https://pemilu.tempo.co/read/1205066/hadang-gerakan-people-power-aktivis-98-siap-kawal-kpu/full&view=ok
Hadang Gerakan People Power, Aktivis 98 Siap
Kawal KPU
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Juli Hantoro
Senin, 13 Mei 2019 22:59 WIB
Rapat Pleno rekapitulasi tingkat nasional penghitungan suara dalam
negeri Pemilu 2019, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 Mei
2019. TEMPO/Dewi Nurita
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/11/id_841009/841009_720.jpg>
Rapat Pleno rekapitulasi tingkat nasional penghitungan suara dalam
negeri Pemilu 2019, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat pada Sabtu, 11 Mei
2019. TEMPO/Dewi Nurita
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Aktivis yang tergabung dalam Rembuk Nasional
Aktivis 98 telah merancang aksi untuk menghadang gerakan /people power/
<https://www.tempo.co/tag/people-power>yang menurut mereka
inkonstitusional. "Tanggal 21 Mei 2019 kami akan menjawab gerakan
/people power/ yang inkonstitusional," kata Julianto Hendro Cahyono
seorang anggota kelompok itu, Senin 13 Mei 2019.
Baca juga: *Ponpes Sunan Kalijaga: People Power di Bawaslu Rusak Ibadah
Puasa
<https://pilpres.tempo.co/read/1204787/ponpes-sunan-kalijaga-people-power-di-bawaslu-rusak-ibadah-puasa>*
Menurut Julianto, mereka akan menduduki gedung Komisi Pemilihan Umum
untuk mengawal rekapitulasi akhir pemilihan presiden atau Pilpres 2019.
Julianto mengatakan bahwa gerakan ini bukanlah aksi tandingan bagi pihak
yang berlawanan. "Yang pasti bukan tandingan, tapi kami mengawal
demokrasi," kata dia.
Julianto mengatakan demokrasi sudah semakin dewasa dan mereka menghargai
84% pemilih yang telah ikut serta dalam Pemilu serentak 2019. "Itu
pencapaian luar biasa dari hak-hak rakyat yang memberikan dukungan atas
apa yang diinginkan," kata Julianto.
Menurut Julianto, pesta demokrasi pemilu 2019 pada 17 April 2019 yang
lalu adalah gerakan /people power/. "84 persen itu benar-benar
/people power/. Dalam artian, kekuatan signifikan yang menjawab dan
memilih apa yang seharusnya mereka pilih dan itulah yang kami kawal,"
katanya.
Dalam rangka memperingati 21 tahun reformasi, Julianto mengatakan, hasil
pemilu harus dikawal. "Ini demokrasi yang kami cita-citakan sejak 98.
Jangan sampai yang inkonstitusional kita biarkan saja," katanya.
Baca juga: *Soal People Power, Ma'ruf Amin: Kapan Kita Dewasa
Berdemokrasi
<https://nasional.tempo.co/read/1204669/soal-people-power-maruf-amin-kapan-kita-dewasa-berdemokrasi>*
Julianto mengaku, ia yakin tak akan ada bentrok dengan massa yang
menyebut /people power./
<https://nasional.tempo.co/read/1204933/ryamizard-ryacudu-people-power-bukan-ancaman>
"Kami lebih damai karena kami menjaga dan mengawal. Kami berusaha
gerakan 98 akan terus mengawal," kata Julianto.
------------------------------------------------------------------------