Posisi setiap calon pemimpin negara dalam setiap issue seharusnya dipertanyakan sehingga pemilih tidak seperti memilih kucing dalam karung. Apakah anda membela NKRI atau membuta membela junjungan?
---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Aduh galaknya pembela LGBT nih yeahhhh. Apalagi yg mau ente pertontonkan dimilis ini selain membela LGBT, demokrasi, HAM, hukuman mati dll? HANYA SAJA ADA 1 YANG TIDAK ENTE BELA: NKRI!!!! Ente ini belagak kayak orang suci bela ini bela itu, tetapi kelakuannya ngebela negara sendiri luar biasa tanpa melihat bahwa negara ente itu adalah tukang ngobok2 negara orang laen termasuk ngobok2 demokrasi, ngobok2 HAM, ngobok2 keamanan, ngobok2 harta kekayaan dari manusia s/d sumber daya alam dan sampai2 menyerang negara laen dgn berbagai alasan yg dipakai termasuk HAM, demokrasi dan istilah2 tinggi yg ente dengung2kan sekarang ini. Koq sewot amat sih ente ini sama negara laen yg punya sovereignty ngurusin negaranya masing2. Coba refleksi diri sendiri sana lihat apa yg terjadi dinegara ente dan apa2 yg sdh negara ente lakukan dgn semua istilah2 diatas itu sebelum ngurusin negara kami! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Tuesday, April 2, 2019 10:56 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Brunei terapkan hukuman rajam LGBT, komisioner HAM PBB sebut 'hukum kejam dan tak manusiawi' Pertanyaan itu sudah sepantasnya dan seharusnya ditanyakan, Ma'ruf Amin bukan hanya mengeluarkan fatwa LGBT haram bahkan melakukan upaya dijadikan hukuman pidana. Dan Ma'ruf Amin bukan hanya sekedar pendukung tetapi pasangan pemimpin yg mencalonkan diri. Demikian juga pihak Prabowo harus ditanya posisinya mengingat pendukungnya yg anti LGBT. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Loh koq nanya posisi Jokowi dan Prabowo segala? Apa motivasi ente dalam bertanya ini? Bakalan seneng yg kalau NKRI ikut2an rajam LGBT? Kelihatannya ente kan gak seneng LGBT dirajam kan? Tetapi koq seneng dan mendukung2 Isfun menang sih (Isfun itu dibelakang Prabowo loh!)? Ente jelas2 dalam milis ini menyerang Jokowi dan tidak terang2an membela Prabowo. Dalam pemilu orang2 seperti ente jelas akan: golput atau pilih Prabowo. Wong sengit begitu maki2an dan sumpah serapah ente ke Jokowi. Dibelakang Jokowi gak ada Isfun. Konservatif ada tetapi bukan Isfun ala Arab. Dibelakang Prabowo ada Isfun. Kalau Prabowo menang jelas kemungkinan Syariah Islam dgn rajam LGBT akan lebih besar dibandingkan dgn kalau Jokowi menang. Emangnya ente gak punya andil, kalau memang RI menerapkan rajam LGBT?! Tetapi kami rakyat Indonesia tahu. Jelas tahu bahwa ente gak pusing dgn negara kami. Yg ente pusingin adalah LGBT nya. Beda dgn kami. Yg kami utamakan NKRI tegak dgn pancasilanya shg tidak ada LGBT yg dirajam. Beda kan cara berpikir ente dan kami rakyat Indonesia! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Monday, April 1, 2019 1:38 PM To: [email protected] Subject: [GELORA45] Brunei terapkan hukuman rajam LGBT, komisioner HAM PBB sebut 'hukum kejam dan tak manusiawi' Apakah Indonesia bakal menyusul? Apa posisi Jokowi dan Prabowo? --- Brunei terapkan hukuman rajam LGBT, komisioner HAM PBB sebut 'hukum kejam dan tak manusiawi' · 2 jam lalu · Bagikan artikel ini dengan Facebook · Bagikan artikel ini dengan Messenger · Bagikan artikel ini dengan Twitter · Bagikan artikel ini dengan Email · Kirim Hak atas fotoREUTERSImage captionSultan Hassanal Bolkiah menyebut hukum pidana baru di negaranya sebagai "pencapaian besar". Komisioner Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, menuduh Brunei Darussalam berusaha menerapkan hukum kejam dan tidak manusiawi terkait dengan rencana penerapan hukuman cambuk dan rajam hingga mati terhadap kaum homoseksual mulai Rabu (03/04). Oleh karenanya, ia menyerukan kepada otorita Brunei untuk membatalkan penerapan hukum itu. "Saya menyerukan kepada pemerintah untuk membatalkan penerapan hukum pidana baru yang kejam itu, yang akan menjadi langkah mundur serius bagi perlindungan HAM rakyat Brunei jika tetap diberlakukan," kata Michelle Bachelet dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin (01/04). · George Clooney serukan pemboikotan hotel terkait hukuman mati bagi LGBT di Brunei · Arab Saudi, Malaysia dan Brunei terburuk di dunia bagi mereka yang tak beragama · LGBT, seks, dan hukum syariah: Isi akun Instagram yang dilaporkan Sultan Brunei ke Polda Metro Melalui pernyataan resmi dari kantor perdana menteri, pemberlakuan hukum syariah Islam itu disebut punya tujuan tertentu. "Hukum (syariah), selain mempidanakan dan mencegah perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, juga bertujuan mengedukasi, menghormati, dan melindungi hak sah semua individu, masyarakat, atau kebangsaan, agama, dan ras," sebut pernyataan itu sebagaimana dikutip kantor berita Reuters. Hak atas fotoEPAImage captionBrunei berpenduduk sekitar 400.000 jiwa dan mayoritas adalah Muslim. Hukum syariah Islam di Brunei pertama kali diterapkan pada 2014 dan semenjak itu diberlakukan secara bertahap. Tahap pertama dan kedua mencakup hukuman penjara atau denda untuk pelanggaran-pelanggaran seperti tidak menunaikan salat Jumat dan hamil di luar Tahap ketiga yang akan dilaksanakan pada 3 April memuat hukuman yang lebih berat, antara lain hukuman mati dengan cara rajam untuk tindak pidana sodomi dan perzinahan. Kemudian pencuri akan dihukum dengan cara diamputasi salah satu tangan untuk tindak kejahatan pertama, dan diamputasi salah satu kaki untuk kejahatan kedua. Gelombang kritik Penerapan hukuman syariah ini mendapat tentangan dari berbagai kalangan. Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, mencuit: "Merajam orang sampai mati karena tindakan homoseksual atau perzinahan adalah mengerikan dan (Message over 64 KB, truncated)
