https://pemilu.antaranews.com/berita/862845/tidak-ingin-negara-terpecah-belah-rektor-di-bogor-menyatakan-sikap
Tidak ingin negara terpecah belah, Rektor
di Bogor menyatakan sikap
* Pilpres <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
* 9 Mei 2019 16:58
Jokowi-Ma'ruf unggul di Kepulauan Bangka Belitung Tujuh Rektor dan
Pimpinan Perguruan Tinggi di menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak
Pilpres 2019, di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor,
Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). (M Fikri Setiawan).
Jangan sampai negara ini hancur terpecah belah, hanya karena
Pilpres. Kami sepakat, para rektor sepakat menyampaikan tujuh pesan ini
Bogor (ANTARA) - Tujuh Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor
menyatakan sikap dengan menyampaikan tujuh pesan, atas gejolak pada
kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, di IPB International
Convention Center (IICC) Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019).
"Jangan sampai negara ini hancur terpecah belah, hanya karena Pilpres.
Kami sepakat, para rektor sepakat menyampaikan tujuh pesan ini," kata
Rektor Universitas Pakuan Bogor, Prof Bibin Rubini.
Tujuh Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Bogor ini yaitu, Rektor
IPB, Arif Satria, Rektor Universitas Pakuan, Prof Bibin Rubini, Rektor
Universitas Ibn Khaldun Bogor, Ending Baharuddin, Rektor Universitas
Djuanda, Dede Kardaya, Rektor Universitas Nusa Bangsa, Yunus Arifien,
Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor, Edi Sukardi, dan Ketua STEI TAZKIA,
Murniati Mukhlisin.
Tujuh pesan yang dibacakan oleh Rektor IPB University, Arif Satria yaitu:
1. Mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas
dalam menyelesaikan kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
2. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur,
adil, independen, transparan, dan bertanggung jawab sesuai tahapan
pemilu sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap
terjaga.
3. Mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusivitas
sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis, dan sejuk
setelah Pemilu 2019.
4. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap
sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya
melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku.
5. Mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para
elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik
secara politik maupun sosial.
6. Mengajak elite kedua pihak dan seluruh pimpinan partai pendukung
untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar
tercipta suasana yang damai dan harmonis.
7. Meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi
ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi
ajakan kami pada poin-poin di atas dapat menjadi solusi untuk
menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini.
Arif Satria mengatakan, selama masa kampanye sampai dengan sekarang
telah terjadi banyak hal yang berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan
masyarakat. Maka, penting menurutnya para rektor Bogor ini menyatakan sikap.
"Oleh karena itu, kami para Rektor Perguruan Tinggi di Bogor Raya
memandang perlu menyampaikan tujuh pesan ini," ucap Arif.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2019
* Tidak ingin negara terpecah belah
<https://pemilu.antaranews.com/tag/tidak-ingin-negara-terpecah-belah>
* Rektor di Bogor menyatakan sikap
<https://pemilu.antaranews.com/tag/rektor-di-bogor-menyatakan-sikap>
* Rektor <https://pemilu.antaranews.com/tag/rektor>