https://pilpres.tempo.co/read/1205476/prabowo-siapkan-surat-wasiat/full&view=ok
Prabowo Siapkan Surat Wasiat
Reporter:
Fikri Arigi
Editor:
Rina Widiastuti
Selasa, 14 Mei 2019 22:27 WIB
Gestur calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto saat
memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan
Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Dalam acara tersebut,
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membeberkan fakta
kecurangan dalam Pilpres 2019. TEMPO/Amston Probel
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/14/id_841781/841781_720.jpg>
Gestur calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto saat
memberikan sambutan dalam acara Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan
Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Dalam acara tersebut,
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membeberkan fakta
kecurangan dalam Pilpres 2019. TEMPO/Amston Probel
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto menegaskan bahwa dirinya
bersama Sandiaga Uno dan Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo-Sandiaga akan melawan dugaan kecurangan pemilu. Prabowo
mengatakan akan terus berjuang bersama rakyat. Karena itu, ia membuat
surat wasiat yang disaksikan oleh pihak keluarga dan ahli hukum di
kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, hari ini.
*Baca: Prabowo: Saya akan Menolak Hasil Pemilu yang Curang
<https://pilpres.tempo.co/read/1205416/prabowo-saya-akan-menolak-hasil-pemilu-yang-curang>*
"Saya akan kumpulkan ahli hukum. Saya akan membuat surat wasiat saya.
Saya katakan, gak usah nakut-nakuti dengan makar-makar. Orang-orang ini,
tokoh-tokoh bangsa ini bukan makar. Jenderal-jenderal itu mempertaruhkan
nyawanya dari sejak muda. Mereka tidak makar. Kita membela negara dan
bangsa Indonesia," kata Prabowo di acara Simposium Mengungkap
Fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta,
Selasa, 14 Mei 2019.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menuturkan, bahwa saat ini banyak
yang mempertanyakan sikapnya lantaran pihak pemerintah Joko Widodo kerap
mengirimkan utusan untuk bertemu dengannya. Namun, Prabowo menegaskan
bahwa berdialog dan bernegosiasi diperbolehkan tetapi dirinya menolak
menyerah pada keadaan.
"Ada yang mengatakan Pak Prabowo bagaimana sikapnya. Katanya ada yang
minta ketemu saya. Bolak-balik minta ketemu. Berbicara boleh, berunding
boleh, menyerah tidak boleh," ucapnya.
*Baca: Kubu Prabowo Paparkan Kecurangan Pemilu, Ini Imbauan Moeldoko
<https://pilpres.tempo.co/read/1205311/kubu-prabowo-paparkan-kecurangan-pemilu-ini-imbauan-moeldoko>*
Ia menuturkan dirinya saat ini masih menaruh harapan kepada
penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk
bekerja secara jujur dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Prabowo telah menyatakan sikapnya terkait hasil Pemilu 2019 yang ia
nilai curang. "Sikap saya adalah akan menolak hasil Pemilu yang curang,”
ujarnya.
Prabowo bersama BPN mengadakan acara untuk membeberkan data-data
kecurangan Pemilu 2019. Acara ini dihadiri oleh Prabowo, Sandiaga, Ketua
BPN Djoko Santoso, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon, Juru Bicara BPN,
Dahnil Anzar dan lainnya. Relawan pun memenuhi arena acara di aula Hotel
Grand Sahid.
Pada acara ini mereka memaparkan sedikitnya enam bukti kecurangan. Di
antaranya, Kartu Keluarga di beberapa tempat mereka nilai manipulatif.
Lalu jumlah pemilih tetap yang bermasalah, contohnya, menurut mereka
suara pemilih di Jawa Timur sebanyak 7.644.025 orang, dengan 5,3 juta
orang invalid, dan 2,2 juta pemilih ganda.
*Baca: BPN Prabowo Tolak Perhitungan Suara Pilpres 2019 Oleh KPU
<https://pilpres.tempo.co/read/1205463/bpn-prabowo-tolak-perhitungan-suara-pilpres-2019-oleh-kpu>*
Selain itu, mereka menuding Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU)
tidak netral, karena sistemnya tidak realtime. Selain itu, hasil C1
dinilai manipulatif karena tabel dalam tiap-tiap gambar tidak rapi
sehingga dicurigai hasil manipulasi.
------------------------------------------------------------------------
Data Situng KPU Tembus 80 Persen: Jokowi-Ma'ruf 70 Juta Suara,
Prabowo-Sandiaga 54,8 Juta Fitria Chusna Farisa Kompas.com - 14/05/2019,
18:47 WIB Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kiri)
dan Maruf Amin dalam acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan
calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 di Komisi Pemilhan Umum,
Jakarta, Jumat (21/9/2018). Pasangan ini mendapatkan nomor urut 01.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kiri) dan Maruf
Amin dalam acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon
presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 di Komisi Pemilhan Umum,
Jakarta, Jumat (21/9/2018). Pasangan ini mendapatkan nomor urut
01.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon
presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin
mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 70.487.377 atau 56,25 persen, sedangkan
Prabowo-Sandi 54.832.994 atau 43,75 persen. Selisih perolehan suara di
antara keduanya mencapai 15.654.383 atau 12,5 persen. Data ini mengacu
pada angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik
Komisi Pemilihan Umum (KPU). Baca juga: Rekapitulasi KPU: Jokowi Menang
100 Persen di Puncak Papua, Prabowo Nol Suara Menurut data yang
ditampilkan dalam pemilu2019.kpu.go.id itu, hingga Selasa (14/5/2019)
pukul 18.15, suara yang masuk berasal dari 665.490 TPS dari total
813.350 TPS. Jika dipresentasekan, jumlah ini mencapai 81,02 persen.
Sementara ini, Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa
Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, hingga
Papua. Sedangkan Prabowo-Sandi sementara ini unggul di Sumatra Barat,
Jambi, Aceh, Banten, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Baca juga: BPN
Prabowo-Sandi Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU Pencatatan data
sejumlah provinsi telah mencapai seratus persen, seperti Provinsi Bali,
Gorontalo, dan Bengkulu. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik
mengatakan, Situng hanya alat bantu yang dipilih oleh KPU untuk
memberikan informasi yang cepat terkait penghitungan suara kepada
masyarakat. Jika ditemukan kesalahan entry data, hal itu bukan berarti
curang, melainkan human error. KPU justru meminta publik untuk ikut
aktif mengawasi Situng, supaya entry data dipastikan benar. "Ya silahkan
sampaikan kalau ada entry berbeda, entry bisa kita koreksi," katanya di
kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019). Video Pilihan
00:44 Situng KPU 67%: Jokowi-Ma'ruf 56,3% dan Prabowo-Sandi 43,7% 00:48
Situng KPU 66,54%: Jokowi-Ma'ruf 56,15% dan Prabowo-Sandi 43,85% 07:05
[TERBARU] Rekapitulasi Suara Pemilu 2019, 14% Data Pilpres Sudah Masuk
Situng 00:46 Situng KPU 69,50%: Jokowi-Ma'ruf Unggul 13 Juta Suara dari
Prabowo-Sandi 00:28 [TERBARU] Data Masuk Rekapitulasi KPU 20,19%:
Jokowi-Ma'ruf 55,15%, Prabowo-Sandi 44,9% 00:56 Real Count KPU Data 61%:
Jokowi-Ma'ruf 56,08%, Prabowo-Sandiaga 43,92% Ikuti perkembangan berita
ini dalam topik: Pemilu 2019
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan judul
"Data Situng KPU Tembus 80 Persen: Jokowi-Ma'ruf 70 Juta Suara,
Prabowo-Sandiaga 54,8 Juta",
https://nasional.kompas.com/read/2019/05/14/18470761/data-situng-kpu-tembus-80-persen-jokowi-maruf-70-juta-suara-prabowo-sandiaga.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Diamanty Meiliana