*Ma'ruf Amin: Saya Sebenarnya Tidak Mau Jadi Cawapres*
CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 06:08 WIB
Bagikan :
Ma'ruf Amin: Saya Sebenarnya Tidak Mau Jadi CawapresCawapres Ma'ruf Amin
mengaku tetap memilih jadi Kiai ketimbang ekonom. (CNN Indonesia/Kustin
Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01,Ma'ruf Amin
<https://www.cnnindonesia.com/tag/ma%27ruf-amin> bercerita bahwa awalnya
dirinya enggan untuk menerima pinangan sebagai calon wakil presiden
mendampingi*Joko Widodo <https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi>
*di*Pilpres 2019 <https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019>*.
Ia menyatakan sudah lebih nyaman menjabat sebagai Rais Aam Pengurus
Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
ketimbang harus maju sebagai cawapres di Pilpres.
"Saya sebenarnya tidak mau jadi cawapres, saya lebih nyaman jadi Rais
Aam PBNU dan Ketua Majelis Ulama Indonesia," kata Ma'ruf saat
menghadiri/launching/buku 'Arus Baru Ekonomi Indonesia' di Hotel Grand
Sahid, Jakarta, Selasa (13/11).
Diketahui, sebelum menyandang status sebagai cawapres, Ma'ruf menjabat
sebagai Rais Aam PBNU sejak tahun 2015 lalu. Ia pun mengundurkan diri
dari posisinya itu dan otomatis wakilnya Miftachul Akhyar menjabat
sebagai penggantinya.
Lihat juga:
JK Mengaku Belum Pernah Dengar Jokowi Dianggap Santri
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181113174438-32-346250/jk-mengaku-belum-pernah-dengar-jokowi-dianggap-santri/>
Meski begitu, Ma'ruf akhirnya berfikir ulang terhadap keputusan awalnya
itu. Ia mengklaim mendapatkan dukungan dan dorongan dari berbagai ulama
untuk maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi.
"Akhirnya tapi didorong oleh banyak pihak, oleh banyak para ulama-ulama
untuk tetap maju," kata dia.
Selain itu, Ma'ruf turut menyinggung banyaknya orang menilainya tak
perlu maju sebagai cawapres karena faktor usia yang tak lagi muda.
Ia lantas berseloroh bahwa usianya baru separuh baya dan belum masuk
dalam ketegori tua menurut lembaga WHO.
"Data WHO itu umur tua itu katanya dari mulai dari 80 sampai 100 tahun,
kalau saya masih setengah baya 75 tahun. Jadi kalau itu saya belum tua
sebenarnya baru setengah baya," candanya.
Lihat juga:
Ma'ruf Amin Sebut Versi Survei Suara di Jabar Ungguli Prabowo
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181113205734-32-346310/maruf-amin-sebut-versi-survei-suara-di-jabar-ungguli-prabowo/>
*Enggan Jadi Ekonom, Tetap Jadi Kiai*
Sain itu, Ma'ruf menyatakan bahwa dirinya enggan menjadi seorang ekonom
meski sudah sering berbicara banyak mengenai isu-isu perekonomian.
Ia menegaskan bahwa dirinya lebih menyukai menyandang status sebagai
kiai ketimbang sebagai ekonom
"Saya walaupun saya bicara ekonomi tapi saya tak akan menjadi ekonom.
Saya tetap saya menjadi Kiai jadi itu yang predikat yang berangkat
kepada saya," kata dia.
Lihat juga:
Ma'ruf Samakan 'Buta-Budek' dengan 'Buta-Tuli' Rhoma Irama
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181113113414-32-346104/maruf-samakan-buta-budek-dengan-buta-tuli-rhoma-irama/>
Meski demikian, Ma'ruf berjanji bakal menerapkan pemikiran arus baru
ekonomi Indonesia yang diusungnya ketika menjabat sebagai wapres sebagai
antitesis dari ekonomi neoliberal.
Menurutnya, ekonomi neoliberal telah terbukti membuat kesenjangan antara
si kaya dan si miskin semakin melebar.
"Ini merupakan ekonomi yang berkeadilan, ekonomi kerakyatan untuk
menghilangkan berbagai kesenjangan baik antara kaya miskin, antar pusat
dan daerah, antar satu daerah dengan daerah lain juga untuk
menghilangkan disparitas antara produk-produk nasional dengan produk
luar sehingga tak terjadi kesenjangan," kata dia.
Lihat juga:
Ma'ruf Amin: 212 Sudah Selesai, Untuk Apa Reuni?
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181113122851-32-346118/maruf-amin-212-sudah-selesai-untuk-apa-reuni/>
*(rzr/DAL)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com