Amerika Serikat Minta Warganya Jauhi Tiongkok 
https://www.jpnn.com/news/amerika-serikat-minta-warganya-jauhi-tiongkok 
 Sabtu, 05 Januari 2019 – 20:55 WIB
 

 
 jpnn.com, WASHINGTON http://www.jpnn.com/tag/washington - Penahanan 13 warga 
negara Kanada oleh Tiongkok membuat Amerika Serikat (AS) waswas. Kamis (3/1) 
Kementerian Luar Negeri AS menerbitkan travel advisory alias anjuran perjalanan 
bagi seluruh penduduknya. Mereka yang berencana mengunjungi Negeri Panda 
diminta untuk berpikir ulang.
 "Tiongkok bisa saja menahan Anda selama beberapa tahun. Dalam kurun waktu itu, 
bisa saja Anda mengalami pelecehan." Demikian bunyi sebagian travel advisory 
yang Washington rilis Kamis sebagaimana dikutip BBC. Jika tidak benar-benar 
penting, AS mengimbau warganya tidak berkunjung ke Tiongkok.
 Anjuran tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok itu masuk dalam level 2. Sejauh 
ini, ada sekitar 60 negara yang menjadi sasaran travel advisory tingkat 2 AS 
tersebut. Untuk Tiongkok, AS juga pernah menerbitkan dokumen yang hampir sama 
pada Januari lalu. Tapi, kali ini AS berusaha menggarisbawahi aturan tambahan 
tentang exit bans.
 Dengan menerapkan exit bans, Tiongkok berhak melarang turis-turis asing 
meninggalkan wilayah mereka dengan alasan apa pun. Bahkan, Beijing boleh 
langsung menerapkan kebijakan itu tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada 
individu yang bersangkutan. Mereka yang memiliki kewarganegaraan ganda 
AS-Tiongkok lebih berpeluang mengalami exit bans.
 AS merilis travel advisory setelah Kanada melaporkan bahwa Tiongkok menahan 13 
warganya. Sebanyak 13 orang itu ditahan setelah Kanada menangkap Direktur 
Keuangan Huawei Technologies Co. Meng Wanzhou.
 
 Perempuan yang juga memiliki panggilan Sabrina Meng itu ditahan pada 1 
Desember lalu di Vancouver. Penangkapan tersebut dilakukan atas permintaan AS. 
(sha/c7/hep)

Kirim email ke