----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] [sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: '[email protected]' [email protected] [temu_eropa] <[email protected]>; Chalik Hamid <[email protected]>; Sheila Kartika [email protected] [PERS-Indonesia] <[email protected]>; [email protected] <[email protected]>; Eric DMS <[email protected]>; RKB <[email protected]>; Ronggo Gmail ronggo. <[email protected]>Cc: "[email protected]" <[email protected]>; Bismo Gondokusumo <[email protected]>; SUTEDJA GUSTI <[email protected]>Terkirim: Jumat, 10 Mei 2019 23.51.34 GMT+2Judul: #sastra-pembebasan# Re: [temu_eropa] Tidak ingin negara terpecah belah, Rektor di Bogor menyatakan sikap
SIKAP YANG SANGAT BAIK dan SERUAN dan ANJURAN YANG JELAS dari ke 7 REKTOR UNIVERSITAS BOGOR kepada SELURUH Masyarakat agar Masyarakat Bangsa ini Bersatu dan Bertekad bersama2 Menjaga dan Mempertahankan Keutuhan Bangsa dan Negara Republik Kesatuan Indonesia dan Menghormati serta serta selalu Berjalan diatas LANDASAN DAN KERANGKA HUKUM sebagai DASAR dan TUJUAN dalam menyelesaikan setiap Permasalahan Socio-Politico- Ekonomi dan segala Aspekt Kehidupan Bangsa serta dalam melaksanakan Tugas , Kewajiban dan Tanggung Jawab Pribadi maupun Jabatan bagi setiap Individu dengan rasa Kesadaran yang tinggi bahwa ia adalah Bangsa Indonesia yang sadar Bernegara dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Warga Bangsa untuk Membela dan Mempertahankan KEUTUHAN NEGARANYA -NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA .MOTTO : > Aku dilahirkan dan dibesarkan di bumi Indonesia , Warganegara Indonesia , Berbahasa Indonesia - dan aku hidup dan bernafas di bumi Indonesia yang menjadi Tanah-Airku yaitu Indonesia , Tanah-Air yang kucintai sepanjang masa Hidupku ,Tanah - Air dan Tanah Tumpah darahku - Tanah Bundaku dan Nenek - Moyangku, Tanah dan bumi bagi Hidupku - Matiku yang adalah Satu ... TANAH-AIRKU INDONESIA yang SATU DAN TIADA DUANYA !>> KELEMAHAN SIKAP - Tidak lebih hanya akan menciptakan LEMAHNYA KARAKTER ......dan Ia akan membunuh JIWA dan KEPRIBADIAN SESEORANG .... On Fri, 10 May 2019 at 21:08, 'j.gedearka' [email protected] [temu_eropa] <[email protected]> wrote: https://pemilu.antaranews.com/berita/862845/tidak-ingin-negara-terpecah-belah-rektor-di-bogor-menyatakan-sikap Tidak ingin negara terpecah belah, Rektor di Bogor menyatakan sikap - Pilpres - 9 Mei 2019 16:58 Tujuh Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak Pilpres 2019, di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). (M Fikri Setiawan). Jangan sampai negara ini hancur terpecah belah, hanya karena Pilpres. Kami sepakat, para rektor sepakat menyampaikan tujuh pesan ini Bogor (ANTARA) - Tujuh Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor menyatakan sikap dengan menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). "Jangan sampai negara ini hancur terpecah belah, hanya karena Pilpres. Kami sepakat, para rektor sepakat menyampaikan tujuh pesan ini," kata Rektor Universitas Pakuan Bogor, Prof Bibin Rubini. Tujuh Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor ini yaitu, Rektor IPB, Arif Satria, Rektor Universitas Pakuan, Prof Bibin Rubini, Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Ending Baharuddin, Rektor Universitas Djuanda, Dede Kardaya, Rektor Universitas Nusa Bangsa, Yunus Arifien, Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Edi Sukardi, dan Ketua STEI TAZKIA, Murniati Mukhlisin. Tujuh pesan yang dibacakan oleh Rektor IPB University, Arif Satria yaitu: 1. Mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. 2. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga. 3. Mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk setelah Pemilu 2019. 4. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku. 5. Mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial. 6. Mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis. 7. Meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. Arif Satria mengatakan, selama masa kampanye sampai dengan sekarang telah terjadi banyak hal yang berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat. Maka, penting menurutnya para rektor Bogor ini menyatakan sikap. "Oleh karena itu, kami para Rektor Perguruan Tinggi di Bogor Raya memandang perlu menyampaikan tujuh pesan ini," ucap Arif. Pewarta: M Fikri Setiawan Editor: Chandra Hamdani Noor Copyright © ANTARA 2019 - Tidak ingin negara terpecah belah - Rektor di Bogor menyatakan sikap - Rektor
