Program-programnya sudah ada dan  tertulis. Kalau males baca, ya itu soal
lain

Pada tanggal Sen, 4 Feb 2019 pukul 08.27 [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:

>
> lho...... selama sekian bulan kampanye itu kok tdk kelihatan visi misi
> program itu didebatkan, bacanya juga males, coba dimana ada berita
> perdebatan itu?
>
> selama ini yg ditunjukkan cuman apa sih?
>
> - si Prabowo gak bisa salat, gak bisa ngaji, pura2 Islam
> - joget di acara natal
> - tampang boyolali
> - kalau masih Jokowi Indonesia bubar
> - ada berdarah keturunan tionghoa
>
> lha mosok model gitu ikut2 nyinyir?
>
>
> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>
> Lha kan dua2nya punya visi, missi dan program, yang saling didebatkan.
> Contohnya saja :
>
> https://www.idntimes.com/news/indonesia/rochmanudin-wijaya/ini-program-program-jokowi-dan-prabowo-di-bidang-pendidikan/full
>
> Pada tanggal Sen, 4 Feb 2019 pukul 06.40 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> [email protected]> menulis:
>
>
> program apanya wong dua2nya gak ada program
>
> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>
> Lha ya, kan tahu latar belakangnya, apa-apa saja yang pernah dilakukan,
> program-programnya, omongannya benar atau hoaxs dll.
>
> Pada tanggal Sen, 4 Feb 2019 pukul 04.42 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> [email protected]> menulis:
>
>
>
>
> bagaimana caranya mengritik yg tidak berkuasa?
> apa yg dikritik? memerintah aja tidak.
>
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
>
> Lho, ... kan memasuki era pilpres yang hanya ada 2 capres, kalau bukan
> membela kubu Jokowi-Maruf tentu membela kubu Prabowo-Sandi, ... apa bisa
> mendukung kedua-duanya atau menentang kedua-duanya??? Atau bung hendak
> memposisikan diri sebagai pengamat netral yang tidak berpihak saja? Tapi
> dalam kenyataan lebih berat mengkritik kubu Wiwi atau mengkritik yang
> sedang berkuasa saja! Hehehee, ...
>
>
> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 12:33 寫道:
>
>
>
>
> Anda lucu juga, pd akhirnya cuman men-stigma pembela dan pendukung Wowo.
> Memangnya sejak kapan?
> Baik Jokowi maupun Prabowo tidak ada yg saya dukung.
>
> Saya selama mengamati pemerintahan Jokowi terlihat negara berubah jadi
> fundamentalis sedemikian rupa, hal yg bisa terlihat misalnya poligami yg
> biarpun dari dulu ttp dipandang miring dimata umum dan tdk ada politisi yg
> melakukan pembelaan, ttp sekarang sedemikian terbukanya dgn bangga
> memproklamirkan poligami bagian dari syariah bahkan yg anti poligami
> dituntut penodaan agama.
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote :
>
> Yaaa, ... itulah kenyataan masalah HUKUM yang masih banyak persoalan
> dinegeri ini! Saya hanya membandingkan kedua Capres yang memang sama-sama
> jelek! Perbandingannya mana yang lebih JELEK/JAHAT saja! Bukan mana yang
> lebih BAIK, ... Terserah saja pada bung, jadi pembela dan pendukung Wowo,
> ... yang dianggap lebih baik!
>
>
> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 11:31 寫道:
>
>
>
> si Prabowo salat gak becus, ngaji gak entos, terus kalau nggak dibilang
> pura2 mau bilang apa?
>
> Wiwi lemah lembut penuh kemanusiaan ya..... sampai Abu Bakar Baasyir yg
> membunuh ratusan orang juga akan dibebaskan kalau nggak diprotes kiri kanan
> dan ditegur Wiranto, Susrama siotak pembunuhan wartawan yg membongkar
> korupsinya dikasih remisi dari seumur hidup jadi 20 tahun, sementara Rani
> Andriani yg cuman kurir narkoba telah dipenjara belasan tahun langsung
> dieksekusi mati, Meiliana yg cuman protes suara Azan sudah rumahnya dibakar
> habis masih divonis penodaan agama sementara si Wiwi lemah lembut itu cuman
> bilang tidak bisa intervensi. Masih mau contoh2 lain yg menunjukkan kelemah
> lembutan Wiwi?
>
> Duh lemah lembutnya......
>
> kutipan:
> Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak
> langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi
> elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam
> seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat
> Islam.
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote :
>
> Segala hal ihwal didunia ini terus bergerak dan berubah, ... Tidak statis
> dan MATI. Lebih-lebih dengan pemikiran seseorang, ... yang bisa berubah
> seiring perubahan situasi!
>
> Wowo yang semula kristen juga bisa berubah jadi Islam sesuai kebutuhan
> hidupnya yang dianggap membawakan haridepan yang lebih baik, ... dan tentu
> sulit dibilang "pura2" jadi Islam, apalagi sudah bercerai dengan Titiek dan
> kedekatannya dengan kelompok Habib Rizieq!
>
> Tidak salah terbentuknya FPI tidak lepas dari Wiranto yg dijadikan pentung
> TNI juga, ... dan tindak-tanduk FPI yg sangat merusak ketertiban dan
> ketenangan kehidupan masyarakat, seperti mengobrak-abrik warung yg jual
> miras, bar dan club-malam sampai pada pengrusakan gereja, penganiayaan
> pengikut Ahmadiyah, ... tapi selanjutnya nampak kurang kedekatan Wiranto
> dengan FPI itu?!
>
> Kalau kita lihat sikap dan tindak-tanduk Wowo yg harus bertanggungjawab
> atas penghilangan belasan aktivis '98 dan olehkarenanya dipecat dari
> jabatan kemiliteran TNI! Nampak jelas Wowo nya sendiri adalah garis keras!
> Bukankah sudah nampak jelas sikap sangar kelompok HTI, FPI, 212 yg
> tergabung di kubu-02 adalah garis keras wujudkan syariat Islam di Nusantara
> ini!
>
> Sedang kalau kita melihat pribadi Wiwi yg lemah-lembut belum ada jejak
> langkah kekerasan dilakukan, sekalipun dikubu-01 juga mulai disusupi
> elemen-elemen keras macam Ali Ngabalin, tapi masih ada tokoh non-Islam
> seperti jenderal Luhut yg tentunya akan menghadang diberlakukannya syariat
> Islam.
>
>
>
> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 3/2/2019 8:53 寫道:
>
>
>
> bukan rahasia si Prabowo masuk Islam pd saat kawin sm anak Soeharto.
>
> Si Rizieq Shihab juga dekat sekali dengan Wiranto dan pendukung beratnya
> waktu pemilu 2004, masak anda tidak tahu kalau FPI didirikan Pangdam Jaya
> Djaja Suparman dan Kapolda Nugroho Dajusman. FPI pd dasarnya merupakan
> attack dog TNI dalam bentuk milisi sipil untuk demo tandingan membubarkan
> demo mahasiswa th 98 dulu itu.
>
> Darimana anda tahu yg satu jalan damai yg satu garis keras.
>
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote :
>
> Darimana bung bisa bilang Wowo "pura2" Islam, hanya karena jadi menantu
> Suharto saja? Lalu, bagaimana kedekatannya dengan Habib Rizieq itu? Juga
> ber-"pura2" untuk wujudkan ambisi jadi RI-No1 saja? Bukan bersama2 jalankan
> Khilafah!
>
> Tidak salah menyatakan dikubu JM sekarang juga nampak ada kekuatan
> Khilafah itu, ... bahkan nampak makin banyak dan kuat setelah Maruf jadi
> cawapres nya! Lalu, ... apa bedanya?
>
> Perjuangan NKRI bersyariah Islam sudah terjadi sejak awal Kemerdekaan, ....
> bahkan sampai terjadi pemberoantakan DI-TII, kekerasan yang harus ditumpas!
> Nampak jelas perjuangan wujudkan Syariat Islam tidak pernah berhenti,
> bahkan sampai sekarang ini menjadi lebih panas dan sengit. Khususnya bisa
> terlihat saat Pilgub DKI-Jkt dalam usaha menggagalkan Ahok yang berakhir
> dengan keberhasilan mereka penjarakan Ahok! Demo 212 yang saya lihat bukan
> lagi demonstrasi akal sehat perjuangkan "keadilan", tapi sudah menjadi
> MONUMEN wujudkan syariat Islam di Nusantara ini dengan KEKERASAN, sekalipun
> sementara ini masih dilancarkan secara "DAMAI". Dalam pengertian, kelompok
> garis "damai" masih ungguli kelompok keras yg sementara ini masih bisa
> menahan kesabaran saja. Entah kapan bisa meledak, ...
>
> Nampak jelas, kubu-02 Wowo sampai sekarang ini justru didukung kuat
> kelompok HTI, FPI, Habib Rizieq, PKS, PAN, yg tergabung dalam 212 dan garis
> keras itu, ... sedang kubu-01 JM didukung Maruf, NU, PKB, PPP, ... yang
> tentunya juga perjuangkan Syariat Islam dengan jalan damai berdasarkan
> konstitusi.
>
> Jadi, ... pilih saja kubu mana yang harus dihadapi, kemungkinan harus
> melawan garis keras atau menghadapi garis damai. Mana yang akan lebih baik
> dan menguntungkan bagi rakyat banyak, kemungkinan jadi berdarah-darah
> dengan jatuhnya banyak korban rakyat tidak berdosa atau perjuangan
> jangka-panjang secara damai, dimana masing-masing kekuatan berusaha keras
> meningkatkan kesadaran rakyat banyak saja.
>
>
>
> jonathangoeij@... [GELORA45] 於 2/2/2019 23:49 寫道:
>
>
>
>
> Tepat!
>
> Dalam keluarga Prabowo banyak bukan Islam, yg Islam justru sedikit. Si
> Prabowo sendiri juga cuman "pura2" Islam sdh kadung karena kawin sm anaknya
> Suharto. Kemungkinan utk jd NKRI Bersyariah kecil, bahkan yg mungkin
> terjadi kelompok Islam yg ingin khilafah "dipasung".
>
> Sedang Jokowi sekarang saja sdh sedemikian membawa negara ke kanan
> sedemikian rupa, mungkin namanya masih NKRI dan Pancasila ttp yg dominan
> cuman sila pertama menurut pandangan sempit atas nama mayoritas.
>
> ---In [email protected], <sugihlia@...> <sugihlia@...> wrote :
>
> Kalau liat dari komposisi, PKS di tubuh prabowo, kebanyakan gak bakal di
> gubris sm prabowo, paling bakal jadi kasus tanjung priok lagi klo prabowo
> jadi presiden, apalagi dia hanya menggunakan kekuatan massa Islam untuk
> meraih jadi presiden, Dan akhirnya lupa...
>
> Kalau jokowi melihat dari komposisi Ma'aruf, maka Islam akan mendapatkan
> legitimasi secara pemerintahan, NKRI bersyariah bisa 80% , entah nanti Yang
> di setir Jokowi atau Ma'aruf...
>
> On Sat, 2 Feb 2019, 11:40 jonathangoeij@... [GELORA45] <
> [email protected] wrote:
>
>
>
>
> Antara pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi mana yg lebih besar
> kemungkinannya jadi NKRI Bersyariah? tolong berikan alasan/argumen.
>
>
> ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote :
>
> Iyaaa, ... sementara ini mereka BERHASIL ganti dan penjarakan Ahok, juga
> akhirnya Buni dikorbankan meringkuk juga dipenjara, tapi, ... pertarungan
> berikut yang lebih seruuu masih berlanjut! Sesuai target merekat #Ganti
> Presiden Jokowi dan wujudkan Khilafah, Negara Islam Indonesia!
>
>
> kh djie 於 2/2/2019 8:35 寫道:
>
> Yang berhasil adalah gerakan ganti gubernur DKI.
> Yang diuntungkan, biarkan Buni Yani buntung ?
> Senjata makan tuan ?
>
> Pada tanggal Sab, 2 Feb 2019 pukul 01.29 ChanCT SADAR@... [GELORA45] <
> [email protected]> menulis:
>
>
>
> SETUUUJUUUU, ...! Seandainya saja TIDAK ADA orang yg hendak gunakan ucapan
> Ahok ttg. Almaidah 51 itu di Pulau Seribu itu untuk genjot dan jatuhkan
> Ahok, TENTU tidak akan terjadi tuduhan menista Agama dan serentetan aksi
> 212 sampai Ahok dipaksakan masuk penjara, ...! Lha, ... kenyataannya
> "jutaan" orang jadi "MARAH" merasa Agamanya dinista setelah video Buni Yani
> yg sudah direkayasa itu viral di medsos, ...!
>
> Hanya saja SAYANAG, SERIBU SAYANG, ... pengadilan hanya menjatuhkan vonis
> 1,5 tahun pada diri Buni Yani, TIDAK mengusut ada orang-orang yang menjadi
> DALANG dibalik kerusuhan yg terjadi ini! Dimana kemungkinan sangat besar,
> Buni maupun Ahok hanyalah korban dari rencana besar aksi #Ganti Presiden
> Jokowi saja!
>
>
>
> Sugih Liawan sugihlia@... [GELORA45] 於 2/2/2019 7:20 寫道:
>
>
> Kalau Buni Yani tidak melakukan apa2, sebenarnya MUI juga tidak akan
> mengeluarkan fatwa apa2, terbukti dari sebenarnya itu video kejadian dari
> beberapa waktu yang sudah lewat Dan tidak ada Yang komplain, begitu buni
> yani melakukan upload Dan memotong, baru keluar fatwa penistaan agama,
> bukannya begitu Pak Jonathan?
>
> Kalau masalah Ma'aruf Amin Yang mengeluarkan fatwa, ya mang segala sesuatu
> bagi mereka, kalau menguntungkan, fatwa bisa menjadi alat mereka.
>
> Kalau jokowi tidak Turun tangan, saya agak kurang setuju, walau mereka
> pernah pasangan Gub - Wagub, Dan skrg Jokowi Presiden, gak bisa seenaknya
> juga campur tangan, ya jgn sampai presiden intervensi hukum, kalau sampai
> iya, maka hukum dibawah presiden, bukan presiden dibawah hukum, nanti malah
> jd diktator
>
> On Sat, 2 Feb 2019, 06:09 Jonathan Goeij <jonathangoeij@... wrote:
>
> Saya kira yg jadi penyebab utama
> 1. Ma'ruf Amin yg mengeluarkan fatwa/pokok pikiran MUI penista agama shg
> membakar kemarahan masa.
> 2. Joko Widodo sang presiden yang "cuci tangan" tunduk pada tekanan masa.
>
> Perbandingannya kurang lebih mirip dengan peran Kayafas dan Pontius
> Pilatus dalam drama penyaliban Yesus.
>
> Baik Ahok ataupun Buni Yani dan Ahmad Dhani sebenarnya korban.
>
>
> On Friday, February 1, 2019, 2:55:11 PM PST, Sugih Liawan <sugihlia@...>
> wrote:
>
>
> Apa kabarnya Ahok yang karir politik hancur, kebiasaan kelompok mereka,
> merasa paling dikorbankan atas apa yang mereka buat sndr...
>
>
>
> On Fri, 1 Feb 2019, 22:28 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] <
> [email protected] wrote:
>
>
>
> Curhat Buni Yani: Diteror dan Kehilangan Pekerjaan Sejak Kasus Ahok
> <https://www..merdeka.com/peristiwa/curhat-buni-yani-diteror-dan-kehilangan-pekerjaan-sejak-kasus-ahok.html>
>
>

Kirim email ke