Tahun haram, bagaimana nasib orang2 suci NKRI Bersyariah?
 ---
 

 Senin, 04 Feb 2019 19:13 WIB
 Ini Tantangan Ekonomi RI di Tahun Babi Tanah 
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4414097/ini-tantangan-ekonomi-ri-di-tahun-babi-tanah
 
 Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
 

 Foto: Agung Pambudhy
 

 Jakarta - Ahli Feng Shui Mauro Rahardjo mengatakan bahwa di tahun Babi Tanah 
akan banyak aura-aura negatif yang membayangi. Salah satunya adalah sentimen 
negatif tahun politik.

Mauro memprediksi, akan banyak hoax-hoax yang bertebaran dan mengeruhkan 
suasana di tahun ini. Hal tersebut dapat menjadi tantangan bagi perekonomian 
Indonesia.

"Yang bikin keruh ini tuh sentimen politiknya. Jadi saya prediksi nih banyak 
hoax muncul terus bikin keruh keadaan. Macam air dicampur tanah trus 
diobok-obok, jadi keruh," kata Mauro kepada detikFinance, Senin (4/2/2019).

 Baca juga: Kasihan, Peternak Babi di China Tidak Bisa Imlekan 
https://finance.detik.com/read/2019/02/04/181652/4414043/4/kasihan-peternak-babi-di-china-tidak-bisa-imlekan
 

Pasalnya karena kekeruhan tersebut, Mauro menilai akan banyak investor yang 
menahan diri. Akhirnya, dunia investasi dan usaha di Indonesia menjadi lesu.

Prediksinya, banyak investor yang akan menahan diri hingga kekeruhan jernih 
kembali. Kehati-hatian dan kewaspadaan akan menjadi karakteristik banyak orang 
di tahun ini.

"Kalau saya lihat ya karena banyak kekeruhan yang bisa terjadi, sepertinya 
banyak yang menahan diri. Memang tahun ini trennya harus penuh kehatian-hatian 
dan kewaspadaan, serta harus pintar atur strategi," kata Mauro.



 Baca juga: Mau Mulai Bisnis di 2019? Ahli Fengsui: Tunggu Keruhnya Hilang 
https://finance.detik.com/read/2019/02/04/172834/4413953/4/mau-mulai-bisnis-di-2019-ahli-fengsui-tunggu-keruhnya-hilang
 

Menurutnya, bila dilihat dari ilmu Feng Shui sendiri, tahun Babi Tanah memang 
memiliki sifat babi yang damai dan tanah yang membumi. Maka dalam menjalani 
tahun ini harus realistis dan penuh kehati-hatian.

"Nah babi itu pecinta damai, lalu tanah itu sifatnya membumi. Jadi harus damai 
dan membumi, kalau membumi itu maksudnya kita harus realistis dan hati-hati 
dalam mengambil tindakan," kata Mauro. (dna/dna)

Kirim email ke