Hari Kartini, Inspirasi Perjuangan Wanita di Dunia Digital
Reporter:
Astari Pinasthika Sarosa
Editor:
Yayuk Widiyarti
Minggu, 21 April 2019 09:24 WIB
Ilustrasi wanita-wanita bekerja. ShutterstockIlustrasi wanita-wanita
bekerja. Shutterstock
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Perkembangan dunia digital semakin besar dan
membutuhkan lebih banyak wanita untuk mengambil peran aktif di dunia
ini. Menyambut*Hari Kartini* <https://www.tempo.co/tag/hari-kartini>pada
21 April menjadi dorongan dan inspirasi untuk para wanita Indonesia agar
terus berjuang di dunia masing-masing.
Tokopedia sebagai merek/e-commerce/ternama di Indonesia menceritakan
beberapa kisah inspiratif dan perjuangan para wanita di dunia digital
dalam rangka Hari Kartini 2019. Kisah-kisah inspiratif ini bisa menjadi
dorongan untuk para wanita Indonesia agar berani mengambil peran besar
di dunia digital.
Clarissa Jane Amadea, sebagai Culture & Engagement Specialist di
Tokopedia, menceritakan mengenai pengalaman untuk keluar dari zona nyaman.
Artikel lain:
*3 Sikap Kartini yang Harus Jadi Panutan Perempuan Zaman Now
*
<https://cantik.tempo.co/read/1081177/3-sikap-kartini-yang-harus-jadi-panutan-perempuan-zaman-now>
“Pekerjaan saya saat ini memang melenceng jauh dari jurusan ketika
kuliah. Tapi justru saya belajar banyak dari semua bidang yang pernah
saya jalani,” tutur Clarissa atau Icha.
Pesan yang ingin Icha sampaikan adalah untuk tidak takut mencoba
berbagai divisi dalam sebuah pekerjaan sampai akhirnya menemukan
pekerjaan yang memang sesuai dengan minat. Hal ini menjadi suatu hal
yang penting di dunia digital yang terus berkembang.
Selain mencoba berbagai hal untuk menemukan minat dalam pekerjaan,
wanita juga harus berani menunjukkan keterampilan. Sebagai Senior
Communication dan Service Culture Tokopedia, Siska Indah Pratiwi sadar
bahwa wanita dan pria harus sama-sama mandiri dan tidak bergantung pada
orang lain. Konsistensi dan kerja keras menjadi kunci penting untuk para
wanita yang bekerja di dunia digital.
“Sama sekali tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kita jauh lebih
kuat dalam banyak hal daripada pria. Secara emosional, mental, dan
seringkali fisik,” jelas Siska.
Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com
Wanita juga tidak boleh takut dengan stereotip yang ada mengenai dunia
teknologi. “Kini sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin di
berbagai kalangan profesional, terutama di bidang teknologi. Stereotip
dari masyarakat bahwa teknologi didominasi oleh pria itu tidak benar,”
tutur Senior Digital Business Development Tokopedia, Rininta Syahrir.
Rininta menjelaskan kalau wanita juga bisa sukses di dunia digital,
bahkan menjadi pemimpin yang baik. Namun, perlu diingat kalau menjadi
seorang pemimpin bukan berarti harus mengambil alih pekerjaan seseorang
saat mereka tidak mengerjakan sesuatu.
ADVERTISEMENT
Pemimpin yang baik harus bisa membagi tugas dan tanggung jawab serta
mendorong tim untuk memiliki tujuan yang sama. Itulah tips Rininta untuk
para wanita yang ingin menjadi pemimpin di dunia digital.
Baca juga:
*Pesan Menteri Perempuan untuk Kartini Muda*
<https://cantik.tempo.co/read/867850/pesan-menteri-perempuan-untuk-kartini-muda>
Terakhir, wanita juga tidak boleh takut gagal saat bekerja di dunia
digital. Melissa Siska Juminto, Chief Operating Officer Tokopedia,
menjelaskan kalau kegagalan bisa menjadi dorongan untuk jadi lebih baik
lagi. Karena itu, wanita yang masuk ke dunia digital harus berani untuk
bangkit kembali setelah gagal.
“Menjadi perempuan tidaklah mudah, kita harus terus melawan/status quo/.
Apapun yang orang katakan, kita harus pantang menyerah untuk memberikan
yang terbaik agar apa yang kita cita-citakan tercapai,” jelas Melissa.
Walaupun menghadapi banyak tantangan, Melissa percaya kalau wanita bisa
memiliki peran besar di dunia digital.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com