Ya, ya, hari tahun baru manusia sengaja dibikin tidak sama.
Kalau sama, segalanya jadi mahal menjelang tahun baru............
Juga ke rumah Allahnya tidak sama, dan diberbagai rumah,
ada yang ke mesjid, ada yang ke tempel, ada yang ke gereja
dan tidak bareng2, nanti jalanan macet..........
Masuk akal.....?


Pada tanggal Sel, 5 Feb 2019 pukul 13.12 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
> *Gong Xi Fat choi!*
>
> *Tahukah Anda sekalian bahwa pada hari raya Imlek ada beberapa pamali?
> Kalau lupa ini ada beberapa yang saya ingat:*
>
> *1) Jangan makan bubur,  sebab membawa kemiskinan*
> *2) Jangan cuci rambut, sebab membuang keberuntungan*
> *3) Tidak boleh ada kata-kata kotor, sebab membawa kematian*
> *4) Jangan cuci pakaian, sebab menghilangkan kebahagian*
> *5) Tidak boleh sapu, sebab menyapu kekayaan.*
>
> *Demikian kurang lebih demikian, semoga Anda sekalian taat akan
> petuah-petuah ini.*
>
> *Megenai babi, seorang kawan mengatakan bahwa Allah sangat, sangat baik
> dan bermurah hati kepada umatnya, sebab mengharamkan babi. Menurut dia
> kalau semua orang makan daging babi, maka daging babi akan mahal dan mereka
> yang  tidak berpendapatan tinggi atau miskin bisa sama-sama dengan yang
> kaya menikmati daging, tidak perlu ada bagi-bagi daging  pada hari raya,
> Dia mengatakan demikian karena menurut pendapatnya bahwa kita hidup dalam
> sistem ekonomi pasar yang didominasi oleh hukum mekanisme pasar yaitu
> "penawaran dan permintaan",  menurutnya kalau permintaan daging lebih besar
> dari penawaran, maka harga daging otomatis akan melonjak naik dan akan
> mungkin bisa seperti rocket ke bulan. Dia katakan silahkan bandingkan
> jumlah penduduk bumi yang sekarang  telah mendekati kurang  lebih 8 miljar,
> kalau semuanya makan daging babi pasti  tidak cukup,  maka kalau 2 atau 3
> milyar pendudk bumi tidak makan daging babi karena diharamkan sangat patut
> dan memang seharusnya demikian. Benar atau tidak teorinya ini, terserah
> pada analisa masing-masing.*
>
> *Kampai!*
>
>
> On Tue, Feb 5, 2019 at 5:57 AM [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]> wrote:
>
>>
>>
>> Tahun haram, bagaimana nasib orang2 suci NKRI Bersyariah?
>>
>> ---
>>
>>
>> Senin, 04 Feb 2019 19:13 WIB
>> Ini Tantangan Ekonomi RI di Tahun Babi Tanah
>> <https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4414097/ini-tantangan-ekonomi-ri-di-tahun-babi-tanah>
>>
>> Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
>>
>>
>> [image: Foto: Agung Pambudhy]Foto: Agung Pambudhy
>>
>>
>> *Jakarta* - Ahli Feng Shui Mauro Rahardjo mengatakan bahwa di tahun Babi
>> Tanah akan banyak aura-aura negatif yang membayangi. Salah satunya adalah
>> sentimen negatif tahun politik.
>>
>> Mauro memprediksi, akan banyak hoax-hoax yang bertebaran dan mengeruhkan
>> suasana di tahun ini. Hal tersebut dapat menjadi tantangan bagi
>> perekonomian Indonesia.
>>
>> "Yang bikin keruh ini tuh sentimen politiknya. Jadi saya prediksi nih
>> banyak hoax muncul terus bikin keruh keadaan. Macam air dicampur tanah trus
>> diobok-obok, jadi keruh," kata Mauro kepada *detikFinance*, Senin
>> (4/2/2019).
>> *Baca juga: *Kasihan, Peternak Babi di China Tidak Bisa Imlekan
>> <https://finance.detik.com/read/2019/02/04/181652/4414043/4/kasihan-peternak-babi-di-china-tidak-bisa-imlekan>
>>
>>
>>
>> Pasalnya karena kekeruhan tersebut, Mauro menilai akan banyak investor
>> yang menahan diri. Akhirnya, dunia investasi dan usaha di Indonesia menjadi
>> lesu.
>>
>> Prediksinya, banyak investor yang akan menahan diri hingga kekeruhan
>> jernih kembali. Kehati-hatian dan kewaspadaan akan menjadi karakteristik
>> banyak orang di tahun ini..
>>
>> "Kalau saya lihat ya karena banyak kekeruhan yang bisa terjadi,
>> sepertinya banyak yang menahan diri. Memang tahun ini trennya harus penuh
>> kehatian-hatian dan kewaspadaan, serta harus pintar atur strategi," kata
>> Mauro.
>>
>>
>> *Baca juga: *Mau Mulai Bisnis di 2019? Ahli Fengsui: Tunggu Keruhnya
>> Hilang
>> <https://finance.detik.com/read/2019/02/04/172834/4413953/4/mau-mulai-bisnis-di-2019-ahli-fengsui-tunggu-keruhnya-hilang>
>>
>>
>>
>> Menurutnya, bila dilihat dari ilmu Feng Shui sendiri, tahun Babi Tanah
>> memang memiliki sifat babi yang damai dan tanah yang membumi. Maka dalam
>> menjalani tahun ini harus realistis dan penuh kehati-hatian.
>>
>> "Nah babi itu pecinta damai, lalu tanah itu sifatnya membumi. Jadi harus
>> damai dan membumi, kalau membumi itu maksudnya kita harus realistis dan
>> hati-hati dalam mengambil tindakan," kata Mauro. *(dna/dna)*
>>
>> 
>

Kirim email ke