, PT Lippo > Securities Tbk, PT Hotel Prapatan Tbk, dan PT Panin Insurance Tbk, dan > seterusnya. Audit BI terhadap Bank Lippo juga melanggar di pasar modal > berupa perdagangan memanfaatkan informasi dari orang dalam (insider > trading). > Bank Lippo juga melanggar peraturan/ UU terkait penunjukan komisaris > Independen yang tidak sesuai keputusan BEJ (Bursa Efek Jakarta). Bank Lippo > juga dinyatakan melanggar AD/RT Perseroaan dan prinsip Good Corporate > Governance (GCG). Bank Lippo dirampok pemiliknya sendiri. Perilaku > merampok bank sendiri itu bukan yang pertama dilakukan James Riady. > Sebelumnya, pada 1990 terjadi di Little Rock, Arkansas, AS. > Pihak Pemeriksa Bank AS menemukan 900 transaksi wire transfer mencurigakan > oleh Lippo Bank, Little Rock, Arkansas. Auditor menemukan lebih 900 wire > transfer senilai $ 7 juta ke rekening di Bank Cina HongKong, yang dimiliki > oleh Lippo & China Resources. Semua transfer dipesan atas nama palsu dan > disetujui oleh hanya seorang supervisor. Tidak ada pejabat bank berwenang > yang mengaku mengetahui. > Pihak Regulator perbankan AS sudah memberi saran agar bank tersebut > ditutup, namun James Riady tetap bertahan dengan menambah modal US$ 26 > juta. Roy Tirtadji, managing director grup Lippo mengatakan dalam sebuah > wawancara bahwa Lippo Bank merugi karena mengabaikan banyak prinsip. > Belakangan penyidik kongres mengetahui bahwa Bank Lippo (d/h California > Bank) tersebut tetap dipertahankan karena ada tujuan tersembunyi. Pendirian > Bank tersebut hanya strategi James Riady untuk bermain di panggung politik > AS. Menempel Clinton yang terpilih jadi presiden pada 1992. > Jauh sebelumnya, Mochtar Riady memutuskan beli Bank Stephen Inc pada > 1970-an, perbankan perumahan yg berbasis di Little Rock, Arkansas. Lalu > Mochtar juga membeli kepemilikan Worthen Bank dan menjadikan James Riady > (28 tahun) sebagai Worthen's Co-President. James Riady punya ketertarikan > khusus pada orang-orang penting di kalangan politisi. James selalu cari > kesempatan bertemu Gubernur Clinton. Bahkan Ketika Clinton bepergian ke > Hong Kong (1985) James Riady mengatur pelayaran dari Hong Kong, dinner, > shopping dan pesta koktail. > Ketika Bill Clinton terpilih menjadi Presiden pada tahun 1992, ayah James, > Mochtar Riady terbang ke Little Rock, Arkansas, AS. Mochtar datang khusus > beri selamat kpd Hillary Clinton yang menerima penghargaan "Arkansan of the > Year". Dia sumbangkan $50.000 untuk Hilary. > Pada awal 1993 James Riady menempel ketat Grobmyer, teman karib Clinton. > James juga ikut menemani Grobmyer beberapa kali ke Gedung Putih. Pejabat > lain yang ditempel ketat James Riady adalah Pembantu Presiden, Middleton > yang selalu mengajaknya ketemu Presiden Clinton. Dalam mendekati dan melobi > Clinton dan pejabat-pejabat tinggi AS, James Riady dibantu John Huang, > eksekutif Lippo Bank. > Kemudian Huang berhasil ditempatkan James Riady sebagai pejabat > tinggi/Deputy Menteri Perdagangan AS. Pada Sept 1995, seusai pertemuan > khusus James Riady dengan Clinton dan James Riady di Oval Office, White > House, Huang pindah ke DNC. > Di DNC atau Komite Nasional Partai Demokrat, Huang punya tugas khusus > sebagai Fund Raiser alias pengumpul uang sumbangan Partai Demokrat. Dalam > menanam pengaruhnya ke Clinton dan Gedung Putih, James juga menggandeng > mantan asisten Presiden Jimmy Carter, Vernon Weaver. > Sedangkan John Huang mantan eksekutif Lippo Grup tetap berperan sebagai > tangan kanan James Riady dan disusupkan ke Gedung Putih. Sementara itu, > ketika Senator Al Gore kunjungi Asia 1989, sudah selalu disertai John Huang > yang dibayar organisasi Buddha, Fo Kwang Shan. > Dan pada tahun 1991, sebuah entitas yang dikenal CIA sebagai samaran > intelejen militer Cina membeli saham di Bank Cina Lippo di HongKong. > Badan-badan intelijen AS (NSA, CIA dll) sejak awal mengenali China > Resources Co adalah sebuah entitas samaran intelijen militer Cina. Pada > Agustus 1992, James Riady terbang dari Indonesia ke Los Angeles untuk ambil > bagian dalam acara penggalangan dana untuk Clinton. Penyidik FBI > membuktikan bahwa James Riady sewa limusin berdua dgn Clinton, menyerahkan > US$ 100.000 dan menjanjikan tambahan US$ 1 juta. Namun, penyidik FBI hanya > bisa membuktikan sumbangan gelap/illegal Riady dan Huang ke Clinton sebesar > US$ 700.000 utk kampanye Clinton. > Sumbangan ilegal James Riady dan John Huang ke Clinton itu diberikan > melalui para karyawan Grup Lippo dan anak perusahaannya”. Para penyumbang > ilegal itu mayoritas tidak tinggal di AS. Kasus ini pun meledak. Rakyat dan > Pemerintah AS bertanya2. > Apa motifnya? Salah 1 pertanyaan yang diajukan oleh Penyidik Kongres > adalah "Mengapa?". Apa yang diharapkan James Riady dengan pendanaan Bill > Clinton? > Kongres dan Rakyat AS percaya James Riady/Lippo adalah teknik operasi > Spionase utama pemerintah Cina, yang sengaja menyuap Presiden Amerika. > Tujuannya > bermacam-macam untuk kepentingan China : Perdagangan, kompromi keamanan AS > dan mencuri rahasia milter dan teknologi AS. Apalagi Penyidik Kongres AS > berhasil membongkar jaringan operasi James Riady yang melibatkan lebih dari > seratus orang, mayoritas Cina. Oleh para penyidik Kongres AS, mereka ini > dijuluki "jaringan bambu" atau "Operasi Jaringan Bambu". Selama jadi teman > akrab Clinton, James berhasil mendesak Presiden AS itu utk mengembalikan > status "paling disukai bangsa" kepada Cina. > James Riady juga berhasil merayu Clinton untuk melonggarkan sanksi ekonomi > terhadap Cina, diberlakukan setelah pembantaian Tiananmen Square. Clinton, > seperti halnya Jokowi, kampanyenya signifikan didanai oleh James Riady. > Clinton patuh pada James Riady. Penuhi banyak usulnya. Juni 1993, dua > minggu setelah Cina diberi status "paling disukai bangsa", Riady raih laba > US$ 163 juta di China Resources (d/h Lippo Bank Hongkong). Laba China > Resources Ltd itu menaikan harga sahamnya > 50% di atas nilai pasar. Riady > untung besar untuk kedua kalinya/ berlipat ganda. > James dengan pengaruhnya, berhasil cegah Clinton yang ingin membatalkan > serangan FBI pada jemaat fanatik Kristen Daud di Waco Texas, 19/4/93. > Akibat serangan FBI itu puluhan pria, wanita dan anak-anak tewas dan > terluka parah.... Clinton dan James menonton tragedi itu di Oval Office > WhiteHouse. Clinton bahkan punya waktu saat Tragedi Nasional itu terjadi > dengan memberikan Riady bonus tour melihat-melihat "the Situation Room" di > Gedung Putih. Peristiwa itu masih jauh dari skandal Lippogate yang > kemudian menyebabkan Presiden Clinton dijuluki "Presiden AS China Yang > Pertama". > > James dan Keluarga Riady mampu menunjukkan pada dunia tentang hubungan > istimewanya dengan Presiden Clinton selama KTT APEC 1993 di Seattle, > Washington. Bahkan Lippo Grup diberi tugas khusus untuk mengorganisir > pengusaha-pengusaha Indonesia saat kunjungi Little Rock, Arkansas, sebelum > puncak APEC. > Ada perjanjian khusus State Arkansas dan RI yang harus ditandatangani saat > Puncak KTT APEC oleh Presiden Clinton dan Presiden Soeharto. Dan James > Riady berada di tengah kedua kepala negara itu sebagai saksi sekaligus > inisiator dan prakarsa perjanjuan Arkansas dan RI. Selama KTT APEC 1993, > Clinton melakukan pertemuan dengan Presiden Soeharto, bersama-sama dengan > James Riady, meski diprotes para staf Clinton. Clinton bertemu Suharto lagi > selama KTT G-7 di Tokyo pada bulan Juli 1993, dan kemudian mengirim catatan > tulisan tangan untuk James Riady. > Dalam tulisan tangan itu, Presiden Clinton mengatakan dirinya sungguh > menikmati pertemuannya dengan Presiden Suharto. Pada KTT APEC pada tahun > 1994, dimana Indonesia sebagai tuan rumah, Presiden Clinton menghabiskan > lebih banyak waktu dengan James Riady. Obrolan serius Clinton dan Riady > berhenti hanya untuk berpose dalam kemeja batik bersama PM Selandia Baru > Jim Bolger. > > Luar biasa Riady ! Pada tahun 1994, Mendag AS Ron Brown kunjungi Cina > membawa "belum pernah terjadi sebelumnya" US$ 5.5 miliar dari transaksi > perdagangan. Termasuk didalamnya paket kesepakatan $1 miliar untuk sebuah > perusahaan Arkansas yang mengelola Bisnis Lippo di PLTU 725 MW di Fujian > Cina. T April 1994, Clinton terpaksa berhentikan Wakil Jaksa Agung AS, Web > Hubbell, karena tuduhan penipuan terkait Skandal Rose Lawfirm & Whitewater. > Hubbell diketahui kolusi dengan James Riady dan John Huang. > Catatan Gedung Putih mereka bertemu setiap hari dari 21 - 25 Juni 1994. > Hubbell bertemu Riady pada 23 Juni 94 dan 4 hari kemudian Hubbell terima > US$ 100.000 dari Riady melalui Bank Cina HongKong. James Riady pura-pura > menempatkannya dalam List Gaji Grup Lippo Bank, yang oleh lembaga-lembaga > intelejen AS dicurigai sebagai milik intelijen militer China. Hubbell lalu > dipenjara dengan tuduhan terima suap dan dugaan bekerja sama dengan Lippo > yang dicurigai sebagai kedok intelejen militer china. Presiden Clinton > mengaku tidak mengetahui apapun mengenai pengkhianatan pejabat > kepercayaannya itu, sampai dia tahu dari berita pers. > Kurang dari 2 minggu setelah Kasus Hubbell, Presiden Clinton menunjuk John > Huang sebagai asisten Menteri Perdagangan AS. John Huang pun resmi mundur > dari grup Lippo dengan menerima bonus US$ 800.000 dari James Riady”. > Asisten Mendag J Huang kemudian diketahui mengeluarkan izin lolos keamanan > sementara untuk penjualan ekspor teknologi senjata ke China. Para penyidik > kongres belakangan mengetahui Huang telah 37 kali menghadiri briefing CIA > untuk teknologi enkripsi yang diteruskan Huang Ke China. John Huang > meninggalkan gedung CIA sesaat kemudian dan pergi ke kantor Lippo, dimana > ia menelpon dan mengefax ke lokasi di luar negeri. Pihak intelijen AS > kemudian menemukan bahwa Huang telah mengirim informasi rahasia perdagangan > ke Grup Lippo kantor pusat di Jakarta. Huang diketahui telah melakukan 70 > kali pengiriman dan sepanjang waktu itu, pengaruh China di Washington > tumbuh sangat pesat. > Selama tahun 1994 dan 1995, pemerintahan Clinton diperbolehkan AT & T > untuk menjual sistem komunikasi yang aman untuk tentara Cina. Dalam > kesepakatan yang dikenal sebagai "Hua Mei" yang kemudian menjadi bumerang > dramatis bagi AS. Cina mengulang teknologi enkripsi itu. Dan diekspor > kembali ke Irak untuk digunakan dalam sistem pertahanan udara Irak. > Presiden Clinton terlibat dalam persetujuan penjualannya. Singkatnya, > John Huang dan James Riady dicurigai keras sebagai agen intelejen militer > China yang menyusup ke pemerintahan AS melalui Clinton > > On Wednesday, October 17, 2018 5:11 PM, ajeg wrote: > > Kurang tahu siapa memusuhi siapa. Yang terlihat di publik kan > James mendekat saat Joko Widodo tiba-tiba jadi walikota > paling gemerlap. Lalu merapat waktu Jokowi nyapres. Di DKI > Jokowi-Ahok kucing-kucingan. Beberapakali bergesekan, > terutama soal kasus korupsi busway dan pembangunan LRT. > Jangan lupa, Ahoklah yang mengungkap Jokowi tak mungkin > jadi presiden tanpa bantuan pengembang. > > --- djiekh@... wrote: > > Yang kena perkara paling2 direkturnya, sedangkan Mochtar Riyadi dan James > Ryadinya lolos. > Mengpa James Ryadi jadi musuh A Hok dan mendukung Sandiago Uno ? > > Terbongkar, Ini Penyebab Utama James Riady Murka Sama Ahok & Lebih Memilih > Sandiaga Uno > Monday, April 24, 2017 > <https://www.beraninews.com/2017/04/Terbongka-Ini-Penyebab-Utama-James-Riady-Murka-Sama-Ahok-Lebih-Memilih-Sandiaga-Uno.html> > BERANINEWS.COM <http://beraninews.com/> - Sama-sama Cina dan satu Gereja > walau begitu Ahok tetap melibas usaha James Riady karena merugikan Pemprov > DKI Dulu k.... > Sudah Dipenjara, Ahok Masih Saja Dituding Jadi Biang Kerok Munculny > Perppu Ormas Oleh Mantan Rocker Pendukung Khilafah Ini Saat Orasi Demo > <https://www.beraninews.com/2017/10/sudah-dipenjara-ahok-masih-saja.html> > Kalau Hal Ini Sampai Terjadi, Perppu Ormas Akan Almarhum Dan Nasib HTI > Akan.... > <https://www.beraninews.com/2017/10/kalau-hal-ini-sampai-terjadi-perppu.html> > Tak Terima Anies Baswedan Dilaporkan Polisi Soal Pidato 'Rasis' Pribumi, > Bareng Emak-emak Pria Ini 'Geruduk' Bareskrim Polri > <https://www.beraninews.com/2017/10/tak-terima-anies-baswedan-dilaporkan.html> > Dulu Habis-habisan Dirapikan Ahok, Setelah Anies Jadi Gubernur Begini > Penampakan 'Mengenaskan' Baru Tanah Abang > <https://www.beraninews.com/2017/10/semrawut-lagi-setelah-dulu-habis.html> > > > *BERANINEWS.COM <http://beraninews.com/> - *Sama-sama Cina dan satu > Gereja walau begitu Ahok tetap melibas usaha James Riady karena merugikan > Pemprov DKI > > Dulu kalo hari Selasa james selalu khotbah di grand chapel uph karawaci > selagi masih kerja di uph : James Riady (JR) marah besar kpd A Hok....itu > BENAR !!!. > > Selain apartement St.Moritz ybs yang dihajar A Hok ( karena memang salah > izin nya ), Pluit Village Mall dia juga terpaksa harus JR bongkar > jalanannya sebagian karena melanggar peruntukan & nyolong tanah Pemda DKI > > Saya saksi mata hal ini karena rumah saya di pluit ( selama ini JR selalu > bayar, sogok gubernur & pejabat2 DKI yang lampau ). > > Lippo Mall Kemang juga kena masalah > > Kita ingat, Dunia Fantasi Ancol sempat tutup lama bukan? > > DF itu punya JR, Lippo & ternyata masa sewa nya sudah lama habis dan > selama bertahun tahun, Lippo hanya bayar 'uang rokok' saja kepada pejabat > DKI > > JR berpikir bahwa dia dan A Hok kan sama sama China dan bergereja yang > sama...dia pikir pasti A Hok nya bisa 'memaklumi' & 'kerjasama' ...!!!!. > > JR kaget setengah mati saat dia, sebagai konglomerat terkenal ditolak > mentah mentah oleh seorang pejabat china muda bernama A Hok ! > > Harus ikut ATURAN resmi, biar kata segereja dan sama2 china ! > > Hahaha.... > > Itu la A Hok.....!!. > > Sampai akhir nya, papa nya JR yaitu pa Mochtar Riady yang datang menemui A > Hok minta tolong diberi jalan keluar yang sesuai aturan Pemda DKI namun > jangan property Lippo juga harus dihancurkan semua... > > Demikian cerita jelas nya ini tentangg konglomerat JR kenapa bisa memihak > Anies Sandi.... > > Sumber: Dari Tulisan Lanny Suhendra Galingging Via Akun FB Harry Tannia > <https://www.facebook.com/harry.tannia.7/posts/321128201638718> > > >
