http://www.balipost.com/news/2017/10/16/24959/Orang-dengan-Kondisi-Ini,Jangan...html
Orang dengan Kondisi Ini, Jangan
Konsumsi Jahe
Senin, 16 Oktober 2017 | 13:01:45
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2017%2F10%2F16%2F24959%2FOrang-dengan-Kondisi-Ini%2CJangan...html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Orang+dengan+Kondisi+Ini%2C+Jangan+Konsumsi+Jahe&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2017%2F10%2F16%2F24959%2FOrang-dengan-Kondisi-Ini%2CJangan...html&via=balipostcom>
*
*
Jahe. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Jahe tak selamanya bagus untuk
dikonsumsi. Paling tidak bagi sejumlah orang yang mengalami
kondisi seperti di bawah ini, sebaiknya tidak mengonsumsi
jahe. Berikut kondisi yang tidak disarankan mengonsumsi
jahe, dikutip dari berbagai sumber :
*1. Saat mengalami kelainan darah*
Zat antikoagulan yang terdapat pada jahe dapat meningkatkan sirkulasi
darah. Pada beberapa kasus dimana seseorang mengalami kondisi darah
seperti hemofilia (pembentukan darah tidak terjadi dengan benar), hal
ini justru akan memperburuk kondisi. Selain itu, penyakit
kardiovaskular, rheumatoid arthritis, dan kolesterol tinggi juga harus
menghindari jahe.
*2. Saat mengonsumsi obat*
Jahe bisa mengencerkan dan mengurangi tekanan darah. Mengonsumsinya
bersamaan dengan obat tertentu dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi
tubuh. Karena itu, jahe tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan
antikoagulan, beta blocker, aspirin, atau insulin.
*3. Saat masa kehamilan*
Jahe banyak disarankan untuk wanita hamil, terutama pada trimester
pertama, karena bahan alami ini diyakini dapat mengurangi mual dan muntah.
Bagi ibu hamil, dosis jahe yang disarankan adalah 1000–1500 mg per hari,
yang dibagi dalam 2–4 kali konsumsi. Lebih dari itu, jahe dikhawatirkan
dapat berdampak negatif, seperti rasa terbakar pada lambung. Konsumsi
dalam jumlah besar bahkan dikhawatirkan akan meningkatkan risiko keguguran.
Baca juga: Dua Jro Mangku Naik ke Puncak Gunung Agung, Ini Kondisi Terkini
<http://www.balipost.com/news/2017/09/30/23384/Dua-Jro-Mangku-Naik-ke...html>
*4. Saat berat anda di bawah normal*
Jahe dapat memicu sekresi pada enzim pencernaan dan mendorong pembakaran
lemak tubuh. Mengonsumsi jahe bagi mereka yang memiliki berat badan di
bawah normal dapat memicu kerontokan rambut, berkurangnya massa tubuh,
hilangnya selera makan dan gangguan menstruasi pada wanita.
*5. Penderita diabetes*
Makan jahe bisa mengurangi kadar gula darah. Karena itu, penderita
diabetes harus memantau gula darah setelah mengonsumsi jahe. Penderita
diabetes yang kelebihan mengonsumsi jahe biasanya akan merasa lemas atau
pusing.
Jika kondisi yang telah disebutkan tidak kunjung membaik, segera
dapatkan bantuan medis. Penderita diabetes yang mengonsumsi jahe secara
rutin harus berbicara dengan dokter tentang obat yang tepat untuk
mengurangi kemungkinan penurunan kadar gula darah. (Goes Arya/balipost)