Rakyat yang terlalu baik dan selalu sabar kali ini terpaksa bangkit karena muak
dengan kebohongan penguasa terutama kemunafikan dan kebonekaan Jokowi.
Tidak ada jaminan Bawaslu & KPU-RI menanggapi bukti-bukti kecurangan yang
diserahkan ke mereka karena sang dalang antek nekolim kelihatannya tetap
memaksakan skenario seperti 2014, gulirkan ke MK.
Tapi kesabaran Rakyat ada batasnya. Tidak akan biarkan emak-emak kita dibuat
menderita dan semakin naik pitam.
--- lusi_d@... wrote:
Kecurangan itu sebenarnya juga terjadi pd pemilu-pemilu sebelumnya..Tapi massa
belum melakukan perlawanan, kali ini mulai berani melawankecurangan dan
kesewanang-wenangan si penguasa yang menyalahgunakankedudukan kepetahanaannya.
Kesedaran massa untuk berlawan sudabangkit. Terutama keberanian yang
dikategorikan sebagai emak-emak.
Am Sat, 4 May 2019 23:44:19 +0000 (UTC) schrieb ajeg :
> Masih tergantung Bawaslu & KPU, berani nggak mereka untuk jujur dan> adil
> menanggapi begitu banyak kecurangan yang sebagian buktinya sudah> diserahkan
> ke mereka. Berani nggak membuktikan mereka bukan bagian> dari penjahat
> politik. Jangan seperti MK tahun 2014 yang ketuanya> lalu dikasih tanda jasa
> oleh pemerintahan baru waktu itu. Untuk apa> paslon 01 yang katanya gembira
> pemilu sukses itu mengerahkan Brimob> bersenjata tempur? Ini sih bukan
> persaingan antarkontestan lagi, tapi> menantang Rakyat.--- lusi_d@... wrote:
> > Kalau memperhatikan> kecenderungan perolehan suara dalam pemilu 2019 ini
> pasangan> Jokowi-Mak'ruf pada akhirnya akan dikalahkan oleh pasangan capres>
> Prabowo-Sandi.>